Ig - @FIDADIDO5

Saturday, 9 May 2020

SPRING TO FALL (BAB 12)


Rencana yang sempat gagal beberapa hari lalu akhirnya kali ini terkabul. Charlotte tiba di cafe terlebih dahulu, seperti biasa ia harus menunggu Sakura yang terlambat jikalau berjanji untuk pergi. Lima menit kemudian Sakura yang baru saja pulang dari restorannya itu melihat Charlotte di ujung jalan dekat cafe yang mereka ingin kunjungi. Charlotte yang melambaikan tangan ke arah Sakura tepat berada pada depan pintu masuk cafe. Kemudian Sakura mempercepat langkah kakinya dengan rambut terurai yang tertiup oleh angin.
            Tak lama Sakura sampai, mereka dengan kecepatan langkah kaki dan pandangan mata untuk mencari tempat duduk yang berada diluar ruangan. Kemudian menaruh tas dan buku-buku yang dibawa. Charlotte yang masuk ke dalam untuk memesan dua cangkir kopi dan dua jenis cake.
            Sakura yang mengamati pemandangan sekitar cafe, orang yang berlalu lalang, mobil yang terparkir disepanjang pinggir jalan. Matahari yang seiring memudar warnanya dan semilir hembusan angin yang pelan membuat senjanya begitu indah. Tatapan yang tak sedikitpun berpaling membuat Sakura sangat nyaman menikmati suasana seperti ini.
Tingg..
Cangkir yang bersentuhan dengan meja yang terbuat dari kaca itu berhasil membuat Sakura terlepas dari lamunannya.
Ini milikmu, satu cheese cake dan secangkir kopi panas” kata Charlotte yang sembari menarik kursi.
Terima kasih Bel” ujar Sakura.
Bagaimana pekerjaanmu hari ini? Menyenangkan bukan?” kata Charlotte sembari melebarkan kedua ujung bibirnya.
“Tidak begitu buruk, hanya saja ada pelanggan yang sedikit merepotkan di tengah-tengah banyaknya pesanan yang masuk ke dalam list” jelasnya sambil menyesap kopinya.
Wah sangat menyebalkan hal itu bagiku” ujar Charlotte.
Begitulah! Bagaimana dengan kuliahmu hari ini?” tanya Sakura.
Sama sepertimu, tidak begitu buruk” jawab Charlotte.
Baguslah kalau begitu” ujar Sakura.
Sambil memotong kue yang berada dihadapannya itu “Bagaimana dengan Noah?”.
Bagaimana apanya maksudmu?” tanya Sakura yang sedang mengunyah kuenya.
Apakah Noah sudah menghubungimu hari ini?” tanya Charlotte.
Belum” jawab Sakura.
Hmm” katanya sambil menelan kue tersebut.
Aku rasa ia baik padaku hanya karena aku sahabatnya Lenard” terdengar suara yang tercekat.
Kau tau darimana?” Tanya Charlotte tidak percaya apa yang dikatakan oleh Sakura.
Aku pikir awalnya benar apa yang dikatakan Lenard dan kau. Bahwa Noah tertarik padaku, nyatanya apa sekarang? Tidak terjadi apa yang kalian katakan waktu lalu” ujar Sakura menjelaskan.
Aku pikir ia memang benar-benar tertarik padamu, hanya saja saat ini mungkin ia sedang sibuk dengan pekerjaan kantornya. Lagipula ia juga memegang dua pekerjaan sekaligus bukan?” kata Charlotte.
Dua pekerjaan?” Tanya Sakura bingung.
Ia atasan kau di restoran kan?” Tanya Charlotte.
Kau tau darimana? Kalau ia atasan ku di restoran?” Tanya Sakura heran.
“Lenard” jawabnya singkat.
Hmm pantas saja, maka itu aku heran bagaimana kau mengetahuinya kalau ia atasanku di restoran” katanya.


