Ig - @FIDADIDO5

Friday, 15 May 2020

SPRING TO FALL (BAB 15)


            Semalaman penuh Sakura tidak bisa tertidur dengan nyenyak, selalu saja terjaga. Bukan karena hal yang menakutkan tetapi hal yang sangat menyenangkan baginya. Kesan pertama yang tak ia sangka-sangka, ternyata ada laki-laki yang begitu serius dan takut kehilangan terhadap dirinya.
            Pagi ini ia tengah sibuk membereskan kamarnya yang sedikit berantakan. Baju kotor yang berada di pojok ruangan segera ia rapikan lalu ia taruh ke dalam keranjang dan siap untuk dibawa ke ruang laundry.
            Meja yang dipenuhi dengan buku-buku tebal juga terlihat sangat tidak teratur. Banyak aksesoris-aksesoris ruangan yang tidak seharusnya berada disana. Ia mulai membereskan satu persatu, mulai dari baju kotor dan sekarang pindah membereskan meja tersebut.
            Terdengar gagang pintu terbuka Sakura menoleh “Selamat pagi Abel” sapanya dengan semangat.
            Wah ada apa dengan Sakura Dayu Yumma yang pagi-pagi seperti ini sudah membereskan kamar” ucap Charlotte yang duduk di ranjang Sakura.
            Sakura yang menggantungkan topinya tetap tidak menoleh ke arah Charlotte “Kau pasti mengetahuinya bagaimana keadaan kamarku. Berantakan sekali bukan? Ya mau tidak mau aku rapikan saja”.
            Charlotte yang memerhatikan gerak-geriknya sepertinya tidak seperti biasanya “Seperti ada yang berbeda dari sikapmu? Kau sedang berbahagia ya?”. Sakura menoleh dan hanya tersenyum sumringah.
            Charlotte yang langsung berdiri dan menghampirinya “Astaga! Apa yang telah terjadi? Ayolah ceritakan padaku” bujuknya.
            Kau ini! Jangan seperti anak kecil” katanya sambil tersenyum. “Cepat katakan..” bujuknya sekali lagi. “Noah?” tebaknya. Dan sekali lagi Sakura melihatnya dan mengembangkan senyumnya.
            Ya ampun.. ceritakan ayo cepat ceritakan”
            Sakura yang berjalan menghampiri ranjangnya dan Charlotte yang mencoba membenarkan posisi duduknya siap untuk mendengarkan Sakura bercerita “Kau benar”.
            Ada apa dengannya? Ia menghubungimu tadi malam?” dengan mata yang berbinar-binar. Dan Sakura mengangguk “Bukan hanya itu. Ia menceritakan semuanya padaku pada saat itu juga”. Charlotte yang terus dirundung rasa penasaran itu “Terus.. terus”.
            Awalnya ia tidak mau mengungkapkan apapun yang ada dalam benaknya, tetapi aku memaksanya dan pada akhirnya ia menceritakan semuanya padaku. Alasan ia tidak menghubungi atau menemuiku” jelas Sakura. “Ia bilang, bahwa ia takut untuk memulai suatu hubungan baru dikarenakan alasan pekerjaan yang tidak menetap pada suatu daerah” jelasnya lagi.
            Charlotte yang mulai tertarik dengan cerita Sakura mulai mencondongkan badannya “Lalu?”
            Sudah lama ia ingin mengungkapkan ini semua, ia pernah kecewa pada masa lalunya. Wanita yang ia kasihi pergi meninggalkannya dengan alasan tidak bisa menjalin hubungan dengan jarak jauh”.
            Aku pikir wanita itu bodoh” celetuk Charlotte. “Sepertinya” sambung Sakura.
            Maka dari itu Noah takut untuk mengatakan padaku bahwa ia mempunyai rasa padaku dan juga ia tidak menginginkan kesalahan yang sama terulang untuk kedua kalinya.. ia takut meninggalkan ku sendiri disini, ia takut aku tidak bisa seperti wanita itu”. Charlotte mengamati.
            Tetapi tidak semua orang seperti itu dalam pemikirannya” seru Charlotte.
            Aku juga mengatakan hal yang sama kepadanya, aku bilang aku akan belajar hal itu. Mungkin hal ini memang baru bagiku, tetapi siapa yang tau kalau kita memang bisa menjalaninya”.
            Hanya sebuah sebuah kepercayaan yang membuat hubungan semakin kuat” lanjutnya.
            Ya! Kau benar!”. “Memang berat memutuskan ini semua, tapi memang harus diputuskan apapun alasannya. Selamat ya Ura semoga kau bisa bersama terus dengan Noah” Charlotte yang melebarkan tangannya dan mulai memeluk sahabatnya tersebut “Terima kasih Bel”.
            Jadi mulai saat ini kau tidak boleh sedih lagi, kau sudah mempunyai pasangan” kata Charlotte menggoda.
            Tersenyum lebar dengan pipi kemerahan “nanti Noah akan menjemputku kesini sekitar pukul sebelas dan sekarang sudah jam setengah sepuluh”..
            Hmm.. pantas saja kau merapikan kamarmu, jadi itu alasannya”.
            Sudah kau siap-siap sekarang. Biar aku yang membantumu membereskan kamarmu ini” ujar Charlotte. “Kau memang terbaik. Sayang!” mencium keras tepat dipipi kanan Charlotte. Kemudian Sakura masuk ke kamar mandi.


