Ig - @FIDADIDO5

Tuesday, 15 September 2020

SPRING TO FALL (BAB 25)

    Tiga bulan berlalu setelah ia pergi ke Perancis. Saat ini ia sibuk dengan ponselnya itu. Beberapa hari ini ia menunggu pesan atau telepon masuk dari seseorang “Kemana Noah.. kenapa ia sama sekali tidak menghubungiku akhir-akhir ini?” gumamnya sendiri dimeja dapur.

“Kulihat akhir-akhir ini kau sangat gelisah.. Ada masalah apa?” tanya Charlotte yang datang dari belakang.

“Noah sudah beberapa hari tidak pernah menghubungiku” ujarnya sambil mengacungkan ponselnya. Charlotte membua lemari pendingin mencari-cari makanan yang tersisa “Hmm.. mungkin ia sedang banyak pekerjaan”.

“Entahlah”.. terlihat menggerutu.

            “Sudahlah jangan terlalu kau pikirkan. Percayalah padanya”..

“Bagaimana kalau nanti kita pergi berbelanja atau ke restoran?” tawar Charlotte.

“Tidak bersemangat” jawabnya lesu. “Ayolah.. tenangkan pikiranmu sejenak jangan terlalu kau pikirkan” Charlotte merajuk.

“Baiklah.. baiklah”

000

 

Sakura mencoba menghubungi Noah “Hallo..”.

            Terdengar suara dari dalam telepon “Noah?”.. “Kenapa belakangan ini kau jarang sekali menghubungiku?”

“Maaf.. Sakura. Aku sedang sangat banyak pekerjaan akhir ini” jelasnya.

“Oh. Apakah sama sekali kau tidak ada waktu sedikitpun untuk mengabarkan ku?”... “Baiklah kalau kau saat ini masih sibuk. Dah!”

            “Apa kata Noah?” tanya Charlotte yang mulutnya dipenuhi makanan.

“Ia bilang saat ini sedang banyak pekerjaan” sahutnya agak sedikit berdeham. “Apa kataku.. kau jangan terlalu khawatir dengannya”.

“Tapi.. ini tidak biasanya seperti ini” katanya lirih. “Aku bosan seperti ini.. ini bukan kali pertama, semenjak sepulang kita dari Perancis beberapa minggu setelahnya ia seperti berubah sikap padaku”

“Maksudmu?” Charlotte menghentikan makannya. “Ya. Tidak tau pasti, yang pasti aku merasa bosan padanya” katanya dengan tatapan bingung.

“Lalu kau akan meninggalkannya?”.. “Tidak. Aku tidak ingin memulai hal-hal aneh, lagipula kalau bosan apakah aku harus pergi meninggalkannya? Aku juga tidak akan bilang kalau saat ini aku sedang dengan hubungan ini”

            Charlotte hanya mengamati dengan seksama “Ya. Kau benar, Sakura.. bosan bukan berarti harus menyerah”

“Tapi aku juga tidak tau sampai kapan ia seperti ini”.. “Kau jalani saja. Aku harap tidak akan lama” kata Charlotte memberi semangat.

 

”Sakura coba kau lihat disana”

“Alexander” ucapnya ringan. “Alex!” teriak Charlotte dan melambaikan tangan. Alexander pun menangkap suara itu dan melihat ke arah dua gadis itu.

            Sakura terlihat sangat tidak suka dengan kedatangan Alexander dihadapannya. “Hallo Sakura.. hallo Abel”

“Hai.. silakan duduk” sahut Charlotte dengan antusias. Tapi tidak sama sekali dengan Sakura.

“Sudah lama sekali kita tidak bertemu”

            Sakura hanya tersenyum tipis dan Charlotte tau arti senyumannya itu.

“Alex. Kau sendirian?” kata Charlotte yang buru-buru mengalihkan.

“Ya begitulah. Aku lebih suka sendiri” sahutnya ramah. “Kalian sudah lama disini?” sambungnya. Sakura hanya mengangguk.

“Iya, makanan kami juga hampir habis”.

“Sayang sekali.. aku telat datang”.. Alexander menatap Sakura “Sakura? Kau baik-baik saja?”

“Ya seperti yang kau lihat daritadi aku baik-baik saja” jawabnya.

“Kau terlihat pucat dan murung”

“Aku baik-baik saja Alexander” katanya memastikan. “Kalau kau ada masalah lebih baik ceritakan saja padaku.. kau dulu semenjak kita duduk dibangku sekolah kau selalu menceritakan apa saja yang sedang terjadi padamu, bahkan cerita yang sudah lewat”

“Aku..”

“Dia ada masalah dengan kekasihnya” celetuk Charlotte tiba-tiba.

“Kenapa dia? Dia membuat masalah padamu?”

“Tidak..”. “Lalu” Alexander masih menunggu lanjutan kalimat yang sempat tertunda.

“Ia beberapa hari, bisa dibilang sebenarnya beberapa bulan belakangan ini sikapnya sedikit berubah” akhirnya menceritakannya kepada Alexander.