Drrtt.. drrttt
Ponsel yang berada di saku celana Lenard bergetar dan ia segera mengeluarkannya lalu melihat nama yang tertera pada layar ponselnya “Abel? Tumben sekali”. Kemudian ia mengangkatnya pada deringan kedua Hallo Bel, ada apa?”.
Hai Nard? Sedang apa?” katanya diseberang telepon. “Hey kau sedang apa? Menelepon Lenard?” kata Sakura samar-samar di seberang sana namun masih bisa terdengar di telinga Lenard.
Masih di kantor, tapi sudah selesai. Kau bersama Sakura?” Tanya Lenard.
Iya aku bersama Sakura. oh iya Nard, apakah kau sedang bersama Noah?” Tanya Charlotte.
Ini Noah sedang ada bersamaku, ada apa?” jawab Lenard.
            Sakura awalnya tidak mengetahui apa yang dilakukan sahabatnya sendiri itu. Bahwa Charlotte mencoba menghubungi Lenard, apalagi untuk menanyakan soal Noah. Maka itu ia sempat terkejut saat Charlotte menyebutkan nama Noah.
Kau ini kenapa menanyakan Noah pada Lenard” Tanya Sakura berbisik.
Ya karena kita tau kabar Noah hanya dari Lenard” kata Charlotte berbisik sambil menutup lubang suara yang ada pada ponsel.
Tetapi kau seharusnya bilang dulu padaku, kalau kau mau menanyakan Noah pada Lenard” kata Sakura ketus.
Hallo Bel?” kata Lenard.
Iya Nard” jawab Charlotte.
Kau kenapa diam saja?” Tanya Lenard.
Aku hanya saja meminum kopi” jawabnya berbohong.
Oh, kau mau berbicara dengan Noah?” kata Lenard menawarkan.
Tidak perlu, aku hanya ingin menanyakan ia saja. Apakah ia juga baik-baik saja ujar Charlotte.
Oh begitu. Kurasa ia terlihat baik-baik saja namun belakangan ini sering kedapatan melamun, hey kau sedang dimana?” Tanya Lenard.
Apakah kau tau apa penyebabnya? Aku di cafĂ© dekat kampus, kau mau jemput kami?” katanya bercanda.
Aku tidak ingin mengetahui urusan orang lain. Baiklah aku akan kesana” kata Lenard.
Bersama Noah?” Tanya Charlotte memastikan. Sakura langsung melihat Charlotte dan berkata “Noah?” tetapi tidak bersuara. “Orang itu mau kesini?” katanya sekali lagi. Charlotte mengalihkan pandangan matanya ke arah jalan.
Tidak, aku sendiri. Noah langsung pulang, ia sedang sibuk akhir-akhir ini” jelas Lenard di telepon.
Oh baiklah kalau begitu. Kami tunggu, jangan lama-lama” kata Charlotte.
Iya, aku akan segera kesana sekarang” jawab Lenard.
Kemudian Charlotte mematikan ponselnya dan menaruhnya di meja. Sakura langsung melihat Charlotte penuh arti agar Charlotte cepat mengatakan apa yang mereka bicarakan bersama Lenard sejak di telepon tadi.
Kau bicara apa saja pada Lenard?” Tanya Sakura penasaran.
Aku hanya menanyakan apakah ia sedang bersama Noah?” jawab Charlotte santai.
Lalu ia bilang apa?” Tanya Sakura penasaran.
Ia bilang, ia sedang bersamanya. Dan ia akan menyusul kita disini” jawab Charlotte sambil menyesap kembali kopinya.
Siapa? Lenard dan Noah akan kesini?” katanya panik.
Tidak, Noah tidak ikut” katanya. Kemudian wajah Sakura terlihat agak sedikit kecewa.
“Noah sedang sibuk akhir-akhir ini, itu yang Lenard katakana padaku tadi” kata Charlotte mencoba membangkitkan perasaan Sakura, namun ada satu hal yang tidak ia katakan pada Sakura yaitu sering kedapatan melamun belakangan ini.
Oh begitu, memangnya sesibuk itukah?” Tanya Sakura dengan suara yang lemah.
Iya Ra, sudahlah ia memang sibuk dengan pekerjaannya. Mungkin kalau ia sudah selesai dengan pekerjaannya, ia akan menemuimu secepatnya. Percayalah padaku” kata Charlotte sambil memegang tangan Sakura tanda memberi semangat. Dan Sakura hanya tertunduk diam.


