Ig - @FIDADIDO5

Wednesday, 13 May 2020

SPRING TO FALL (BAB 14)


Mencoba meluruskan kaki yang sejak seharian tadi beraktivitas diluar ruangan. Ia mulai merasakan pegal-pegal pada otot kakinya. Lalu meraih ponselnya yang berada diatas meja disamping tempat tidurnya. Dan mulai mencari kontak dengan nama Noah.
            Rasanya ingin sekali menelepon orang ini” katanya yang merasa gemas melihat namanya yang berada di ponsel tersebut. Diletakkannya ponsel tersebut tepat disampingnya.
Hallo” terdengar suara dua kali yang berada diujung sana dan Sakura tiba-tiba terdiam sejenak dan tak lama mengarahkan telinganya ke sumber suara tersebut.
            Astaga, ternyata tidak sengaja kepencet. Duh bagaimana ini?”  gumamnya dalam hati. Kemudian Sakura mencoba mengambil ponselnya dan meletakkan di telinganya “Ha.. hallo”.
Hai, ada apa? Tumben menelepon?” Tanya Noah.
            Terus mencari jawaban dan menahan malu atas kecerobohannya sendiri Hmm.. tadi aku sedang memainkan ponselku dan membuka kontak, tiba-tiba saja ada nomormu”.
Noah yang terdengar sedikit tertawa Jadi kau meneleponku gara-gara kau melihat kontakku ada di daftar kontakkmu?”.  Tidak juga”.
            Heh.. tapi aku sepertinya tidak pernah meminta nomormu sebelumnya, kau yang mengetikkan dan menyimpannya di ponselku ya?” sambung Sakura. Dengan santainya Noah menjawab “Iya”. Rasa penasaran Sakura pun terjawab, ternyata benar Noah yang membuka ponselnya dan memasukkan kontaknya pada ponsel Sakura.
            Kapan kau memasukkan nomormu di ponselku?” Tanyanya memastikan. Saat kau sedang sakit waktu lalu, tepatnya saat kau sedang tertidur” jelasnya. Ingin Sakura katakan yang sebenarnya tetapi ia takut Noah tidak merasakan hal yang sama, dan itu akan membuatnya malu.
Maaf” celetuk Noah yang berhasil membuyarkan lamunan Sakura.
            Maaf untuk apa?” kata Sakura bingung. Aku sedang sibuk akhir-akhir ini dan jarang sekali menemuimu atau mengabarkanmu” jelas Noah.
Sakura yang merasakan hal itu ingin bertanya yang sebenarnya tentang perasaan Noah terhadapnya Tidak masalah” berusaha mencoba agar semuanya baik-baik saja.
Tapi sesibuk itukah?” sontak pertanyaan Sakura yang tiba-tiba melesat mulus keluar dari mulutnya. Noah terdiam dan bingung apa yang harus ia jelaskan yang sebenarnya.
            Memutar-mutarkan bolpoin tidak mengalihkan tentang kebingungannya itu Sebenarnya tidak terlalu sibuk, hanya saja..”. Sakura langsung memotong kata-kata Noah Hanya saja apa Noah? Kau kenapa bersikap aneh seperti ini sekarang?”. “Tidak apa-apa, lupakan saja” ujarnya mengelak. Sakura yang terus memaksa agar ia katakan yang sebenarnyaKatakan padaku, ada apa yang sebenarnya terjadi padamu?”. “Aku takut” sahutnya singkat.
            Semakin penasaran Sakura dibuatnya Kau takut akan hal apa? Cepat katakan padaku”. “Aku takut, aku bingung untuk mengatakannya padamu”. Sakura yang terdiam mencoba mendengarkan pernyataan Noah. Aku takut untuk memulai suatu hubungan dan aku bingung tentang pekerjaanku juga, bercampur aduk semua pikiranku menjadi satu” jelasnya. Tapi apa yang kau takutkan untuk memulai suatu hubungan? Apa ada hubungannya dengan pekerjaanmu?” Tanya Sakura.
