Ig - @FIDADIDO5

Wednesday, 27 May 2020

SPRING TO FALL (BAB 18)


“Hey, bagaimana kencan pertamamu? Apakah berhasil?” Charlotte yang tiba-tiba datang kemudian lompat ke sofa ruang tengah.
“Asal kau tau, kau ini hampir saja menjatuhkan semua isi mangkuk ku” sahut Sakura. “Maaf”.
“Jadi bagaimana? Tolong ceritakanlah padaku”. “Biasa saja” ucapnya santai.
“Kau berbohong!”
“Tidak. Kami hanya pergi ke teater setelah itu pergi makan es krim dan makan malam. Hanya itu” jelas Sakura.
“Tidak mungkin, pasti ada yang berbeda setelah kau dan Noah resmi berhubungan”. Sakura memikirkan sesuatu “Hmm.. mungkin semalam aku agak sedikit tidak napsu makan saat ditawarkan untuk makan malam dengannya”.
“Tepat! Itu yang ada dipikiranku. Biasanya orang yang sedang jatuh cinta atau orang yang sedang berada dengan orang yang dicintainya untuk pertama kalinya ia tak akan napsu untuk makan besar. Dan kau melakukannya! Lucu sekali bukan” celoteh Charlotte panjang lebar. “Aku tidak percaya” bantah Sakura.
“Tidak percaya bagaimana? Jelas-jelas kau sendiri telah merasakannya” tunjuk Charlotte pada Sakura. “Ya aku rasa itu memang saja aku kekenyangan karena sebelumnya telah makan es krim” elak Sakura.
“Terserah apa katamu saja lah Sakura” katanya mengabaikan.
            Charlotte yang terlihat kelelahan dengan posisi badan setengah tiduran itu dan kepala yang bersandar pada sandaran sofa mulai memejamkan mata.
“Kau darimana Bel? Tumben sekali pagi-pagi seperti ini sudah berkeringat” tanya Sakura yang masih makan sereal dan susunya itu.
“Olahraga keliling komplek” sahutnya dengan mata yang masih tertutup.
“Huh? Seorang Charlotter Issabel ber-olahraga? Mustahil” kata Sakura yang terkekeh. “Apa katamu saja Ra. Aku mau mandi dulu, badan ku sudah penuh keringat dan aku merasa gatal-gatal” Charlotte yang beranjak pergi ke kamarnya.
“Oh iya satu hal lagi, malam ini kita rayakan dengan makan-makan tanda hubungan resmi mu itu. Nanti akan ku katakan pada Lenard” kemudian Charlotte melanjutkan langkahnya menaiki anak tangga tersebut. Sakura yang melihatnya hanya tertawa.
            Ting...
            Ponsel Sakura berbunyi satu kali tanda pesan masuk “Selamat pagi lieverd!” Sakura yang membaca pesan tersebut pun mulai mengembangkan senyumnya. “Selamat pagi Noah” hendak ingin membalas pesan tersebut, tiba-tiba ponselnya berdering dengan nada panggilan masuk “Noah?” lalu ia segera menjawab telepon tersebut.
Hallo” sapa Noah disana.
Hai Noah, selamat pagi juga. Baru saja aku membalas pesanmu tiba-tiba kau keburu meneleponku” sahutnya.
Kau sedang apa? Sudah sarapan belum?
Baru saja selesai, kau tidak berangkat ke kantor?” tanyanya sembari memindahkan mangkuk dari atas pangkuannya ke meja di hadapannya itu.
Ini aku sedang memakai jasku
Astaga. Apakah kau tidak kesusahan sembari memegang ponsel?” tanya Sakura penasaran. “Tidak Ra, tenang saja. Ponselku tidak akan terjatuh, aku mahir dalam hal ini”. Sakura pun menyunggingkan bibirnya “Aku percaya”.
Kau tidak pergi ke restoran hari ini?”.. “Tidak, hari ini jadwalku sedang libur”.
Oh begitu ya. Lalu kau tidak pergi ke kampus?” tanyanya lagi. “Perkuliahan telah libur masuk musim panas” jawabnya. “Astaga! Aku lupa ini sudah masuk musim panas ya dan aku sudah tiga tahun tidak bersekolah, sehingga aku lupa” katanya memegang keningnya. “Begitulah” sahut Sakura.
Baiklah Sakura. Aku akan pergi ke kantor sekarang juga. Sampai nanti, semoga kau memiliki hari yang indah”.
Kau juga. Hati-hati Noah!” kemudian Sakura menutup ponselnya.

