“Hey, bagaimana kencan pertamamu?
Apakah berhasil?” Charlotte yang tiba-tiba datang kemudian lompat ke sofa ruang
tengah.
“Asal kau tau, kau ini hampir saja
menjatuhkan semua isi mangkuk ku” sahut Sakura. “Maaf”.
“Jadi bagaimana? Tolong ceritakanlah
padaku”. “Biasa saja” ucapnya santai.
“Kau berbohong!”
“Tidak. Kami hanya pergi ke teater
setelah itu pergi makan es krim dan makan malam. Hanya itu” jelas Sakura.
“Tidak mungkin, pasti ada yang berbeda
setelah kau dan Noah resmi berhubungan”. Sakura memikirkan sesuatu “Hmm..
mungkin semalam aku agak sedikit tidak napsu makan saat ditawarkan untuk makan
malam dengannya”.
“Tepat! Itu yang ada dipikiranku.
Biasanya orang yang sedang jatuh cinta atau orang yang sedang berada dengan
orang yang dicintainya untuk pertama kalinya ia tak akan napsu untuk makan
besar. Dan kau melakukannya! Lucu sekali bukan” celoteh Charlotte panjang
lebar. “Aku tidak percaya” bantah Sakura.
“Tidak percaya bagaimana? Jelas-jelas
kau sendiri telah merasakannya” tunjuk Charlotte pada Sakura. “Ya aku rasa itu
memang saja aku kekenyangan karena sebelumnya telah makan es krim” elak Sakura.
“Terserah apa katamu saja lah Sakura”
katanya mengabaikan.
Charlotte
yang terlihat kelelahan dengan posisi badan setengah tiduran itu dan kepala
yang bersandar pada sandaran sofa mulai memejamkan mata.
“Kau darimana Bel? Tumben sekali
pagi-pagi seperti ini sudah berkeringat” tanya Sakura yang masih makan sereal
dan susunya itu.
“Olahraga keliling komplek” sahutnya
dengan mata yang masih tertutup.
“Huh? Seorang Charlotter Issabel ber-olahraga? Mustahil” kata Sakura yang terkekeh. “Apa katamu saja Ra. Aku mau mandi dulu, badan ku sudah penuh keringat dan aku merasa gatal-gatal” Charlotte yang beranjak pergi ke kamarnya.
“Huh? Seorang Charlotter Issabel ber-olahraga? Mustahil” kata Sakura yang terkekeh. “Apa katamu saja Ra. Aku mau mandi dulu, badan ku sudah penuh keringat dan aku merasa gatal-gatal” Charlotte yang beranjak pergi ke kamarnya.
“Oh iya satu hal lagi, malam ini kita
rayakan dengan makan-makan tanda hubungan resmi mu itu. Nanti akan ku katakan
pada Lenard” kemudian Charlotte melanjutkan langkahnya menaiki anak tangga
tersebut. Sakura yang melihatnya hanya tertawa.
Ting...
Ponsel
Sakura berbunyi satu kali tanda pesan masuk “Selamat
pagi lieverd!” Sakura yang membaca pesan tersebut pun mulai mengembangkan
senyumnya. “Selamat pagi Noah” hendak
ingin membalas pesan tersebut, tiba-tiba ponselnya berdering dengan nada
panggilan masuk “Noah?” lalu ia segera menjawab telepon tersebut.
“Hallo”
sapa Noah disana.
“Hai
Noah, selamat pagi juga. Baru saja aku membalas pesanmu tiba-tiba kau keburu
meneleponku” sahutnya.
“Kau
sedang apa? Sudah sarapan belum?”
“Baru
saja selesai, kau tidak berangkat ke kantor?” tanyanya sembari memindahkan
mangkuk dari atas pangkuannya ke meja di hadapannya itu.
“Ini
aku sedang memakai jasku”
“Astaga.
Apakah kau tidak kesusahan sembari memegang ponsel?” tanya Sakura penasaran.
“Tidak Ra, tenang saja. Ponselku tidak
akan terjatuh, aku mahir dalam hal ini”. Sakura pun menyunggingkan bibirnya
“Aku percaya”.
“Kau
tidak pergi ke restoran hari ini?”.. “Tidak,
hari ini jadwalku sedang libur”.
“Oh
begitu ya. Lalu kau tidak pergi ke kampus?” tanyanya lagi. “Perkuliahan telah libur masuk musim panas”
jawabnya. “Astaga! Aku lupa ini sudah
masuk musim panas ya dan aku sudah tiga tahun tidak bersekolah, sehingga aku
lupa” katanya memegang keningnya. “Begitulah”
sahut Sakura.
“Baiklah
Sakura. Aku akan pergi ke kantor sekarang juga. Sampai nanti, semoga kau
memiliki hari yang indah”.
“Kau juga. Hati-hati Noah!” kemudian Sakura menutup ponselnya.
