Ig - @FIDADIDO5

Wednesday, 27 May 2020

SPRING TO FALL (BAB 18)


“Hey, bagaimana kencan pertamamu? Apakah berhasil?” Charlotte yang tiba-tiba datang kemudian lompat ke sofa ruang tengah.
“Asal kau tau, kau ini hampir saja menjatuhkan semua isi mangkuk ku” sahut Sakura. “Maaf”.
“Jadi bagaimana? Tolong ceritakanlah padaku”. “Biasa saja” ucapnya santai.
“Kau berbohong!”
“Tidak. Kami hanya pergi ke teater setelah itu pergi makan es krim dan makan malam. Hanya itu” jelas Sakura.
“Tidak mungkin, pasti ada yang berbeda setelah kau dan Noah resmi berhubungan”. Sakura memikirkan sesuatu “Hmm.. mungkin semalam aku agak sedikit tidak napsu makan saat ditawarkan untuk makan malam dengannya”.
“Tepat! Itu yang ada dipikiranku. Biasanya orang yang sedang jatuh cinta atau orang yang sedang berada dengan orang yang dicintainya untuk pertama kalinya ia tak akan napsu untuk makan besar. Dan kau melakukannya! Lucu sekali bukan” celoteh Charlotte panjang lebar. “Aku tidak percaya” bantah Sakura.
“Tidak percaya bagaimana? Jelas-jelas kau sendiri telah merasakannya” tunjuk Charlotte pada Sakura. “Ya aku rasa itu memang saja aku kekenyangan karena sebelumnya telah makan es krim” elak Sakura.
“Terserah apa katamu saja lah Sakura” katanya mengabaikan.
            Charlotte yang terlihat kelelahan dengan posisi badan setengah tiduran itu dan kepala yang bersandar pada sandaran sofa mulai memejamkan mata.
“Kau darimana Bel? Tumben sekali pagi-pagi seperti ini sudah berkeringat” tanya Sakura yang masih makan sereal dan susunya itu.
“Olahraga keliling komplek” sahutnya dengan mata yang masih tertutup.
“Huh? Seorang Charlotter Issabel ber-olahraga? Mustahil” kata Sakura yang terkekeh. “Apa katamu saja Ra. Aku mau mandi dulu, badan ku sudah penuh keringat dan aku merasa gatal-gatal” Charlotte yang beranjak pergi ke kamarnya.
“Oh iya satu hal lagi, malam ini kita rayakan dengan makan-makan tanda hubungan resmi mu itu. Nanti akan ku katakan pada Lenard” kemudian Charlotte melanjutkan langkahnya menaiki anak tangga tersebut. Sakura yang melihatnya hanya tertawa.
            Ting...
            Ponsel Sakura berbunyi satu kali tanda pesan masuk “Selamat pagi lieverd!” Sakura yang membaca pesan tersebut pun mulai mengembangkan senyumnya. “Selamat pagi Noah” hendak ingin membalas pesan tersebut, tiba-tiba ponselnya berdering dengan nada panggilan masuk “Noah?” lalu ia segera menjawab telepon tersebut.
Hallo” sapa Noah disana.
Hai Noah, selamat pagi juga. Baru saja aku membalas pesanmu tiba-tiba kau keburu meneleponku” sahutnya.
Kau sedang apa? Sudah sarapan belum?
Baru saja selesai, kau tidak berangkat ke kantor?” tanyanya sembari memindahkan mangkuk dari atas pangkuannya ke meja di hadapannya itu.
Ini aku sedang memakai jasku
Astaga. Apakah kau tidak kesusahan sembari memegang ponsel?” tanya Sakura penasaran. “Tidak Ra, tenang saja. Ponselku tidak akan terjatuh, aku mahir dalam hal ini”. Sakura pun menyunggingkan bibirnya “Aku percaya”.
Kau tidak pergi ke restoran hari ini?”.. “Tidak, hari ini jadwalku sedang libur”.
Oh begitu ya. Lalu kau tidak pergi ke kampus?” tanyanya lagi. “Perkuliahan telah libur masuk musim panas” jawabnya. “Astaga! Aku lupa ini sudah masuk musim panas ya dan aku sudah tiga tahun tidak bersekolah, sehingga aku lupa” katanya memegang keningnya. “Begitulah” sahut Sakura.
Baiklah Sakura. Aku akan pergi ke kantor sekarang juga. Sampai nanti, semoga kau memiliki hari yang indah”.
Kau juga. Hati-hati Noah!” kemudian Sakura menutup ponselnya.

            Sakura bangkit dari sofa lalu berjalan ke arah dapur dengan membawa mangkuk kotor nya itu. “Huh bosan!” keluhnya sendiri. Sembari mencuci piring ia memikirkan sesuatu akan kemana ia hari ini untuk menghilangkan rasa bosannya itu. “Abel!” terbesit nama Charlotte di dalam pikirannya. Ia segera naik ke lantai atas dan menuju ke kamar Charlotte.
Krek..
“Jam segini tidur?” katanya yang masih memegang gagang pintu dengan kepala yang berusaha masuk ke dalam. Lalu Sakura menutup pintu kamar Charlotte dan berbalik badan lalu turun ke bawah.
            “Haruskah aku pergi keluar sendirian. Anti sekali!” gumamnya sembari menyusuri anak tangga. Sakura paling tidak suka dengan berjalan seorang diri, kalau tidak benar-benar ingin menyendiri seperti waktu lalu. Sakura lalu masuk ke dalam kamarnya kemudian berjalan menuju kamar mandi yang ada di dalam kamarnya itu. Saat ini ia sudah memutuskan bahwa ia akan berjalan sendirian.

