Ig - @FIDADIDO5

Monday, 13 April 2020

SPRING TO FALL (BAB 1)


         Embun pagi membasahi alam sekitar kota Amsterdam. Tepat tanggal 17 Maret musim semi kembali datang. Tak segan-segan semua orang dengan antusiasnya menyambut musim ini. Sama hal nya dengan gadis yang satu ini, yang sedang duduk santai di taman belakang dengan ditemani segelas jus jeruk dan secarik kertas yang tidak bisa ia lupakan. Sakura Dayu Yumma namanya, panggil saja Sakura. Ia tinggal bersama kedua sahabatnya yang bernama Charlotte Issabel dan Lenard Johannes dan juga seorang pembantu rumah tangga. Ia masih bersekolah di salah satu universitas ternama di kota Amsterdam yang bernama Vrije Universiteit atau Free University dan ia mengambil jurusan seni.
Kemudian selain ia menjadi mahasiswa, ia juga bekerja di sebuah restoran sebagai cook/commis1. Ya walaupun pekerjaannya tidak sesuai dengan bakat atau keinginannya. Tapi pekerjaan ini hanya untuk membantu kehidupan sehari-hari saja.
Ia menyukai hal yang berbau art atau kesenian. Seperti melukis, fotografi, dan juga memasak. Memasak? Ya memasak! Karena memasak adalah suatu hal yang penting untuk kebutuhan hidup, memasak sekarang tidak hanya mengolah bahan makanan saja melainkan kita dapat berkreasi pada masakan tersebut. Seperti menghias makanan diatas piring dengan berbagai macam bahan.
Sakura adalah orang yang suka berteman, walaupun ia orang yang pandai bergaul, ia tentu tidak sembarangan berteman dengan siapa saja, ia akan memilih teman yang benar-benar baik dan bisa ia percaya.
            “Ura kau dimana?” teriak Charlotte dari dalam rumah. Ura? Ya itu panggilan Charlotte kepada Sakura. Sedangkan Sakura memanggil Charlotte dengan panggilan Abel.
            “Abel kecilkan volume suaramu itu, aku disini!” ucap Sakura
            “Oh, ternyata kau sudah bangun dan sudah duduk manis di taman belakang? Kau tidak bekerja atau pergi ke kampus hari ini?” tanya Charlotte.
“Iya, hari ini aku sedang libur. Oh iya bagaimana denganmu?” Tanya Sakura sambil terkekeh.
“Aku sedang tidak bersemangat pergi ke kampus hari ini, sedangkan untuk bekerja memang jadwalku hari ini libur.” Jawab Charlotte.
“Selalu malas, bagaimana kau mau berkembang? Yasudah kalau begitu, bagaimana kalau kita ke taman saja? Mau tidak nanti sore?” ajak Sakura sambil menyesap minumannya.
“Oke, oh iya aku masuk dulu, mau melanjutkan tidur” jawab Charlotte sambil membelakangi Sakura dan pergi.
            “Dasar putri tidur!” teriak Sakura dari luar.
Charlotte adalah seorang mahasiswa yang pintar, tetapi memiliki rasa malas yang berlebihan. Ia juga satu almamater dengan Sakura, tetapi berbeda jurusan. Ia lebih memilih psikologi dalam kejuruannya. Dan ia juga bekerja sebagai penjual bunga di tokoh bunga ternama. Ia sahabat baik Sakura sejak ia berada di Indonesia, begitu juga dengan Lenard Johannes namun ia tidak kuliah tetapi lebih memilih sebagai pekerja kantoran. Mereka berdua adalah teman rumah Sakura di Indonesia sejak mereka masih kecil. Dan sekarang mereka bersama-sama merantau dan memastikan untuk tinggal satu rumah. Tetapi rumah ini adalah milik tante Sakura yang sudah lama pindah ke Indonesia.
