Matahari yang sudah tenggelam dan jarum
jam yang sudah menujukkan pukul sembilan. Sakura menarik-narik tangan Lenard
“kita pulang saja yuk, sudah malam”. Lenard hingga saat ini sudah memesan dua kali cangkir kopi “Sebentar Ra, kopi ku masih ada setengah cangkir”. “Cepat habiskan, Nard” rengek
Sakura.
“Disini beberapa
menit lagi, jika
kau pulang nantinya
kau akan merasa kesepian lagi” celetuk Charlotte. Dan Lenard menunjuk membenarkan
perkataan Charlotte “Setelah
pulang dari sini, kau pasti akan
segera masuk ke kamarmu.
Aku yakin itu”. Sakura yang melihat arlojinya “Tapi sudah lumayan
lama kita berada disini”.
“Aku mengantuk” serunya sekali lagi. Lenard dan Charlotte
saling bertatap
satu sama lain lalu
mengangkat satu alis dengan tujuan bagaimana agar Sakura nyaman berada disini
lebih lama, agar
ia tidak kepikiran soal Noah.
“Ya
sudah setelah
ini kita ke mobil, tapi aku habiskan kopi
ini sebentar” kata Lenard. Dan Sakura mengangguk. Sambungnya “Tetapi nanti ada yang mau
aku cari setelah
ini, tapi kau tidak perlu khawatir kau nantinya
bisa tidur sebentar di
dalam mobil”.
Sakura mendongak dan menggoyang-goyangkan
kepalanya “Mau
kemana lagi Nard?
Sudah malam, aku mengantuk”. Charlotte mencoba mengajak Sakura “Hanya sebentar saja, kalau kau
mengantuk kau bisa tidur di mobil”.
“Tapi kan…”
Lenard yang berdiri mencoba menarik
lengan Sakura agar segera
bangun “Ayo cepat,
jangan malas”.
Dan
Charlotte yang
membawakan tas Sakura berjalan terlebih dahulu ke arah mobil
yang tidak jauh terparkir dari cafe tersebut.
Sakura yang dirangkul oleh Lenard, berjalan seperti orang mabuk dengan kaki
yang diseret-seret.
“Kita akan
pergi kemana?” tanyanya sambil menguap lebar. Sembari melihat Sakura dan
sesekali menatap jalan “Sudah
ikut saja”. “Kau
ini jangan macam-macam
ya” seru Sakura.
Melebarkan senyuman “Macam-macam
bagaimana? kau tidak sendiri, ada Abel disana. Lagipula aku ini sahabatmu,
bagaimana aku akan berbuat aneh-aneh padamu?”.
Tak lama sampai di depan mobil Lenard
dan Sakura duduk di belakang langsung menyandarkan ke sandaran kursi dan
mencoba memejamkan matanya. Lenard yang kemudian masuk ke dalam mobilnya dan
menyalakan mesin mobil.
Lenard sesekali melihat Sakura
melalui kaca tengah “Ternyata
benar-benar mengantuk anak ini”. “Kalau
begitu kita pulang saja” sahut Charlotte yang sembari menengok ke belakang.
Sakura yang membuka satu matanya tersenyum karena ia berhasil membohongi kedua
sahabatnya itu. Selain ia membohongi kedua sahabatnya itu, ia memang mengantuk.
Tetapi tidak benar-benar mengantuk.
Selama diperjalanan ia mencoba
memejamkan mata, agar terlihat benar-benar terlelap terbawa mimpi. Tetapi ia masih
merenung memikirkan Noah. Kadang pula mengerutkan keningnya, dengan apa yang ia
pikirkan. “Hey,
Nard coba kau lihat Ura” kata Charlotte tiba-tiba. Kemudian Sakura sadar bahwa
ia mengerutkan keningnya dan mencoba menyembunyikan gerak-geriknya tersebut.
“Ada apa dengan anak itu?” tanyanya sambil melihat dari
kaca tengah. “Tidur
saja masih memikir” ujar Charlotte. Masih tidak paham apa yang dikatakan oleh
Charlotte, Lenard mengangkat satu alisnya. “Iya, Ura
seperti sedang bermimpi sesuatu yang membuatnya gelisah”. Kemudian Lenard baru
paham apa yang dimaksud oleh Charlotte “Mungkin
Noah berada di dalam mimpinya”.
“Bodoh sekali aku ini, kenapa harus mengerutkan kening” gumam
Sakura dalam hati.
Bersambung...
No comments:
Post a Comment