            “Kentang ukuran sedang satu, roti isi daging dan satu soda” kata Sakura kepada si penjaga kasir. Pesanan Sakura segera dimasukkan ke dalam list “Silakan tunggu disebelah sini” tunjuk si penjaga kasir, Sakura pun mengikuti arahan tersebut.
            Tak lama makanan yang Sakura pesan telah siap lalu ia membawanya dengan menggunakan tray ke meja yang kosong. Tempat yang menjadi kesukaan Sakura selalu berada di pojok dekat jendela. Jarum jam telah menunjukkan pukul setengah satu siang. Ia mulai melahap satu persatu kentang yang ia pesan. Lalu diikuti dengan satu gigitan besar roti isi daging itu. Cukup banyak pengunjung saat ini, mungkin dikarenakan saat ini adalah jam makan siang.
Drrt..drrt..
Sakura menempelkan ponsel ditelinga kirinya “Hallo!” sapanya dengan mulut yang sedikit penuh.
“Hai lieverd, kedengarannya ramai sekali. Kau sedang tidak ada dirumah ya” tebak Noah. “Hmm..” sahut Sakura dengan makanan yang masih memenuhi mulutnya. “Aku sedang makan di luar”.. “Cepat saji”.
“Baiklah. Seorang diri?” tanya Noah.
“Iya”.. “Tumben sekali. Tidak bersama Abel?”
“Tadi aku berencana seperti itu, namun ia masih tertidur dikamarnya. Ya sudah ku putuskan saja untuk pergi keluar sendiri” jelasnya.
“Oh begitu. Baiklah Sakura aku akan kembali bekerja, sampai jumpa”
“Sampai jumpa!” lalu Sakura menutup ponselnya dan meletakannya diatas meja.

            Saat ini Sakura sedang sibuk mengecat dan mengukir kuku-kuku tangannya itu sembari mendengarkan musik. Kali ini warna pastel yang ia pilih. Jarum jam telah menunjukkan pukul enam lewat tiga puluh menit. “Aku harus cepat-cepat menyelesaikan ini” katanya dengan kecepatan gerakan tangan mengecat dan mata yang fokus pada kuku-kukunya.
            Krekk...
            Sakura menoleh lalu melihat dengan seksama dari atas hingga ke bawah “Kau sudah rapi? Cepat sekali. Aku saja baru selesai mengecat kuku-kuku ku ini” yang memamerkan ke Charlotte. 
“Bukankah Lenard bilang bahwa kita akan ketemuan pukul tujuh di restoran?” tanya Charlotte dengan nada tatapan bingung. “Tidak”.
“Lenard menghubungiku tadi siang, ia bilang seperti itu”. Sakura yang meniup-niup kuku-kukunya itu “Memang awalnya ia katakan seperti itu, tetapi ia berkirim pesan kepadaku lagi tadi sekitar pukul empat. Apakah kau tidak menerima pesannya?”.
“Astaga! Ternyata ia meralat apa yang ia katakan sebelumnya? Aku belum mengecek ponsel karena tadi aku sedang mandi pada saat itu” Charlotte pun mencoba merebahkan diri di atas ranjang tempat Sakura tidur.
“Kau memang selalu seperti itu, jarang sekali mengaktifkan ponselmu” gerutu Sakura. Charlotte hanya terkekeh.
“Jadi kita akan bertemu dengan Lenard di restoran pukul berapa?” tanya Charlotte. “Pukul depalan” sahutnya singkat.
“Aku keringkan kuku-kuku ku ini lalu aku akan mandi” katanya yang masih meniup-niup kukunya itu. “Huh, baiklah!” terdengar mendengus “Aku akan menunggumu disini saja, malas untuk kembali ke kamar lagi. Nanti aku malah tertidur jika aku kembali kesana” serunya. “Terserah padamu saja”.


Bersambung...

Tuesday, 19 May 2020

SPRING TO FALL (BAB 17)