 Noah yang menghela napas panjang Sebenarnya aku mempunyai perasaan padamu, tapi aku takut untuk memulainya. Karena bulan depan aku akan ditugaskan di Perancis, tapi aku belum tau pasti aku akan langsung kesana atau akan meneruskan satu proyek lagi yang sekarang sedang berjalan di Cordoba, Spanyol. Aku tidak ingin kau nantinya akan sendirian disini, sudah lama ingin ku ungkapkan tapi nyaliku belum berani”  ujar Noah panjang lebar dan saat itu Sakura masih terdiam dan tidak sadar ia sudah meneteskan air mata mendengar pernyataan Noah terhadap dirinya.
            Sebelum kau, aku pernah merasakan hubungan jarak jauh saat aku pindah ke Amsterdam. Ia memutuskan hubungan kami, dengan alasan ia tidak bisa berhubungan jarak jauh dan kali ini aku tidak mau kesalahan terulang untuk kedua kalinya” jelas Noah.
            Aku sudah terbiasa berhubungan jarak jauh, bahkan itu kepada ibuku. Karena kau tau sendiri pekerjaanku yang tak pernah menetap pada suatu daerah” lanjutnya.
 Setiap orang berbeda walaupun ia berada diatas bumi yang sama, aku akan belajar untuk bisa berhubungan jarak jauh denganmu. Tapi jangan lepas aku sendiri, tuntun aku agar bisa terus bersamamu” ujar Sakura yang begitu bijak.
            Apa kau yakin? Tapi aku takut untuk memulainya” Tanya Noah. Sakura yang mendengus keras Apa kata-kataku sulit untuk kau mengerti? Apa kau tidak yakin padaku?”.Baiklah, kalau kau yakin pada hubungan ini. Aku juga yakin dan percaya pada dirimu” ujar Noah dengan nada suara yang berubah menjadi bahagia. Untuk soal takut dan bingung aku minta maaf padamu, lemah sekali menjadi laki-laki tidak berani mengambil keputusan sendiri. Sampai akhirnya kau tau permasalahanku yang sebenarnya” ucap Noah.
            Untuk hal seperti ini, tidak mudah untuk diputuskan. Karena kau pernah mengalaminya sendiri, aku paham akan hal itu”  kata Sakura dengan nada suara yang menenangkan hati Noah. Terima kasih Sakura, kau sangat mengerti bagaimana keadaanku”. Bagaimana keningmu? Masih memar?”
            Sudah sangat baik, makanya berkunjung lah kerumah ku. Tidak ada kabar, tidak pernah menemuiku”  katanya merajuk.
Jadi kau menyindir?”. Sakura tertawa Tidak.. tidak aku tidak menyindirmu, perasa sekali kau ini”. Jadi sudah bisa untuk aku ajak jalan-jalan besok?”. Sakura yang mengerutkan keningnya Mau kemana? Ke taman? Atau terserah ku?”.
Terserah kau saja mau kemana, besok aku jemput ya lieverd(Lieverd adalah panggilan sayang dalam bahasa Belanda) kata Noah menggoda. Sakura yang tersipu malu dan sempat terdiam. Kenapa kau diam saja? Kau malu ya” ujar Noah terkekeh. Ah tidak.. besok jam sebelas pagi” jawabnya ketus menyembunyikan rasa malunya. Noah yang kembali meledek Duh.. galak sekali, iya aku jemput jam sebelas. Sudah lebih baik kau tidur agar tidak gugup besok bertemu denganku. Geode nacht, lieverd. Sakura menjawab singkat “Goede nacht”.
            Hati dan perasaan yang sudah berubah menjadi sangat bahagia dan tidak tau kata-kata apa yang harus ia keluarkan dari mulutnya. Ia hanya tersenyum menatap langit-langit kamar dan mengingat-ingat obrolan tadi bersama Noah. Dan perasaannya jauh lebih baik dari beberapa jam sebelumnya.


Bersambung... 

No comments:

Post a Comment

Bieber'n

Bieber'n