“Sudah ku katakan padamu Sakura.. kau masih percaya dengan hubungan jarak jauh. Lagipula aku juga tidak yakin terhadap kekasihmu yang bernama Noah itu” celotehnya tanpa menyaring. Sakura melirik dengan sinis “Apa maksudmu berkata seperti ini, Alex?”

“Tidak.. maksudku aku rasa ia bukan lelaki yang tepat untukmu. Kalau memangnya ia perhatian dan menyayangimu ia tidak akan bersikap seperti ini, meskipun dengan alasan sibuk pekerjaan. Aku sebagai lelaki tau bagaimana sibuknya bekerja, tapi tetap saja itu bukan alasan yang tepat. Sakura”.

            Sakura hanya terdiam sejenak.

000

 

            “Kurasa ada benarnya juga yang dikatakan oleh Alexander” gumamnya dengan wajah yang ditutup bantal.

Tingg..tingg..

“Hallo..”

            Sakura terkesiap bangun dari posisi tidurnya “Noah! Tumben sekali kau menelepon ku. Kau sudah tidak sibuk?” tanyanya gembira.

“Aku masih berada dikantor saat ini, namun sudah tidak terlalu sibuk”

“Ada apa meneleponku dengan tiba-tiba?”.. “Kau merindukanku ya?” ejek Sakura.

“Iya aku merindukanmu.. namun Sakura, ada yang ingin ku katakan”

“Katakan saja Noah, kau tidak perlu sungkan” masih dengan nada semangat.

“Kurasa hubungan ini sudah tidak baik” katanya dengan sangat hati-hati.

“Maksudmu? Kau akan mengakhiri hubungan ini?”.. “Ya..”

            Seketika pandangan Sakura kabur, sekeliling ruangan berubah menjadi gelap. Jantungnya seakan-akan berdetak diluar batas kendali. Air mata yang sepertinya sudah tidak dapat keluar, dadanya semakin terasa sesak.

“Sakura? Kau menangis? Maafkan aku.. maafkan janji-janjiku selama ini. Aku memang bukan lelaki baik untukmu, aku bajingan!” ujarnya lirih. Sakura masih terdiam tidak bisa melakukan apa-apa, suaranya pun susah untuk keluar.

            “Kenapa kau bisa mengatakan seperti itu, Noah? Kenapa kau mengakhiri semua ini?” mulai terisak dan air mata mulai membasahi pipinya.

“Aku juga tidak tau, Sakura. Aku tidak tau ada apa denganku belakangan hingga saat ini”.

“Baiklah. Terima kasih” Sakura langsung memutuskan hubungan.

            Ia menangis tersedu-sedu mengingat perkataan Alexander yang sebagian itu benar. Namun ia juga tak habis pikir dengan kalimat yang pernah dilontarkan oleh Noah waktu ia menyatakan perasaannya terhadap Sakura.

000

            Sakura keluar dari kamarnya dan berjalan ke arah ruang tengah dengan sempoyongan dan mata yang lumayan bengkak dann pipi terlihat sangat merah. Kacau.

“Sakura kau ada apa?” tanya Charlotte kaget dan Lenard juga merasakan hal yang sama seperti Charlotte.

Lenard dengan cepat bangun “Duduklah.. ini minum dulu”. Sakura pun menurutinya.

“No.. noahh” katanya terputus. “Kenapa Noah? Ia kenapa? Ia mengalami kecelakaan?” seru Charlotte tidak mengerti.

“Noah mengakhiri hubungan kami”

“Kau tidak bercanda, bukan?” Lenard yang sempat tidak percaya. Pikir Lenard, Noah bukan tipe laki-laki yang seperti itu.

“Bagaimana bisa?” tanya Charlotte.

“Aku juga tidak tau.. ia sendiri pun jug tidak mengetahui apa penyebab dirinya seperti itu”..

“Yasudah.. memang Noah bukan yang terbaik untukmu, kau jangan merasa sepi ya. Ada aku dan Lenard disini selalu menemanimu. Gugurkan semua kenanganmu bersamanya di musim gugur tahun ini

“Terima kasih” lalu mereka memeluk Sakura dengan erat. 

    Setidaknya bukan aku yang memulai semuanya... 

SELESAI

   


Sunday, 13 September 2020

SPRING TO FALL (BAB 24)

    Sakura yang sudah duduk cukup lama di sofa lobby untuk menunggu kedatangan Noah. “Sakura” sapanya hangat.

Sakura segera bangun dari sofanya dan dengan cepat menghampiri Noah lalu memeluknya “Noah aku rindu sekali” katanya sambil memeluk Noah dan Noah pun melingkarkan kedua tangannya pada tubuh gadis itu.

“Aku juga” sahutnya.

            “Silakan duduk” Sakura mulai melepaskan pelukannya.

