Sakura
dan Noah duduk ditaman belakang rumah Sakura. “Mau ku ambilkan gitar?” tanya
Sakura. “Kalau kau tidak keberatan”. Kemudian Sakura masuk ke dalam dan
mengambil gitar tersebut. Noah hanya memerhatikan pemandangan sekitar selagi
Sakura masuk ke dalam.
“Ini gitarnya” sambil menyodorkan
gitar di hadapan Noah. “Mau ku mainkan lagu apa?”.
“Terserah saja” katanya sambil
merebahkan diri dibangku pantai. Noah yang memulai memetik satu persatu senar
gitar dengan melodi yang santai. Sakura yang memerhatikan dari sebelahnya
melihat Noah yang sedang melihat ke arah jari jemarinya, kemudian Noah melihat
ke arah Sakura “Kenapa kau melihatku senyum-senyum?”.
Sakura
yang tadinya sibuk memperhatikan kemudian melihat ke arah langit sambil melipat
tangannya dibawah kepala “Aku hanya memerhatikan jari jemari mu saja yang
berusaha mencari nada” elaknya. “Hampir
saja ketahuan kalau aku sedang memperhatikan laki-laki ini” gumamnya dalam
hati. Noah melihatnya hanya tersenyum dan kembali memainkan sebuah alunan lagu.
Sepuluh
menit berlalu sedikit lagi mereka akan tiba di teater yang ada di pusat kota.
“Sakura?”
“Iya Noah, ada apa?” Sakura menoleh.
“Sejak tadi kau tidak berbicara sepatah kata pun” ujar Noah yang sedang
menyetir dan sesekali menoleh ke arah Sakura.
Sakura hanya tersenyum malu. “Kita
sudah sampai di teater, tetapi sepertinya parkiran telah terisi semua” sembari
berkeliling di area parkir. “Itu ada satu slot yang kosong” katanya sambil
menunjuk ke arah kanan depan.
“Ah iya kau benar, aku tidak melihatnya”
katanya sembari menancap pedal gas dengan sedikit bertenaga.
Tiinnnnn..
tiinnnnn
“Sudah gila ini mobil di depan!
Jelas-jelas kita lebih dulu yang sampai di slot parkir ini dan lebih buruknya ia
juga melawan arus seperti itu” ujar Noah yang sempat kesal karena berhenti
mendadak. “Sudah sabar Noah” ujar Sakura menenangkan Noah yang ingin berusaha
keluar.
“Sudah Ra tidak apa-apa” Noah yang
membuka pintu kemudian turun. Sakura memperhatikan dari dalam mobil dan mencoba
untuk tenang, karena takut Noah akan berkelahi dengan orang yang berada di dalam
mobil tersebut. Sakura yang melihat Noah mulai mengetuk kaca mobil tersebut
mulai berbicara dan terlihat sangat kesal.
“Hey, buka kacanya!” Noah dengan
tampang yang kesal. “Kau tidak melihatnya kalau mobil saya terlebih dulu yang
sampai dan anda melawan arus!” ditambahnya. Kemudian orang yang di dalam mobil
pun turun “Alex?” ujar Sakura dari dalam mobil.
“Kau?” kata Noah dengan mata
terbelalak.
“Maaf, saya mengaku salah. Sepertinya
saya pernah melihat mu” kata Alexander sambil memperhatikan wajah Noah. “Kita
pernah bertemu dirumah Sakura” jelas Noah.
Alexander yang mencoba mengingat “Oh
iya saya ingat, maaf saya salah”. Kemudian Sakura yang keluar dari mobil
menghampiri kedua laki-laki tersebut.
“Lex?” sapanya.
“Hey, Sakura. Kau ada disini juga?”.
Noah yang melihat Sakura sudah berjalan ke arah dirinya. “Iya aku bersama
Noah”.
“Sudah, aku parkirkan dulu mobilku.
Bicara di dalam saja kalau mau dan urus mobilmu agar tidak menghalangi mobilku”
kata Noah ketus. Kemudian Noah berjalan ke arah mobilnya dan begitupun dengan
Alexander. “Kita ketemu di dalam saja” kata Alexander sembari membuka pintu
mobilnya. Sakura yang terlihat mengacungkan jempolnya dilihat oleh Noah. Noah
terlihat tidak nyaman jika Alexander juga berada disini. “Sedang apa ia berada
disini juga” ujar Noah pelan.
Noah yang mulai memarkirkan mobilnya
dan dibantu dengan Sakura. Sedangkan Alexander memundurkan mobilnya dengan
cepat.
“Apa yang ia katakan
padamu?”
“Ia hanya bilang untuk menemuiku
di dalam, karena sekarang ia sedang mencari tempat parkir yang kosong” jelas
Sakura. Noah dengan mulut berbentuk lingkaran dan mengangguk pelan. “Sudahlah
kita masuk sekarang” seru Sakura.
