Ig - @FIDADIDO5

Tuesday, 15 September 2020

SPRING TO FALL (BAB 25)

    Tiga bulan berlalu setelah ia pergi ke Perancis. Saat ini ia sibuk dengan ponselnya itu. Beberapa hari ini ia menunggu pesan atau telepon masuk dari seseorang “Kemana Noah.. kenapa ia sama sekali tidak menghubungiku akhir-akhir ini?” gumamnya sendiri dimeja dapur.

“Kulihat akhir-akhir ini kau sangat gelisah.. Ada masalah apa?” tanya Charlotte yang datang dari belakang.

“Noah sudah beberapa hari tidak pernah menghubungiku” ujarnya sambil mengacungkan ponselnya. Charlotte membua lemari pendingin mencari-cari makanan yang tersisa “Hmm.. mungkin ia sedang banyak pekerjaan”.

“Entahlah”.. terlihat menggerutu.

            “Sudahlah jangan terlalu kau pikirkan. Percayalah padanya”..

“Bagaimana kalau nanti kita pergi berbelanja atau ke restoran?” tawar Charlotte.

“Tidak bersemangat” jawabnya lesu. “Ayolah.. tenangkan pikiranmu sejenak jangan terlalu kau pikirkan” Charlotte merajuk.

“Baiklah.. baiklah”

000

 

Sakura mencoba menghubungi Noah “Hallo..”.

            Terdengar suara dari dalam telepon “Noah?”.. “Kenapa belakangan ini kau jarang sekali menghubungiku?”

“Maaf.. Sakura. Aku sedang sangat banyak pekerjaan akhir ini” jelasnya.

“Oh. Apakah sama sekali kau tidak ada waktu sedikitpun untuk mengabarkan ku?”... “Baiklah kalau kau saat ini masih sibuk. Dah!”

            “Apa kata Noah?” tanya Charlotte yang mulutnya dipenuhi makanan.

“Ia bilang saat ini sedang banyak pekerjaan” sahutnya agak sedikit berdeham. “Apa kataku.. kau jangan terlalu khawatir dengannya”.

“Tapi.. ini tidak biasanya seperti ini” katanya lirih. “Aku bosan seperti ini.. ini bukan kali pertama, semenjak sepulang kita dari Perancis beberapa minggu setelahnya ia seperti berubah sikap padaku”

“Maksudmu?” Charlotte menghentikan makannya. “Ya. Tidak tau pasti, yang pasti aku merasa bosan padanya” katanya dengan tatapan bingung.

“Lalu kau akan meninggalkannya?”.. “Tidak. Aku tidak ingin memulai hal-hal aneh, lagipula kalau bosan apakah aku harus pergi meninggalkannya? Aku juga tidak akan bilang kalau saat ini aku sedang dengan hubungan ini”

            Charlotte hanya mengamati dengan seksama “Ya. Kau benar, Sakura.. bosan bukan berarti harus menyerah”

“Tapi aku juga tidak tau sampai kapan ia seperti ini”.. “Kau jalani saja. Aku harap tidak akan lama” kata Charlotte memberi semangat.

 

”Sakura coba kau lihat disana”

“Alexander” ucapnya ringan. “Alex!” teriak Charlotte dan melambaikan tangan. Alexander pun menangkap suara itu dan melihat ke arah dua gadis itu.

            Sakura terlihat sangat tidak suka dengan kedatangan Alexander dihadapannya. “Hallo Sakura.. hallo Abel”

“Hai.. silakan duduk” sahut Charlotte dengan antusias. Tapi tidak sama sekali dengan Sakura.

“Sudah lama sekali kita tidak bertemu”

            Sakura hanya tersenyum tipis dan Charlotte tau arti senyumannya itu.

“Alex. Kau sendirian?” kata Charlotte yang buru-buru mengalihkan.

“Ya begitulah. Aku lebih suka sendiri” sahutnya ramah. “Kalian sudah lama disini?” sambungnya. Sakura hanya mengangguk.

“Iya, makanan kami juga hampir habis”.

“Sayang sekali.. aku telat datang”.. Alexander menatap Sakura “Sakura? Kau baik-baik saja?”

“Ya seperti yang kau lihat daritadi aku baik-baik saja” jawabnya.

“Kau terlihat pucat dan murung”

“Aku baik-baik saja Alexander” katanya memastikan. “Kalau kau ada masalah lebih baik ceritakan saja padaku.. kau dulu semenjak kita duduk dibangku sekolah kau selalu menceritakan apa saja yang sedang terjadi padamu, bahkan cerita yang sudah lewat”

“Aku..”

“Dia ada masalah dengan kekasihnya” celetuk Charlotte tiba-tiba.