“Bagaimana kabarmu disana, setelah tidak ada aku?” tanya Noah dengan posisi duduk agak sedikit miring menghadap Sakura. “Tidak merasa baik. Selalu saja merasa sepi, meskipun pekerjaanku dan tugas kuliah menumpuk tapi aku tetap merasa sepi”

“Sekarang aku sudah ada dihadapanmu” katanya sambil merentangkan tangan.

“Hanya beberapa jam saja” gumamnya.. “Kau tau? Aku selalu memutar lagu Fall For You setiap saat, hingga orang rumah bosan padaku?”

Noah terlihat tertawa “Kau ini” katanya dengan mengacak-acak pelan rambut Sakura.

Sakura terlihat masih memberengut. “Kau harus bahagia sekarang, karena aku ada disini” kata Noah tersenyum.

“Besok ikut denganku ya Noah untuk kembali ke Amsterdam?” rengeknya. “Tidak bisa untuk saat ini, Sakura”.. “Akan kupastikan setelah ini aku akan kembali ke Amsterdam” sambungnya.

“Janji” terlihat jari kelingkingnya terangkat. Lalu disambut oleh Noah.

“Janji”. Sakura pun tersenyum.

000

 

            Sakura saat ini sudah berada didalam mobil yang dikendarai oleh Noah. Mereka hanya pergi keluar berdua. Ia pisah dengan ke-empat kawanannya itu. “Kita akan kemana?”.. “Sudah ikut saja”

Pagi yang cukup cerah disinari matahari namun dengan angin yang cukup saja membuat Sakura sesekali bergidik.

Le Panier” seru Noah. Sakura segera melepaskan sabuk pengamannya itu dan membuka pintu mobil. “Ini lebih indah lagi” mata yang berbinar menunjukkan ekspresi sangat bahagia.

“Ya! Banyak tempat cantik di Marseille” kata Noah. “Ayo kita ke dalam gang-gang itu.. disana banyak cafe atau tempat lainnya”.

            Selayaknya area kota tua di berbagai belahan dunia lainnya.  Le Panier adalah kawasan yang bermukim di Marseille yang sudah berumur. Terletak di lereng bukit, sebelah atas Vieux Port yang kemarin malam Sakura kunjungi. Kawasan yang sudah menjadi hunian bagi masyarakat Yunani kuno sejak tahun 600 sebelum masehi ini kini menjadi pusat sejarah dan budaya Marseille.

            Selain kental akan sejarah, ia juga kental akan pemandangan zaman dulu yang indah. Disana terdapat banyak tangga, kedai makanan dan minuman, butik seniman lokal dan juga galeri seni. Pemandangan bangunan yang sangat memanjakan mata.

            Bangunan-bangunan tinggi yang terbagi menjadi beberapa toko kecil itu sangat menarik untuk dikunjungi. Warna-warni bangunan yang disinari pencahayaan dari sinar matahari semakin menarik.

“Coba kau lihat toko kecil itu” katanya sembari menunjuk. “Ayo kita masuk”.. banyak kerajinan tangan yang dijual didalam toko tersebut yang dibuat oleh penduduk lokal.

“Cantik sekali vas bunga ini” katanya sambil memegang salah satu vas bunga yang ada disana. “Kalau kau tertarik ambil saja”

            Sakura menoleh ke arah Noah. Noah pun mengangguk pelan.

Lalu ia membawa vas bunga itu dan kembali berkeliling toko. Melihat-lihat yang lain Noah menemukan sebuah tas yang sangat antik “Sakura! Kau mau ini? Ini sangat cocok untukmu”

“Wahh! Bagus sekali”. “Coba yang lain ikut kita kesini, pasti mereka sangat menyukainya”

“Kurasa begitu”

000

“Noah.. aku akan kembali ke Amsterdam sekarang juga” Noah yang mengantarkan Sakura hingga depan pintu masuk stasiun. Noah pun memeluk Sakura “Kau tidak perlu khawatir seperti ini Sakura”.

Sakura terdiam.

            “Aku akan menyusulmu nanti, kau bisakan tunggu aku nanti?” tanyanya sambil mengusap airmata Sakura yang mulai membasahi pipinya itu.
“Sakura, ayo kita masuk sekarang” Charlotte yang menghampirinya dan merangkul bahu Sakura. “Noah kami berangkat dulu, sampai jumpa dilain waktu” ujar Charlotte. Sakura masih terdiam.

“Kalian hati-hati” kata Noah. “Sampai jumpa semua” seru Noah kepada yang lain dan melambaikan tangan ke arahnya.

 

Friday, 11 September 2020

SPRING TO FALL (BAB 23)

    Terlihat tumpukkan koper dan tas-tas besar pada rak yang berjajar diatas kepala. Keberangkatan dari Belanda khususnya kota Amsterdam ke Perancis menjadi salah satu keberangkatan yang paling ramai diminati. Disetiap gerbong dipenuhi oleh para turis lokal maupun internasional. Perjalanan ini akan sangat menyenangkan bagi Sakura dan ke-empat kawannya itu.

