Ig - @FIDADIDO5

Thursday, 3 September 2020

SPRING TO FALL (BAB 19)

            Sakura dan Charlotte segera masuk ke dalam mobil Sakura. Sakura membenarkan kaca tengah mobil nya itu. “Bi kami berangkat” kata Sakura sambil memundurkan mobil. “Hati-hati kalian” seru bibi yang menarik pagar rumah. Mobil merah pun meluncur dengan stabil.

“Apakah kau sudah mengabarkan pada Lenard bahwa kita akan menuju ke restauran?” tanya Charlotte.

“Belum” jawabnya santai, “Tolong kau saja yang hubungi Lenard sekarang” pintanya. “Baiklah” kemudian Charlotte mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Lenard.

 ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

            Noah memutar balikan kursinya itu karena ia menyadari kedatangan seseorang ke dalam ruang kerjanya itu. “Hai Nard. Aku pikir siapa yang masuk” ujarnya terlihat terkejut.

“Sepertinya aku akan pulang sekarang Noah. Aku sudah ada janji malam ini” kata Lenard yang terlihat sudah menggulung lengan bajunya itu hingga ke siku.

“Tidak masalah. Kau pergi saja”

“Apakah Sakura mengatakannya padamu?”.. “Mengatakan apa?” tanyanya heran.

“Aku ini akan pergi dengan Sakura dan Abel untuk merayakan hari jadimu bersama Sakura” jelasnya. “Astaga. Seperti itukah pertemananmu?” katanya sambil terkekeh. “Hmm.. begitulah kalau berteman dengan dua orang gadis genit” terpampang nyata raut wajah Lenard yang menyerah. “Ia tidak mengatakan tentang hal apapun denganku, bahkan saat ia akan pergi merayakannya saat ini. Ya sudah pergilah. Salam dariku untuk Sakura dan Abel, semoga menjadi malam yang sangat menyenangkan” ujar Noah sumringah.

“Akan ku sampaikan salam mu kepada mereka”

 ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

“Lama sekali wanita satu itu” cetus Sakura yang sedang berkaca sembari merapikan rambutnya. Yang Sakura sebut wanita itu adalah Lenard, dikarenakan ia memiliki keleletan yang sangat amat menyebalkan.

“Kau seperti tidak tau Lenard saja. Sudahlah jangan mengoceh terus-terusan, kau dan dia memiliki kesamaan yaitu lelet” sahut Charlotte yang berada disebelahnya.

“Coba kau hubungi wanita itu” perintah Sakura. Terdengar suara decakan lidah Charlotte namun ia tetap menuruti perintah yang dibuat oleh Sakura.

“Tidak ada jawaban” serunya. “Tetapi tersambung?” tanya Sakura penasaran.

“Tersambung, mungkin Lenard sedang dijalan”

“Apa susahya untuk angkat telepon sebentar saja”.. “Coba kau hubungi secara rutin” perintahnya lagi.

Hallo”.. “Bagus” seru Sakura.

Baiklah. Kami tunggu di lobby utama

“Bagaimana?” tanya Sakura. “Sebentar lagi ia akan sampai”

“Syukurlah” katanya lega.

 

Terlihat Lenard di beberapa kerumunan orang-orang yang menuruni tangga berjalan itu. “Itu dia” ujar Sakura yang menunjuk ke arah Lenard berada dan diikuti oleh mata Charlotte. “Lama sekali kau ini. Mengapa ponselmu tidak aktif saat kami hubungi tadi?” tanya Sakura terlihat sedikit kesal.

“Iya, maaf. Tadi aku rasa aku tidak menyadari sejak dikantor ternyata baterai ponselku habis. Dan saat menuju kesini aku melihat ponselku sudah tidak berdaya” jelas Lenard.

“Sudahlah. Mengapa kalian jadi berbicara panjang lebar disini” seru Charlotte. Mereka pun berjalan menuju ke restoran tersebut..

“Selamat malam” sapa si pelayan yang sudah berdiri didepan pintu masuk restoran. Mereka bertiga pun sedikit menundukkan kepala tanda menyapa balik si pelayan.

“Untuk berapa orang?” tanya si pelayan lain yang datang. “Tiga” jawab Lenard.

“Mari” kata si pelayan yang berjalan menuju meja dengan membawa tiga buku menu. “Apakah cocok?” tanyanya kembali. “Sempurna” jawab Lenard.

“Silakan.. ingin pesan sekarang atau nanti?” “Nanti akan kami panggil, terima kasih” ujar Sakura. “Baiklah, permisi”

“Noah titip salam kepada kalian” seru Lenard kepada kedua sahabatnya itu. “Ia tau kalau kita akan merayakan tentang hal ini?” tanya Sakura merasa malu.

