Terlihat tumpukkan koper dan tas-tas besar pada rak yang berjajar diatas kepala. Keberangkatan dari Belanda khususnya kota Amsterdam ke Perancis menjadi salah satu keberangkatan yang paling ramai diminati. Disetiap gerbong dipenuhi oleh para turis lokal maupun internasional. Perjalanan ini akan sangat menyenangkan bagi Sakura dan ke-empat kawannya itu.
Kereta yang mulai memperlambat
kecepatannya itu membuat Sakura dan penumpang kereta lainnya mulai
bersiap-siap.
“Astaga..
hampir sampai”
Perancis
adalah negara di Eropa kedua yang baru ia kunjungi. Dan ini baru pertama
kalinya bagi Sakura. Sekian lama ia menetap di Belanda, ia belum pernah
berwisata keluar ke negara di Eropa lainnya.
“Perancis..”
katanya yang keluar dari mulutnya dengan hembusan semilir angin musim gugur.
“Kau sudah
menghubungi orang yang membawa mobil yang sudah kita sewa?” tanya salah satu
temannya. “Aku tidak tau... coba kau tanya Lenard” Ujar Sakura.
Sakura berangkat ke Marseille
bersama Lenard, Charlotte, Nienke dan Jose. Awalnya ia berniat ingin bepergian
bersama beberapa teman dari kelasnya, namun hanya Jose yang mempunyai waktu
liburan. Dan akhirnya ia mengajak Lenard, Charlotte dan Nienke teman kerja di
restorannya.
“Biar ku yang
hubungi orang itu” seru Jose.
Selagi Jose menghubungi orang yang
menyewakan mobilnya itu, mereka sembari berjalan keluar dari dalam stasiun
kereta ke arah luar parkir.
“Ahh! Itu
mobilnya” tunjuk Jose.. Mobil tersebut melaju ke arah mereka ber-lima.
Lalu mereka
memasukkan tas-tas besarnya yang dibawanya itu kedalam bagasi belakang mobil
tersebut dengan segera. Kunci mobil sudah diberikan saatnya ia meluncur menuju
penginapan yang berada lumayan jauh dari stasiun.
“Kurasa
sebelum kita ke penginapan, sebaiknya kita isi perut dulu. Aku lapar sekali”
ujar Sakura yang berada di bagian posisi tengah mobil.
“Kurasa juga
begitu” sambung Charlotte.
000
Semua makanan yang dipesan sudah
hampir ludes diatas piring-piring itu. “Nanti sore kita akan kemana?” tanya
Lenard.
“Keliling
kota Marseille saja”
Setelah itu mereka semua melanjutkan
perjalanan ke penginapan mereka yang masih menempuh jarak berkilometer. Lenard
yang saat ini berada dibalik kemudi.
Pemandangan bangunan-bangunan klasik
berderet sepanjang jalan membuat mata tiada hentinya memaksa untuk memandang.
Beberapa penumpang didalam mobil ada yang memilih untuk tidur selama didalam
perjalanan. Namun tidak berlaku untuk Sakura. Sakura lebih memilih untuk
melihat pemandangan dimana negara tersebut baru pertama kali ia kunjungi.
Meskipun kota ini bukan menjadi ibukota negara Perancis, tetapi kota ini adalah
kota paling tua di negara ini. Tidak hayal kota ini memiliki banyak bangunan
klasik dari segi arsitekturnya.
Meskipun begitu bangunan-bangunan
tersebut masih layak digunakan sebagai kantor, cafe atau restoran dan lain
halnya. Menjadi daya tarik pelancong untuk menikmatinya. Salah satunya Sakura sendiri.
Tidak salah ia memilih kota ini sebagai tujuan kunjungan destinasinya.
Menakjubkan!
Sekitar 20 menit berlalu.. mereka
tiba penginapan yang tidak kalah indahnya. Berhadapan dengan pelabuhan
kapal-kapal kecil.
Terbagi
menjadi 2 kamar. Sakura, Charlotte dan Nienke mendapati kamar yang persis
berada ditengah. Kemudian Lenard dan Jose berada disebelah kamar 3 kawan
wanitanya itu.
“Aku sudah di Marseille”
“Benarkah? Aku akan menemuimu nanti
malam, apakah kau bersedia?” tanya Noah diseberang telepon. “Maaf Noah aku akan
pergi bersama yang lain sepertinya. Hmm bagaimana kalau esok hari?”...
“Baiklah. Selamat bersenang-senang,
kirimkan salam dariku untuk yang lain”
000
“Udara terasa
dingin sekali” seru Sakura. Terlihat ia mendekapkan jaket tebalnya itu lebih
erat lagi. Mereka semua duduk di luar cafe yang berpayungkan tenda.
Vieux Port de Marseille adalah
pelabuhan pertama yang dibangun oleh bangsa Yunani. Sekarang pelabuhan ini
menjadi tempat wisata yang cukup terkenal di Marseille. Di area ini terdapat
banyak cafe, restoran dan juga kedai makanan. Disini adalah lokasi terbaik jika
para turis luar yang ingin mencicipi kuliner khas kota Marseille. Banyak makanan
khas daerah sini yang dijual di kedai-kedai kecil sepanjang jalan pelabuhan.
Saat ini
mereka hanya ingin nongkrong santai dan bercerita ringan, dan ditemani oleh
beberapa coklat panas.. untuk cemilannya ia hanya memesan 2 buah croissant dan 2 cup creme brulee.
Sebelum mereka memilih cafe ini
untuk duduk santai. Mereka telah mengunjungi salah satu restoran ternama yang
berada di area sekitar. Mereka sempat memesan soupe a l’oignon atau sup dari kuah kaldu sapi yang kental yang
dicampur bawang putih, suwiran ayam dan parutan keju. Pilihan yang tepat untuk
menghangatkan tubuh di cuaca seperti saat ini. Dan mereka juga memesan sebagai
menu utamanya yaitu coq au vin dan confit de canard. Coq au vin berupa kaki ayam yang dimasak dengan anggur merah dalam
waktu lama, agar mendapatkan teksur daging yang sangat lembut ditambahnya
dengan irisan jamur, lardon dan bawang.
Sedangkan confit de canard adalah kaki bebek yang dimatangkan selama 36 jam
lamanya. Agar menambah rasa, dicampurkan pula bawang putih, garam dan thyme
yang dimarinasi selama 24 jam. Cara memasak makanan ini bisa digoreng atau
dipanggang dan dapat dihidangkan bersama kentang dan bawang putih.
Makanan-makanan yang dipilihnya
tidak sembarangan, melainkan untuk menghangatkan tubuh mereka.
“Halo..
selamat malah Noah” waktu sudah menunjukkan pukul 8:30 malam. “Selamat malam Sakura.. ada apa?”
“Jadi begini.. aku akan pulang ke
Amsterdam besok sore” guraunya.
“Cepat sekali! Bagaimana mungkin?”
katanya heran. “Lenard.. ia salah pilih jadwal, tadi aku dan yang lainnya sudah
bersikeras untuk menelepon pihak pengurus jadwal keberangkatan. Namun banyak
persyaratan yang dibutuhkan dan kami tidak punya waktu untuk itu semua. Jadi kami
putuskan untuk pulang cepat, kami tidak ada pilihan lain” jelasnya.
“Baiklah. Kalau begitu aku akan
berkendara kesana sekarang. Untung saja aku sudah mempersiapkan baju didalam
satu tas”
“Kau tidak bercanda? Yasudah kalau
begitu kau hati-hati, alamat penginapan akan ku kirimkan pesan”
“Sampai jumpa” kata Noah yang segera bergegas.
No comments:
Post a Comment