Embun
pagi membasahi alam sekitar kota Amsterdam. Tepat tanggal 17 Maret musim
semi kembali
datang. Tak segan-segan semua orang dengan antusiasnya menyambut musim ini.
Sama hal nya dengan gadis yang satu ini, yang sedang duduk santai di taman
belakang dengan ditemani segelas jus jeruk
dan secarik kertas yang tidak bisa ia lupakan. Sakura Dayu Yumma namanya, panggil saja Sakura.
Ia tinggal bersama kedua
sahabatnya yang bernama Charlotte Issabel dan Lenard Johannes dan juga seorang pembantu rumah tangga. Ia
masih bersekolah di salah satu universitas ternama di kota Amsterdam yang
bernama Vrije Universiteit atau Free University dan ia mengambil jurusan seni.
Kemudian selain ia
menjadi mahasiswa, ia juga bekerja di sebuah restoran sebagai
cook/commis1. Ya walaupun
pekerjaannya tidak sesuai dengan bakat atau keinginannya. Tapi pekerjaan ini
hanya untuk membantu kehidupan sehari-hari saja.
Ia menyukai hal
yang berbau art atau kesenian. Seperti melukis, fotografi, dan
juga memasak. Memasak?
Ya memasak! Karena memasak adalah suatu hal yang penting untuk kebutuhan hidup,
memasak sekarang tidak hanya mengolah bahan makanan saja melainkan kita dapat
berkreasi pada masakan tersebut. Seperti menghias makanan diatas piring dengan
berbagai macam bahan.
Sakura adalah orang yang suka
berteman, walaupun ia orang yang pandai bergaul, ia tentu tidak
sembarangan berteman dengan siapa saja, ia akan memilih teman yang benar-benar
baik dan bisa ia percaya.
“Ura kau
dimana?” teriak
Charlotte dari dalam rumah. Ura? Ya itu panggilan Charlotte kepada Sakura.
Sedangkan Sakura memanggil Charlotte dengan panggilan Abel.
“Abel
kecilkan volume suaramu itu, aku
disini!” ucap Sakura
“Oh,
ternyata kau
sudah bangun dan sudah duduk manis di taman belakang? Kau tidak bekerja atau pergi ke kampus
hari ini?” tanya
Charlotte.
“Iya, hari
ini aku sedang libur. Oh iya bagaimana denganmu?” Tanya Sakura sambil terkekeh.
“Aku sedang tidak bersemangat pergi ke kampus
hari ini, sedangkan untuk bekerja memang jadwalku hari ini
libur.” Jawab Charlotte.
“Selalu malas, bagaimana
kau mau berkembang? Yasudah
kalau begitu, bagaimana kalau kita ke taman saja?
Mau tidak nanti sore?”
ajak Sakura sambil menyesap minumannya.
“Oke, oh iya aku masuk dulu, mau melanjutkan tidur” jawab Charlotte sambil
membelakangi Sakura dan pergi.
“Dasar
putri tidur!” teriak Sakura dari luar.
Charlotte adalah seorang
mahasiswa yang pintar, tetapi memiliki rasa malas yang berlebihan. Ia juga satu almamater dengan Sakura, tetapi berbeda jurusan. Ia lebih memilih
psikologi dalam kejuruannya. Dan ia juga bekerja sebagai penjual bunga di tokoh
bunga ternama. Ia sahabat baik
Sakura sejak ia
berada di Indonesia,
begitu juga dengan Lenard Johannes namun ia tidak kuliah tetapi lebih memilih sebagai pekerja
kantoran.
Mereka berdua adalah
teman rumah Sakura di Indonesia sejak mereka masih kecil. Dan sekarang mereka bersama-sama merantau dan
memastikan untuk tinggal satu rumah. Tetapi rumah ini adalah milik tante Sakura yang sudah lama pindah
ke Indonesia.
“Pagi yang sangat sejuk
dan cerah, tetapi berlawanan dengan hati” desah Sakura sambil menatapi langit biru yang melindungi
kepalanya.
Bunga-bunga
disekitarnya seperti menghibur dirinya, namun tidak dihiraukan oleh Sakura.
