Tepat pukul tujuh lewat tiga puluh pagi. Sakura membuka mata lalu berbalik badan
dan melihat Noah sedang tidur dikursi dengan baju yang masih sama seperti
semalam. Kemudian Sakura sontak bangun.
“Noah?” Katanya lembut sembari
mencoba membangunkan Noah. Kemudian Noah mencoba membuka matanya kemudian dengan cepat membenarkan
posisi duduknya.
“Kau tidur seperti itu semalaman?” Tanya Sakura.
“Iya” jawabnya lemah.
“Kenapa kau tidak tidur dikamar tamu? Kenapa juga kau tidak membangunkan
ku?” Tanya Sakura.
“Tidak. Aku ingin menemanimu tidur disini. Masalah aku tidak
membangunkanmu aku kasihan melihatmu sudah tertidur pulas, lagi pula obatmu
sedang bekerja. Kalau aku coba untuk membangunkanmu nanti obatmu berhenti bekerja
bagaimana?” Tanyanya bercanda.
“Ada-ada saja. Mana ada obat berhenti bekerja ketika orang itu
dibangunkan” jawabnya memikir.
“Siapa tau obatmu seperti itu” kata Noah yang sekarang dengan posisi
bersandar.
Kemudian Sakura kembali memejamkan mata. Sedangkan Noah pergi ke kamar
kecil tanpa sepengetahuan Sakura.
“Noah, kau bukannya harus pergi ke kantor hari ini?” Tanyanya tiba-tiba.
“Hei kau ini ditanya, kenapa tidak menjawab” tanyanya sekali lagi agak sedikit
kesal dengan keadaan mata masih terpejam. “kenapa
orang itu tidak menjawab pertanyaanku? Sombong sekali. Apa ia kembali tidur ya?”
Gumamnya dalam hati. Kemudian ia membuka mata dan melihat ke arah kursi
dimana Noah duduk tadi. “Hah? Ternyata dari tadi orang itu tidak ada disini?
Jadi aku berbicara sendirian?” Ujarnya sedikit kesal. “Pantas saja aku tanya
tidak ada jawaban sejak tadi” gerutunya.
Tak lama kemudian Noah kembali ke ruang tengah dan membawa segelas kopi.
“Kau mau teh hangat?” Kata Noah menawarkan.
“Tidak terima kasih” jawab Sakura yang sudah duduk bersandar di sofa.
“Oh iya. Hari ini kau tidak pergi ke kantor?” Tanyanya untuk kedua kalinya,
tetapi sekarang sudah ada orang yang ia tujukan.
“Tidak” jawabnya singkat sembari
meniup kopi tersebut
“Memangnya kenapa?” anya Sakura
“Ingin merawat
mu disini” jawabnya jelas dan singkat.
“Apa? Kau ingin merawatku? Aku bukan orang sakit yang tidak bisa
melakukan apa-apa” jawabnya.
“Kau tidak lihat memar di dahimu masih terpampang jelas? Masih terasa
sakit aku rasa kalau kau melakukan banyak aktivitas” ujar Noah sambil menunjuk
ke kening Sakura.
“Tapikan kalau aku butuh sesuatu ada bibi disini” jawabnya.
“Bibi sibuk dengan urusan rumah, ditambah harus mengurusmu. Apa kau tega
dengannya? Sudahlah biar aku saja disini yang mengurusmu sampai memarmu membaik” kata Noah
panjang lebar.
Kemudian Sakura hanya diam dan mengambil ponselnya yang sejak tadi malam
berada diatas meja. Ada pesan dari Alexander “Goeden morgen Sakura”. Kemudian Sakura membukanya dan membalas
pesan Alexander. Dan mata Noah tetap mengawasi Sakura.
Ting... bel rumah berbunyi. Kebetulan
Abel yang baru
turun dari kamarnya dan membuka pintu rumah. Ternyata Alexander yang bertamu ke rumah Sakura.
“Apakah Sakura ada
di dalam?” Tanya Alexander.
“Oh ada, sepertinya ia sedang bersama Noah diruang tengah. Silakan
masuk” sahut Charlotte mempersilakan masuk. Dan Charlotte berada di paling
depan berjalan menuju ruang tengah.