            Kereta yang mulai memperlambat kecepatannya itu membuat Sakura dan penumpang kereta lainnya mulai bersiap-siap.

“Astaga.. hampir sampai”

Perancis adalah negara di Eropa kedua yang baru ia kunjungi. Dan ini baru pertama kalinya bagi Sakura. Sekian lama ia menetap di Belanda, ia belum pernah berwisata keluar ke negara di Eropa lainnya.

“Perancis..” katanya yang keluar dari mulutnya dengan hembusan semilir angin musim gugur.

“Kau sudah menghubungi orang yang membawa mobil yang sudah kita sewa?” tanya salah satu temannya. “Aku tidak tau... coba kau tanya Lenard” Ujar Sakura.

            Sakura berangkat ke Marseille bersama Lenard, Charlotte, Nienke dan Jose. Awalnya ia berniat ingin bepergian bersama beberapa teman dari kelasnya, namun hanya Jose yang mempunyai waktu liburan. Dan akhirnya ia mengajak Lenard, Charlotte dan Nienke teman kerja di restorannya.

“Biar ku yang hubungi orang itu” seru Jose.

            Selagi Jose menghubungi orang yang menyewakan mobilnya itu, mereka sembari berjalan keluar dari dalam stasiun kereta ke arah luar parkir.

“Ahh! Itu mobilnya” tunjuk Jose.. Mobil tersebut melaju ke arah mereka ber-lima.

Lalu mereka memasukkan tas-tas besarnya yang dibawanya itu kedalam bagasi belakang mobil tersebut dengan segera. Kunci mobil sudah diberikan saatnya ia meluncur menuju penginapan yang berada lumayan jauh dari stasiun.

“Kurasa sebelum kita ke penginapan, sebaiknya kita isi perut dulu. Aku lapar sekali” ujar Sakura yang berada di bagian posisi tengah mobil.

“Kurasa juga begitu” sambung Charlotte.

000

 

            Semua makanan yang dipesan sudah hampir ludes diatas piring-piring itu. “Nanti sore kita akan kemana?” tanya Lenard.

“Keliling kota Marseille saja”

            Setelah itu mereka semua melanjutkan perjalanan ke penginapan mereka yang masih menempuh jarak berkilometer. Lenard yang saat ini berada dibalik kemudi.

            Pemandangan bangunan-bangunan klasik berderet sepanjang jalan membuat mata tiada hentinya memaksa untuk memandang. Beberapa penumpang didalam mobil ada yang memilih untuk tidur selama didalam perjalanan. Namun tidak berlaku untuk Sakura. Sakura lebih memilih untuk melihat pemandangan dimana negara tersebut baru pertama kali ia kunjungi. Meskipun kota ini bukan menjadi ibukota negara Perancis, tetapi kota ini adalah kota paling tua di negara ini. Tidak hayal kota ini memiliki banyak bangunan klasik dari segi arsitekturnya.

            Meskipun begitu bangunan-bangunan tersebut masih layak digunakan sebagai kantor, cafe atau restoran dan lain halnya. Menjadi daya tarik pelancong untuk menikmatinya. Salah satunya Sakura sendiri. Tidak salah ia memilih kota ini sebagai tujuan kunjungan destinasinya. Menakjubkan!

            Sekitar 20 menit berlalu.. mereka tiba penginapan yang tidak kalah indahnya. Berhadapan dengan pelabuhan kapal-kapal kecil.

Terbagi menjadi 2 kamar. Sakura, Charlotte dan Nienke mendapati kamar yang persis berada ditengah. Kemudian Lenard dan Jose berada disebelah kamar 3 kawan wanitanya itu.

 

“Aku sudah di Marseille”

“Benarkah? Aku akan menemuimu nanti malam, apakah kau bersedia?” tanya Noah diseberang telepon. “Maaf Noah aku akan pergi bersama yang lain sepertinya. Hmm bagaimana kalau esok hari?”...

“Baiklah. Selamat bersenang-senang, kirimkan salam dariku untuk yang lain”

000

 

“Udara terasa dingin sekali” seru Sakura. Terlihat ia mendekapkan jaket tebalnya itu lebih erat lagi. Mereka semua duduk di luar cafe yang berpayungkan tenda.

            Vieux Port de Marseille adalah pelabuhan pertama yang dibangun oleh bangsa Yunani. Sekarang pelabuhan ini menjadi tempat wisata yang cukup terkenal di Marseille. Di area ini terdapat banyak cafe, restoran dan juga kedai makanan. Disini adalah lokasi terbaik jika para turis luar yang ingin mencicipi kuliner khas kota Marseille. Banyak makanan khas daerah sini yang dijual di kedai-kedai kecil sepanjang jalan pelabuhan.

Saat ini mereka hanya ingin nongkrong santai dan bercerita ringan, dan ditemani oleh beberapa coklat panas.. untuk cemilannya ia hanya memesan 2 buah croissant dan 2 cup creme brulee.