“Kenapa dia? Dia membuat masalah padamu?”

“Tidak..”. “Lalu” Alexander masih menunggu lanjutan kalimat yang sempat tertunda.

“Ia beberapa hari, bisa dibilang sebenarnya beberapa bulan belakangan ini sikapnya sedikit berubah” akhirnya menceritakannya kepada Alexander.

“Sudah ku katakan padamu Sakura.. kau masih percaya dengan hubungan jarak jauh. Lagipula aku juga tidak yakin terhadap kekasihmu yang bernama Noah itu” celotehnya tanpa menyaring. Sakura melirik dengan sinis “Apa maksudmu berkata seperti ini, Alex?”

“Tidak.. maksudku aku rasa ia bukan lelaki yang tepat untukmu. Kalau memangnya ia perhatian dan menyayangimu ia tidak akan bersikap seperti ini, meskipun dengan alasan sibuk pekerjaan. Aku sebagai lelaki tau bagaimana sibuknya bekerja, tapi tetap saja itu bukan alasan yang tepat. Sakura”.

            Sakura hanya terdiam sejenak.

000

 

            “Kurasa ada benarnya juga yang dikatakan oleh Alexander” gumamnya dengan wajah yang ditutup bantal.

Tingg..tingg..

“Hallo..”

            Sakura terkesiap bangun dari posisi tidurnya “Noah! Tumben sekali kau menelepon ku. Kau sudah tidak sibuk?” tanyanya gembira.

“Aku masih berada dikantor saat ini, namun sudah tidak terlalu sibuk”

“Ada apa meneleponku dengan tiba-tiba?”.. “Kau merindukanku ya?” ejek Sakura.

“Iya aku merindukanmu.. namun Sakura, ada yang ingin ku katakan”

“Katakan saja Noah, kau tidak perlu sungkan” masih dengan nada semangat.

“Kurasa hubungan ini sudah tidak baik” katanya dengan sangat hati-hati.

“Maksudmu? Kau akan mengakhiri hubungan ini?”.. “Ya..”

            Seketika pandangan Sakura kabur, sekeliling ruangan berubah menjadi gelap. Jantungnya seakan-akan berdetak diluar batas kendali. Air mata yang sepertinya sudah tidak dapat keluar, dadanya semakin terasa sesak.

“Sakura? Kau menangis? Maafkan aku.. maafkan janji-janjiku selama ini. Aku memang bukan lelaki baik untukmu, aku bajingan!” ujarnya lirih. Sakura masih terdiam tidak bisa melakukan apa-apa, suaranya pun susah untuk keluar.

            “Kenapa kau bisa mengatakan seperti itu, Noah? Kenapa kau mengakhiri semua ini?” mulai terisak dan air mata mulai membasahi pipinya.

“Aku juga tidak tau, Sakura. Aku tidak tau ada apa denganku belakangan hingga saat ini”.

“Baiklah. Terima kasih” Sakura langsung memutuskan hubungan.

            Ia menangis tersedu-sedu mengingat perkataan Alexander yang sebagian itu benar. Namun ia juga tak habis pikir dengan kalimat yang pernah dilontarkan oleh Noah waktu ia menyatakan perasaannya terhadap Sakura.

000

            Sakura keluar dari kamarnya dan berjalan ke arah ruang tengah dengan sempoyongan dan mata yang lumayan bengkak dann pipi terlihat sangat merah. Kacau.

“Sakura kau ada apa?” tanya Charlotte kaget dan Lenard juga merasakan hal yang sama seperti Charlotte.

Lenard dengan cepat bangun “Duduklah.. ini minum dulu”. Sakura pun menurutinya.

“No.. noahh” katanya terputus. “Kenapa Noah? Ia kenapa? Ia mengalami kecelakaan?” seru Charlotte tidak mengerti.

“Noah mengakhiri hubungan kami”

“Kau tidak bercanda, bukan?” Lenard yang sempat tidak percaya. Pikir Lenard, Noah bukan tipe laki-laki yang seperti itu.

“Bagaimana bisa?” tanya Charlotte.

“Aku juga tidak tau.. ia sendiri pun jug tidak mengetahui apa penyebab dirinya seperti itu”..

“Yasudah.. memang Noah bukan yang terbaik untukmu, kau jangan merasa sepi ya. Ada aku dan Lenard disini selalu menemanimu. Gugurkan semua kenanganmu bersamanya di musim gugur tahun ini

“Terima kasih” lalu mereka memeluk Sakura dengan erat. 

    Setidaknya bukan aku yang memulai semuanya... 

SELESAI

   


No comments:

Post a Comment

Bieber'n

Bieber'n