“Sakura ada
seseorang yang mencarimu” kata Charlotte
“Siapa?” Tanya Sakura
“Hai Ra” sapa Alexander. Kemudian Charlotte meninggalkan ruang tengah
dan kembali ke kamarnya.
“Hai Lex, tumben sekali
pagi-pagi bertamu. Ada apa? Baru saja aku membalas pesan yang kau
kirimkan tadi pagi” kata Sakura yang tidak lagi bersandar. Kemudian Noah tanpa
sadar sudah mengerutkan keningnya menatap heran serta kesal. “Pagi-pagi, sudah bertamu? Mau apa orang
ini” gerutunya dalam hati.
“Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin melihat keadaanmu sekarang” jelas
Alexander sambil berjalan ke
arah Sakura.
“Silakan duduk Lex” Sakura mempersilakan Alexander duduk disebelahnya. “Alex perkenalkan,
ini Noah temanku sekaligus rekan kerja Lenard” kemudian Alexander menjulurkan
tangan ke arah
Noah maksud untuk berjabat tangan. Kemudian Noah balas menjulurkan tangan ke arah Alexander
“Noah van Jasper, senang berkenalan dengan anda” Noah memperkenalkan dengan
sedikit menahan kesal. “Alexander van
Wessel, senang juga berkenalan dengan anda” jawab Alexander.
“Oh iya sebentar,
aku ingin ke
toilet.
Oh iya Lex
kau mau minum apa? Teh atau kopi?” Tanya Sakura kepada Alexander.
“Kopi susu, kau sudah lupa ya apa yang biasa aku minum” katanya
bercanda.
“Apa maksudnya bersikap seperti itu didepan ku?” Gumam Noah dalam hati.
“Sudah
lupa.. sudah lama tidak berjumpa denganmu Lex”
jawab Sakura bercanda.
“Ah ya sudahlah”
jawabnya menyerah.
“Noah, apakah kau mau menambah kopimu itu? Biar aku buatkan sekalian”
tanya Sakura menawarkan.
“Eh.. tidak terima kasih” jawab Noah kaku.
Lenard yang turun dari kamarnya dan menuju ke dapur, lalu melihat Noah
dan Alexander berada di ruang tengah. Lalu ia menghampiri kedua orang tersebut.
“Kau
bermalam disini? kau tidak masuk ke
kantor hari ini?” Tanya Lenard pada Noah.
“Tidak” jawabnya singkat.
“Oh hai Lex! Baru datang?” Lenard mengacuhkan jawaban Noah dan beralih
menyapa Alexander.
“Hai Nard” sapanya kembali.
“Ada apa pagi-pagi sudah bertamu? Tumben sekali” tanya Lenard pada
Alexander.
“Hanya ingin melihat keadaan Sakura saja” jelasnya.
“Oh.. perhatian sekali kau padanya” kata Lenard bercanda sambil
mengedipkan satu mata kearah Alexander.
“Bisa
saja” jawab Alexander.
“Kau kenapa tidak masuk kerja?” Tanya Lenard. “Menemani
Sakura” jawabnya singkat dan jelas.
“Wahh baik sekali dirimu” puji Lenard.
“Tapi kurasa aku akan pulang saja, karena Alexander sudah disini.
Mungkin ia akan menjaga Sakura nanti” ujarnya sambil melirik ke arah
Alexander.
“Tidak.. aku akan pergi ke kantor hari ini. Sekitar jam sepuluh aku akan
berangkat” jelas Alexander.
“Oh begitu” jawab Noah singkat.
Tak
lama kemudian Sakura datang dan membawa kopi susu untuk Alexander.
“Selamat pagi Lenard!” sapa
Sakura dengan nada ceria.
“Pagi Ra,
tumben sekali kau datang bawa minum. Pasti
untukku?” Tanya Lenard.
“Enak saja. Ini untuk Alexander. Kalau kau mau, buat saja sendiri”
perintah Sakura ketus.
“Aku
kira ini minum untukku” jawab Lenard. Sakura hanya melirik ke arah Lenard.
“Ra buatkan ku minuman seperti Alexander, tolong” kata Lenard memohon.
“Tidak. Buat saja sendiri” sahut Sakura.