            Sebelum mereka memilih cafe ini untuk duduk santai. Mereka telah mengunjungi salah satu restoran ternama yang berada di area sekitar. Mereka sempat memesan soupe a l’oignon atau sup dari kuah kaldu sapi yang kental yang dicampur bawang putih, suwiran ayam dan parutan keju. Pilihan yang tepat untuk menghangatkan tubuh di cuaca seperti saat ini. Dan mereka juga memesan sebagai menu utamanya yaitu coq au vin dan confit de canard. Coq au vin berupa kaki ayam yang dimasak dengan anggur merah dalam waktu lama, agar mendapatkan teksur daging yang sangat lembut ditambahnya dengan irisan jamur, lardon dan bawang.

            Sedangkan confit de canard adalah kaki bebek yang dimatangkan selama 36 jam lamanya. Agar menambah rasa, dicampurkan pula bawang putih, garam dan thyme yang dimarinasi selama 24 jam. Cara memasak makanan ini bisa digoreng atau dipanggang dan dapat dihidangkan bersama kentang dan bawang putih.

            Makanan-makanan yang dipilihnya tidak sembarangan, melainkan untuk menghangatkan tubuh mereka.

 

            “Halo.. selamat malah Noah” waktu sudah menunjukkan pukul 8:30 malam. “Selamat malam Sakura.. ada apa?”

“Jadi begini.. aku akan pulang ke Amsterdam besok sore” guraunya.

“Cepat sekali! Bagaimana mungkin?” katanya heran. “Lenard.. ia salah pilih jadwal, tadi aku dan yang lainnya sudah bersikeras untuk menelepon pihak pengurus jadwal keberangkatan. Namun banyak persyaratan yang dibutuhkan dan kami tidak punya waktu untuk itu semua. Jadi kami putuskan untuk pulang cepat, kami tidak ada pilihan lain” jelasnya.

“Baiklah. Kalau begitu aku akan berkendara kesana sekarang. Untung saja aku sudah mempersiapkan baju didalam satu tas”

“Kau tidak bercanda? Yasudah kalau begitu kau hati-hati, alamat penginapan akan ku kirimkan pesan”

“Sampai jumpa” kata Noah yang segera bergegas.

Wednesday, 9 September 2020

SPRING TO FALL (BAB 22)

 Sebulan berlalu ia menjalani hidup tanpa Noah disampingnya. Untung saja ia memiliki kegiatan yang cukup sibuk, bekerja dan perkuliahan sudah dimulai semester baru. Semilir angin musim gugur telah dirasakannya, Sakura berjalan ke halte bus yang berada dekat dari restorannya itu.

            Terdengar suara dering nada memanggil “Halo” sapa lelaki dari seberang sana.

“Hai Noah! Kau masih sibuk bekerja?” Sakura yang memegang ponsel dengan tangan sebelah kanan itu sembari berjalan dengan langkah sedikit lebar.

“Tidak.. baru saja pekerjaanku selesai. Aku baru selesai meeting yang diadakan diluar kantor tentang iklan yang akan dipasang di pusat kota” jelas Noah.

“Kau yang membuatnya?”

“Ya. Aku, namun dibantu dengan rekan ku yang lainnya juga”..

“Ngomong-ngomong bulan ini aku akan berkunjung ke Marseille bersama 4 orang teman-temanku” ujarnya dengan gembira. “Benarkah? Kau akan berkunjung ke Marseille?”

“Ya!” sahutnya mantap. “Apakah kau bisa menemaniku selama aku berada disana?”

“Aku belum tau pasti, tapi aku akan berusaha mencoba untuk dapat menemanimu nanti”

“Baiklah! Sampai jumpa nanti Noah!” serunya dibalik layar ponsel.

 

000

 

            Lagi-lagi Sakura tidak langsung kembali ke rumah, ia menaiki bus namun dengan arah tak menentu dan juga ia tidak tau akan turun di halte bus daerah manapun.

“Sepi” gumamnya pada diri sendiri.

            Selang beberapa menit ia akhirnya turun di halte bus alun-alun kota. Pintu pun terbuka dan orang-orang bergegas untuk keluar dari bus dan menyusuri jalanan sore yang sangat ramai. Ia melihat salah satu kedai kopi dengan nuansa bangunan lama.

Tingg...

Bunyi bel terdengar ketika orang membuka pintu cafe. “Selamat Sore, ingin pesan apa?”

“Hai, selamat sore. Aku ingin coklat panas 1”

“Baiklah” kata si pekerja cafe tersebut. Sembari menunggu coklat tersebutnya selesai. Ia memerhatikan bangunan dari cafe tersebut “Indah sekali, bukan” serunya sendiri.

 “Kau tepat sekali, ditambah lagi kau datang pada sore hari seperti ini” sahut si pekerja cafe itu sembari menyodorkan pesanan Sakura. “Eh.. terima kasih. Semoga harimu menyenangkan” kata Sakura sambil berlalu.

            Hanya ada sisa satu meja kosong yang berada diujung luar ruangan. Sakura dengan cepat menghampirinya. Menaruh tasnya dan duduk.