“Noah, aku haus” ujarnya sembari mengelus lehernya.
“Minuman sodamu sudah habis?”
“Sudah, semenjak pertengahan film minuman dan jagungku sudah ku habiskan” dengan tampang polos sembari melihat ke depan jalan. Noah seketika mengusap wajahnya “Baiklah, kau mau minum apa?”.
“Es krim!” jawabnya dengan penuh semangat. “Kau perlu tau bahwa es krim tidak membuat rasa haus mu itu hilang”.
“Memang. Tapi aku mau es krim vanilla saat ini”
“Dimana  toko es krim di daerah dekat sini?” tanya Noah yang masih berjalan ke luar ruangan teater. “Sepertinya ada toko es krim yang tidak jauh dari sini”. “Ya sudah kita pergi kesana”.
            Melihat tangan Sakura yang melenggang bebas, Noah segera menggenggamnya dengan segera. Sebelum tepat berada pada sasaran, Sakura yang merasa tangannya tersentuh segera mengalihkan. Bukan karena tidak ingin saling bergandengan, hanya saja Sakura yang masih merasa belum waktu yang tepat untuk saat ini. Mungkin terkesan berlebihan, dikarenakan tidak ingin digandeng. Tetapi Sakura bersi keras bahwa saat ini ia melakukan hal yang tepat. Noah pun dirasa pasti memahaminya maksud dari tarikan tangan yang telah dilakukan oleh Sakura beberapa detik yang lalu.
“Cepatlah masuk mobilmu Noah” perintah Sakura yang sudah duduk manis di dalam mobil. Lalu Noah pun menuruti perintah Sakura. Mesin mobil mulai terdengar jelas, Noah memundurkan mobilnya secara perlahan dan sembari melihat kaca tengah. Mobil pun berjalan ke arah jalan raya “Noah sepertinya kau harus mengurangi kecepatan mobilmu itu, karena toko es krim berada setelah pompa bensin itu” kata Sakura yang menunjuk ke arah papan nama pengisian bahan bakar yang berada di sebelah kiri jalan. “Astaga! Aku adalah salah satu penggemar berat dari nama es krim ini” ujar Noah sembari menundukkan kepala dan mencondongkan badan ke depan untuk melihat jelas nama yang ada pada papan nama tersebut.
“Benarkah?” tanya Sakura senang. “Ya!”
“Bagus! Berarti aku berhasil untuk mengajakmu makan es krim disini”
            Ting...
            “Hallo selamat datang” sapa pelayan es krim di balik etalase. “Hai, pesan satu es krim rasa vanilla” ujar Sakura yang menunjuk kaca etalase tersebut “Kau ingin es krim rasa apa?” tanyanya pada Noah
“Coklat biskuit” selagi pelayan mengambil es krim tersebut Noah mencari tempat duduk yang berada di dalam ruangan yang berada pojok kanan.
Tak lama Sakura datang membawa dua buah es krim yang berada di kedua tangannya itu.
            Kali ini tidak banyak orang yang datang ke toko es krim ini mungkin hanya dua orang pengunjung sebelumnya yang duduk diluar ruangan, sehingga banyak tempat duduk yang kosong. “Sepi sekali disini tidak seperti di Berlin” ujar Noah yang sembari menyantap es krim tersebut.
“Entahlah! Biasanya setiap aku kesini, aku selalu berada pada antrean belakang”
“Oh ya?” katanya tidak percaya. “Ya! Mungkin orang-orang bosan makan es krim akhir-akhir ini. Tapikan sekarang sudah musim panas” pikir Sakura. “Hmm..”
“Apakah kau menyukainya dengan film yang tadi kita tonton?” tanya Noah.
“Biasa saja, tidak begitu menarik perhatianku ternyata” jawabnya sembari mengaduk-aduk es krim nya.
“Lalu mengapa kau memilihnya?”
“Tidak tau”.. “Kenapa kau tidak tau, kan kau yang memilih film itu”
“Aku melihat cuplikan film tersebut sepertinya bagus ditambah dengan judul dan poster film itu. Ternyata semua isinya tidak sama sekali” jelasnya dengan wajah murung. “Noah aku pikir kita lebih baik segera pergi dari sini dan cepat habiskan es krim mu itu” sambungnya.
“Buru-buru sekali. Ada apa memangnya? Kau ada tugas kuliah?”
“Tidak, hanya saja aku tidak nyaman jika bertemu dengan salah satu temanku disini nanti” katanya sambil mengawasi. “Memangnya kenapa? Lagipula memangnya kau tau ia akan kesini?” Noah melihatnya dengan tatapan heran. “Tidak”.
“Lalu kenapa kau seperti tidak nyaman dan merasa khawatir? Dan memangnya kenapa jika kau bertemu dengan salah satu temanmu? Apakah kau malu jika ketahuan pergi denganku?” tanya Noah semakin heran.
“Tidak.. tidak bukan begitu maksudku Noah” jawabnya dengan perasaan yang was-was. “Percayalah bukan itu yang ku maksudkan”.
“Lalu apa?”
“Aku hanya tidak nyaman saja saat keberadaanku atau privasiku terlihat oleh teman-temanku, entah itu hanya satu atau dua orang saja” jelasnya.
“Ya sudah, kita pergi sekarang” kata Noah yang bangkit dari tempat duduknya.


Sebelum mobil Noah melintas, terlihat dari jauh lampu lalu lintas dengan cepat berubah warna menjadi warna merah yaitu tanda untuk berhenti. Beberapa meter jarak sebelum itu Noah telah memperlambat laju mobilnya. Sakura sedang asyik memainkan ponselnya. “Sibuk sekali”.
Sakura pun langsung menoleh “Eh.. tidak”. Noah yang masih menopang kepalanya dengan tangan kirinya hanya melirik samar “Jadi bagaimana?”
“Bagaimana apanya?” tanyanya yang masih mengutak-atik ponselnya.
“Kau setuju kan dengan hubungan ini?” tanya Noah tiba-tiba. Sakura yang tidak bersandar lagi dan memiringkan badannya menghadap Noah “Aku setuju Noah” jawabnya dengan pasti.
“Baguslah kalau begitu” katanya lega. “Aku lapar sekali”
“Bagaimana kalau kita ke Leidsplein saja? Banyak bistro enak disana” saran Sakura. “Pilihan yang tepat!”.
“Kira-kira kau ingin makan malam apa?” tanya Noah. “Sepertinya makanan laut enak”.