“Pagi yang sangat sejuk dan cerah, tetapi berlawanan dengan hati” desah Sakura sambil menatapi langit biru yang melindungi kepalanya.
            Bunga-bunga disekitarnya seperti menghibur dirinya, namun tidak dihiraukan oleh Sakura. Entah apa yang ada didalam pikirannya saat ini. Apakah secarik kertas yang selama ini ia genggam? Tapi apa semua isi dari kertas tersebut? Apakah hanya kertas biasa yang baru-baru saja ini ia buat? Atau kertas masa lalunya yang ia curahkan sejak dulu?
            Sakura mencoba mengerjapkan mata beberapa kali dan ia tersadar bahwa sudah meneteskan banyak air mata di pipinya yang mungkin sudah ada yang jatuh ke rumput-rumput hijau.
            “Kenapa aku menangis di cuaca yang paling aku sukai dan pertama yang aku tunggu-tunggu pada tahun ini?” desah Sakura sambil mengusap kasar wajahnya.
            Sakura langsung mencoba menenangkan diri dengan menyesap jus jeruknya. Setelah menyesap jus jeruknya, ia langsung bangun dan pergi ke dapur untuk menaruh gelasnya dan meminta pembantu rumah untuk membersihkannya lalu menyiapkan handuk untuk ia berenang pagi ini.
“Bi tolong siapkan baju handuk yang ada di kamar?” ucap Sakura.
            Selagi pembantu rumah menyiapkan apa yang Sakura perintah. Sakura membuka pintu depan rumah untuk mengecek apakah langganan majalahnya hari ini sudah sampai atau belum, untuk dibaca ketika ia sedang santai sehabis berenang.
Oh ternyata sudah sampai! mungkin berita kali ini menarik menjadi topik perbincangan para gadis saat ini.
Lalu ia pergi ke belakang untuk bersiap-siap berenang, karena ia suka sekali dengan olahraga yang satu ini.
Byur! Lompat Sakura ke dalam kolam renang yang berbentuk persegi panjang dengan gaya yang ia sukai.
“Huh, dingin sekali!” ujar Sakura.
Lalu ia berenang dengan gayanya sendiri. Berenang menyusuri kolam renang dari ujung hingga ujung. Terkadang ia naik untuk duduk di pinggir kolam dekat bebatuan yang disampingnya ada air mancur yang berasal dari bebatuan yang menempel di dinding.
Selesai berenang ia langsung mandi dan sarapan pagi. Makanan kesukaannya pada pagi hari ini hanyalah sereal yang di hidangkan dengan segelas susu hangat. Setelah sarapan, ia duduk di ruang tengah yang di dalamnya terdapat banyak barang-barang, seperti televisi flat atau LCD, radio, piano, gitar, alat DJ dan sofa. Disana Sakura hanya duduk sambil membaca majalah yang tadi ia ambil di halaman depan rumah.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
            “Ra, ayo cepat! Aku sudah tidak dapat menahan rasa lapar ini, kau bilang kita akan pergi makan siang di restoran Jepang?” teriak Charlotte dari luar rumah.
“Iya.. iya sebentar, kemana kunci mobilku? Aku sedang mencarinya” sahut Sakura.
