Rencana yang sempat gagal beberapa
hari lalu akhirnya kali ini terkabul. Charlotte tiba di cafe terlebih dahulu, seperti biasa ia harus menunggu Sakura yang
terlambat jikalau berjanji untuk pergi. Lima menit
kemudian Sakura yang baru
saja pulang dari restorannya itu melihat Charlotte di ujung jalan
dekat cafe
yang mereka ingin kunjungi.
Charlotte yang melambaikan tangan ke arah Sakura tepat berada pada depan pintu masuk cafe.
Kemudian Sakura mempercepat langkah kakinya dengan rambut terurai yang tertiup
oleh angin.
Tak lama Sakura sampai, mereka dengan kecepatan langkah kaki dan
pandangan mata untuk mencari tempat duduk yang berada diluar ruangan. Kemudian
menaruh tas dan buku-buku
yang dibawa.
Charlotte yang masuk ke dalam untuk memesan dua cangkir kopi dan dua jenis cake.
Sakura yang mengamati pemandangan
sekitar cafe, orang yang berlalu lalang, mobil yang terparkir
disepanjang pinggir jalan. Matahari yang seiring memudar warnanya dan semilir
hembusan angin yang pelan membuat senjanya begitu indah. Tatapan yang tak
sedikitpun berpaling membuat Sakura sangat nyaman menikmati suasana seperti
ini.
Tingg..
Cangkir yang bersentuhan dengan meja yang terbuat dari kaca itu berhasil
membuat Sakura terlepas dari lamunannya.
“Ini milikmu, satu cheese
cake dan secangkir kopi panas” kata Charlotte yang sembari menarik kursi.
“Terima
kasih Bel” ujar Sakura.
“Bagaimana
pekerjaanmu
hari ini? Menyenangkan bukan?” kata Charlotte sembari melebarkan kedua ujung bibirnya.
“Tidak begitu
buruk, hanya saja ada pelanggan
yang sedikit merepotkan di
tengah-tengah banyaknya
pesanan yang masuk ke dalam list” jelasnya sambil menyesap
kopinya.
“Wah
sangat menyebalkan hal itu bagiku” ujar Charlotte.
“Begitulah! Bagaimana
dengan kuliahmu hari ini?” tanya
Sakura.
“Sama
sepertimu, tidak begitu buruk” jawab Charlotte.
“Baguslah
kalau begitu” ujar Sakura.
Sambil memotong kue yang berada dihadapannya itu “Bagaimana
dengan Noah?”.
“Bagaimana
apanya maksudmu?” tanya
Sakura yang sedang mengunyah kuenya.
“Apakah
Noah sudah menghubungimu hari ini?” tanya
Charlotte.
“Belum”
jawab Sakura.
“Hmm”
katanya sambil menelan kue tersebut.
“Aku
rasa ia baik padaku hanya karena aku sahabatnya Lenard” terdengar suara yang tercekat.
“Kau
tau darimana?” Tanya Charlotte tidak percaya apa yang dikatakan oleh Sakura.
“Aku
pikir awalnya benar apa yang dikatakan
Lenard dan kau. Bahwa Noah tertarik padaku, nyatanya apa sekarang? Tidak
terjadi apa yang kalian katakan waktu lalu” ujar Sakura menjelaskan.
“Aku
pikir ia memang benar-benar tertarik padamu, hanya saja saat ini mungkin ia
sedang sibuk dengan pekerjaan kantornya. Lagipula ia juga memegang dua
pekerjaan sekaligus bukan?” kata Charlotte.
“Dua
pekerjaan?” Tanya Sakura bingung.
“Ia
atasan kau di restoran
kan?” Tanya Charlotte.
“Kau
tau darimana? Kalau ia atasan ku di restoran?”
Tanya Sakura heran.
“Lenard” jawabnya singkat.
“Hmm
pantas saja, maka itu
aku heran bagaimana
kau mengetahuinya
kalau ia atasanku di restoran”
katanya.
Drrtt.. drrttt
Ponsel yang berada di saku celana Lenard bergetar dan ia segera mengeluarkannya
lalu
melihat nama yang tertera pada layar ponselnya “Abel? Tumben sekali”. Kemudian ia
mengangkatnya pada
deringan kedua “Hallo Bel, ada apa?”.
“Hai Nard? Sedang apa?” katanya diseberang telepon.
“Hey kau sedang apa? Menelepon Lenard?”
kata Sakura samar-samar di seberang
sana namun
masih bisa terdengar di
telinga Lenard.