“Selamat malam, untuk berapa orang?” sapa sang pelayan restoran. “Malam,  dua orang” sahut Noah.
“Baik. Silakan masuk mari ikuti saya” kata sang pelayan sembari membawa buku menu dan mengarahkan mereka ke meja kosong. “Apakah tuan dan nyonya nyaman?” tanyanya.
“Tidak masalah” sahut Sakura. “Baiklah. Silakan duduk, ini list menunya” sembari menyodorkan dua buku menu yang sudah terbuka pada bagian makan utama yang paling populer disana. “Ingin pesan sekarang atau ingin dilihat-lihat terlebih dulu?”
“Saya akan panggil anda kembali nantinya” jawab Noah. “Baiklah tuan, permisi” kata sang pelayan lalu pergi meninggalkan meja tersebut.
“Kau ingin makan apa?” tanya Noah yang sembari bolak-balik halaman pada buku menu itu. “Sepertinya aku tidak akan makan” sahutnya lesu.
“Bagaimana bisa, kau yang merekomendasikan untuk makan makanan laut tapi kau sendiri yang tidak jadi makan?”. “Aku hanya mengusulkan selagi kau bertanya padaku tadi, bukan berarti aku akan ikut makan” jawabnya.
“Tidak. Ayolah Sakura, kau harus makan” pintanya.
“Baik.. baiklah aku akan pesan makanan pembuka saja”. “Hmm...”
“Ada apa Noah?” tanyanya. “Tidak..”
“Aku pesan gerookte makreelpate saja”
Gerookte makreelpate adalah salah satu makanan pembuka yang paling populer di Belanda yang terbuat dari ikan makarel lalu ditambah daun seledri dan lobak, sehingga makanan ini menjadi hidangan pembuka favorit warga Belanda.
“Hanya itu?”
“Iya itu saja” jawabnya sembari menutup buku menu. “Untuk minumnya kau mau minum apa?” tanyanya sekali lagi. “Air lemon hangat”. Noah mengangguk satu kali pada Sakura “Permisi!”. Tak lama salah satu pelayan datang menghampirinya lalu Noah menyebutkan semua pesanannya dan sang pelayan pun segera mencatat pesanan yang diutarakan oleh Noah.
            Sakura yang menahan rasa lapar mencoba untuk berdiam diri. “Apakah kau yakin dan akan merasa kenyang dengan pesananmu itu?” tanya Noah.
“Aku yakin” jawabnya berbohong, sebenarnya ia sangat lapar dikarenakan hanya makan pada pagi hari saja. Tetapi ia merasa tidak napsu makan saat ini, entah merasa gugup atau lain halnya. Jika ia merasa gugup untuk makan banyak dihadapan Noah kenapa tidak dari awal mereka bertemu saja? Mungkin ia baru merasa gugup dikarenakan saat ini ia dan Noah memiliki status hubungan resmi.




Bersambung...

Sunday, 17 May 2020

SPRING TO FALL (BAB 16)


            Sakura dan Noah duduk ditaman belakang rumah Sakura. “Mau ku ambilkan gitar?” tanya Sakura. “Kalau kau tidak keberatan”. Kemudian Sakura masuk ke dalam dan mengambil gitar tersebut. Noah hanya memerhatikan pemandangan sekitar selagi Sakura masuk ke dalam.
“Ini gitarnya” sambil menyodorkan gitar di hadapan Noah. “Mau ku mainkan lagu apa?”.
“Terserah saja” katanya sambil merebahkan diri dibangku pantai. Noah yang memulai memetik satu persatu senar gitar dengan melodi yang santai. Sakura yang memerhatikan dari sebelahnya melihat Noah yang sedang melihat ke arah jari jemarinya, kemudian Noah melihat ke arah Sakura “Kenapa kau melihatku senyum-senyum?”.
Sakura yang tadinya sibuk memperhatikan kemudian melihat ke arah langit sambil melipat tangannya dibawah kepala “Aku hanya memerhatikan jari jemari mu saja yang berusaha mencari nada” elaknya. “Hampir saja ketahuan kalau aku sedang memperhatikan laki-laki ini” gumamnya dalam hati. Noah melihatnya hanya tersenyum dan kembali memainkan sebuah alunan lagu.

