Ig - @FIDADIDO5

Sunday, 17 May 2020

SPRING TO FALL (BAB 16)


            Sakura dan Noah duduk ditaman belakang rumah Sakura. “Mau ku ambilkan gitar?” tanya Sakura. “Kalau kau tidak keberatan”. Kemudian Sakura masuk ke dalam dan mengambil gitar tersebut. Noah hanya memerhatikan pemandangan sekitar selagi Sakura masuk ke dalam.
“Ini gitarnya” sambil menyodorkan gitar di hadapan Noah. “Mau ku mainkan lagu apa?”.
“Terserah saja” katanya sambil merebahkan diri dibangku pantai. Noah yang memulai memetik satu persatu senar gitar dengan melodi yang santai. Sakura yang memerhatikan dari sebelahnya melihat Noah yang sedang melihat ke arah jari jemarinya, kemudian Noah melihat ke arah Sakura “Kenapa kau melihatku senyum-senyum?”.
Sakura yang tadinya sibuk memperhatikan kemudian melihat ke arah langit sambil melipat tangannya dibawah kepala “Aku hanya memerhatikan jari jemari mu saja yang berusaha mencari nada” elaknya. “Hampir saja ketahuan kalau aku sedang memperhatikan laki-laki ini” gumamnya dalam hati. Noah melihatnya hanya tersenyum dan kembali memainkan sebuah alunan lagu.