Jam 12 tepat mereka pergi untuk makan siang dengan menaiki Mercedes merah milik Sakura. Yang di hadiahkan oleh kedua orangtua Sakura sejak ia berulang tahun pada tahun lalu. Kedua orangtua Sakura tinggal di Tokyo,Jepang. Ayah Sakura bernama Shouta Yumma, sedangkan ibunya bernama Dayu Jasmine Caroline. Ibu Sakura berdarah Indonesia tepatnya wanita Bali yang sangat cantik dan anggun, sedangkan ayahnya berdarah Jepang.
            Jadi Sakura bisa menggunakan empat bahasa yang berbeda yaitu bahasa Indonesia, Bali, Inggris dan Jepang. Dan ditambah satu lagi dengan bahasa Belanda, total adalah lima bahasa yang dapat ia gunakan.
Kira-kira jarak dari rumah ke restoran sekitar lima belas menit. Di dalam perjalanan Sakura memutar lagu barat ber-genre pop. Dan mereka sangat menikmatinya, di lain itu mereka juga asik berbincang tentang apa saja yang ia dapatkan dari pikiran masing-masing untuk menjadi satu bahan pokok perbincangan yang menyenangkan.
            “Akhirnya kita sampai juga” cetus Charlotte sambil merapihkan rambutnya yang sedari tadi joget-joget di dalam mobil.
“Mari kita makan!” jawab Sakura sambil menutup pintu mobil.
Mereka pun masuk untuk mencari tempat duduk yang mereka sukai. Akhirnya mereka menemukan tempat duduk yang berada di dekat kaca besar sebelah kanan yang dimana kaca tersebut berlapis dua yang didalamnya dihiasi seperti air terjun dan dilingkari pohon sakura buatan.
Goede Middag (selamat siang)” sapa pelayan restoran sambil menyodorkan dua list menu.
Tak berlama-lama melihat, dikarenakan perut sudah mencari keributan. Mereka memesan okonomiyaki, yakitori dan takenoko gohan sebagai menu makannya, sedangkan untuk menu minumannya mereka memilih ocha dan jus alpukat. Takenoko gohan ini adalah makanan khas musim semi di Jepang, yaitu rebung bambu yang telah direbus dan dipotong-potong akan dimasak bersama nasi, jamur, dan tahu goreng dengan mencampurkan bumbu-bumbu seperti kecap manis, gula, sake, dan bumbu ikan.
            Tak lama kemudian makanan datang ke meja mereka. Dan pelayan langsung memindahkan dari atas nampan ke atas meja mereka.
            “Silakan, makanan sudah siap dihidangkan. Selamat menikmati” kata sang pelayan kepada Sakura dan Charlotte dengan ramah.
“Terima kasih” jawab mereka.
            Ditengah-tengah saat mereka sedang asik menikmati makanan mereka. Tiba-tiba Sakura membuyarkan keheningan dengan mengatakan sesuatu dengan pelan.
“Bel sepertinya lelaki yang berada disana sedang memperhatikan kita terus sejak tadi, ya ampun aku jadi takut. Jangan-jangan dia seorang penguntit. Atau ia akan menyulik kita dan terus kita dibawa ke tengah hutan nanti kita dibunuh dan dibiarkan begitu aja” kata Sakura ketakutan.
“Astaga Sakura, imajinasimu tinggi sekali. Siapa yang mau menyulik kita? Makan kita saja banyak, kau tidak bisa melihat makanan yang berada dihadapan kita sekarang? Memangnya mereka sanggup memberi kita makan sebanyak ini? Huh?” kata Charlotte mengejek.
Entah siapa laki-laki itu, tapi kenapa ia harus mengawasi Sakura dan Charlotte seperti itu? Apakah ia kenal dengan kedua gadis itu? Atau ia adalah teman lama dari salah satu gadis itu? Entahlah!

