Ig - @FIDADIDO5

Friday, 11 September 2020

SPRING TO FALL (BAB 23)

    Terlihat tumpukkan koper dan tas-tas besar pada rak yang berjajar diatas kepala. Keberangkatan dari Belanda khususnya kota Amsterdam ke Perancis menjadi salah satu keberangkatan yang paling ramai diminati. Disetiap gerbong dipenuhi oleh para turis lokal maupun internasional. Perjalanan ini akan sangat menyenangkan bagi Sakura dan ke-empat kawannya itu.

            Kereta yang mulai memperlambat kecepatannya itu membuat Sakura dan penumpang kereta lainnya mulai bersiap-siap.

“Astaga.. hampir sampai”

Perancis adalah negara di Eropa kedua yang baru ia kunjungi. Dan ini baru pertama kalinya bagi Sakura. Sekian lama ia menetap di Belanda, ia belum pernah berwisata keluar ke negara di Eropa lainnya.

“Perancis..” katanya yang keluar dari mulutnya dengan hembusan semilir angin musim gugur.

“Kau sudah menghubungi orang yang membawa mobil yang sudah kita sewa?” tanya salah satu temannya. “Aku tidak tau... coba kau tanya Lenard” Ujar Sakura.

            Sakura berangkat ke Marseille bersama Lenard, Charlotte, Nienke dan Jose. Awalnya ia berniat ingin bepergian bersama beberapa teman dari kelasnya, namun hanya Jose yang mempunyai waktu liburan. Dan akhirnya ia mengajak Lenard, Charlotte dan Nienke teman kerja di restorannya.

“Biar ku yang hubungi orang itu” seru Jose.

            Selagi Jose menghubungi orang yang menyewakan mobilnya itu, mereka sembari berjalan keluar dari dalam stasiun kereta ke arah luar parkir.

“Ahh! Itu mobilnya” tunjuk Jose.. Mobil tersebut melaju ke arah mereka ber-lima.

Lalu mereka memasukkan tas-tas besarnya yang dibawanya itu kedalam bagasi belakang mobil tersebut dengan segera. Kunci mobil sudah diberikan saatnya ia meluncur menuju penginapan yang berada lumayan jauh dari stasiun.

“Kurasa sebelum kita ke penginapan, sebaiknya kita isi perut dulu. Aku lapar sekali” ujar Sakura yang berada di bagian posisi tengah mobil.

“Kurasa juga begitu” sambung Charlotte.

000

 

            Semua makanan yang dipesan sudah hampir ludes diatas piring-piring itu. “Nanti sore kita akan kemana?” tanya Lenard.

“Keliling kota Marseille saja”

            Setelah itu mereka semua melanjutkan perjalanan ke penginapan mereka yang masih menempuh jarak berkilometer. Lenard yang saat ini berada dibalik kemudi.

            Pemandangan bangunan-bangunan klasik berderet sepanjang jalan membuat mata tiada hentinya memaksa untuk memandang. Beberapa penumpang didalam mobil ada yang memilih untuk tidur selama didalam perjalanan. Namun tidak berlaku untuk Sakura. Sakura lebih memilih untuk melihat pemandangan dimana negara tersebut baru pertama kali ia kunjungi. Meskipun kota ini bukan menjadi ibukota negara Perancis, tetapi kota ini adalah kota paling tua di negara ini. Tidak hayal kota ini memiliki banyak bangunan klasik dari segi arsitekturnya.

            Meskipun begitu bangunan-bangunan tersebut masih layak digunakan sebagai kantor, cafe atau restoran dan lain halnya. Menjadi daya tarik pelancong untuk menikmatinya. Salah satunya Sakura sendiri. Tidak salah ia memilih kota ini sebagai tujuan kunjungan destinasinya. Menakjubkan!

            Sekitar 20 menit berlalu.. mereka tiba penginapan yang tidak kalah indahnya. Berhadapan dengan pelabuhan kapal-kapal kecil.

