Tiga bulan berlalu setelah ia pergi ke Perancis. Saat ini ia sibuk dengan ponselnya itu. Beberapa hari ini ia menunggu pesan atau telepon masuk dari seseorang “Kemana Noah.. kenapa ia sama sekali tidak menghubungiku akhir-akhir ini?” gumamnya sendiri dimeja dapur.
“Kulihat
akhir-akhir ini kau sangat gelisah.. Ada masalah apa?” tanya Charlotte yang
datang dari belakang.
“Noah sudah
beberapa hari tidak pernah menghubungiku” ujarnya sambil mengacungkan
ponselnya. Charlotte membua lemari pendingin mencari-cari makanan yang tersisa “Hmm..
mungkin ia sedang banyak pekerjaan”.
“Entahlah”..
terlihat menggerutu.
“Sudahlah jangan terlalu kau
pikirkan. Percayalah padanya”..
“Bagaimana
kalau nanti kita pergi berbelanja atau ke restoran?” tawar Charlotte.
“Tidak
bersemangat” jawabnya lesu. “Ayolah.. tenangkan pikiranmu sejenak jangan
terlalu kau pikirkan” Charlotte merajuk.
“Baiklah..
baiklah”
000
Sakura
mencoba menghubungi Noah “Hallo..”.
Terdengar suara dari dalam telepon “Noah?”.. “Kenapa belakangan ini kau jarang
sekali menghubungiku?”
“Maaf.. Sakura. Aku sedang sangat
banyak pekerjaan akhir ini” jelasnya.
“Oh. Apakah sama sekali kau tidak ada
waktu sedikitpun untuk mengabarkan ku?”... “Baiklah kalau kau saat ini masih
sibuk. Dah!”
“Apa kata Noah?” tanya Charlotte yang
mulutnya dipenuhi makanan.
“Ia bilang
saat ini sedang banyak pekerjaan” sahutnya agak sedikit berdeham. “Apa kataku..
kau jangan terlalu khawatir dengannya”.
“Tapi.. ini
tidak biasanya seperti ini” katanya lirih. “Aku bosan seperti ini.. ini bukan
kali pertama, semenjak sepulang kita dari Perancis beberapa minggu setelahnya
ia seperti berubah sikap padaku”
“Maksudmu?”
Charlotte menghentikan makannya. “Ya. Tidak tau pasti, yang pasti aku merasa
bosan padanya” katanya dengan tatapan bingung.
“Lalu kau
akan meninggalkannya?”.. “Tidak. Aku tidak ingin memulai hal-hal aneh, lagipula
kalau bosan apakah aku harus pergi meninggalkannya? Aku juga tidak akan bilang
kalau saat ini aku sedang dengan hubungan ini”
Charlotte hanya mengamati dengan
seksama “Ya. Kau benar, Sakura.. bosan bukan berarti harus menyerah”
“Tapi aku
juga tidak tau sampai kapan ia seperti ini”.. “Kau jalani saja. Aku harap tidak
akan lama” kata Charlotte memberi semangat.
”Sakura coba
kau lihat disana”
“Alexander”
ucapnya ringan. “Alex!” teriak Charlotte dan melambaikan tangan. Alexander pun
menangkap suara itu dan melihat ke arah dua gadis itu.
Sakura terlihat sangat tidak suka
dengan kedatangan Alexander dihadapannya. “Hallo Sakura.. hallo Abel”
“Hai..
silakan duduk” sahut Charlotte dengan antusias. Tapi tidak sama sekali dengan
Sakura.
“Sudah lama
sekali kita tidak bertemu”
Sakura hanya tersenyum tipis dan
Charlotte tau arti senyumannya itu.
“Alex. Kau sendirian?”
kata Charlotte yang buru-buru mengalihkan.
“Ya
begitulah. Aku lebih suka sendiri” sahutnya ramah. “Kalian sudah lama disini?”
sambungnya. Sakura hanya mengangguk.
“Iya, makanan
kami juga hampir habis”.
“Sayang
sekali.. aku telat datang”.. Alexander menatap Sakura “Sakura? Kau baik-baik
saja?”
“Ya seperti
yang kau lihat daritadi aku baik-baik saja” jawabnya.
“Kau terlihat
pucat dan murung”
“Aku
baik-baik saja Alexander” katanya memastikan. “Kalau kau ada masalah lebih baik
ceritakan saja padaku.. kau dulu semenjak kita duduk dibangku sekolah kau
selalu menceritakan apa saja yang sedang terjadi padamu, bahkan cerita yang
sudah lewat”
“Aku..”
“Dia ada
masalah dengan kekasihnya” celetuk Charlotte tiba-tiba.
