Halaman belakang yang sunyi dan
membawa kesan damai, Sakura berbaring di bangku pantai. Ia sedang mengutak-atik
ponselnya dan tiba-tiba mendapati nomor Noah.
“Sejak
kapan aku mempunyai nomor Noah?” tanyanya pada diri sendiri dengan tatapan
bingung. Tetapi ia merasakan perasaan yang berbeda setelah ia tau bahwa ia
mempunyai kontak Noah, ya bisa dibilang senang. Sudah beberapa hari ini ia
tidak bertemu dengan Noah dari semenjak ia sakit dan sempat dirawat oleh Noah
beberapa waktu lalu. Semenjak kejadian Noah merawat dirinya, Sakura mulai merasa
ada hal yang berbeda pada dirinya. Sakura sudah mulai merasa nyaman jika ia
berada di dekat Noah. Dan sekarang Noah tidak mengunjungi dirinya, ia merasakan
sepi dan mulai bertanya-tanya pada dirinya.
Lalu Charlotte tiba-tiba menghampiri
Sakura “Hai Ra, malam-malam
begini kau masih diluar?” Tanya Charlotte.
“Hai
Bel, mengagetkan saja” kata Sakura.
“Kau
ada apa? Kau sakit lagi” Tanya Charlotte yang mencoba duduk di sampingnya.
“Tidak”
jawab Sakura singkat.
“Terus
ada apa? Cerita saja padaku” kata Charlotte khawatir.
“Akhir-akhir ini aku merasa bingung Bel”
jawab Sakura ragu.
“Kau bingung
kenapa? Ada masalah apa? Ayo cepat ceritakan” paksa Charlotte.
“Aku
merasa aneh pada diriku sendiri
belakangan ini” jelasnya.
“Merasa
aneh? Perasaanku
kau baik-baik saja” kata Charlotte bingung.
“Iya secara fisik aku memang terlihat baik-baik
saja, tetapi pikiranku yang agak sedikit kacau” ujar Sakura sambil menunjuk
keningnya. “Aku
merasa nyaman saat bersama Noah” jelasnya.
“Apa
kataku. Kau akan punya perasaan juga padanya, aku bilang tidak lama lagi kau
akan mengatakan ini padaku. Dan ternyata benar saja” kata Charlotte senang.
“Ya
aku tidak tau, kalau akan seperti ini. Semenjak kejadian beberapa waktu lalu saat ia merawatku.
Aku melihatnya ia sangat tulus membantu dan
merawatku” jawab Sakura jujur.
“Aku
mengerti itu” kata Charlotte.
“Tetapi
Bel, sudah beberapa hari ini ia tidak menemuiku sama sekali” ujar Sakura dengan
mata melihat ke langit.
“Meskipun itu di restoran
atau kampus?” Tanya Charlotte kaget.
“Tidak”
jawabnya singkat. “Tetapi
pada saat tadi aku cek ponsel, tiba-tiba ada kontaknya. Mungkin
ia yang memasukkan kontaknya ke ponselku” sambung Sakura.
“Mungkin
ia sedang memiliki banyak
pekerjaan, ah kau kenapa tidak tanyakan saja kepada Lenard. Ia kan rekan
kerjanya” usul Charlotte.
“Sepertinya aku akan malu” jawab
Sakura.
“Malu
kenapa? Ya sudah
kalau begitu biar aku saja yang menanyakannya
pada Lenard” kata Charlotte cuek.
“Jangan!” seru Sakura.
“Lho
memangnya kenapa? Sudah tidak apa-apa, mungkin Lenard berpikir yaitu aku yang
tertarik pada Noah” kata Charlotte menenangkan.
Kemudian Sakura mencoba menenangkan pikirannya yang sejak tadi memaksa
otaknya menjadi gelisah dengan memandangi langit malam. Tetapi apa yang ia
lakukan selalu gagal, otaknya memaksa untuk memikirkan Noah dan Noah. Sesekali
ia mencoba mengerjapkan matanya tetapi kembali melamunkan hal tersebut.
“Sudah
Ra, lebih baik kau tidur karena sudah larut
malam. Besok kau ada kelas pagi bukan?”
Tanya Charlotte.
“Iya, tetapi nanti saja” jawab Sakura
yang masih ingin berbaring dibawah gelapnya langit malam.
“Tidak! Kau
harus tidur sekarang. Sudah lupakan pikiran yang membuatmu gelisah, mungkin
esok Noah akan menghubungimu atau menemuimu” Kata Charlotte menenangkan.
“Baiklah”
jawab Sakura.
“Ayo
cepat masuk kamarmu dan tidur. Istirahatlah dari pikiran-pikiran gelisahmu itu
dan berharap esok akan lebih baik” ujar Charlotte. Kemudian Sakura menuruti
perintah Charlotte dan ia masuk ke kamarnya dan tidur.
No comments:
Post a Comment