“Ada
urusan apa lelaki itu ingin menemui Sakura kembali” katanya dalam hati. Dengan wajah yang
masih terlihat kesal dan Sakura menyadarinya bahwa keadaan Alexander disana membuat
Noah merasa tidak nyaman “Sudah tidak apa-apa, ia tidak akan lama juga
menemuiku setelah ini”.
“Silakan saja, aku tidak
melarangmu untuk menemui laki-laki itu”
“Kau cemburu padanya ternyata” kata
Sakura yang menunjuk ke arah Noah dengan tatapan meledek. “Siapa bilang, aku
biasa saja” sahut Noah.
“Hmm, ya sudah kalau begitu”
Pintu
otomatis yang terbuka karena adanya sensor sensitif tersebut “Selamat sore”
sapa dari salah satu pegawai teater.
“Kau mau menonton film apa?” tanya
Noah sambil menunjuk ke layar yang berada di hadapannya. “Studio dua saja”
Kemudian Noah memesannya dan membayar
tiket tersebut. Keluarlah tiket tersebut dari mesin. “Kau mau jagung?” tanya
Noah.
“boleh, jagung rasa asin yang sedang”
jawab Sakura. “Minumnya?” tanya Noah sekali lagi.
“Soda” jawabnya singkat.
Selagi Noah memesan dan membayar semua
pesanannya. Sakura yang berada disampingnya tiba-tiba menoleh ke arah belakang
“Lex”.
Noah yang menghembuskan napas sedikit
keras terdengar oleh Sakura. Sakura hanya menoleh ke arah Noah yang sedang
memasukkan dompet ke dalam saku celananya.
“Berdua saja?” tanya Alexander basa
basi. Noah yang mendengarnya langsung memutar kedua bola matanya “Memangnya ia melihat siapa lagi selain
kami” gumamnya kesal.
“Iya Lex, kami hanya berdua” jawab
Sakura santai.
“Abel dan Lenard tidak ikut?” tanyanya
lagi.
“Kami sedang berkencan” jawab Noah
dengan nada ketus sambil membawa makanan ringan dan minuman yang dipesannya. “Oh,
begitu ya. Maaf aku menganggu, aku juga tidak akan berlama-lama disini” sahut
Alexander yang tidak terbawa emosinya Noah.
“Kalau kau sedang apa ada disini?”
Sakura yang merasa tidak enak kepada Alexander. “Aku ingin menonton juga
bersama rekan kerjaku, aku kesini karena membeli tiket lebih dulu untuk
ditonton nanti malam. Dikarenakan rekan kerjaku tidak bisa datang lebih awal
karena masih ada urusan” jelas Alexander.
“Pasti wanita cantik ya rekan kerjamu”
ledek Sakura.
“Laki-laki Ra”
“Huh, dari dulu aku tidak pernah
melihatmu berkencan dengan wanita” ujar Sakura. Alexander tertawa “Belum ada”. Noah
yang melihatnya semakin tidak nyaman akan situasi seperti ini.
“Ya sudah aku beli tiket dulu ya, nanti
kehabisan” katanya.
“Baiklah, cepat sana kau beli
tiketnya! Kami juga sudah jadwal masuk ke studio sekarang” seru Noah tiba-tiba.
“Baiklah kalau begitu, sampai jumpa di
lain waktu kalian” kata Alexander pamit.
“Sampai jumpa di lain waktu lagi”
sahut Sakura dan Noah mencoba untuk melambaikan tangan tapi tidak bisa karena
tangannya sudah penuh dengan snack dan minuman.
"Noah kau ini seperti anak kecil
ya"
"Lho memangnya kenapa? Aku tidak
suka padanya, apa aku harus berpura-pura baik dihadapannya? Lagipula kenapa kau
terlihat sangat akrab dengannya?" Tanyanya.
"Karena ia teman lama ku zaman
sekolah menengah atas ku di Indonesia. Ia sahabat ku selama aku sekolah, jadi
kami sudah dekat sejak dulu". Noah hanya menyimak tanpa mengeluarkan
sepatah katapun.
"Jadi kau tidak perlu khawatir
padanya, aku dan dia hanya sebatas sahabat. Tidak lebih" jelas Sakura
sekali lagi.
"Baiklah, ku pegang kata-katamu
itu"
"Aku juga tidak tau ia akan
berlokasi di dekatku juga. Kami sudah tidak pernah bertukar kabar sejak
beberapa bulan aku pindah kesini. Aku bertemu dengannya juga belum lama ini,
tidak sengaja bertemu ditaman" jelas Sakura.
"Oh begitu" jawabnya
singkat.
Bersambung...
No comments:
Post a Comment