Terbagi menjadi 2 kamar. Sakura, Charlotte dan Nienke mendapati kamar yang persis berada ditengah. Kemudian Lenard dan Jose berada disebelah kamar 3 kawan wanitanya itu.

 

“Aku sudah di Marseille”

“Benarkah? Aku akan menemuimu nanti malam, apakah kau bersedia?” tanya Noah diseberang telepon. “Maaf Noah aku akan pergi bersama yang lain sepertinya. Hmm bagaimana kalau esok hari?”...

“Baiklah. Selamat bersenang-senang, kirimkan salam dariku untuk yang lain”

000

 

“Udara terasa dingin sekali” seru Sakura. Terlihat ia mendekapkan jaket tebalnya itu lebih erat lagi. Mereka semua duduk di luar cafe yang berpayungkan tenda.

            Vieux Port de Marseille adalah pelabuhan pertama yang dibangun oleh bangsa Yunani. Sekarang pelabuhan ini menjadi tempat wisata yang cukup terkenal di Marseille. Di area ini terdapat banyak cafe, restoran dan juga kedai makanan. Disini adalah lokasi terbaik jika para turis luar yang ingin mencicipi kuliner khas kota Marseille. Banyak makanan khas daerah sini yang dijual di kedai-kedai kecil sepanjang jalan pelabuhan.

Saat ini mereka hanya ingin nongkrong santai dan bercerita ringan, dan ditemani oleh beberapa coklat panas.. untuk cemilannya ia hanya memesan 2 buah croissant dan 2 cup creme brulee.

            Sebelum mereka memilih cafe ini untuk duduk santai. Mereka telah mengunjungi salah satu restoran ternama yang berada di area sekitar. Mereka sempat memesan soupe a l’oignon atau sup dari kuah kaldu sapi yang kental yang dicampur bawang putih, suwiran ayam dan parutan keju. Pilihan yang tepat untuk menghangatkan tubuh di cuaca seperti saat ini. Dan mereka juga memesan sebagai menu utamanya yaitu coq au vin dan confit de canard. Coq au vin berupa kaki ayam yang dimasak dengan anggur merah dalam waktu lama, agar mendapatkan teksur daging yang sangat lembut ditambahnya dengan irisan jamur, lardon dan bawang.

            Sedangkan confit de canard adalah kaki bebek yang dimatangkan selama 36 jam lamanya. Agar menambah rasa, dicampurkan pula bawang putih, garam dan thyme yang dimarinasi selama 24 jam. Cara memasak makanan ini bisa digoreng atau dipanggang dan dapat dihidangkan bersama kentang dan bawang putih.

            Makanan-makanan yang dipilihnya tidak sembarangan, melainkan untuk menghangatkan tubuh mereka.

 

            “Halo.. selamat malah Noah” waktu sudah menunjukkan pukul 8:30 malam. “Selamat malam Sakura.. ada apa?”

“Jadi begini.. aku akan pulang ke Amsterdam besok sore” guraunya.

“Cepat sekali! Bagaimana mungkin?” katanya heran. “Lenard.. ia salah pilih jadwal, tadi aku dan yang lainnya sudah bersikeras untuk menelepon pihak pengurus jadwal keberangkatan. Namun banyak persyaratan yang dibutuhkan dan kami tidak punya waktu untuk itu semua. Jadi kami putuskan untuk pulang cepat, kami tidak ada pilihan lain” jelasnya.

“Baiklah. Kalau begitu aku akan berkendara kesana sekarang. Untung saja aku sudah mempersiapkan baju didalam satu tas”

“Kau tidak bercanda? Yasudah kalau begitu kau hati-hati, alamat penginapan akan ku kirimkan pesan”

“Sampai jumpa” kata Noah yang segera bergegas.

No comments:

Post a Comment

Bieber'n

Bieber'n