“Kenapa dia? Dia
membuat masalah padamu?”
“Tidak..”. “Lalu”
Alexander masih menunggu lanjutan kalimat yang sempat tertunda.
“Ia beberapa hari,
bisa dibilang sebenarnya beberapa bulan belakangan ini sikapnya sedikit berubah”
akhirnya menceritakannya kepada Alexander.
“Sudah ku
katakan padamu Sakura.. kau masih percaya dengan hubungan jarak jauh. Lagipula aku
juga tidak yakin terhadap kekasihmu yang bernama Noah itu” celotehnya tanpa
menyaring. Sakura melirik dengan sinis “Apa maksudmu berkata seperti ini, Alex?”
“Tidak..
maksudku aku rasa ia bukan lelaki yang tepat untukmu. Kalau memangnya ia
perhatian dan menyayangimu ia tidak akan bersikap seperti ini, meskipun dengan
alasan sibuk pekerjaan. Aku sebagai lelaki tau bagaimana sibuknya bekerja, tapi
tetap saja itu bukan alasan yang tepat. Sakura”.
Sakura hanya terdiam sejenak.
000
“Kurasa ada benarnya juga yang
dikatakan oleh Alexander” gumamnya dengan wajah yang ditutup bantal.
Tingg..tingg..
“Hallo..”
Sakura terkesiap bangun dari posisi
tidurnya “Noah! Tumben sekali kau
menelepon ku. Kau sudah tidak sibuk?” tanyanya gembira.
“Aku masih berada dikantor saat ini,
namun sudah tidak terlalu sibuk”
“Ada apa meneleponku dengan tiba-tiba?”..
“Kau merindukanku ya?” ejek
Sakura.
“Iya aku merindukanmu.. namun Sakura,
ada yang ingin ku katakan”
“Katakan saja Noah, kau tidak perlu
sungkan” masih dengan
nada semangat.
“Kurasa hubungan ini sudah tidak baik”
katanya dengan sangat
hati-hati.
“Maksudmu? Kau akan mengakhiri
hubungan ini?”.. “Ya..”
Seketika pandangan Sakura kabur,
sekeliling ruangan berubah menjadi gelap. Jantungnya seakan-akan berdetak
diluar batas kendali. Air mata yang sepertinya sudah tidak dapat keluar,
dadanya semakin terasa sesak.
“Sakura? Kau menangis? Maafkan aku..
maafkan janji-janjiku selama ini. Aku memang bukan lelaki baik untukmu, aku
bajingan!” ujarnya
lirih. Sakura masih terdiam tidak bisa melakukan apa-apa, suaranya pun susah
untuk keluar.
“Kenapa
kau bisa mengatakan seperti itu, Noah? Kenapa kau mengakhiri semua ini?” mulai
terisak dan air mata mulai membasahi pipinya.
“Aku juga tidak tau, Sakura. Aku tidak
tau ada apa denganku belakangan hingga saat ini”.
“Baiklah. Terima kasih” Sakura langsung memutuskan hubungan.
Ia menangis tersedu-sedu mengingat
perkataan Alexander yang sebagian itu benar. Namun ia juga tak habis pikir
dengan kalimat yang pernah dilontarkan oleh Noah waktu ia menyatakan
perasaannya terhadap Sakura.
000
Sakura keluar dari kamarnya dan berjalan ke arah ruang
tengah dengan sempoyongan dan mata yang lumayan bengkak dann pipi terlihat
sangat merah. Kacau.
“Sakura kau ada apa?” tanya Charlotte
kaget dan Lenard juga merasakan hal yang sama seperti Charlotte.
Lenard dengan cepat bangun “Duduklah..
ini minum dulu”. Sakura pun menurutinya.
“No.. noahh” katanya terputus. “Kenapa
Noah? Ia kenapa? Ia mengalami kecelakaan?” seru Charlotte tidak mengerti.
“Noah mengakhiri hubungan kami”
“Kau tidak bercanda, bukan?” Lenard
yang sempat tidak percaya. Pikir Lenard, Noah bukan tipe laki-laki yang seperti
itu.
“Bagaimana bisa?” tanya Charlotte.
“Aku juga tidak tau.. ia sendiri pun
jug tidak mengetahui apa penyebab dirinya seperti itu”..
“Yasudah.. memang Noah bukan yang terbaik untukmu, kau jangan merasa sepi ya. Ada aku dan Lenard disini selalu menemanimu. Gugurkan semua kenanganmu bersamanya di musim gugur tahun ini”
“Terima kasih” lalu mereka memeluk Sakura dengan erat.
Setidaknya bukan aku yang memulai semuanya...
SELESAI
No comments:
Post a Comment