“Tentu saja, tadi aku yang mengatakan padanya pada saat izin untuk pulang lebih dulu” Charlotte hanya menyimak sembari bertopang dagu.

“Memalukan” ujar Sakura sembari mengusap kedua matanya. “Lalu kau katakan apalagi selain kami akan merayakan hari jadiku bersamanya?”

“Hanya itu saja, tetapi dia merasa heran dengan pertemanan kita” jelasnya.

“Itu yang ku takutan”

“Sudahlah lupakan rasa takutmu yang berlebihan terhadap Noah, sekarang kau pilih menu makan malam mu itu” perintah Charlotte.

“Ahh” Charlotte yang mengernyit menatap Sakura

“Coba kau lihat pria tua disana” Ujar Sakura dengan nada yang sedikit berbisik. Charlotte pun menoleh ke arah meja dimana pria tua itu berada. Sedikit terkejutnya pria tua itu mengangkat gelas yang berisikan anggur merah didalamnya ke arah meja Sakura dan Charlotte.

Charlotte dan Sakura yang memang membicarakan pria tua itu pun tersenyum palsu. “Kau tersenyum kepada siapa?” tanya Lenard yang berada dihadapan kedua wanita itu.

“Kau lihat saja dimeja sebelah sana” sahut Sakura dengan mulut sedikit miring dan tatapan masih tertuju ke arah pria tua itu.

“Hey! Kau mau kemana?” tanya Sakura yang terkejut melihat Lenard menghampiri meja pria tua itu.

“Hallo..” sapa pria tua itu kepada Lenard.

“Hai” sapa Lenard. “Apakah kau ingin bergabung dengan kami?” kata Lenard menawarkan untuk satu meja dengannya.

“Tidak. Aku mempunyai seorang isteri di London” sahutnya yang dipikir tidak masuk akal.

“Oh baiklah, saya permisi. Selamat menikmati malam anda” kata Lenard sopan. Lalu lenard kembali ke meja yang sudah diperhatikan oleh Sakura dan Charlotte.

“Aku pikir dia sudah mabuk” celetuk Lenard yang sudah kembali duduk dikursi awalnya.

“Maksudmu?” tanya Charlotte.. “Ya, aku menawarinya untuk bergabung dengan kita disini tapi jawaban dia bahwa dia sudah memiliki seorang isteri di London” jelasnya kembali.

“Astaga. Tapi untuk apa ia memesan dua buah gelas, namun tidak ada yang menemaninya?” tanya Sakura.. “Entahlah” jawab Lenard singkat.

“Baiklah.. bagaimana kalau kau ambil foto untukku dan Sakura” pinta Charlotte. Lenard memutar kedua bola matanya itu.

“Berbaik hati lah pada kedua kawan wanita mu ini” kata Sakura meluluhkan.

“Baiklah.. baiklah cepat ambil posisi terbaikmu” ujar Lenard.

“Sabar sedikit.. aku rasa sebelah sini lebih menarik untuk menjadi latar belakang foto kita” .. “Setuju” seru Charlotte.

Sedang asyik bergaya di dalam kamera ponsel, bergantian foto satu sama lain tiba-tiba pria tua itu menghampiri tiga kawanan itu.

“Hei bolehkah saya ikut berfoto dengan kalian?” tanyanya yang sudah berada disamping Lenard. Mereka bertiga saling bertatap satu sama lain.

“Silakan saja” sahut Lenard cepat.

“Bagaimana kalau berdiri ditengah wanita-wanita itu?” saran Lenard. Sakura dan Charlotte menatap Lenard dengan perasaan sebal.

“Baiklah.. coba sedikit lebih dekat” Lenard terlihat mengatur posis kedua temannya itu dan pria tua tersebut. “Sempurna” ujarnya sekali lagi.

“Ayo.. lagi lagi” pinta Lenard yang terlihat dengan wajah sangat bergembira. Namun tidak dengan kedua sahabat wanitanya itu.

“Bisakah kau fotokan ku dengan satu per satu gadis ini?” tanya pria tua itu.

“Tidak masalah, dengan senang hati” jawab Lenard dengan semangat yang menggebu-gebu.

“Maaf, saya tidak bisa” celetuk Sakura. “Oh tidak masalah” sahut pria itu dengan menatap Sakura. Lalu Sakura tersenyum tipis kemudian ia pergi ke mejanya itu.

Mereka masih asyik berfoto, namun tak lama kemudian pria tua itu terlihat mengucapkan terima kasih karena ia diperbolehkan untuk bergabung di acara foto kami dan kemudian ia kembali ke mejanya.

 

 

 


No comments:

Post a Comment

Bieber'n

Bieber'n