Sakura yang sudah duduk cukup lama di sofa lobby untuk menunggu kedatangan Noah. “Sakura” sapanya hangat.
Sakura segera
bangun dari sofanya dan dengan cepat menghampiri Noah lalu memeluknya “Noah aku
rindu sekali” katanya sambil memeluk Noah dan Noah pun melingkarkan kedua
tangannya pada tubuh gadis itu.
“Aku juga”
sahutnya.
“Silakan duduk” Sakura mulai
melepaskan pelukannya.
“Bagaimana
kabarmu disana, setelah tidak ada aku?” tanya Noah dengan posisi duduk agak
sedikit miring menghadap Sakura. “Tidak merasa baik. Selalu saja merasa sepi,
meskipun pekerjaanku dan tugas kuliah menumpuk tapi aku tetap merasa sepi”
“Sekarang aku
sudah ada dihadapanmu” katanya sambil merentangkan tangan.
“Hanya
beberapa jam saja” gumamnya.. “Kau tau? Aku selalu memutar lagu Fall For You setiap saat, hingga orang
rumah bosan padaku?”
Noah terlihat
tertawa “Kau ini” katanya dengan mengacak-acak pelan rambut Sakura.
Sakura
terlihat masih memberengut. “Kau harus bahagia sekarang, karena aku ada disini”
kata Noah tersenyum.
“Besok ikut
denganku ya Noah untuk kembali ke Amsterdam?” rengeknya. “Tidak bisa untuk saat
ini, Sakura”.. “Akan kupastikan setelah ini aku akan kembali ke Amsterdam”
sambungnya.
“Janji”
terlihat jari kelingkingnya terangkat. Lalu disambut oleh Noah.
“Janji”.
Sakura pun tersenyum.
000
Sakura saat ini sudah berada didalam
mobil yang dikendarai oleh Noah. Mereka hanya pergi keluar berdua. Ia pisah
dengan ke-empat kawanannya itu. “Kita akan kemana?”.. “Sudah ikut saja”
Pagi yang
cukup cerah disinari matahari namun dengan angin yang cukup saja membuat Sakura
sesekali bergidik.
“Le Panier” seru Noah. Sakura segera
melepaskan sabuk pengamannya itu dan membuka pintu mobil. “Ini lebih indah lagi”
mata yang berbinar menunjukkan ekspresi sangat bahagia.
“Ya! Banyak tempat
cantik di Marseille” kata Noah. “Ayo kita ke dalam gang-gang itu.. disana
banyak cafe atau tempat lainnya”.
Selayaknya area kota tua di berbagai
belahan dunia lainnya. Le Panier adalah kawasan yang bermukim di
Marseille yang sudah berumur. Terletak di lereng bukit, sebelah atas Vieux Port yang kemarin malam Sakura kunjungi.
Kawasan yang sudah menjadi hunian bagi masyarakat Yunani kuno sejak tahun 600
sebelum masehi ini kini menjadi pusat sejarah dan budaya Marseille.
Selain kental akan sejarah, ia juga
kental akan pemandangan zaman dulu yang indah. Disana terdapat banyak tangga,
kedai makanan dan minuman, butik seniman lokal dan juga galeri seni. Pemandangan
bangunan yang sangat memanjakan mata.
Bangunan-bangunan tinggi yang
terbagi menjadi beberapa toko kecil itu sangat menarik untuk dikunjungi. Warna-warni
bangunan yang disinari pencahayaan dari sinar matahari semakin menarik.
“Coba kau
lihat toko kecil itu” katanya sembari menunjuk. “Ayo kita masuk”.. banyak
kerajinan tangan yang dijual didalam toko tersebut yang dibuat oleh penduduk
lokal.
“Cantik
sekali vas bunga ini” katanya sambil memegang salah satu vas bunga yang ada
disana. “Kalau kau tertarik ambil saja”
Sakura menoleh ke arah Noah. Noah
pun mengangguk pelan.
Lalu ia
membawa vas bunga itu dan kembali berkeliling toko. Melihat-lihat yang lain
Noah menemukan sebuah tas yang sangat antik “Sakura! Kau mau ini? Ini sangat
cocok untukmu”
“Wahh! Bagus sekali”.
“Coba yang lain ikut kita kesini, pasti mereka sangat menyukainya”
“Kurasa
begitu”
000
“Noah.. aku
akan kembali ke Amsterdam sekarang juga” Noah yang mengantarkan Sakura hingga
depan pintu masuk stasiun. Noah pun memeluk Sakura “Kau tidak perlu khawatir
seperti ini Sakura”.
Sakura
terdiam.
“Aku akan menyusulmu nanti, kau
bisakan tunggu aku nanti?” tanyanya sambil mengusap airmata Sakura yang mulai
membasahi pipinya itu.
“Sakura, ayo kita masuk sekarang” Charlotte yang menghampirinya dan merangkul
bahu Sakura. “Noah kami berangkat dulu, sampai jumpa dilain waktu” ujar
Charlotte. Sakura masih terdiam.
“Kalian
hati-hati” kata Noah. “Sampai jumpa semua” seru Noah kepada yang lain dan
melambaikan tangan ke arahnya.
No comments:
Post a Comment