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------            
Selesai makan mereka langsung pergi ke mall dekat taman yang baru saja mereka rencanakan saat perjalanan menuju restoran. Sakura ingin membeli baju untuk pergi bekerja dan pakaian sehari-hari. Karena bajunya sudah tidak begitu bagus. Ya mungkin menurut ia sudah tidak bagus, tapi belum tentu menurut Charlotte dan yang lain sudah tidak bagus. Maklum saja Sakura hobi berbelanja.
            Sedangkan Charlotte tidak ada niatan untuk membeli apa-apa. Tetapi saat ini juga hatinya berkata lain, ada tas yang ia taksir. Lalu ia meninggalkan Sakura dan menuju toko tas tersebut.
“Ra, sepertinya kau pergi sendiri saja ke toko baju itu”. “memangnya kau mau kemana?”
“sepertinya saat ini ada tas yang aku taksir” kata Charlotte sambil menunjuk ke toko tas yang ada di ujung kanan jalan.
“oke” jawab Sakura.
Sedang sibuk memilih akhirnya Sakura menemukan empat baju yang ia sukai. Dua baju untuk pergi bekerja dan bisa juga untuk kuliah, lalu yang dua baju biasa untuk pakaian sehari-hari dirumah. Setelah memilih, Sakura langsung menuju ke kasir untuk membayar semua baju yang ia beli.
Kemudian Sakura mengeluarkan ponselnya.
“Halo Bel, kau sudah selesai belum? Aku sudah sampai di lobby. Jangan lama-lama ya” kata Sakura sambil membawa dua tentengan di tangan kirinya.
“Oke. Aku baru saja selesai, tunggu ya” jawab Charlotte.
Lalu menutup ponselnya dan menaruhnya ke dalam tas tangannya.
Beberapa menit kemudian akhirnya Charlotte sampai di lobby dan menghampiri Sakura. Lalu menuju lift yang berada di ujung sana. Kemudian berjalan ke arah parkiran dimana mobil mereka diparkir. Mereka masuk, dan Sakura mengemudi dengan lancar menuju taman.
Tak sampai lima menit mereka sampai di taman. Dan memarkirkan mobilnya di pinggir taman. Lalu mereka berjalan-jalan menelusuri taman itu, tiba-tiba tanpa disadari mereka bertemu dengan laki-laki yang ada di restoran tadi. Sakura dan laki-laki itu bertabrakan satu sama lain.
“Duh maaf ya” kata Sakura.
“Iya tidak apa-apa” jawab laki-laki itu.
“Hmm, kau itu yang tadi direstoran kalau tidak salah, yang mengawasi kita tadi bukan?” tanya Sakura panik.
“Iya” kata laki-laki itu dengan santainya.
“Kenapa kau melihat kami seperti itu?” tanya Sakura penasaran.
“Ah tidak apa-apa, aku hanya penasaran padamu. Oh iya kalau boleh tau namamu siapa?” tanya laki-laki itu.
Tak sempat menjawab, tiba-tiba tangan Sakura dipegang oleh seseorang dan sontak Sakura kaget ternyata yang memegang tangannya itu adalah Lenard.
Sakura langsung berbalik badan dan menyipitkan matanya ke arah Lenard “Lenard? kau kenapa suka sekali bikin aku jantungan?” Tanya Sakura dengan jantung yang masih berdegup kencang.
Ah perasaan kau saja itu, eh ternyata kau sudah kenal dengan Noah? Cepat sekali bukan?” sahut Lenard dengan gembira.
“Noah? Siapa? Dia?” sambil menunjuk pria di sebelah kirinya yang awalnya berada dihadapan Sakura.
Iya aku Noah, rekan kerja Lenard yang baru saja pindah kantor beberapa minggu ini” ujar Noah sambil memperkenalkan diri.
Iya Ra, dia rekan kerja baruku, ngomong-ngomong kau kesini sendirian? Jarang sekali seorang Sakura Dayu Yumma bepergian dengan seorang diri dan berkenalan dengan orang baru” ujar Lenard sambil melihat Sakura dari ujung kepala sampai ujung kaki.
Tidak, aku tidak sendiri, aku kesini pergi bersama Abel, lho tapi Abel kemana ya?” sahutnya sambil melihat ke sekeliling taman.
Iya, dia kesini tidak sendirian, dia bersama temannya.. hmm sepertinya itu dia!” kata Noah sambil menunjuk kearah kincir angin.
Ah iya benar itu Abel, sudah ya aku mau kesana Nard, sampai jumpa dirumah ohiya kau juga rekan kerja barunya Lenard sampai bertemu dilain waktu, dah!” jawab Sakura sambil melambaikan tangan lalu pergi.
Sakura berjalan menuju kearah dimana Charlotte berdiri dan ternyata ia menyadari kedatangan Sakura dan Charlotte menunjuk-nunjuk ke arah wahana kincir angin raksasa itu. Memang taman ini mempunyai wahana permainan yang menakjubkan seperti kincir angin ini.
Akhirnya mereka mengantri membeli tiket di loket untuk menaiki wahana tersebut. Tiba saatnya giliran Sakura dan Charlotte menaiki dan menikmati wahana tersebut.



Bersambung....

No comments:

Post a Comment

Bieber'n

Bieber'n