Mencoba menghirup udara yang memaksa masuk ke hidungnya “Manis sekali wangi coklat ini” ujarnya pelan. Sangat ribut suasana diluar dengan bunyi orang-orang berbincang, suara klakson mobil, anak-anak kecil tertawa dan juga sorot lampu mobil yang berlalu lalang. Namun ia sangat menikmatinya. Keramaian ini yang ia cari, untuk menutupi kesepian daripada dirinya itu.

            “Sakura?” terlintas seorang laki-laki yang berhenti dihadapannya sekarang. “Alex? Kau ada disini juga?”

“Kau bisa lihat sendiri, aku baru saja pulang kerja dan tidak menyangka bisa melihatmu disini”

“Silakan duduk” katanya sembari menunjuk bangku yang ada dihadapannya.

“Kau sendirian?”

Sakura yang terlihat mengangkat sedikit kedua bahunya itu “Seperti yang kau lihat saat ini”.

“Tidak bersama Charlotte atau Lenard? Hmm.. atau siapa nama kekasihmu itu?” tanyanya berusaha mengingat sebuah nama. “Noah?”. Alexander pun menjentikkan jarinya.

“Sebentar aku akan memesan kopi, sepertinya akan lebih terasa nikmat jika aku juga mempunyai sebuah minuman hangat”.

 

            Sambil meniup-niup kopinya di ujung bibir “Jadi kau hubungan jarak jauh dengannya?”

“Ya!”

“Apakah kau merasa baik-baik saja dengan hubunganmu itu?” sebuah pertanyaan yang terucap namun terdengar dalam makna yang berbeda.

“Maksudmu apa?” tanya Sakura tidak mengerti. “Ya, kau dan Noah”..

“Aku dan Noah baik-baik saja, dan kau harus tau bulan ini aku akan ke Marseille untuk mengunjunginya”.

“Oh. Dia sekarang berada di Perancis”

“Tepatnya di Paris” sahut Sakura dengan tatapan agak ketus. “Lalu?”

“Lalu apa? Kau kalau bicara jangan setengah-setengah”

“Sabar Sakura. Maksudku lalu kau yang menemuinya ke Paris?”

“Tidak. Ia yang akan mengunjungi ku ke Marseille” jawabnya. “Romantis sekali.. semoga kau dan dia bahagia” Sakura tidak dapat memahami kalimat yang baru saja ia dengar, maksud dari kalimat tersebut kalimat untuk mendoakan atau menyumpahi.

“Alex.. sepertinya aku pamit duluan” katanya sambil mengambil tasnya itu lalu pergi. Alex belum sempat berkata banyak namun Sakura dengan langkah kaki cepat telah pergi.

 

            “Apa maksudnya Alexander berkata seperti itu?” tanyanya kepada diri sendiri dengan perasaan kesal. “Astaga” ia tidak menyadari bahwa bus yang sedikit lagi ia tumpangi ternyata sudah menutup pintu dan pergi begitu saja.

“Kenapa aku kebanyakan melamun seperti ini” katanya sambil memukul kepalanya sedikit keras. Ia memutuskan untuk duduk di dinding tembok menunggu bus selanjutnya walaupun membutuhkan waktu beberapa menit.

 

000

 

“Bibi! Ura pulang!” teriaknya dari pintu masuk.

“Lama sekali tumben. Kau sudah makan malam?” tanya bibi. “Belum” sahutnya sambil menjatuhkan badannya ke sofa ruang tengah.

“Bibi sudah masak. Makanlah!” seru bibi. “Iya nanti saja, kaki Ura semuanya pada pegal-pegal” sambil memijit-mijit tumit kakinya itu. “Bibi sini saja duduk disebelah Ura. Bibi sedang menonton siaran tv bukan?”

“Iya”.

Monday, 7 September 2020

SPRING TO FALL (BAB 21)

    Amsterdam Airport Schiphol terbaca jelas dihadapanya. Mereka ber-empat berdiri tepat di depan pintu masuk bandara, Noah, Sakura, Charlotte dan Lenard.

“Ini aku bawakan kentang goreng” kata Lenard dengan menyodorkan kantung kertas besar dihadapannya itu. “Mari kita cari tempat duduk dan makan lebih dulu sebelum aku masuk ke dalam” sahut Noah.

            10 menit berlalu, dikarenakan tidak berlama-lama mereka segera mengantarkan Noah ke depan pintu masuk bandara. “Tunggu” sela Charlotte.

“Bisakah kita ambil beberapa gambar sebelum kau pergi?” pinta Charlotte yang saat ini merogoh kantongnya untuk mengambil ponselnya itu. Mereka asyik berswafoto bersama namun panggilan dengan nomor penerbangan Noah telah disuarakan.

“Itu adalah nomor penerbanganku, aku harus segera pergi sekarang. Sakura.. kau jaga diri baik-baik” Noah yang berusaha cepat mendekap dalam pelukannya itu. “Kalian semua baik-baik ya, aku pinta kau jaga Sakura untukku” ujar Noah yang tersengal kepada Charlotte dan Lenard.