            Sepuluh menit berlalu sedikit lagi mereka akan tiba di teater yang ada di pusat kota. “Sakura?”
“Iya Noah, ada apa?” Sakura menoleh. “Sejak tadi kau tidak berbicara sepatah kata pun” ujar Noah yang sedang menyetir dan sesekali menoleh ke arah Sakura.
Sakura hanya tersenyum malu. “Kita sudah sampai di teater, tetapi sepertinya parkiran telah terisi semua” sembari berkeliling di area parkir. “Itu ada satu slot yang kosong” katanya sambil menunjuk ke arah kanan depan.
“Ah iya kau benar, aku tidak melihatnya” katanya sembari menancap pedal gas dengan sedikit bertenaga.
Tiinnnnn.. tiinnnnn
“Sudah gila ini mobil di depan! Jelas-jelas kita lebih dulu yang sampai di slot parkir ini dan lebih buruknya ia juga melawan arus seperti itu” ujar Noah yang sempat kesal karena berhenti mendadak. “Sudah sabar Noah” ujar Sakura menenangkan Noah yang ingin berusaha keluar.
“Sudah Ra tidak apa-apa” Noah yang membuka pintu kemudian turun. Sakura memperhatikan dari dalam mobil dan mencoba untuk tenang, karena takut Noah akan berkelahi dengan orang yang berada di dalam mobil tersebut. Sakura yang melihat Noah mulai mengetuk kaca mobil tersebut mulai berbicara dan terlihat sangat kesal.
“Hey, buka kacanya!” Noah dengan tampang yang kesal. “Kau tidak melihatnya kalau mobil saya terlebih dulu yang sampai dan anda melawan arus!” ditambahnya. Kemudian orang yang di dalam mobil pun turun “Alex?” ujar Sakura dari dalam mobil.
“Kau?” kata Noah dengan mata terbelalak.
“Maaf, saya mengaku salah. Sepertinya saya pernah melihat mu” kata Alexander sambil memperhatikan wajah Noah. “Kita pernah bertemu dirumah Sakura” jelas Noah.
Alexander yang mencoba mengingat “Oh iya saya ingat, maaf saya salah”. Kemudian Sakura yang keluar dari mobil menghampiri kedua laki-laki tersebut.
“Lex?” sapanya.
“Hey, Sakura. Kau ada disini juga?”. Noah yang melihat Sakura sudah berjalan ke arah dirinya. “Iya aku bersama Noah”.
“Sudah, aku parkirkan dulu mobilku. Bicara di dalam saja kalau mau dan urus mobilmu agar tidak menghalangi mobilku” kata Noah ketus. Kemudian Noah berjalan ke arah mobilnya dan begitupun dengan Alexander. “Kita ketemu di dalam saja” kata Alexander sembari membuka pintu mobilnya. Sakura yang terlihat mengacungkan jempolnya dilihat oleh Noah. Noah terlihat tidak nyaman jika Alexander juga berada disini. “Sedang apa ia berada disini juga” ujar Noah pelan.
Noah yang mulai memarkirkan mobilnya dan dibantu dengan Sakura. Sedangkan Alexander memundurkan mobilnya dengan cepat.
“Apa yang ia katakan padamu?”
“Ia hanya bilang untuk menemuiku di dalam, karena sekarang ia sedang mencari tempat parkir yang kosong” jelas Sakura. Noah dengan mulut berbentuk lingkaran dan mengangguk pelan. “Sudahlah kita masuk sekarang” seru Sakura.
“Ada urusan apa lelaki itu ingin menemui Sakura kembali” katanya dalam hati. Dengan wajah yang masih terlihat kesal dan Sakura menyadarinya bahwa keadaan Alexander disana membuat Noah merasa tidak nyaman “Sudah tidak apa-apa, ia tidak akan lama juga menemuiku setelah ini”.
“Silakan saja, aku tidak melarangmu untuk menemui laki-laki itu”
“Kau cemburu padanya ternyata” kata Sakura yang menunjuk ke arah Noah dengan tatapan meledek. “Siapa bilang, aku biasa saja” sahut Noah.
“Hmm, ya sudah kalau begitu”
            Pintu otomatis yang terbuka karena adanya sensor sensitif tersebut “Selamat sore” sapa dari salah satu pegawai teater.
“Kau mau menonton film apa?” tanya Noah sambil menunjuk ke layar yang berada di hadapannya. “Studio dua saja”
Kemudian Noah memesannya dan membayar tiket tersebut. Keluarlah tiket tersebut dari mesin. “Kau mau jagung?” tanya Noah.
“boleh, jagung rasa asin yang sedang” jawab Sakura. “Minumnya?” tanya Noah sekali lagi.
“Soda” jawabnya singkat.
Selagi Noah memesan dan membayar semua pesanannya. Sakura yang berada disampingnya tiba-tiba menoleh ke arah belakang “Lex”.
Noah yang menghembuskan napas sedikit keras terdengar oleh Sakura. Sakura hanya menoleh ke arah Noah yang sedang memasukkan dompet ke dalam saku celananya.
“Berdua saja?” tanya Alexander basa basi. Noah yang mendengarnya langsung memutar kedua bola matanya “Memangnya ia melihat siapa lagi selain kami” gumamnya kesal.
“Iya Lex, kami hanya berdua” jawab Sakura santai.
“Abel dan Lenard tidak ikut?” tanyanya lagi.
“Kami sedang berkencan” jawab Noah dengan nada ketus sambil membawa makanan ringan dan minuman yang dipesannya. “Oh, begitu ya. Maaf aku menganggu, aku juga tidak akan berlama-lama disini” sahut Alexander yang tidak terbawa emosinya Noah.
“Kalau kau sedang apa ada disini?” Sakura yang merasa tidak enak kepada Alexander. “Aku ingin menonton juga bersama rekan kerjaku, aku kesini karena membeli tiket lebih dulu untuk ditonton nanti malam. Dikarenakan rekan kerjaku tidak bisa datang lebih awal karena masih ada urusan” jelas Alexander.
“Pasti wanita cantik ya rekan kerjamu” ledek Sakura.
“Laki-laki Ra”
“Huh, dari dulu aku tidak pernah melihatmu berkencan dengan wanita” ujar Sakura. Alexander tertawa “Belum ada”. Noah yang melihatnya semakin tidak nyaman akan situasi seperti ini.
“Ya sudah aku beli tiket dulu ya, nanti kehabisan” katanya.
“Baiklah, cepat sana kau beli tiketnya! Kami juga sudah jadwal masuk ke studio sekarang” seru Noah tiba-tiba.
“Baiklah kalau begitu, sampai jumpa di lain waktu kalian” kata Alexander pamit.
“Sampai jumpa di lain waktu lagi” sahut Sakura dan Noah mencoba untuk melambaikan tangan tapi tidak bisa karena tangannya sudah penuh dengan snack dan minuman.
"Noah kau ini seperti anak kecil ya"
"Lho memangnya kenapa? Aku tidak suka padanya, apa aku harus berpura-pura baik dihadapannya? Lagipula kenapa kau terlihat sangat akrab dengannya?" Tanyanya.
"Karena ia teman lama ku zaman sekolah menengah atas ku di Indonesia. Ia sahabat ku selama aku sekolah, jadi kami sudah dekat sejak dulu". Noah hanya menyimak tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
"Jadi kau tidak perlu khawatir padanya, aku dan dia hanya sebatas sahabat. Tidak lebih" jelas Sakura sekali lagi.
"Baiklah, ku pegang kata-katamu itu"
"Aku juga tidak tau ia akan berlokasi di dekatku juga. Kami sudah tidak pernah bertukar kabar sejak beberapa bulan aku pindah kesini. Aku bertemu dengannya juga belum lama ini, tidak sengaja bertemu ditaman" jelas Sakura.
"Oh begitu" jawabnya singkat.