            Sakura bangkit dari sofa lalu berjalan ke arah dapur dengan membawa mangkuk kotor nya itu. “Huh bosan!” keluhnya sendiri. Sembari mencuci piring ia memikirkan sesuatu akan kemana ia hari ini untuk menghilangkan rasa bosannya itu. “Abel!” terbesit nama Charlotte di dalam pikirannya. Ia segera naik ke lantai atas dan menuju ke kamar Charlotte.
Krek..
“Jam segini tidur?” katanya yang masih memegang gagang pintu dengan kepala yang berusaha masuk ke dalam. Lalu Sakura menutup pintu kamar Charlotte dan berbalik badan lalu turun ke bawah.
            “Haruskah aku pergi keluar sendirian. Anti sekali!” gumamnya sembari menyusuri anak tangga. Sakura paling tidak suka dengan berjalan seorang diri, kalau tidak benar-benar ingin menyendiri seperti waktu lalu. Sakura lalu masuk ke dalam kamarnya kemudian berjalan menuju kamar mandi yang ada di dalam kamarnya itu. Saat ini ia sudah memutuskan bahwa ia akan berjalan sendirian.

            “Kentang ukuran sedang satu, roti isi daging dan satu soda” kata Sakura kepada si penjaga kasir. Pesanan Sakura segera dimasukkan ke dalam list “Silakan tunggu disebelah sini” tunjuk si penjaga kasir, Sakura pun mengikuti arahan tersebut.
            Tak lama makanan yang Sakura pesan telah siap lalu ia membawanya dengan menggunakan tray ke meja yang kosong. Tempat yang menjadi kesukaan Sakura selalu berada di pojok dekat jendela. Jarum jam telah menunjukkan pukul setengah satu siang. Ia mulai melahap satu persatu kentang yang ia pesan. Lalu diikuti dengan satu gigitan besar roti isi daging itu. Cukup banyak pengunjung saat ini, mungkin dikarenakan saat ini adalah jam makan siang.
Drrt..drrt..
Sakura menempelkan ponsel ditelinga kirinya “Hallo!” sapanya dengan mulut yang sedikit penuh.
“Hai lieverd, kedengarannya ramai sekali. Kau sedang tidak ada dirumah ya” tebak Noah. “Hmm..” sahut Sakura dengan makanan yang masih memenuhi mulutnya. “Aku sedang makan di luar”.. “Cepat saji”.
“Baiklah. Seorang diri?” tanya Noah.
“Iya”.. “Tumben sekali. Tidak bersama Abel?”
“Tadi aku berencana seperti itu, namun ia masih tertidur dikamarnya. Ya sudah ku putuskan saja untuk pergi keluar sendiri” jelasnya.
“Oh begitu. Baiklah Sakura aku akan kembali bekerja, sampai jumpa”
“Sampai jumpa!” lalu Sakura menutup ponselnya dan meletakannya diatas meja.

            Saat ini Sakura sedang sibuk mengecat dan mengukir kuku-kuku tangannya itu sembari mendengarkan musik. Kali ini warna pastel yang ia pilih. Jarum jam telah menunjukkan pukul enam lewat tiga puluh menit. “Aku harus cepat-cepat menyelesaikan ini” katanya dengan kecepatan gerakan tangan mengecat dan mata yang fokus pada kuku-kukunya.
            Krekk...
            Sakura menoleh lalu melihat dengan seksama dari atas hingga ke bawah “Kau sudah rapi? Cepat sekali. Aku saja baru selesai mengecat kuku-kuku ku ini” yang memamerkan ke Charlotte. 
“Bukankah Lenard bilang bahwa kita akan ketemuan pukul tujuh di restoran?” tanya Charlotte dengan nada tatapan bingung. “Tidak”.
“Lenard menghubungiku tadi siang, ia bilang seperti itu”. Sakura yang meniup-niup kuku-kukunya itu “Memang awalnya ia katakan seperti itu, tetapi ia berkirim pesan kepadaku lagi tadi sekitar pukul empat. Apakah kau tidak menerima pesannya?”.
“Astaga! Ternyata ia meralat apa yang ia katakan sebelumnya? Aku belum mengecek ponsel karena tadi aku sedang mandi pada saat itu” Charlotte pun mencoba merebahkan diri di atas ranjang tempat Sakura tidur.
“Kau memang selalu seperti itu, jarang sekali mengaktifkan ponselmu” gerutu Sakura. Charlotte hanya terkekeh.
“Jadi kita akan bertemu dengan Lenard di restoran pukul berapa?” tanya Charlotte. “Pukul depalan” sahutnya singkat.
“Aku keringkan kuku-kuku ku ini lalu aku akan mandi” katanya yang masih meniup-niup kukunya itu. “Huh, baiklah!” terdengar mendengus “Aku akan menunggumu disini saja, malas untuk kembali ke kamar lagi. Nanti aku malah tertidur jika aku kembali kesana” serunya. “Terserah padamu saja”.


Bersambung...

No comments:

Post a Comment

Bieber'n

Bieber'n