Sakura yang masih sibuk dengan air matanya yang jatuh tiada henti. Noah pergi sembari membelakangi mereka bertiga.

            “Kalian akan baik-baik saja” ujar Charlotte yang mencoba menenangkan perasaan Sakura saat ini.

“Sakura!”

            Sakura segera berbalik badan, Noah terlihat melambaikan tangan dari arah dalam. Mereka bertiga pun menyambut lambaian tangan Noah.

“Kabarkan aku kalau kau sudah sampai!” teriak Sakura. Noah mengacungkan jempolnya itu.

 

000

            “Sakura! Ponselmu berdering tiada henti daritadi” teriak bibi yang berada diruang tengah.

“Siapa yang menelepon bi?” tanyanya dengan sekujur tubuhnya basah.

“Bibi tidak lihat, tadi bibi biarkan saja karena kau sedang berenang. Ternyata telepon itu tidak mau berhenti berdering”.. “Ah itu dia berbunyi lagi”

            Sakura yang berjalan keluar arah taman belakang “Halo, oh kau sudah sampai? Syukurlah. Bagaimana perjalananmu?”..

Istirahatlah Noah, kau terdengar lelah. Kau sekarang berada disalah satu rumah temanmu?... baiklah, sampai jumpa!” Sakura kembali menaruh ponselnya dimeja tengah. Dan kembali berenang.

 

Saturday, 5 September 2020

SPRING TO FALL (BAB 20)

    Mata yang sudah disuguhkan oleh pemandangan beberapa alat dapur yang bergantungan pada rak dinding membuanya semakin tidak semangat untuk menjalani hari ini. 

“Kau terlihat tidak bersemangat untuk hari ini” celetuk Nienke yang saat ini berdiri tepat disampingnya. “Kurasa juga begitu” sahutnya dengan mata yang dipaksa untuk terbuka.

“Pesta?”.. “Bisa dibilang begitu, tetapi tidak benar-benar pesta” sembari diikuti melebarkan mulutnya. “Pantas.. pulang jam berapa kau semalam?” tanya Nienke.

“Tiga pagi”

“Astaga. Cuci wajah kusam mu itu sedikit lagi jam makan siang, restoran kita pasti akan ramai sekali” perintah Nienke yang sedang melap meja. Sakura pun pergi ke wastafel untuk membasuh wajahnya itu untuk menghilangkan rasa kantuk yang sangat-sangat menghantuinya.

“Sakura” salah seorang menepuk pundak Sakura tiba-tiba.

“Hmmm..”

“Ada pak Noah sedang mencarimu” ujarnya.

“Baiklah. Eh dimana ia sekarang?” tanyanya yang masih mengusap wajahnya dengan perlahan. “Meja nomor dua”

Sakura pun segera keluar dari dapur untuk menemui Noah. Sakura pun berjalan sedikit cepat.

“Hallo Noah, ada apa kau kesini?”

“Hai lieverd” sapanya dengan nada yang membuat sedikit orang disekitarnya menoleh. “Ya ampun kau bisa berbicara lebih pelan sedikit tidak? Kau tidak melihat beberapa orang melihat ke arah kita” kata Sakura pelan namun dengan raut wajah yang terlihat panik.

“Sedang apa kau disini?” tanyanya kembali. “Aku mau makan siang disini, tolong buatkan ku menu spesial yang ada disini” ujar Noah santai.

“Baiklah, aku kembali ke dapur dulu dan menyiapkan makan siang untukmu”. Senyum Noah pun mengembang.

 

            Sakura yang kembali ke dapur langsung menuju chiller tempat menyimpan sate lilit dan beberapa bahan makanan lainnya. Kemudian ia segera masak menu makanan yang paling terkenal di restoran tersebut.

“Sudah ada list pesanan yang masuk?” tanya Nienke. “Noah” sahutnya singkat.

“Sopan sekali kau ini” jawab Nienke sambil berlalu. Namun Sakura menghiraukannya dan kembali menyiapkan bahan-bahan yang ia butuhkan dengan sigap.

20 menit kemudian makanan pun datang yang dibawakan oleh seorang pelayan ke meja Noah. “Permisi pak” kata seorang pelayan sembari menurunkan satu per satu piring yang berada diatas tray. Noah terlihat bingung “Dimana Sakura? Aku memesannya makanan ini dengannya” ujar Noah.

“Sakura saat ini sedang berada di dapur menyiapkan beberapa makanan untuk para tamu yang lain” jelasnya. “Ada beberapa orang didalam dapur itu?”

“Empat orang”.. “Panggil ia suruh kemari” perintahnya.

“Kalian bisa kan untuk mengatasi list pesanan yang ada kan?” tanya Noah. “Baik pak, akan saya panggilkan Sakura” sahut pelayan tersebut lalu berjalan ke arah dapur.

