Sakura dan Charlotte segera masuk ke
dalam mobil Sakura. Sakura membenarkan kaca tengah mobil nya itu. “Bi kami
berangkat” kata Sakura sambil memundurkan mobil. “Hati-hati kalian” seru bibi
yang menarik pagar rumah. Mobil merah pun meluncur dengan stabil.
“Apakah kau
sudah mengabarkan pada Lenard bahwa kita akan menuju ke restauran?” tanya
Charlotte.
“Belum”
jawabnya santai, “Tolong kau saja yang hubungi Lenard sekarang” pintanya.
“Baiklah” kemudian Charlotte mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan pesan
kepada Lenard.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Noah memutar balikan kursinya itu
karena ia menyadari kedatangan seseorang ke dalam ruang kerjanya itu. “Hai
Nard. Aku pikir siapa yang masuk” ujarnya terlihat terkejut.
“Sepertinya
aku akan pulang sekarang Noah. Aku sudah ada janji malam ini” kata Lenard yang
terlihat sudah menggulung lengan bajunya itu hingga ke siku.
“Tidak
masalah. Kau pergi saja”
“Apakah
Sakura mengatakannya padamu?”.. “Mengatakan apa?” tanyanya heran.
“Aku ini akan
pergi dengan Sakura dan Abel untuk merayakan hari jadimu bersama Sakura”
jelasnya. “Astaga. Seperti itukah pertemananmu?” katanya sambil terkekeh.
“Hmm.. begitulah kalau berteman dengan dua orang gadis genit” terpampang nyata
raut wajah Lenard yang menyerah. “Ia tidak mengatakan tentang hal apapun
denganku, bahkan saat ia akan pergi merayakannya saat ini. Ya sudah pergilah.
Salam dariku untuk Sakura dan Abel, semoga menjadi malam yang sangat
menyenangkan” ujar Noah sumringah.
“Akan
ku sampaikan salam mu kepada mereka”
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“Lama sekali
wanita satu itu” cetus Sakura yang sedang berkaca sembari merapikan rambutnya.
Yang Sakura sebut wanita itu adalah Lenard, dikarenakan ia memiliki keleletan
yang sangat amat menyebalkan.
“Kau seperti
tidak tau Lenard saja. Sudahlah jangan mengoceh terus-terusan, kau dan dia
memiliki kesamaan yaitu lelet” sahut Charlotte yang berada disebelahnya.
“Coba kau
hubungi wanita itu” perintah Sakura. Terdengar suara decakan lidah Charlotte
namun ia tetap menuruti perintah yang dibuat oleh Sakura.
“Tidak ada
jawaban” serunya. “Tetapi tersambung?” tanya Sakura penasaran.
“Tersambung,
mungkin Lenard sedang dijalan”
“Apa susahya
untuk angkat telepon sebentar saja”.. “Coba kau hubungi secara rutin” perintahnya
lagi.
“Hallo”.. “Bagus” seru Sakura.
“Baiklah. Kami tunggu di lobby utama”
“Bagaimana?”
tanya Sakura. “Sebentar lagi ia akan sampai”
“Syukurlah”
katanya lega.
Terlihat
Lenard di beberapa kerumunan orang-orang yang menuruni tangga berjalan itu. “Itu
dia” ujar Sakura yang menunjuk ke arah Lenard berada dan diikuti oleh mata
Charlotte. “Lama sekali kau ini. Mengapa ponselmu tidak aktif saat kami hubungi
tadi?” tanya Sakura terlihat sedikit kesal.
“Iya, maaf.
Tadi aku rasa aku tidak menyadari sejak dikantor ternyata baterai ponselku
habis. Dan saat menuju kesini aku melihat ponselku sudah tidak berdaya” jelas
Lenard.
“Sudahlah.
Mengapa kalian jadi berbicara panjang lebar disini” seru Charlotte. Mereka pun
berjalan menuju ke restoran tersebut..
“Selamat
malam” sapa si pelayan yang sudah berdiri didepan pintu masuk restoran. Mereka
bertiga pun sedikit menundukkan kepala tanda menyapa balik si pelayan.
“Untuk berapa
orang?” tanya si pelayan lain yang datang. “Tiga” jawab Lenard.
“Mari” kata
si pelayan yang berjalan menuju meja dengan membawa tiga buku menu. “Apakah
cocok?” tanyanya kembali. “Sempurna” jawab Lenard.
“Silakan..
ingin pesan sekarang atau nanti?” “Nanti akan kami panggil, terima kasih” ujar
Sakura. “Baiklah, permisi”
“Noah titip
salam kepada kalian” seru Lenard kepada kedua sahabatnya itu. “Ia tau kalau
kita akan merayakan tentang hal ini?” tanya Sakura merasa malu.
