Ig - @FIDADIDO5

Friday, 8 May 2020

SPRING TO FALL (BAB 11)


            Teriknya matahari yang sudah mulai memasuki awal musim panas, banyak mahasiswa yang asyik menghabiskan waktunya dengan duduk di rerumputan taman di sekitaran kampus. Ada yang mengerjakan tugas, ada yang asyik berkumpul dengan temannya, bercanda, bertukar pikiran dan lain sebagainya. Begitu pula dengan Sakura Dayu Yumma yang sedang asyik dengan tugasnya. Ia seorang diri yang mengerjakan tugas ditengah keramaian orang-orang disekelilingnya. Bukan karena ia tidak mempunyai teman, ia sedang menunggu Charlotte selesai kelasnya. Kebetulan dengan kampus yang sama dan seling waktu satu jam. Sakura lebih memilih menunggu Charlotte di taman kampus dan mengerjakan tugas kuliahnya daripada harus pulang.
            Ia berencana akan pergi sehabis mereka selesai kelas. Mereka berpikir inilah waktu yang mereka tunggu-tunggu. Dimana waktu matahari bersinar lebih lama dan banyak café yang mulai membuka tenda diluar ruangan. Dengan semilir angin yang sejuk, semua terasa menyenangkan.
Terlihat salah seorang teman Sakura datang dan menghampirinya “Hai Sakura! Kau masih disini?”.
Hai Jose, ya aku masih mengerjakan tugas” jawab Sakura.
Bolehkah aku duduk disini?” tanya Jose
Silakan” ujar Sakura mempersilahkan
Ah kalau begitu aku kerjakan tugas ini saja bersamamu disini, biar kita bisa saling bertukar pikiran” kata Jose.
Kau benar” jawab Sakura.
Kemudian mereka mengerjakan tugasnya masing-masing dan saling berdiskusi satu sama lain. Terkadang Sakura yang bertanya dan begitupun sebaliknya. Apa yang Sakura temukan dengan idenya sendiri kemudian ia membahasnya bersama. Tugas kuliahnya sebenarnya tidaklah sulit, hanya memerlukan kreatifitas yang ada di otak saja.
            Sedang asyik berdiskusi tidak terasa dua jam sudah berlalu. Kemudian Sakura yang melihat arloji ditangan kirinya, langsung membereskan buku-bukunya dan izin untuk pergi meninggalkan tempat terlebih dahulu untuk menemui Charlotte.


            Ting..
            “Bel sepertinya aku agak sedikit telat, bus yang aku tumpangi mengalami kendala.” Charlotte yang melihat ada notifikasi pada layar ponselnya langsung menghubungi nomor telepon tersebut.
Hallo Bel, maaf. Sepertinya akan sedikit lama untuk masalah bus yang aku tumpangi ini” ujar Sakura yang terlihat sedikit bingung.
Kira-kira berapa lama aku harus menunggumu? Lagipula kau tadi kemana saja? Di taman kampus sebelah mana? Aku hubungi ponselmu selalu tidak aktif
Maaf. Aku tadi mengerjakan tugas bersama temanku, di taman depan kampus dekat pohon besar” terdengar suara yang sedikit lemah. Charlotte yang memutar bola matanya, walaupun tidak dapat dilihat oleh Sakura “Hmm.. Baiklah! Aku tunggu kau, sekiranya sampai pukul enam kau tidak muncul juga. Aku akan pulang saja