Entah apa yang ada didalam pikirannya saat ini. Apakah secarik kertas yang selama
ini ia genggam? Tapi apa semua isi dari kertas tersebut? Apakah hanya kertas
biasa yang baru-baru saja ini ia buat? Atau kertas masa lalunya yang ia
curahkan sejak dulu?
Sakura
mencoba mengerjapkan mata beberapa kali dan ia tersadar bahwa sudah meneteskan
banyak air mata di pipinya yang mungkin sudah ada yang jatuh ke rumput-rumput
hijau.
“Kenapa aku menangis di cuaca yang paling aku
sukai dan pertama yang aku tunggu-tunggu pada tahun ini?” desah Sakura sambil
mengusap kasar wajahnya.
Sakura
langsung mencoba menenangkan diri dengan menyesap jus jeruknya. Setelah menyesap jus
jeruknya, ia langsung
bangun dan pergi ke dapur untuk menaruh gelasnya dan meminta pembantu rumah untuk membersihkannya lalu
menyiapkan handuk untuk ia berenang pagi ini.
“Bi tolong siapkan baju
handuk yang ada di kamar?” ucap Sakura.
Selagi
pembantu rumah menyiapkan apa yang Sakura perintah. Sakura membuka pintu depan rumah
untuk mengecek apakah langganan majalahnya hari ini sudah sampai atau belum,
untuk dibaca ketika ia sedang santai sehabis berenang.
Oh ternyata sudah sampai!
mungkin berita kali ini menarik menjadi topik perbincangan para gadis saat ini.
Lalu ia pergi ke belakang
untuk bersiap-siap berenang, karena ia suka sekali dengan olahraga yang satu
ini.
Byur! Lompat Sakura ke dalam
kolam renang yang berbentuk persegi panjang dengan gaya yang ia sukai.
“Huh, dingin sekali!” ujar
Sakura.
Lalu ia berenang dengan
gayanya sendiri. Berenang menyusuri kolam renang dari ujung hingga ujung.
Terkadang ia naik untuk duduk di pinggir kolam dekat bebatuan yang disampingnya
ada air mancur yang berasal dari bebatuan yang menempel di dinding.
Selesai berenang ia
langsung mandi dan sarapan pagi. Makanan kesukaannya pada pagi hari ini hanyalah
sereal yang di hidangkan dengan segelas susu hangat. Setelah sarapan, ia duduk
di ruang tengah yang di dalamnya terdapat banyak barang-barang, seperti
televisi flat atau LCD, radio, piano, gitar, alat DJ dan sofa. Disana Sakura
hanya duduk sambil membaca majalah yang tadi ia ambil di halaman depan rumah.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“Ra,
ayo cepat! Aku
sudah tidak dapat menahan
rasa lapar ini, kau bilang kita akan pergi makan siang di restoran Jepang?”
teriak Charlotte dari luar rumah.
“Iya.. iya sebentar, kemana kunci mobilku? Aku sedang
mencarinya” sahut Sakura.
Jam 12 tepat mereka pergi
untuk makan siang dengan menaiki Mercedes merah milik Sakura. Yang di hadiahkan oleh kedua
orangtua Sakura sejak ia berulang tahun pada tahun lalu. Kedua orangtua Sakura
tinggal di Tokyo,Jepang.
Ayah Sakura bernama Shouta Yumma, sedangkan ibunya bernama Dayu Jasmine Caroline.
Ibu Sakura berdarah Indonesia tepatnya wanita Bali yang sangat cantik dan anggun, sedangkan ayahnya berdarah Jepang.
Jadi
Sakura bisa menggunakan empat bahasa yang berbeda yaitu bahasa
Indonesia, Bali, Inggris
dan Jepang. Dan ditambah satu
lagi dengan bahasa
Belanda, total adalah lima bahasa yang dapat ia gunakan.
Kira-kira jarak dari rumah
ke restoran sekitar lima belas menit. Di dalam perjalanan Sakura memutar lagu barat ber-genre pop. Dan mereka
sangat menikmatinya, di lain itu mereka juga asik berbincang tentang apa saja
yang ia dapatkan dari pikiran masing-masing untuk menjadi satu bahan pokok
perbincangan yang menyenangkan.