Bersambung...

Friday, 15 May 2020

SPRING TO FALL (BAB 15)


            Semalaman penuh Sakura tidak bisa tertidur dengan nyenyak, selalu saja terjaga. Bukan karena hal yang menakutkan tetapi hal yang sangat menyenangkan baginya. Kesan pertama yang tak ia sangka-sangka, ternyata ada laki-laki yang begitu serius dan takut kehilangan terhadap dirinya.
            Pagi ini ia tengah sibuk membereskan kamarnya yang sedikit berantakan. Baju kotor yang berada di pojok ruangan segera ia rapikan lalu ia taruh ke dalam keranjang dan siap untuk dibawa ke ruang laundry.
            Meja yang dipenuhi dengan buku-buku tebal juga terlihat sangat tidak teratur. Banyak aksesoris-aksesoris ruangan yang tidak seharusnya berada disana. Ia mulai membereskan satu persatu, mulai dari baju kotor dan sekarang pindah membereskan meja tersebut.
            Terdengar gagang pintu terbuka Sakura menoleh “Selamat pagi Abel” sapanya dengan semangat.
            Wah ada apa dengan Sakura Dayu Yumma yang pagi-pagi seperti ini sudah membereskan kamar” ucap Charlotte yang duduk di ranjang Sakura.
            Sakura yang menggantungkan topinya tetap tidak menoleh ke arah Charlotte “Kau pasti mengetahuinya bagaimana keadaan kamarku. Berantakan sekali bukan? Ya mau tidak mau aku rapikan saja”.
            Charlotte yang memerhatikan gerak-geriknya sepertinya tidak seperti biasanya “Seperti ada yang berbeda dari sikapmu? Kau sedang berbahagia ya?”. Sakura menoleh dan hanya tersenyum sumringah.
            Charlotte yang langsung berdiri dan menghampirinya “Astaga! Apa yang telah terjadi? Ayolah ceritakan padaku” bujuknya.
            Kau ini! Jangan seperti anak kecil” katanya sambil tersenyum. “Cepat katakan..” bujuknya sekali lagi. “Noah?” tebaknya. Dan sekali lagi Sakura melihatnya dan mengembangkan senyumnya.
            Ya ampun.. ceritakan ayo cepat ceritakan”
            Sakura yang berjalan menghampiri ranjangnya dan Charlotte yang mencoba membenarkan posisi duduknya siap untuk mendengarkan Sakura bercerita “Kau benar”.
            Ada apa dengannya? Ia menghubungimu tadi malam?” dengan mata yang berbinar-binar. Dan Sakura mengangguk “Bukan hanya itu. Ia menceritakan semuanya padaku pada saat itu juga”. Charlotte yang terus dirundung rasa penasaran itu “Terus.. terus”.
            Awalnya ia tidak mau mengungkapkan apapun yang ada dalam benaknya, tetapi aku memaksanya dan pada akhirnya ia menceritakan semuanya padaku. Alasan ia tidak menghubungi atau menemuiku” jelas Sakura. “Ia bilang, bahwa ia takut untuk memulai suatu hubungan baru dikarenakan alasan pekerjaan yang tidak menetap pada suatu daerah” jelasnya lagi.
            Charlotte yang mulai tertarik dengan cerita Sakura mulai mencondongkan badannya “Lalu?”
            Sudah lama ia ingin mengungkapkan ini semua, ia pernah kecewa pada masa lalunya. Wanita yang ia kasihi pergi meninggalkannya dengan alasan tidak bisa menjalin hubungan dengan jarak jauh”.
            Aku pikir wanita itu bodoh” celetuk Charlotte. “Sepertinya” sambung Sakura.
            Maka dari itu Noah takut untuk mengatakan padaku bahwa ia mempunyai rasa padaku dan juga ia tidak menginginkan kesalahan yang sama terulang untuk kedua kalinya.. ia takut meninggalkan ku sendiri disini, ia takut aku tidak bisa seperti wanita itu”. Charlotte mengamati.
            Tetapi tidak semua orang seperti itu dalam pemikirannya” seru Charlotte.
            Aku juga mengatakan hal yang sama kepadanya, aku bilang aku akan belajar hal itu. Mungkin hal ini memang baru bagiku, tetapi siapa yang tau kalau kita memang bisa menjalaninya”.
            Hanya sebuah sebuah kepercayaan yang membuat hubungan semakin kuat” lanjutnya.
            Ya! Kau benar!”. “Memang berat memutuskan ini semua, tapi memang harus diputuskan apapun alasannya. Selamat ya Ura semoga kau bisa bersama terus dengan Noah” Charlotte yang melebarkan tangannya dan mulai memeluk sahabatnya tersebut “Terima kasih Bel”.
            Jadi mulai saat ini kau tidak boleh sedih lagi, kau sudah mempunyai pasangan” kata Charlotte menggoda.
            Tersenyum lebar dengan pipi kemerahan “nanti Noah akan menjemputku kesini sekitar pukul sebelas dan sekarang sudah jam setengah sepuluh”..
            Hmm.. pantas saja kau merapikan kamarmu, jadi itu alasannya”.
            Sudah kau siap-siap sekarang. Biar aku yang membantumu membereskan kamarmu ini” ujar Charlotte. “Kau memang terbaik. Sayang!” mencium keras tepat dipipi kanan Charlotte. Kemudian Sakura masuk ke kamar mandi.