Sakura yang mengetahui bahwa dirinya dipanggil oleh Noah segera melepaskan celemek yang sedang dipakai dibadannya itu.

“Ada apa Noah?” tanyanya yang saat ini berdiri dihadapan Noah. “Hai, duduklah” perintahnya dengan menunjuk kursi yang berada dihadapannya.

“Tidak bisa, aku sedang banyak pesanan” elak Sakura yang masih berdiri. “Sebentar saja” ujarnya yang terdengar sedikit memaksa. Sakura menuruti perintahnya kemudian duduk dihadapannya itu, Sakura sedikit merasa malu pada rekan-rekan kerjanya yang lain dikarenakan ia berada disana disaat situasi sedang ramai makan siang.

“Coba kau jelaskan menu makanan apa yang kau berikan padaku?” tanya Noah sembari mengambil salah satu menu makanan tersebut.

“Yang kau ambil itu adalah lawar, berisi sayur seperti kacang panjang, nangka muda, kelapa parut dan daging sapi. Namun untuk resep aslinya ia memakai buah pisang batu, tetapi disini susah untuk mendapatkannya jadi tidak dipakai. Dan yang itu namanya sate lilit, sate lilit terbuat dari daging ayam. Namun biasanya dipakai daging babi, tetapi restoran ini mengandung unsur makanan halal jadi kami hanya memakai daging ayam dan daging sapi. Makanan yang kau makan ini berasal dari Bali dimana daerah tempatku berasal” jelas Sakura panjang lebar dan Noah hanya mendengarkan sembari menyicipi satu per satu.

“Coba kau makan dengan nasi, itu lebih nikmat” sarannya.

“Benarkah?”.. “Kau dapat rasakan sendiri, Noah”

“Bisakah aku kembali ke dapur sekarang?”

“Tunggu sampai aku melahap semua makanan ini Sakura” katanya. “Astaga, aku merasa sangat tidak enak dengan teman-temanku didapur sana”

“Mereka akan mengerti” sahutnya ringan. Sakura pun tidak bisa bertindak banyak ia hanya duduk dan perhatikan Noah makan saja.

“Setelah ini aku akan kembali ke kantor dan pulang sekitar pukul empat sore”

“Oh”... “Apakah kau ingin ku jemput pas pulang kerja?”

“Tidak perlu, aku akan pulang pukul tiga sore”

“Tunggu satu jam saja, aku akan tidak lama. Mungkin aku akan pulang kantor pukul setengah empat”

“Tadi kau bilang pukul empat sore”

“Sudah itu bisa diatur, kau tenang saja”.. “Apa katamu sajalah” tanda menyerah.

000

Langkah kaki yang melangkah senada itu menyusuri area jembatan The Jordaan. Semilir sejuk angin yang mulai terasa melalui celah-celah lengan baju yang dikenakan oleh Sakura.

“Tidak terasa seminggu lagi aku akan berangkat ke Paris” serunya dan mulai memperlambat langkah kakinya. Sakura tertegun menangkap ucapan yang baru saja ia dengar.

“Apakah kau akan kembali kesini lagi setelah pekerjaanmu telah usai nanti?” suaranya sedikit terdengar sumbang. “Tentu saja, aku berusaha untuk mendapatkan kerja disini lagi”.

Sakura terlihat sedikit agak murung, seperti ia lupa akan kata-katanya bahwa ia akan optimis akan hal ini.

            “Kau dapat mengunjungiku di Paris jika kau mau”. Sakura masih termenung mendengarnya.

“Sudah. Kau jangan bersedih seperti ini, kita berjalan lagi lebih baik kurasa” tangan Noah yang mulai menggenggam erat tangan Sakura mulai berjalan lunglai.

            Banyak jejeran bangku permanen yang terdapat di pinggir jalan setapak yang menghadap kanal tersebut. Banyak pula barisan sepeda yang dapat disewa untuk mengelilingi area The Jordaan.

“Kau membawa buku atau semacamnya?” tanya Noah yang duduk di salah satu bangku tersebut. “Untuk apa?”

“Berikan saja padaku, bolpoin juga jika kau punya” katanya dengan tersenyum hangat kepada Sakura. Sakura pun merogoh tasnya dan mengambil semua barang yang dipinta oleh Noah.

            Noah mulai membuka lembaran buku Sakura itu.. “Ini buku kampusmu?”

“Ya..” sahutnya datar.

“Boleh aku tuliskan sesuatu?” tanya Noah. Sakura mengangguk.

            Sakura memperhatikan dengan seksama melihat guratan yang terlihat diatas bukunya itu “Ku tuliskan namaku dan namamu, kau jaga ini”. Sakura tetap tidak berkata apa-apa.

Tersadar Sakura hanya meneteskan air mata “Kau kenapa menangis?” tanya Noah yang tiba-tiba berhenti menulis. Sakura terkesiap mengusap air matanya dengan punggung tangannya itu.

            “Lihat aku” terucap nada rendah dari bibir Noah. “Kau menangis?” seru Sakura

Bieber'n

Bieber'n