“Ya ampun. Kumohon Ra,
kau saja membuatkan Noah kopi dan kau juga membuatkan kopi susu untuk
Alexander” katanya merengek.
“Perlu kau tau beberapa hal. Pertama, Noah membuat kopi sendiri tanpa
sepengetahuanku, kedua Alexander adalah tamu disini dan ketiga kau
ini orang yang tinggal dirumah ini. Kenapa kau tidak buat sendiri?” Oceh Sakura
panjang lebar.
“Ku mohon Ra,
sekali saja” kata Lenard memohon
“Huh, baiklah.. baiklah akan ku buatkan” jawab Sakura menyerah
“Bagus! Ternyata rengekan
bayiku membuat kau luluh” kata Lenard sumringah. “Cepat. Kau
mau minum apa?” Tanya Sakura kesal.
“Seperti punya Alexander kelihatannya enak” goda Lenard.
Tiga puluh menit berlalu, tinggal Sakura, Noah dan Alexander yang
sekarang berada diruang tengah. Sedangkan Lenard baru saja pergi ke kantor
sekitar sepuluh menit yang lalu.
“Hmm.. apakah kalian ingin kubuatkan roti panggang dengan saus kacang
diatasnya?” Tanya Sakura.
“Tidak perlu repot-repot. Sudah kau istirahat saja disini” ujar
Alexander.
“Benar sekali” sahut Noah. “Kau lebih baik istirahat saja, lebih baik
kau masuk kamarmu dan istirahat lah” perintah Noah.
“Tidak mungkin. Aku tidak akan meninggalkan tamu sendirian” ujar Sakura.
“Siapa bilang sendirian? Kami berdua adalah tamu” jawab Alexander sambil
menunjuk dirinya dan Noah. “Lagi pula aku sebentar lagi akan pergi ke kantor. Jadi tidak
masalah, kalau kau istirahat dikamarmu” ujar Alexander.
“Bukannya tadi katamu, kau akan pergi ke kantor sekitar pukul sepuluh?”
Tanya Sakura pada Alexander.
“Tidak jadi. Bos ku baru
saja mengirim pesan pada ku, kalau
pukul sembilan aku harus sudah berada di kantor” jelas
Alexander. Kemudian Alexander melihat arloji pada tangan kanannya. “Sepertinya
aku harus pergi sekarang Ra,
sudah pukul
delapan lewat tiga puluh lima menit. Kalau nanti-nanti akan terlambat” kata
Alexander terburu-buru.
“Ra sampai jumpa
dan kau Noah sampai jumpa juga” ujar Alexander sambil berjalan kedepan
dan melambaikan tangan.
“Dah Lex.. kau
hati-hati” jawab Sakura. Dan Noah hanya mengangkat tangan tanda
salam perpisahan.
Dan sekarang hanya mereka berdua yang duduk di ruang tengah.
Sebenarnya Alexander berbohong
kepada Sakura kalau ia pergi ke kantor pukul
sembilan. Ia melakukan semua itu hanya ingin menghindari Noah.
“Sepertinya benar dugaanku
semalam, kalau Noah benar-benar menyukainya. Buktinya saat tadi aku bertamu ke
rumah Sakura,
saat Noah melihatku ia melihat dengan tatapan sinis. Dan saat Sakura menawarkan
ku minuman ia terlihat sedikit cemburu” gumamnya
sambil mengendarai mobil.
“Bi.. bibi” panggil Sakura dari ruang tengah.
“Hey.. ada perlu apa? Katakan saja padaku” sahut Noah yang sedang berada
dengannya. Tak
selang beberapa lama, kemudian bibi datang “ada apa Ra?” Tanyanya.
“Bibi masak apa? Ura lapar bi” katanya seperti anak kecil
“Bibi belum masak” jawabnya
“Kau memang mau makan apa?” Tanya Noah
“Atau bibi buatkan sereal
ya Ra?” Tanya bibi
“Aku mau roti panggang saus coklat dan
susu almond” pinta Sakura.
“Sudah bi, biar aku saja yang buatkan. Silakan bibi lanjutkan saja pekerjaan
bibi” ujar Noah.
“Yang benar Tuan? Apakah tidak merepotkan? Biar bibi saja tidak apa-apa”
kata bibi tidak enak.