            “Abel! Aku pakai baju yang mana?” dengan handuk yang masih melilit rambut basahnya itu.
            Kau bisa tidak dengan tidak teriak-teriak seperti itu, aku tau kau sedang berbahagia tetapi jangan berbicara terlalu kencang.. aku kan berada disampingmu” seru Charlotte dengan mata yang melirik.
            Aku tidak tau akan memakai baju yang mana.. maaf ya” katanya. Masih sibuk mencari dan sekarang Charlotte juga ikut turun tangan memilih baju untuknya “Memangnya kau akan pergi kemana? Formal atau tidak?”.
            Tidak tau aka kemana” jawabnya. Charlotte yang mendengarnya merasa ingin mencubit pipi Sakura kemudian ia menggeleng-gelengkan kepala.
            Bagaimana dengan ini?” kata Sakura yang menunjukkan baju yang ia temukan. “Bagus”
            Ya sudah aku pakai ini saja”.
            Itu kau tau baju mana yang ingin kau pakai, tidak harus teriak-teriak seperti tadi kan” cetus Charlotte.
            “Abel marah? Baik aku minta maaf sekali lagi”.. “Ya sudah cepat pakai bajumu, kita pergi ke dapur setelah ini untuk sarapan”
            Baiklah, tunggu sebentar”
            Aku tunggu di meja makan” Charlotte yang jalan keluar.