            Sepuluh menit berlalu sedikit lagi mereka akan tiba di teater yang ada di pusat kota. “Sakura?”
“Iya Noah, ada apa?” Sakura menoleh. “Sejak tadi kau tidak berbicara sepatah kata pun” ujar Noah yang sedang menyetir dan sesekali menoleh ke arah Sakura.
Sakura hanya tersenyum malu. “Kita sudah sampai di teater, tetapi sepertinya parkiran telah terisi semua” sembari berkeliling di area parkir. “Itu ada satu slot yang kosong” katanya sambil menunjuk ke arah kanan depan.
“Ah iya kau benar, aku tidak melihatnya” katanya sembari menancap pedal gas dengan sedikit bertenaga.
Tiinnnnn.. tiinnnnn
“Sudah gila ini mobil di depan! Jelas-jelas kita lebih dulu yang sampai di slot parkir ini dan lebih buruknya ia juga melawan arus seperti itu” ujar Noah yang sempat kesal karena berhenti mendadak. “Sudah sabar Noah” ujar Sakura menenangkan Noah yang ingin berusaha keluar.
“Sudah Ra tidak apa-apa” Noah yang membuka pintu kemudian turun. Sakura memperhatikan dari dalam mobil dan mencoba untuk tenang, karena takut Noah akan berkelahi dengan orang yang berada di dalam mobil tersebut. Sakura yang melihat Noah mulai mengetuk kaca mobil tersebut mulai berbicara dan terlihat sangat kesal.
“Hey, buka kacanya!” Noah dengan tampang yang kesal. “Kau tidak melihatnya kalau mobil saya terlebih dulu yang sampai dan anda melawan arus!” ditambahnya. Kemudian orang yang di dalam mobil pun turun “Alex?” ujar Sakura dari dalam mobil.
“Kau?” kata Noah dengan mata terbelalak.
“Maaf, saya mengaku salah. Sepertinya saya pernah melihat mu” kata Alexander sambil memperhatikan wajah Noah. “Kita pernah bertemu dirumah Sakura” jelas Noah.
Alexander yang mencoba mengingat “Oh iya saya ingat, maaf saya salah”. Kemudian Sakura yang keluar dari mobil menghampiri kedua laki-laki tersebut.
“Lex?” sapanya.
“Hey, Sakura. Kau ada disini juga?”. Noah yang melihat Sakura sudah berjalan ke arah dirinya. “Iya aku bersama Noah”.
“Sudah, aku parkirkan dulu mobilku. Bicara di dalam saja kalau mau dan urus mobilmu agar tidak menghalangi mobilku” kata Noah ketus. Kemudian Noah berjalan ke arah mobilnya dan begitupun dengan Alexander. “Kita ketemu di dalam saja” kata Alexander sembari membuka pintu mobilnya. Sakura yang terlihat mengacungkan jempolnya dilihat oleh Noah. Noah terlihat tidak nyaman jika Alexander juga berada disini. “Sedang apa ia berada disini juga” ujar Noah pelan.
Noah yang mulai memarkirkan mobilnya dan dibantu dengan Sakura. Sedangkan Alexander memundurkan mobilnya dengan cepat.
“Apa yang ia katakan padamu?”
“Ia hanya bilang untuk menemuiku di dalam, karena sekarang ia sedang mencari tempat parkir yang kosong” jelas Sakura. Noah dengan mulut berbentuk lingkaran dan mengangguk pelan. “Sudahlah kita masuk sekarang” seru Sakura.
“Ada urusan apa lelaki itu ingin menemui Sakura kembali” katanya dalam hati. Dengan wajah yang masih terlihat kesal dan Sakura menyadarinya bahwa keadaan Alexander disana membuat Noah merasa tidak nyaman “Sudah tidak apa-apa, ia tidak akan lama juga menemuiku setelah ini”.
“Silakan saja, aku tidak melarangmu untuk menemui laki-laki itu”
“Kau cemburu padanya ternyata” kata Sakura yang menunjuk ke arah Noah dengan tatapan meledek. “Siapa bilang, aku biasa saja” sahut Noah.
“Hmm, ya sudah kalau begitu”
            Pintu otomatis yang terbuka karena adanya sensor sensitif tersebut “Selamat sore” sapa dari salah satu pegawai teater.
“Kau mau menonton film apa?” tanya Noah sambil menunjuk ke layar yang berada di hadapannya. “Studio dua saja”
Kemudian Noah memesannya dan membayar tiket tersebut. Keluarlah tiket tersebut dari mesin. “Kau mau jagung?” tanya Noah.
“boleh, jagung rasa asin yang sedang” jawab Sakura. “Minumnya?” tanya Noah sekali lagi.
“Soda” jawabnya singkat.
Selagi Noah memesan dan membayar semua pesanannya. Sakura yang berada disampingnya tiba-tiba menoleh ke arah belakang “Lex”.
Noah yang menghembuskan napas sedikit keras terdengar oleh Sakura. Sakura hanya menoleh ke arah Noah yang sedang memasukkan dompet ke dalam saku celananya.
“Berdua saja?” tanya Alexander basa basi. Noah yang mendengarnya langsung memutar kedua bola matanya “Memangnya ia melihat siapa lagi selain kami” gumamnya kesal.
“Iya Lex, kami hanya berdua” jawab Sakura santai.
“Abel dan Lenard tidak ikut?” tanyanya lagi.
“Kami sedang berkencan” jawab Noah dengan nada ketus sambil membawa makanan ringan dan minuman yang dipesannya. “Oh, begitu ya. Maaf aku menganggu, aku juga tidak akan berlama-lama disini” sahut Alexander yang tidak terbawa emosinya Noah.
“Kalau kau sedang apa ada disini?” Sakura yang merasa tidak enak kepada Alexander. “Aku ingin menonton juga bersama rekan kerjaku, aku kesini karena membeli tiket lebih dulu untuk ditonton nanti malam. Dikarenakan rekan kerjaku tidak bisa datang lebih awal karena masih ada urusan” jelas Alexander.
“Pasti wanita cantik ya rekan kerjamu” ledek Sakura.
“Laki-laki Ra”
“Huh, dari dulu aku tidak pernah melihatmu berkencan dengan wanita” ujar Sakura. Alexander tertawa “Belum ada”. Noah yang melihatnya semakin tidak nyaman akan situasi seperti ini.
“Ya sudah aku beli tiket dulu ya, nanti kehabisan” katanya.
“Baiklah, cepat sana kau beli tiketnya! Kami juga sudah jadwal masuk ke studio sekarang” seru Noah tiba-tiba.
“Baiklah kalau begitu, sampai jumpa di lain waktu kalian” kata Alexander pamit.
“Sampai jumpa di lain waktu lagi” sahut Sakura dan Noah mencoba untuk melambaikan tangan tapi tidak bisa karena tangannya sudah penuh dengan snack dan minuman.
"Noah kau ini seperti anak kecil ya"
"Lho memangnya kenapa? Aku tidak suka padanya, apa aku harus berpura-pura baik dihadapannya? Lagipula kenapa kau terlihat sangat akrab dengannya?" Tanyanya.
"Karena ia teman lama ku zaman sekolah menengah atas ku di Indonesia. Ia sahabat ku selama aku sekolah, jadi kami sudah dekat sejak dulu". Noah hanya menyimak tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
"Jadi kau tidak perlu khawatir padanya, aku dan dia hanya sebatas sahabat. Tidak lebih" jelas Sakura sekali lagi.
"Baiklah, ku pegang kata-katamu itu"
"Aku juga tidak tau ia akan berlokasi di dekatku juga. Kami sudah tidak pernah bertukar kabar sejak beberapa bulan aku pindah kesini. Aku bertemu dengannya juga belum lama ini, tidak sengaja bertemu ditaman" jelas Sakura.
"Oh begitu" jawabnya singkat.




Bersambung...

No comments:

Post a Comment

Bieber'n

Bieber'n