Sakura bangkit dari sofa lalu
berjalan ke arah dapur dengan membawa mangkuk kotor nya itu. “Huh bosan!”
keluhnya sendiri. Sembari mencuci piring ia memikirkan sesuatu akan kemana ia
hari ini untuk menghilangkan rasa bosannya itu. “Abel!” terbesit nama Charlotte
di dalam pikirannya. Ia segera naik ke lantai atas dan menuju ke kamar
Charlotte.
Krek..
“Jam segini
tidur?” katanya yang masih memegang gagang pintu dengan kepala yang berusaha
masuk ke dalam. Lalu Sakura menutup pintu kamar Charlotte dan berbalik badan
lalu turun ke bawah.
“Haruskah aku pergi keluar
sendirian. Anti sekali!” gumamnya sembari menyusuri anak tangga. Sakura paling
tidak suka dengan berjalan seorang diri, kalau tidak benar-benar ingin
menyendiri seperti waktu lalu. Sakura lalu masuk ke dalam kamarnya kemudian
berjalan menuju kamar mandi yang ada di dalam kamarnya itu. Saat ini ia sudah
memutuskan bahwa ia akan berjalan sendirian.
“Kentang
ukuran sedang satu, roti isi daging dan satu soda” kata Sakura kepada si
penjaga kasir. Pesanan Sakura segera dimasukkan ke dalam list “Silakan tunggu
disebelah sini” tunjuk si penjaga kasir, Sakura pun mengikuti arahan tersebut.
Tak
lama makanan yang Sakura pesan telah siap lalu ia membawanya dengan menggunakan
tray ke meja yang kosong. Tempat yang
menjadi kesukaan Sakura selalu berada di pojok dekat jendela. Jarum jam telah
menunjukkan pukul setengah satu siang. Ia mulai melahap satu persatu kentang
yang ia pesan. Lalu diikuti dengan satu gigitan besar roti isi daging itu. Cukup
banyak pengunjung saat ini, mungkin dikarenakan saat ini adalah jam makan
siang.
Drrt..drrt..
Sakura menempelkan ponsel ditelinga
kirinya “Hallo!” sapanya dengan mulut
yang sedikit penuh.
“Hai
lieverd, kedengarannya ramai sekali. Kau sedang tidak ada dirumah ya” tebak Noah. “Hmm..” sahut Sakura dengan makanan yang masih memenuhi mulutnya. “Aku sedang makan di luar”.. “Cepat saji”.
“Baiklah.
Seorang diri?” tanya
Noah.
“Iya”.. “Tumben
sekali. Tidak bersama Abel?”
“Tadi
aku berencana seperti itu, namun ia masih tertidur dikamarnya. Ya sudah ku
putuskan saja untuk pergi keluar sendiri” jelasnya.
“Oh
begitu. Baiklah Sakura aku akan kembali bekerja, sampai jumpa”
“Sampai jumpa!” lalu Sakura menutup ponselnya dan
meletakannya diatas meja.
Saat
ini Sakura sedang sibuk mengecat dan mengukir kuku-kuku tangannya itu sembari
mendengarkan musik. Kali ini warna pastel yang ia pilih. Jarum jam telah
menunjukkan pukul enam lewat tiga puluh menit. “Aku harus cepat-cepat
menyelesaikan ini” katanya dengan kecepatan gerakan tangan mengecat dan mata
yang fokus pada kuku-kukunya.
Krekk...
Sakura
menoleh lalu melihat dengan seksama dari atas hingga ke bawah “Kau sudah rapi?
Cepat sekali. Aku saja baru selesai mengecat kuku-kuku ku ini” yang memamerkan
ke Charlotte.
“Bukankah Lenard bilang bahwa kita
akan ketemuan pukul tujuh di restoran?” tanya Charlotte dengan nada tatapan
bingung. “Tidak”.
“Lenard menghubungiku tadi siang, ia
bilang seperti itu”. Sakura yang meniup-niup kuku-kukunya itu “Memang awalnya
ia katakan seperti itu, tetapi ia berkirim pesan kepadaku lagi tadi sekitar
pukul empat. Apakah kau tidak menerima pesannya?”.
“Astaga! Ternyata ia meralat apa yang ia
katakan sebelumnya? Aku belum mengecek ponsel karena tadi aku sedang mandi pada
saat itu” Charlotte pun mencoba merebahkan diri di atas ranjang tempat Sakura
tidur.
“Kau memang selalu seperti itu, jarang
sekali mengaktifkan ponselmu” gerutu Sakura. Charlotte hanya terkekeh.
“Jadi kita akan bertemu dengan Lenard
di restoran pukul berapa?” tanya Charlotte. “Pukul depalan” sahutnya singkat.
“Aku
keringkan kuku-kuku ku ini lalu aku akan mandi” katanya yang masih meniup-niup
kukunya itu. “Huh, baiklah!” terdengar mendengus “Aku akan menunggumu disini
saja, malas untuk kembali ke kamar lagi. Nanti aku malah tertidur jika aku
kembali kesana” serunya. “Terserah padamu saja”.
Bersambung...