Tingg..
            Bunyi pesan masuk dari Noah “aku kesana sekarang”. Sakura hanya melihatnya dan langsung keluar kamar kemudian menuju meja makan. Sesampainya di meja makan, makanan sudah tertata rapi. Lenard dan Charlotte sudah duduk disana menunggu Sakura. Selamat pagi Lenard” datang dengan wajah yang berseri-seri. “Hmm.. sepertinya aku mencium aroma kebahagiaan  pagi hari ini” sahut Lenard yang sembari menyikut lengan Charlotte. “Ah biasa saja”. Dimana Noah?” katanya menggoda. Kau tau darimana? Abel ya yang mengatakannya padamu?” tebak Sakura. Tepat sekali” jawab Lenard dengan memberi acungan jempol ke arah Sakura. Sudah.. waktunya sarapan sekarang” perintah Charlotte.
            “Jadi bagaimana cerita awalnya sampai kau dihubungi Noah tadi malam malam?” tanya Lenard yang masih penasaran. Mulut yang sudah terbuka dan roti yang sudah sampai dibibir ditaruh ke atas piring “Jadi sebenarnya, aku tidak sengaja membuka kontak-kontak di ponselku. Aku memang melihat nama Noah, tetapi aku hiraukan dan ku taruh ponselku tepat disamping tanganku. Entah itu tersentuh atau tidak aku tidak menyadarinya, tiba-tiba saat aku terdiam ada suara laki-laki terdengar samar-samar. Lalu aku langsung melihat ke arah ponselku. Dan benar saja itu suara yang berasal dari ponselku, lebih terkejutnya lagi ternyata aku sedang menelepon Noah dalam keadaan tidak sengaja”. Lenard dan Charlotte yang masih mendengarkan dengan seksama.
“Ya jadi seperti itu cerita rincinya” lanjut Sakura yang kembali mengambil rotinya yang sempat ia taruh tadi. “Oh jadi dalam keadaan tidak sengaja dan kau yang mulai untuk menghubunginya” jawab Lenard mengerti. Charlotte yang berdiri dan berjalan ke arah lemari pendingin “Jadi intinya yang menghubungi pertama adalah kau, Sakura”.
“Tidak! Aku merasa tidak menghubunginya terlebih dulu” jawabnya mengelak. “Tetap saja, tidak sengaja maupun dengan sengaja kau yang memulainya terlebih dulu”.
“Sudahlah, kenapa kalian jadi ribut. Yang jelas sekarang Sakura sudah tidak bersedih lagi” kata Lenard yang selalu menjadi penengah antara Sakura dan Charlotte. Lenard yang mengedipkan satu mata ke arah Charlotte yang mengartikan bahwa benarkan saja apa yang Sakura katakan.
            “Mau kemana kau setelah ini?” tanya Lenard. “Belum tau Nard, yang pasti Noah sedang dijalan menuju kesini”.
Lenard yang mengangguk tanda mengerti yang kemudian disusul dengan menyesap teh hangatnya kemudian berkata “Oh baiklah kalau begitu, aku juga setelah ini akan pergi keluar mungkin sampai malam”.
“Kau mau kemana? Kau tidak mengatakan sebelumnya padaku” tanya Charlotte yang sembari mencoba untuk duduk dikursi. “Ada urusan, anak dari teman ibuku dari Jakarta sedang berlibur ke Amsterdam”. “Berarti aku bakal sendirian dirumah. Sementara kalian berdua ada urusan” jawab Charlotte. “Kan ada bibi Bel” sahut Sakura terkekeh. Disambung dengan tawa kecil dari Lenard. “Membosankan!” gumamnya.
            Sedang asyik berbincang terdengar suara mobil “Sepertinya itu Noah” melihat Sakura yang langsung berdiri dan berjalan dengan langkah yang sedikit lebar. Lenard dan Charlotte saling tatap melihat Sakura yang sontak berjalan ke arah luar.
Sakura yang membuka pintu rumah dan melihat Noah yang sedang menutup pintu mobil kemudian berjala keluar ke arahnya. Lalu Noah yang menyadari kehadiran Sakura langsung menyapa “Hai Ra”. Sakura yang tersenyum lebar dan mencoba memengah lengan Noah “Hai, silakan masuk” kemudian mereka masuk ke dalam rumah dan menuju ke arah meja makan.
“Hallo semua, selamat pagi” sapa Noah sambil melambaikan tangan kepada Lenard dan Charlotte. “Hai, Noah” sapa Charlotte. “Sudah lama kita tidak berjumpa” sambungnya. Noah hanya tersenyum manis pada Charlotte tanpa menjawab satu kata pun.
“Hai, Noah” sapa dari Lenard. “Hello, Nard! Bagaimana kabarmu?” tanya Noah.
“Baik, seperti hari-hari sebelumnya. Kau menanyakan itu seakan-akan kita sudah lama tak berjumpa” jawabnya sambil tertawa.
            Sakura yang berada disampingnya hanya ikut tersenyum. “Noah, apakah kau sudah sarapan?” tanya Charlotte. “Hanya minum secangkir kopi saja” sahutnya.
“Mau ku buatkan roti panggang?”.
“Tidak perlu repot-repot” sahutnya. “Sudah tidak apa-apa” jawab Sakura yang kemudian berdiri ke arah dapur “Biarkan aku saja yang membuatkan roti panggang untuk Noah” sambung Sakura. “Baiklah” jawab Charlotte. Kemudian Charlotte merapikan piring dan gelas kotor yang ada diatas meja makan dan dibawa ke wastafel. Sedangkan Noah dan Lenard yang sedang asyik dengan obrolannya.