“Akhirnya
kita sampai juga” cetus
Charlotte sambil merapihkan rambutnya yang sedari tadi joget-joget di dalam
mobil.
“Mari kita makan!” jawab
Sakura sambil menutup pintu mobil.
Mereka pun masuk untuk
mencari tempat duduk yang mereka sukai. Akhirnya mereka menemukan tempat duduk
yang berada di dekat kaca besar sebelah kanan yang dimana kaca tersebut berlapis
dua yang didalamnya dihiasi seperti air terjun dan dilingkari pohon sakura
buatan.
“Goede Middag (selamat siang)” sapa pelayan restoran sambil
menyodorkan dua list menu.
Tak berlama-lama melihat,
dikarenakan perut sudah mencari keributan. Mereka memesan okonomiyaki, yakitori dan
takenoko gohan sebagai menu makannya, sedangkan untuk
menu minumannya mereka memilih ocha dan jus alpukat. Takenoko gohan ini adalah makanan khas musim semi di Jepang, yaitu rebung
bambu yang telah direbus dan dipotong-potong akan dimasak bersama nasi, jamur,
dan tahu goreng dengan mencampurkan bumbu-bumbu seperti kecap manis, gula, sake, dan bumbu ikan.
Tak
lama kemudian makanan datang ke meja mereka. Dan pelayan langsung memindahkan dari atas nampan ke atas
meja mereka.
“Silakan,
makanan sudah
siap dihidangkan. Selamat menikmati”
kata sang pelayan kepada Sakura dan Charlotte dengan ramah.
“Terima
kasih” jawab mereka.
Ditengah-tengah
saat mereka sedang asik menikmati makanan mereka. Tiba-tiba Sakura membuyarkan
keheningan dengan mengatakan sesuatu dengan pelan.
“Bel
sepertinya
lelaki yang berada
disana sedang memperhatikan
kita terus
sejak tadi, ya
ampun aku
jadi takut. Jangan-jangan dia seorang
penguntit. Atau ia akan menyulik kita dan terus kita dibawa ke tengah hutan
nanti kita dibunuh dan dibiarkan begitu aja” kata Sakura ketakutan.
“Astaga
Sakura, imajinasimu tinggi
sekali. Siapa yang
mau menyulik kita? Makan kita saja banyak, kau tidak bisa melihat makanan yang
berada dihadapan kita sekarang? Memangnya mereka sanggup memberi kita
makan sebanyak ini? Huh?” kata Charlotte mengejek.
Entah
siapa laki-laki itu, tapi kenapa ia harus mengawasi Sakura dan Charlotte
seperti itu? Apakah ia kenal dengan kedua gadis itu? Atau ia adalah teman lama
dari salah satu gadis itu? Entahlah!
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Selesai makan mereka
langsung pergi ke mall dekat taman yang baru saja mereka rencanakan saat
perjalanan menuju restoran. Sakura ingin membeli baju untuk pergi bekerja dan
pakaian sehari-hari.
Karena bajunya sudah tidak begitu bagus. Ya mungkin menurut ia sudah tidak
bagus, tapi belum tentu menurut Charlotte dan yang lain sudah tidak bagus. Maklum
saja Sakura hobi berbelanja.
Sedangkan
Charlotte tidak ada niatan untuk membeli apa-apa. Tetapi saat ini juga hatinya
berkata lain, ada tas yang ia taksir. Lalu ia meninggalkan Sakura dan menuju toko tas tersebut.
“Ra, sepertinya kau pergi sendiri
saja ke toko baju itu”. “memangnya kau mau kemana?”
“sepertinya saat ini ada
tas yang aku taksir” kata Charlotte sambil menunjuk ke toko tas yang ada di
ujung kanan jalan.
“oke” jawab Sakura.
Sedang sibuk memilih
akhirnya Sakura menemukan empat baju yang ia sukai. Dua baju untuk pergi bekerja
dan bisa juga untuk
kuliah, lalu yang dua baju biasa untuk pakaian sehari-hari dirumah. Setelah
memilih, Sakura langsung menuju ke kasir untuk membayar semua baju yang ia
beli.