“Masih di kantor, tapi sudah selesai. Kau bersama
Sakura?” Tanya Lenard.
“Iya aku bersama Sakura. oh iya Nard, apakah kau sedang
bersama Noah?” Tanya Charlotte.
“Ini Noah sedang ada bersamaku, ada apa?”
jawab Lenard.
Sakura awalnya tidak mengetahui apa yang dilakukan sahabatnya sendiri
itu. Bahwa Charlotte mencoba menghubungi Lenard, apalagi untuk
menanyakan soal Noah. Maka
itu ia sempat terkejut saat Charlotte menyebutkan nama Noah.
“Kau
ini kenapa menanyakan Noah pada Lenard” Tanya Sakura berbisik.
“Ya
karena kita tau kabar Noah hanya dari Lenard” kata Charlotte berbisik sambil
menutup lubang suara yang ada pada ponsel.
“Tetapi
kau seharusnya bilang dulu padaku, kalau kau mau menanyakan Noah pada Lenard”
kata Sakura ketus.
“Hallo Bel?” kata Lenard.
“Iya Nard” jawab Charlotte.
“Kau kenapa diam saja?” Tanya Lenard.
“Aku hanya saja meminum kopi”
jawabnya berbohong.
“Oh, kau mau berbicara dengan Noah?”
kata Lenard menawarkan.
“Tidak perlu, aku hanya ingin menanyakan ia saja. Apakah ia juga baik-baik saja” ujar Charlotte.
“Oh begitu. Kurasa ia terlihat baik-baik saja
namun belakangan ini sering kedapatan melamun, hey kau sedang dimana?” Tanya Lenard.
“Apakah kau tau apa penyebabnya?
Aku di café dekat
kampus, kau mau jemput kami?” katanya bercanda.
“Aku tidak ingin mengetahui
urusan orang lain. Baiklah
aku akan kesana”
kata Lenard.
“Bersama Noah?” Tanya
Charlotte memastikan. Sakura langsung melihat Charlotte dan berkata “Noah?”
tetapi tidak bersuara. “Orang
itu mau kesini?” katanya sekali lagi. Charlotte mengalihkan pandangan
matanya ke arah
jalan.
“Tidak, aku sendiri. Noah langsung pulang, ia sedang
sibuk akhir-akhir ini” jelas Lenard di telepon.
“Oh baiklah kalau begitu. Kami tunggu, jangan lama-lama”
kata Charlotte.
“Iya, aku akan segera kesana sekarang” jawab
Lenard.
Kemudian Charlotte mematikan ponselnya dan menaruhnya di meja. Sakura
langsung melihat Charlotte penuh arti agar Charlotte cepat mengatakan apa yang
mereka bicarakan bersama Lenard sejak di telepon tadi.
“Kau
bicara apa saja pada Lenard?” Tanya Sakura penasaran.
“Aku
hanya menanyakan apakah ia sedang bersama Noah?” jawab Charlotte santai.
“Lalu ia
bilang apa?” Tanya Sakura penasaran.
“Ia
bilang, ia sedang bersamanya. Dan ia akan menyusul kita disini” jawab Charlotte
sambil menyesap kembali kopinya.
“Siapa?
Lenard dan Noah akan kesini?” katanya panik.
“Tidak,
Noah tidak ikut” katanya. Kemudian wajah Sakura terlihat agak sedikit kecewa.
“Noah sedang sibuk akhir-akhir ini, itu yang Lenard katakana padaku
tadi” kata Charlotte mencoba membangkitkan perasaan Sakura, namun ada satu hal yang tidak ia
katakan pada Sakura yaitu sering kedapatan melamun belakangan ini.
“Oh
begitu, memangnya sesibuk itukah?” Tanya Sakura dengan suara yang lemah.
“Iya
Ra, sudahlah ia memang sibuk dengan pekerjaannya. Mungkin kalau ia sudah
selesai dengan pekerjaannya, ia akan menemuimu secepatnya. Percayalah padaku” kata
Charlotte sambil memegang tangan Sakura tanda memberi semangat. Dan Sakura
hanya tertunduk diam.
Lonceng yang terus berbunyi pada
pintu tanda orang-orang datang silih berganti memasuki cafe
tersebut hanya untuk sekedar nongkrong untuk minum kopi. Suara musisi jalanan
yang cukup jelas terdengar di telinga, kemudian
jelas terlihat ada laki-laki yang datang dengan kemeja putih garis hitam.
Lenard.