            “Aku tinggal ganti baju dulu ya” kata Lenard kepada ketiga kawannya tersebut. “Mau kemana kau?” tanya Noah yang sembari mengunyah roti panggangnya.
“Ada urusan keluar”, dan Noah hanya mengangguk cepat.
Sakura yang hanya berdiam duduk disebelah Noah hanya menatap dan mengutak-atik ponselnya. “Sakura, kau diam saja. Kau terlihat gugup sekali duduk disebelah Noah” ledek Charlotte. Sakura yang berusaha mengerjapkan mata langsung mematikan ponselnya dan melihat ke arah Charlotte yang berada tepat didepannya “Kau bilang apa barusan?”. Noah yang sejak itu langsung menoleh ke arah Sakura dengan tatapan hangat.
“Aku bilang kau gugup berada disamping Noah, yang sekian lama tidak bertemu” jelasnya lagi. “Memang benar apa yang dikatakan Abel?” tanya Noah memastikan.
“Ah tidak, siapa bilang” katanya berusaha mengelak.
“Sudah jangan berbohong, kelihatan wajah gugupmu itu” sambung Charlotte. Sakura mengedipkan mata mengisyaratkan untuk diam. Charlotte yang tertawa melihat tingkah laku sahabatnya itu. “Ia tidak mau mengakuinya Bel” ucap Noah sambil melirik ke arah Sakura. Dan Sakura melihat Noah dengan tatapan sedikit sinis “Siapa bilang? Aku biasa saja berada di dekatmu” menghembus napas panjang.
            Jam sudah menunjukkan pukul setengah satu siang, Lenard yang sudah rapi berjalan ke arah meja makan “Aku tidak berlama-lama, akan segera berangkat” ujar Lenard. Noah yang melihatnya “Baiklah, sampai jumpa”. Kemudian Lenard melambaikan tangan kepada ketiga kawannya dan berjalan keluar. Kemudian Charlotte beranjak dari kursinya, “Mau kemana Bel?” tanya Sakura.
“Kamar” jawabnya singkat.
            Sekarang tinggal Sakura dan Noah yang berada di pantry. Sakura yang masih terdiam dan Noah yang masih asyik dengan roti panggangnya yang tinggal satu gigitan lagi. “Kita mau kemana?” tiba-tiba tanya Sakura. Noah yang beranjak dari kursinya dan berjalan ke arah wastafel hendak mencuci tangan “Ku serahkan padamu saja”. Sakura yang membereskan meja makan sembari memikirkan akan kemana hari ini untuk kencan pertamanya bersama.
“Hmm. Kemana ya?” tanyanya lagi. “Teater?”.
“Boleh. Ada film bagus apa?” tanya Sakura sambil mencuci piring dan gelas. “Aku belum melihatnya”.
“Selain itu kemana ya? Apakah kau ada ide lain? Masa ke taman lagi” ujarnya.
“Atau ditaman belakang saja, duduk sebentar sambil memikirkan kita akan kemana?”. “Baiklah, aku selesaikan tugasku ini”. Noah melihatnya sambil terangguk manis.




Bersambung...

No comments:

Post a Comment

Bieber'n

Bieber'n