            “Abel! Aku pakai baju yang mana?” dengan handuk yang masih melilit rambut basahnya itu.
            Kau bisa tidak dengan tidak teriak-teriak seperti itu, aku tau kau sedang berbahagia tetapi jangan berbicara terlalu kencang.. aku kan berada disampingmu” seru Charlotte dengan mata yang melirik.
            Aku tidak tau akan memakai baju yang mana.. maaf ya” katanya. Masih sibuk mencari dan sekarang Charlotte juga ikut turun tangan memilih baju untuknya “Memangnya kau akan pergi kemana? Formal atau tidak?”.
            Tidak tau aka kemana” jawabnya. Charlotte yang mendengarnya merasa ingin mencubit pipi Sakura kemudian ia menggeleng-gelengkan kepala.
            Bagaimana dengan ini?” kata Sakura yang menunjukkan baju yang ia temukan. “Bagus”
            Ya sudah aku pakai ini saja”.
            Itu kau tau baju mana yang ingin kau pakai, tidak harus teriak-teriak seperti tadi kan” cetus Charlotte.
            “Abel marah? Baik aku minta maaf sekali lagi”.. “Ya sudah cepat pakai bajumu, kita pergi ke dapur setelah ini untuk sarapan”
            Baiklah, tunggu sebentar”
            Aku tunggu di meja makan” Charlotte yang jalan keluar.

Tingg..
            Bunyi pesan masuk dari Noah “aku kesana sekarang”. Sakura hanya melihatnya dan langsung keluar kamar kemudian menuju meja makan. Sesampainya di meja makan, makanan sudah tertata rapi. Lenard dan Charlotte sudah duduk disana menunggu Sakura. Selamat pagi Lenard” datang dengan wajah yang berseri-seri. “Hmm.. sepertinya aku mencium aroma kebahagiaan  pagi hari ini” sahut Lenard yang sembari menyikut lengan Charlotte. “Ah biasa saja”. Dimana Noah?” katanya menggoda. Kau tau darimana? Abel ya yang mengatakannya padamu?” tebak Sakura. Tepat sekali” jawab Lenard dengan memberi acungan jempol ke arah Sakura. Sudah.. waktunya sarapan sekarang” perintah Charlotte.
            “Jadi bagaimana cerita awalnya sampai kau dihubungi Noah tadi malam malam?” tanya Lenard yang masih penasaran. Mulut yang sudah terbuka dan roti yang sudah sampai dibibir ditaruh ke atas piring “Jadi sebenarnya, aku tidak sengaja membuka kontak-kontak di ponselku. Aku memang melihat nama Noah, tetapi aku hiraukan dan ku taruh ponselku tepat disamping tanganku. Entah itu tersentuh atau tidak aku tidak menyadarinya, tiba-tiba saat aku terdiam ada suara laki-laki terdengar samar-samar. Lalu aku langsung melihat ke arah ponselku. Dan benar saja itu suara yang berasal dari ponselku, lebih terkejutnya lagi ternyata aku sedang menelepon Noah dalam keadaan tidak sengaja”. Lenard dan Charlotte yang masih mendengarkan dengan seksama.
“Ya jadi seperti itu cerita rincinya” lanjut Sakura yang kembali mengambil rotinya yang sempat ia taruh tadi. “Oh jadi dalam keadaan tidak sengaja dan kau yang mulai untuk menghubunginya” jawab Lenard mengerti. Charlotte yang berdiri dan berjalan ke arah lemari pendingin “Jadi intinya yang menghubungi pertama adalah kau, Sakura”.
“Tidak! Aku merasa tidak menghubunginya terlebih dulu” jawabnya mengelak. “Tetap saja, tidak sengaja maupun dengan sengaja kau yang memulainya terlebih dulu”.
“Sudahlah, kenapa kalian jadi ribut. Yang jelas sekarang Sakura sudah tidak bersedih lagi” kata Lenard yang selalu menjadi penengah antara Sakura dan Charlotte. Lenard yang mengedipkan satu mata ke arah Charlotte yang mengartikan bahwa benarkan saja apa yang Sakura katakan.
            “Mau kemana kau setelah ini?” tanya Lenard. “Belum tau Nard, yang pasti Noah sedang dijalan menuju kesini”.
Lenard yang mengangguk tanda mengerti yang kemudian disusul dengan menyesap teh hangatnya kemudian berkata “Oh baiklah kalau begitu, aku juga setelah ini akan pergi keluar mungkin sampai malam”.
“Kau mau kemana? Kau tidak mengatakan sebelumnya padaku” tanya Charlotte yang sembari mencoba untuk duduk dikursi. “Ada urusan, anak dari teman ibuku dari Jakarta sedang berlibur ke Amsterdam”. “Berarti aku bakal sendirian dirumah. Sementara kalian berdua ada urusan” jawab Charlotte. “Kan ada bibi Bel” sahut Sakura terkekeh. Disambung dengan tawa kecil dari Lenard. “Membosankan!” gumamnya.
            Sedang asyik berbincang terdengar suara mobil “Sepertinya itu Noah” melihat Sakura yang langsung berdiri dan berjalan dengan langkah yang sedikit lebar. Lenard dan Charlotte saling tatap melihat Sakura yang sontak berjalan ke arah luar.
Sakura yang membuka pintu rumah dan melihat Noah yang sedang menutup pintu mobil kemudian berjala keluar ke arahnya. Lalu Noah yang menyadari kehadiran Sakura langsung menyapa “Hai Ra”. Sakura yang tersenyum lebar dan mencoba memengah lengan Noah “Hai, silakan masuk” kemudian mereka masuk ke dalam rumah dan menuju ke arah meja makan.
“Hallo semua, selamat pagi” sapa Noah sambil melambaikan tangan kepada Lenard dan Charlotte. “Hai, Noah” sapa Charlotte. “Sudah lama kita tidak berjumpa” sambungnya. Noah hanya tersenyum manis pada Charlotte tanpa menjawab satu kata pun.
“Hai, Noah” sapa dari Lenard. “Hello, Nard! Bagaimana kabarmu?” tanya Noah.
“Baik, seperti hari-hari sebelumnya. Kau menanyakan itu seakan-akan kita sudah lama tak berjumpa” jawabnya sambil tertawa.
            Sakura yang berada disampingnya hanya ikut tersenyum. “Noah, apakah kau sudah sarapan?” tanya Charlotte. “Hanya minum secangkir kopi saja” sahutnya.
“Mau ku buatkan roti panggang?”.
“Tidak perlu repot-repot” sahutnya. “Sudah tidak apa-apa” jawab Sakura yang kemudian berdiri ke arah dapur “Biarkan aku saja yang membuatkan roti panggang untuk Noah” sambung Sakura. “Baiklah” jawab Charlotte. Kemudian Charlotte merapikan piring dan gelas kotor yang ada diatas meja makan dan dibawa ke wastafel. Sedangkan Noah dan Lenard yang sedang asyik dengan obrolannya.