“Pesankan minuman untukku satu”
seru Lenard yang tiba-tiba mengagetkan kedua sahabatnya itu.
“Astaga,
kau ini selalu bikin orang jantungan” ucap Sakura kaget.
Sambil
menaruh tasnya diatas meja “Jangan
melamun disini”.
“Lho
memangnya salah?” kata Sakura sambil menatap sinis mata Lenard.
Charlotte yang kemudian berdiri
dengan tangan memegang pinggir meja “Kau
mau minum kopi atau coklat?”.
“Hmm,
coklat boleh. Tidak! Aku pikir
kopi juga tak apa”
dengan mata yang melirik konyol.
“Cepat
Nard, kau ingin aku yang memesankan atau kau yang pesan sendiri” katanya kesal.
“Kopi”
jawabnya ringan.
Sakura yang melihat Charlotte masuk
ke dalam, ia mencoba untuk berdiri. “Hey kau disini
saja” tangan Lenard menahan.
“Tapi ia sendiri”
ujar Sakura. “di
dalam sedang ramai” sambungnya.
“Biarkan
saja” kemudian Sakura kembali duduk mengikuti perintah Lenard. “Kau ada apa
belakangan ini? Abel sempat bilang padaku kalau kau sedang bingung akhir-akhir
ini”.
“Tidak apa-apa”
serunya. Hembusan napas Lenard terdengar cukup keras ditelinga Sakura. “Ceritakan”
paksa Lenard.
“Aku mau berkata
sesuatu, tapi mulutmu ini seperti ratu gosip”. Kemudian Lenard tertawa.
Mencoba menarik napasnya, Sakura
mencondongkan badannya ke
hadap Lenard “Tapi
kau janji tidak macam-macam” gertak Sakura. Dan Lenard hanya mengangguk.
“Kau
tau ada apa dengan Noah?”. Lenard mencoba menahan tawanya, dan Sakura langsung
melihat Lenard sinis “Noah? Ia baik-baik saja. Ada apa memangnya, kau
tiba-tiba menanyakan tentang dirinya”.
“Tidak”.
“Sudahlah Ra, aku tau apa yang kau rasakan saat ini. Aku
selalu memperhatikanmu setiap waktu saat kau sedang berada dirumah, aku tau kau
merasa kesepian kan tanpa kehadiran Noah?”. Sakura yang tertunduk memejamkan
mata langsung mengangkat kepalanya dan mengagguk dengan satu tetesan air mata
yang sudah mengalir di
pipinya.
“Jangan menangis” Lenard
yang berusaha mengusap air mata Sakura. Sebenarnya Noah sudah menceritakan
semua yang ada dibenaknya beberapa belakangan ini, tetapi Noah berpesan agar
tidak membongkar alasan apapun yang menyangkut tentang dirinya dan Sakura.
“Tetapi kenapa Noah seperti mencoba menjauhi ku?”
tanyanya terisak. “Noah tidak menjauhimu Ra,
bagaimana kau bisa menyimpulkan ini semua? Apa kau pernah mencoba
menghubunginya belakangan ini?” Tanya Lenard lembut.
“Tidak, aku
tidak pernah menghubungi laki-laki itu”.
“Lalu bagaimana kau
bisa menyimpulkan kalau ia menjauhi mu?” tanyanya.
“Tiba-tiba pikiranku
menyimpulkan semua itu Nard” menahan sedihnya.
Lenard yang sangat mengutamakan
Sakura dibandingkan dirinya, ia selalu
mencoba menghibur Sakura dengan cara apapun. Lenard seorang laki-laki dengan
pemikiran dewasa tetapi terkadang suka menjahili kedua sahabatnya itu dan
membuat mereka berdua geram dengan kelakuan jahil Lenard.
“Ini Nard kopi
mu” kata Charlotte yang baru saja datang. Lenard langsung melepas
pelukannya dari Sakura “Wah
enak sekali kelihatannya”. Charlotte yang memiring-miringkan kepala melihat
Sakura yang mengusap-usap pipinya “Kau
apakan Sakura semenjak
aku berada di dalam?”.
“Ia baik-baik saja” dengan
mulut yang menempel di bibir cangkir. “Sampai
bengkak seperti itu matanya” Charlotte memegang dagu Sakura “Kau menangis?”.
“Aku baik-baik saja” seru Sakura. “Kau dengar
sendiri kan?” celetuk Lenard. Charlotte membuang muka dari Lenard.
Bersambung...
No comments:
Post a Comment