            Lonceng yang terus berbunyi pada pintu tanda orang-orang datang silih berganti memasuki cafe tersebut hanya untuk sekedar nongkrong untuk minum kopi. Suara musisi jalanan yang cukup jelas terdengar di telinga, kemudian jelas terlihat ada laki-laki yang datang dengan kemeja putih garis hitam. Lenard.
Pesankan minuman untukku satu” seru Lenard yang tiba-tiba mengagetkan kedua sahabatnya itu.
Astaga, kau ini selalu bikin orang jantungan” ucap Sakura kaget.
Sambil menaruh tasnya diatas meja “Jangan melamun disini”.
Lho memangnya salah?” kata Sakura sambil menatap sinis mata Lenard.
            Charlotte yang kemudian berdiri dengan tangan memegang pinggir meja “Kau mau minum kopi atau coklat?”.
Hmm, coklat boleh. Tidak! Aku pikir kopi juga tak apa” dengan mata yang melirik konyol.
Cepat Nard, kau ingin aku yang memesankan atau kau yang pesan sendiri” katanya kesal.
Kopi” jawabnya ringan.
            Sakura yang melihat Charlotte masuk ke dalam, ia mencoba untuk berdiri. “Hey kau disini saja” tangan Lenard menahan.
Tapi ia sendiri” ujar Sakura. “di dalam sedang ramai” sambungnya.
Biarkan saja” kemudian Sakura kembali duduk mengikuti perintah Lenard. “Kau ada apa belakangan ini? Abel sempat bilang padaku kalau kau sedang bingung akhir-akhir ini”.
Tidak apa-apa” serunya. Hembusan napas Lenard terdengar cukup keras ditelinga Sakura. “Ceritakan” paksa Lenard.
Aku mau berkata sesuatu, tapi mulutmu ini seperti ratu gosip”. Kemudian Lenard tertawa.
            Mencoba menarik napasnya, Sakura mencondongkan badannya ke hadap Lenard “Tapi kau janji tidak macam-macam” gertak Sakura. Dan Lenard hanya mengangguk.
Kau tau ada apa dengan Noah?”. Lenard mencoba menahan tawanya, dan Sakura langsung melihat Lenard sinis “Noah? Ia baik-baik saja. Ada apa memangnya, kau tiba-tiba menanyakan tentang dirinya”.
Tidak”.           
            Sudahlah Ra, aku tau apa yang kau rasakan saat ini. Aku selalu memperhatikanmu setiap waktu saat kau sedang berada dirumah, aku tau kau merasa kesepian kan tanpa kehadiran Noah?”. Sakura yang tertunduk memejamkan mata langsung mengangkat kepalanya dan mengagguk dengan satu tetesan air mata yang sudah mengalir di pipinya.
Jangan menangis” Lenard yang berusaha mengusap air mata Sakura. Sebenarnya Noah sudah menceritakan semua yang ada dibenaknya beberapa belakangan ini, tetapi Noah berpesan agar tidak membongkar alasan apapun yang menyangkut tentang dirinya dan Sakura.
            Tetapi kenapa Noah seperti mencoba menjauhi ku?” tanyanya terisak. “Noah tidak menjauhimu Ra, bagaimana kau bisa menyimpulkan ini semua? Apa kau pernah mencoba menghubunginya belakangan ini?” Tanya Lenard lembut.
Tidak, aku tidak pernah menghubungi laki-laki itu”.
Lalu bagaimana kau bisa menyimpulkan kalau ia menjauhi mu?” tanyanya.
Tiba-tiba pikiranku menyimpulkan semua itu Nard” menahan sedihnya.
            Lenard yang sangat mengutamakan Sakura dibandingkan dirinya,  ia selalu mencoba menghibur Sakura dengan cara apapun. Lenard seorang laki-laki dengan pemikiran dewasa tetapi terkadang suka menjahili kedua sahabatnya itu dan membuat mereka berdua geram dengan kelakuan jahil Lenard.
            Ini Nard kopi mu” kata Charlotte yang baru saja datang. Lenard langsung melepas pelukannya dari Sakura “Wah enak sekali kelihatannya”. Charlotte yang memiring-miringkan kepala melihat Sakura yang mengusap-usap pipinya “Kau apakan Sakura semenjak aku berada di dalam?”.
Ia baik-baik saja” dengan mulut yang menempel di bibir cangkir. “Sampai bengkak seperti itu matanya” Charlotte memegang dagu Sakura “Kau menangis?”.
            Aku baik-baik saja” seru Sakura. “Kau dengar sendiri kan?” celetuk Lenard. Charlotte membuang muka dari Lenard.




Bersambung...

No comments:

Post a Comment

Bieber'n

Bieber'n