            “Aku tinggal ganti baju dulu ya” kata Lenard kepada ketiga kawannya tersebut. “Mau kemana kau?” tanya Noah yang sembari mengunyah roti panggangnya.
“Ada urusan keluar”, dan Noah hanya mengangguk cepat.
Sakura yang hanya berdiam duduk disebelah Noah hanya menatap dan mengutak-atik ponselnya. “Sakura, kau diam saja. Kau terlihat gugup sekali duduk disebelah Noah” ledek Charlotte. Sakura yang berusaha mengerjapkan mata langsung mematikan ponselnya dan melihat ke arah Charlotte yang berada tepat didepannya “Kau bilang apa barusan?”. Noah yang sejak itu langsung menoleh ke arah Sakura dengan tatapan hangat.
“Aku bilang kau gugup berada disamping Noah, yang sekian lama tidak bertemu” jelasnya lagi. “Memang benar apa yang dikatakan Abel?” tanya Noah memastikan.
“Ah tidak, siapa bilang” katanya berusaha mengelak.
“Sudah jangan berbohong, kelihatan wajah gugupmu itu” sambung Charlotte. Sakura mengedipkan mata mengisyaratkan untuk diam. Charlotte yang tertawa melihat tingkah laku sahabatnya itu. “Ia tidak mau mengakuinya Bel” ucap Noah sambil melirik ke arah Sakura. Dan Sakura melihat Noah dengan tatapan sedikit sinis “Siapa bilang? Aku biasa saja berada di dekatmu” menghembus napas panjang.
            Jam sudah menunjukkan pukul setengah satu siang, Lenard yang sudah rapi berjalan ke arah meja makan “Aku tidak berlama-lama, akan segera berangkat” ujar Lenard. Noah yang melihatnya “Baiklah, sampai jumpa”. Kemudian Lenard melambaikan tangan kepada ketiga kawannya dan berjalan keluar. Kemudian Charlotte beranjak dari kursinya, “Mau kemana Bel?” tanya Sakura.
“Kamar” jawabnya singkat.
            Sekarang tinggal Sakura dan Noah yang berada di pantry. Sakura yang masih terdiam dan Noah yang masih asyik dengan roti panggangnya yang tinggal satu gigitan lagi. “Kita mau kemana?” tiba-tiba tanya Sakura. Noah yang beranjak dari kursinya dan berjalan ke arah wastafel hendak mencuci tangan “Ku serahkan padamu saja”. Sakura yang membereskan meja makan sembari memikirkan akan kemana hari ini untuk kencan pertamanya bersama.
“Hmm. Kemana ya?” tanyanya lagi. “Teater?”.
“Boleh. Ada film bagus apa?” tanya Sakura sambil mencuci piring dan gelas. “Aku belum melihatnya”.
“Selain itu kemana ya? Apakah kau ada ide lain? Masa ke taman lagi” ujarnya.
“Atau ditaman belakang saja, duduk sebentar sambil memikirkan kita akan kemana?”. “Baiklah, aku selesaikan tugasku ini”. Noah melihatnya sambil terangguk manis.




Bersambung...

Bieber'n

Bieber'n