“Tentu saja,
tadi aku yang mengatakan padanya pada saat izin untuk pulang lebih dulu”
Charlotte hanya menyimak sembari bertopang dagu.
“Memalukan”
ujar Sakura sembari mengusap kedua matanya. “Lalu kau katakan apalagi selain
kami akan merayakan hari jadiku bersamanya?”
“Hanya itu
saja, tetapi dia merasa heran dengan pertemanan kita” jelasnya.
“Itu yang ku
takutan”
“Sudahlah
lupakan rasa takutmu yang berlebihan terhadap Noah, sekarang kau pilih menu
makan malam mu itu” perintah Charlotte.
“Ahh”
Charlotte yang mengernyit menatap Sakura
“Coba kau
lihat pria tua disana” Ujar Sakura dengan nada yang sedikit berbisik. Charlotte
pun menoleh ke arah meja dimana pria tua itu berada. Sedikit terkejutnya pria
tua itu mengangkat gelas yang berisikan anggur merah didalamnya ke arah meja
Sakura dan Charlotte.
Charlotte dan
Sakura yang memang membicarakan pria tua itu pun tersenyum palsu. “Kau tersenyum
kepada siapa?” tanya Lenard yang berada dihadapan kedua wanita itu.
“Kau lihat
saja dimeja sebelah sana” sahut Sakura dengan mulut sedikit miring dan tatapan
masih tertuju ke arah pria tua itu.
“Hey! Kau mau
kemana?” tanya Sakura yang terkejut melihat Lenard menghampiri meja pria tua
itu.
“Hallo..”
sapa pria tua itu kepada Lenard.
“Hai” sapa
Lenard. “Apakah kau ingin bergabung dengan kami?” kata Lenard menawarkan untuk
satu meja dengannya.
“Tidak. Aku
mempunyai seorang isteri di London” sahutnya yang dipikir tidak masuk akal.
“Oh baiklah,
saya permisi. Selamat menikmati malam anda” kata Lenard sopan. Lalu lenard
kembali ke meja yang sudah diperhatikan oleh Sakura dan Charlotte.
“Aku pikir
dia sudah mabuk” celetuk Lenard yang sudah kembali duduk dikursi awalnya.
“Maksudmu?”
tanya Charlotte.. “Ya, aku menawarinya untuk bergabung dengan kita disini tapi
jawaban dia bahwa dia sudah memiliki seorang isteri di London” jelasnya
kembali.
“Astaga. Tapi
untuk apa ia memesan dua buah gelas, namun tidak ada yang menemaninya?” tanya
Sakura.. “Entahlah” jawab Lenard singkat.
“Baiklah..
bagaimana kalau kau ambil foto untukku dan Sakura” pinta Charlotte. Lenard
memutar kedua bola matanya itu.
“Berbaik hati
lah pada kedua kawan wanita mu ini” kata Sakura meluluhkan.
“Baiklah..
baiklah cepat ambil posisi terbaikmu” ujar Lenard.
“Sabar
sedikit.. aku rasa sebelah sini lebih menarik untuk menjadi latar belakang foto
kita” .. “Setuju” seru Charlotte.
Sedang
asyik bergaya di dalam kamera ponsel, bergantian foto satu sama lain tiba-tiba
pria tua itu menghampiri tiga kawanan itu.
“Hei
bolehkah saya ikut berfoto dengan kalian?” tanyanya yang sudah berada disamping
Lenard. Mereka bertiga saling bertatap satu sama lain.
“Silakan
saja” sahut Lenard cepat.
“Bagaimana
kalau berdiri ditengah wanita-wanita itu?” saran Lenard. Sakura dan Charlotte
menatap Lenard dengan perasaan sebal.
“Baiklah..
coba sedikit lebih dekat” Lenard terlihat mengatur posis kedua temannya itu dan
pria tua tersebut. “Sempurna” ujarnya sekali lagi.
“Ayo..
lagi lagi” pinta Lenard yang terlihat dengan wajah sangat bergembira. Namun
tidak dengan kedua sahabat wanitanya itu.
“Bisakah
kau fotokan ku dengan satu per satu gadis ini?” tanya pria tua itu.
“Tidak
masalah, dengan senang hati” jawab Lenard dengan semangat yang menggebu-gebu.
“Maaf,
saya tidak bisa” celetuk Sakura. “Oh tidak masalah” sahut pria itu dengan
menatap Sakura. Lalu Sakura tersenyum tipis kemudian ia pergi ke mejanya itu.
Mereka
masih asyik berfoto, namun tak lama kemudian pria tua itu terlihat mengucapkan
terima kasih karena ia diperbolehkan untuk bergabung di acara foto kami dan
kemudian ia kembali ke mejanya.
No comments:
Post a Comment