“Tidak apa-apa, biar aku saja” jawab Noah.
Kemudian
bibi permisi untuk melanjutkan pekerjaannya tersebut.
“Kau ini tidak kasihan pada bibi?” Tanya Noah. “Kan disini ada aku, kau
bisa katakan apa saja yang kau butuhkan kepadaku” sambungnya.
“Aku hanya tidak enak saja selalu meminta bantuan kepadamu” jawab Sakura
yang melemah.
“Aku disini menjagamu dan juga membantumu” jelas Noah. “Sudah kau
diam-diam saja disini, biar aku buatkan sarapan untukmu” perintah Noah.
“Iya” jawab Sakura singkat.
Kemudian Sakura membaca majalah harian yang sudah berada diatas meja.
Sedang asik melihat-lihat halaman per halaman. Tiba-tiba Charlotte datang dan
lompat ke arah sofa dimana Sakura duduk.
“Hey Sakura!” Sapa Charlotte. “Uhh pagi-pagi sudah ada dua pangeran yang
sibuk memperhatikanmu ya” sambung Charlotte.
“Maksudmu?” Jawab Sakura sambil menoleh ke arah
Charlotte.
“Jangan pura-pura tidak tau kau
ini” kata Charlotte sambil senyum-senyum.
“Alexander dan Noah?” Tanyanya.
“Itu kau tahu” jawab Charlotte membenarkan.
“Mereka
berdua hanya sebatas teman biasa” jelas Sakura yang kembali membolak-balik halaman
majalah.
“Kau yakin? Kau bukannya menaruh hati pada Alexander? Sedangkan Noah ada
perasaan padamu” ujar Charlotte.
“Hey kau bisa diam tidak?” Kata Sakura sedikit berbisik.
“Kenapa nada suaramu jadi mengecil seperti itu?” Tanya Charlotte
penasaran.
“Tidak” jawab Sakura singkat.
“Ah kau takut Noah mendengarnya ya? Ternyata kau menjaga perasaan Noah
juga ya? Ya ampun cepat juga bukan”
kata Charlotte dengan mata yang berbinar-binar sambil menatap langit-langit.
“Cepat apanya?” Tanya Sakura tidak jelas.
“Cepat juga kau berpaling dari Alexander” jelas Charlotte.
“Kau ini suka sekali membuat berita yang tidak-tidak” kata Sakura
menatap Charlotte.
“Yang tidak-tidak bagaimana?” Tanya Charlotte.
Tak sempat dijawab oleh Sakura, Noah datang membawa tray yang diatasnya
ada roti panggang dan segelas susu almond permintaan Sakura. Kemudian Noah
melihat bahwa Sakura sudah tidak sendirian “Oh ada Abel” kata Noah sambil tersenyum dan berjalan ke arahnya.
“Wah
apa itu? Noah perhatian sekali kepada Sakura.. sampai-sampai dibuatkan sarapan
seperti ini” kata Charlotte melihat Noah yang sedang menaruhnya diatas meja.
Mendengar kata-kata seperti itu Noah hanya tersenyum. Sedangkan Sakura
menyenggol kaki Charlotte tanda kesal.
“Duh! Kenapa kau
menyenggol kakiku keras sekali, sakit tau” kata Charlotte.
“Memangnya iya? Tidak sengaja aku” jawabnya beralasan.
“Sudah,
kau makan dulu sarapanmu ini, nanti keburu dingin” perintah Noah. Kemudian
Sakura mengambil roti dan memakannya.
“Apakah aku boleh memintanya?” Tanya Charlotte pada Sakura.
“Seharusnya kau tanyakan ini kepada Noah. Ini Noah yang buat” perintah
Sakura sedikit kesal.
“Kalau kau mau,
makan saja” perintah Noah. “Terima kasih” jawab
Charlotte sambil mengambil sepotong roti.
“Kau tidak makan Noah?” Tanya Charlotte.
“Kalian duluan saja” jawab Noah.
“Kau ini cerewet sekali” ujar Sakura kepada Charlotte. Dan Noah hanya
tersenyum melihat tingkah laku Sakura yang malu-malu.
Bersambung...
No comments:
Post a Comment