Kemudian Sakura mengeluarkan ponselnya.
“Halo Bel, kau sudah selesai belum?
Aku sudah sampai di lobby. Jangan lama-lama ya” kata Sakura
sambil membawa dua tentengan di tangan kirinya.
“Oke. Aku baru saja selesai, tunggu ya” jawab Charlotte.
Lalu menutup ponselnya dan menaruhnya ke dalam tas tangannya.
Beberapa menit kemudian
akhirnya Charlotte sampai di lobby dan menghampiri Sakura. Lalu menuju lift yang berada di ujung sana.
Kemudian berjalan ke
arah parkiran dimana mobil mereka diparkir. Mereka masuk, dan Sakura mengemudi dengan lancar menuju taman.
Tak sampai lima menit mereka sampai di taman. Dan
memarkirkan mobilnya
di pinggir taman. Lalu mereka berjalan-jalan menelusuri taman itu, tiba-tiba tanpa
disadari mereka bertemu dengan laki-laki yang ada di restoran tadi. Sakura dan
laki-laki itu bertabrakan satu sama lain.
“Duh maaf ya” kata Sakura.
“Iya tidak
apa-apa” jawab laki-laki
itu.
“Hmm, kau itu yang tadi direstoran kalau
tidak salah, yang
mengawasi kita tadi bukan?” tanya Sakura panik.
“Iya” kata laki-laki itu
dengan santainya.
“Kenapa kau melihat kami seperti itu?” tanya Sakura penasaran.
“Ah tidak apa-apa, aku
hanya penasaran padamu. Oh iya kalau boleh tau namamu siapa?” tanya laki-laki
itu.
Tak sempat menjawab,
tiba-tiba tangan Sakura dipegang
oleh seseorang dan sontak
Sakura kaget ternyata yang memegang tangannya itu adalah Lenard.
Sakura langsung berbalik badan dan menyipitkan matanya ke arah Lenard
“Lenard? kau kenapa suka sekali bikin aku jantungan?” Tanya Sakura dengan
jantung yang masih berdegup kencang.
“Ah
perasaan kau saja itu,
eh ternyata kau sudah kenal dengan Noah? Cepat sekali bukan?” sahut Lenard
dengan gembira.
“Noah? Siapa? Dia?” sambil menunjuk pria di sebelah kirinya yang awalnya
berada dihadapan Sakura.
“Iya
aku Noah, rekan kerja Lenard yang baru saja pindah kantor beberapa minggu ini”
ujar Noah sambil memperkenalkan diri.
“Iya
Ra,
dia rekan kerja baruku, ngomong-ngomong kau kesini sendirian? Jarang sekali
seorang Sakura Dayu Yumma bepergian dengan seorang diri dan berkenalan dengan
orang baru” ujar Lenard sambil melihat Sakura dari ujung kepala sampai ujung
kaki.
“Tidak,
aku tidak sendiri, aku kesini pergi bersama Abel, lho tapi Abel
kemana ya?” sahutnya sambil melihat ke sekeliling taman.
“Iya, dia kesini
tidak sendirian, dia bersama temannya.. hmm sepertinya itu dia!” kata Noah
sambil menunjuk kearah kincir angin.
“Ah
iya benar itu Abel, sudah ya aku mau kesana Nard, sampai jumpa dirumah ohiya kau
juga rekan kerja barunya
Lenard sampai bertemu dilain waktu, dah!”
jawab Sakura sambil melambaikan tangan lalu pergi.
Sakura berjalan menuju kearah dimana Charlotte berdiri dan ternyata ia
menyadari kedatangan Sakura dan Charlotte menunjuk-nunjuk
ke arah wahana kincir angin raksasa itu. Memang taman ini mempunyai wahana
permainan yang menakjubkan seperti kincir angin ini.
Akhirnya mereka mengantri membeli
tiket di loket
untuk menaiki wahana
tersebut. Tiba saatnya giliran Sakura dan Charlotte menaiki dan menikmati
wahana tersebut.
Bersambung....
No comments:
Post a Comment