Ig - @FIDADIDO5

Monday, 11 May 2020

SPRING TO FALL (BAB 13)


Matahari yang sudah tenggelam dan jarum jam yang sudah menujukkan pukul sembilan. Sakura menarik-narik tangan Lenard “kita pulang saja yuk, sudah malam”. Lenard hingga saat ini sudah memesan dua kali cangkir kopiSebentar Ra, kopi ku masih ada setengah cangkir”. “Cepat habiskan, Nard” rengek Sakura.
            Disini beberapa menit lagi, jika kau pulang nantinya kau akan merasa kesepian lagi” celetuk Charlotte. Dan Lenard menunjuk membenarkan perkataan Charlotte “Setelah pulang dari sini, kau pasti akan segera masuk ke kamarmu. Aku yakin itu”. Sakura yang melihat arlojinya “Tapi sudah lumayan lama kita berada disini”.
            Aku mengantuk” serunya sekali lagi. Lenard dan Charlotte saling bertatap satu sama lain lalu mengangkat satu alis dengan tujuan bagaimana agar Sakura nyaman berada disini lebih lama, agar ia tidak kepikiran soal Noah.
            Ya sudah setelah ini kita ke mobil, tapi aku habiskan kopi ini sebentar” kata Lenard. Dan Sakura mengangguk. Sambungnya “Tetapi nanti ada yang mau aku cari setelah ini, tapi kau tidak perlu khawatir kau nantinya bisa tidur sebentar di dalam mobil”.
            Sakura mendongak dan menggoyang-goyangkan kepalanya “Mau kemana lagi Nard? Sudah malam, aku mengantuk”. Charlotte mencoba mengajak Sakura “Hanya sebentar saja, kalau kau mengantuk kau bisa tidur di mobil”.
Tapi kan…”
            Lenard yang berdiri mencoba menarik lengan Sakura agar segera bangun “Ayo cepat, jangan malas”.
Dan Charlotte yang membawakan tas Sakura berjalan terlebih dahulu ke arah mobil yang tidak jauh terparkir dari cafe tersebut. Sakura yang dirangkul oleh Lenard, berjalan seperti orang mabuk dengan kaki yang diseret-seret. 
            Kita akan pergi kemana?” tanyanya sambil menguap lebar. Sembari melihat Sakura dan sesekali menatap jalan “Sudah ikut saja”. “Kau ini jangan macam-macam ya” seru Sakura.
Melebarkan senyuman “Macam-macam bagaimana? kau tidak sendiri, ada Abel disana. Lagipula aku ini sahabatmu, bagaimana aku akan berbuat aneh-aneh padamu?”.
            Tak lama sampai di depan mobil Lenard dan Sakura duduk di belakang langsung menyandarkan ke sandaran kursi dan mencoba memejamkan matanya. Lenard yang kemudian masuk ke dalam mobilnya dan menyalakan mesin mobil.


            Lenard sesekali melihat Sakura melalui kaca tengah “Ternyata benar-benar mengantuk anak ini”. “Kalau begitu kita pulang saja” sahut Charlotte yang sembari menengok ke belakang. Sakura yang membuka satu matanya tersenyum karena ia berhasil membohongi kedua sahabatnya itu. Selain ia membohongi kedua sahabatnya itu, ia memang mengantuk. Tetapi tidak benar-benar mengantuk.
            Selama diperjalanan ia mencoba memejamkan mata, agar terlihat benar-benar terlelap terbawa mimpi. Tetapi ia masih merenung memikirkan Noah. Kadang pula mengerutkan keningnya, dengan apa yang ia pikirkan. “Hey, Nard coba kau lihat Ura” kata Charlotte tiba-tiba. Kemudian Sakura sadar bahwa ia mengerutkan keningnya dan mencoba menyembunyikan gerak-geriknya tersebut.
            Ada apa dengan anak itu?” tanyanya sambil melihat dari kaca tengah. “Tidur saja masih memikir” ujar Charlotte. Masih tidak paham apa yang dikatakan oleh Charlotte, Lenard mengangkat satu alisnya. “Iya, Ura seperti sedang bermimpi sesuatu yang membuatnya gelisah”. Kemudian Lenard baru paham apa yang dimaksud oleh Charlotte “Mungkin Noah berada di dalam mimpinya”.
            Bodoh sekali aku ini, kenapa harus mengerutkan kening” gumam Sakura dalam hati.




Bersambung...

No comments:

Post a Comment

Bieber'n

Bieber'n