Lho memangnya kenapa? Kau tidak bisa menungguku agak sedikit lebih lama?” katanya “Ayolah Bel, jangan seperti itu
Aku sudah memberi waktumu satu jam dan sekarang aku menunggumu satu jam setengah lagi. Total ada dua jam setengah aku menunggumu, aku tidak bisa berlama-lama Ra. Ada tugas kuliah yang harus aku selesaikan malam ini juga”.
Hmm baiklah kalau begitu. Kau boleh pulang sekarang” sahut Sakura yang terdengar pasrah dan merasa bersalah.
            Sakura tidak bisa berdiam diri untuk menunggu bus ini membaik. Ia berjalan ke arah sedikit ke depan dekat persimpangan jalan lalu memberhentikan taksi. Pikiran yang sedikit suntuk telah mengganggu hidup dan langkah kakinya. Saat ini ia tak ingin pulang ke rumah lebih cepat dari biasanya.
            Ia merasa harus menghibur hati dan pikirannya saat ini. “Dam Square, pak!” serunya kepada supir taksi. Dan supir taksi hanya menganggukan kepalanya sekali, tanda mengerti apa yang dikatakan oleh Sakura.
            Sakura yang hanya bersandar pada sandaran kursi mobil dan menatap kosong kepada jalanan, ia hanya berdiam tidak mengeluarkan satu kata pun hanya hembusan nafas yang terekam pada memori otaknya saat ini.
“Aku tidak bisa terus-terusan seperti ini”  ujarnya dalam hati.
Dikarenakan terlalu sibuk melamun ia hampir tidak sadar bahwa sedari tadi ponselnya terus bergetar, padahal saat ini sedang ia genggam.
“Alex? Mau apa meneleponku sekarang” sembari memerhatikan layar ponsel namun tidak cepat-cepat ia angkat.
Tak lama kemudian ponselnya berhenti bergetar, mungkin dikarenakan Sakura lama mengangkatnya. Tetapi tak lama kemudian panggilan untuk ke lima kalinya masuk kembali “Hallo, Lex?
Hai Sakura! Apakah kau sedang sibuk? Aku berusaha menghubungimu beberapa kali panggilan, namun tidak ada jawaban
Heh, maaf. Aku sedang dijalan saat ini, mungkin aku tidak mendengarnya kalau ada panggilan masuk” jawabnya berbohong. “Kau mau kemana?”
Dam Square
Bagus! Aku akan kesana sekarang!” sahut Alexander cepat. “Tapi Lex?
Aku tunggu disekitaran tugu” selaknya cepat lalu menutup ponselnya.
            Sakura saat ini yang hanya ingin sendiri, tetapi tidak berhasil. Namun sepertinya Alexander dapat menjadi obat sementara untuk pikiran dan hatinya saat ini. Tak apalah!
            Taksi yang melaju sesuai dengan kecepatan yang telah ditentukan membawanya mulus ke tempat tujuannya. Sakura kemudian turun dari taksi dan berjalan ke arah tugu yang telah Alexander katakan tadi, bahwa ia akan menemuinya disana.
Terhitung satu menit kemudian terlihat ada seorang yang melambai-lambaikan tangannya ke arahnya dan Sakura pun sadar akan sosok lelaki itu, kemudian ia mempercepat langkah kakinya.
“Hai Lex! Sudah lama?” tanyanya dengan napas yang terdengar sedikit tersengal-sengal. “Tidak”
“Duduk disini saja” perintah Alexander sembari menunjuk anak tangga. Tidak hanya mereka berdua yang duduk di anak tangga, banyak orang-orang yang duduk disana melingkari tugu tersebut.
Sakura yang menekuk kakinya hingga membentuk siku mulai bertanya “Ada apa kau meneleponku tadi?”
“Tidak ada apa-apa. Memangnya kenapa kau menanyakan seperti itu? Tidak boleh?” sahut Alexander. “Tidak masalah, maksudku tumben saja”
“Aku hanya bosan, maka dari itu aku menghubungimu. Kau benar-benar dari rumah untuk kesini sendiran?”
“Tidak, aku dari kampus” jawabnya.
“Hmm.. Kau juga merasa bosan ya? Sehingga kau kesini dengan seorang diri” tebak Alexander. Sakura yang hanya terdiam mendengar pernyataan Alexander. Jika ia mengelak nantinya ia akan berbohong, tetapi jika nantinya ia menjawab ia akan terbongkar rasa sedihnya itu.
            Dam Square termasuk salah satu tempat yang paling banyak dikunjungi oleh turis mancanegara maupun domestik, dikarenakan alun-alun ini merupakan jantung kota Amsterdam. Letaknya yang strategis sehingga banyak orang yang menghabiskan waktu disana dengan cara bersepeda dari rumah hingga Dam Square, ada pula yang membawa papan roda dan lain hal lagi. Pemandangan malam ditengah kota Amsterdam sangat indah, disebabkan oleh bangunan-bangunan bersejarah yang mengelilingi alun-alun ini seperti Pilar Putih, Madame Tussaud, Koninklijk Paleis atau yang biasa dikenal sebagai Royal Palace of Amsterdam dan Nieuwe Kerk atau New Church.
            Sakura saat ini yang hanya memerhatikan pertunjukkan papan roda yang diikuti juga dengan Alexander. “Kenapa kau diam saja?” Alexander membuka obrolan. Sakura segera mengerjapkan mata dan tersadar bahwa Alexander telah melontarkan pertanyaan padanya.
“Hanya saja aku sedang memerhatikan pertunjukkan disana, seru sekali bukan” jawabnya sembari menunjuk ke arah tengah lapangan tersebut. “Kau tidak seperti yang aku kenal sebelumnya, Sakura”.
            “Aku sudah bilang kepadamu bahwa aku akan baik-baik saja” ujarnya namun pandangannya tetap tidak teralihkan oleh pertunjukkan tersebut. “Akan?” tegas Alexander “Ceritakanlah saja padaku, kau ingatkan bahwa kita adalah teman sudah dekat sejak lama?” sambungnya.
Sakura yang saat ini telah sadar apa yang sebelumnya ia katakan bahwa semua akan baik-baik saja terdiam sejenak.
“Aku yakin pada diriku sendiri bahwa aku baik-baik saja, Lex” jelasnya sekali lagi.
“Baiklah kalau itu adalah jawaban yang dapat membuatmu tenang, tetapi aku tetap yakin bahwa kau sedang tidak baik-baik saja. Perlu kau ingat kau dapat menghubungiku untuk berbagi cerita apapun itu masalahnya” sahut Alexander.
Sakura hanya mengangguk mendengar ucapan Alexander “Tidak semua aku dapat menceritakan padamu, Lex. Seperti halnya perasaanku terhadapmu” gumamnya dalam hati.



Bersambung...

No comments:

Post a Comment

Bieber'n

Bieber'n