Ig - @FIDADIDO5

Sunday, 13 September 2020

SPRING TO FALL (BAB 24)

    Sakura yang sudah duduk cukup lama di sofa lobby untuk menunggu kedatangan Noah. “Sakura” sapanya hangat.

Sakura segera bangun dari sofanya dan dengan cepat menghampiri Noah lalu memeluknya “Noah aku rindu sekali” katanya sambil memeluk Noah dan Noah pun melingkarkan kedua tangannya pada tubuh gadis itu.

“Aku juga” sahutnya.

            “Silakan duduk” Sakura mulai melepaskan pelukannya.

“Bagaimana kabarmu disana, setelah tidak ada aku?” tanya Noah dengan posisi duduk agak sedikit miring menghadap Sakura. “Tidak merasa baik. Selalu saja merasa sepi, meskipun pekerjaanku dan tugas kuliah menumpuk tapi aku tetap merasa sepi”

“Sekarang aku sudah ada dihadapanmu” katanya sambil merentangkan tangan.

“Hanya beberapa jam saja” gumamnya.. “Kau tau? Aku selalu memutar lagu Fall For You setiap saat, hingga orang rumah bosan padaku?”

Noah terlihat tertawa “Kau ini” katanya dengan mengacak-acak pelan rambut Sakura.

Sakura terlihat masih memberengut. “Kau harus bahagia sekarang, karena aku ada disini” kata Noah tersenyum.

“Besok ikut denganku ya Noah untuk kembali ke Amsterdam?” rengeknya. “Tidak bisa untuk saat ini, Sakura”.. “Akan kupastikan setelah ini aku akan kembali ke Amsterdam” sambungnya.

“Janji” terlihat jari kelingkingnya terangkat. Lalu disambut oleh Noah.

“Janji”. Sakura pun tersenyum.

000

 

            Sakura saat ini sudah berada didalam mobil yang dikendarai oleh Noah. Mereka hanya pergi keluar berdua. Ia pisah dengan ke-empat kawanannya itu. “Kita akan kemana?”.. “Sudah ikut saja”

Pagi yang cukup cerah disinari matahari namun dengan angin yang cukup saja membuat Sakura sesekali bergidik.

Le Panier” seru Noah. Sakura segera melepaskan sabuk pengamannya itu dan membuka pintu mobil. “Ini lebih indah lagi” mata yang berbinar menunjukkan ekspresi sangat bahagia.

“Ya! Banyak tempat cantik di Marseille” kata Noah. “Ayo kita ke dalam gang-gang itu.. disana banyak cafe atau tempat lainnya”.

            Selayaknya area kota tua di berbagai belahan dunia lainnya.  Le Panier adalah kawasan yang bermukim di Marseille yang sudah berumur. Terletak di lereng bukit, sebelah atas Vieux Port yang kemarin malam Sakura kunjungi. Kawasan yang sudah menjadi hunian bagi masyarakat Yunani kuno sejak tahun 600 sebelum masehi ini kini menjadi pusat sejarah dan budaya Marseille.

            Selain kental akan sejarah, ia juga kental akan pemandangan zaman dulu yang indah. Disana terdapat banyak tangga, kedai makanan dan minuman, butik seniman lokal dan juga galeri seni. Pemandangan bangunan yang sangat memanjakan mata.

            Bangunan-bangunan tinggi yang terbagi menjadi beberapa toko kecil itu sangat menarik untuk dikunjungi. Warna-warni bangunan yang disinari pencahayaan dari sinar matahari semakin menarik.

“Coba kau lihat toko kecil itu” katanya sembari menunjuk. “Ayo kita masuk”.. banyak kerajinan tangan yang dijual didalam toko tersebut yang dibuat oleh penduduk lokal.

“Cantik sekali vas bunga ini” katanya sambil memegang salah satu vas bunga yang ada disana. “Kalau kau tertarik ambil saja”

            Sakura menoleh ke arah Noah. Noah pun mengangguk pelan.

Lalu ia membawa vas bunga itu dan kembali berkeliling toko. Melihat-lihat yang lain Noah menemukan sebuah tas yang sangat antik “Sakura! Kau mau ini? Ini sangat cocok untukmu”

“Wahh! Bagus sekali”. “Coba yang lain ikut kita kesini, pasti mereka sangat menyukainya”

“Kurasa begitu”

000

“Noah.. aku akan kembali ke Amsterdam sekarang juga” Noah yang mengantarkan Sakura hingga depan pintu masuk stasiun. Noah pun memeluk Sakura “Kau tidak perlu khawatir seperti ini Sakura”.

Sakura terdiam.

            “Aku akan menyusulmu nanti, kau bisakan tunggu aku nanti?” tanyanya sambil mengusap airmata Sakura yang mulai membasahi pipinya itu.
“Sakura, ayo kita masuk sekarang” Charlotte yang menghampirinya dan merangkul bahu Sakura. “Noah kami berangkat dulu, sampai jumpa dilain waktu” ujar Charlotte. Sakura masih terdiam.

“Kalian hati-hati” kata Noah. “Sampai jumpa semua” seru Noah kepada yang lain dan melambaikan tangan ke arahnya.

 

No comments:

Post a Comment

Bieber'n

Bieber'n