Ig - @FIDADIDO5

Tuesday, 14 April 2020

SPRING TO FALL (BAB 2)



 “Goedemorgen wereld” (selamat pagi dunia) sapa Sakura pada pagi hari kepada dunia dengan menggunakan bahasa Belanda. Tepat pukul tujuh pagi. Sakura baru bangun dari larut kantuknya yang menyelimuti sedari malam.
 Pagi yang sangat indah tetapi matahari belum menampakan bentuk aslinya hanya masih samar-samar. Embun yang membasahi kaca jendela kamar Sakura menyambutnya dengan senyuman. Kamar yang begitu sejuk dengan ranjang yang tidak terlalu besar. Pagi ini ia akan bekerja di restoran, setelah selesai bekerja ia langsung bergegas pergi kuliah. Sepertinya hari ini akan menjadi hari yang sangat melelahkan baginya dengan jadwal yang begitu padat.
“Ura! Apakah kau sudah bangun dari tidurmu? Jam sudah menunjukan pukul tujuh. Bukankah pagi hari ini jadwalmu pergi ke restoran?” teriak bibi dari balik pintu kamar Sakura sambil mengetuk-ngetuk pintu.
Tapi tak ada jawaban dari Sakura, hanya gemercik suara air dan lantunan lagu dari kamar mandi yang terdengar samar di telinga pembantu rumah itu.
“Oh syukurlah ia sudah bangun” ucap bibi pelan sambil membalikan badan menuju dapur untuk menyiapkan sarapan untuk Sakura.
Tak lama kemudian, Sakura yang sudah rapi hanya saja belum memakai sepatunya. Lalu ia pergi ke ruang makan untuk mengambil sarapannya dengan cepat. Melihat seperti itu, bibi langsung meyuruh Sakura cepat sarapan agar tidak terlambat.
“Hati-hati Ra, nanti kau tersedak” seru bibi kepada Sakura.
“Oh iya bi, Abel dan Lenard tidak kelihatan? Bi sepertinya aku harus pergi sekarang, aku ambil sepotong sandwich lagi saja ya. Oh iya bi aku pergi dulu. Bye” kata Sakura tergesa-gesa dengan sepotong sandwich yang cukup besar berada diseluruh mulutnya.
“Abel dan Lenard sudah berangkat sejak tadi pagi. Hati-hati Ra!” teriak bibi dari dapur. “Jangan lupa sepatumu!”
Walaupun Sakura seorang majikan, tetapi Sakura paling tidak suka dipanggil Non atau diperlakukan selayaknya ratu di kerajaan. Karena itu, Sakura dipanggil oleh bibi hanya dengan sebutan nama. Ajaran itu di didik semenjak ia masih kecil dan juga bibi ini adalah orang yang sudah merawat ia sejak kecil dan sekarang bibi diajak Sakura untuk tinggal menemaninya di Belanda.
Sakura dengan tergesa-gesa berjalan menuju jalan raya. Dengan gaya penampilan yang begitu sederhana tetapi enak dipandang oleh mata-mata yang melihat dirinya. Ia langsung menuju ke pemberhentian bus di ujung jalan untuk mencapai ke restonya itu. Sekitar lima menit ia berjalan ke ujung sana dan sekitar dua puluh menit untuk menuju restoran. Ya, ia lebih senang dengan menggunakan kendaraan umum seperti bus daripada ia harus membawa mobil mewahnya itu. Alasannya, karena jalanan terlalu padat di pagi hari dan bus yang ia tumpangi ini mempunyai jalur sendiri. Sehingga begitu cepat menuju ke tempat tujuan.
Beberapa menit kemudian ia baru saja sampai ke restorannya, tapi harus berjalan sedikit untuk benar-benar mencapai restoran itu. Dan waktu tepat menunjukan ke angka setengah sembilan. Lalu ia masuk dan langsung menuju ke ruang ganti staff. Restoran yang Sakura bekerja itu adalah restoran khas negara Indonesia. Jadi ia banyak mengetahui menu makanan yang enak dan pantas untuk perut para pecinta kuliner yang ada dimanapun mereka berada. Dikarenakan ia adalah orang berdarah Indonesia. Ibunya sering membuatkan ia masakan Indonesia khususnya dari tanah Bali seperti sate lilit, plecing kangkung, lawar dan ayam betutu maupun dari daerah lain yaitu rendang, gado-gado dan banyak lainnya ketika ia pulang ke Jepang.
Restoran dimana Sakura bekerja mulai buka pada pukul sepuluh pagi. Jadi semua karyawan yang ada di dalam membereskan semua yang ada di dalamnya seperti meja, kursi, peralatan masak dan lain-lain. Agar bersih dan steril jika digunakan.
Jam berputar tepat menunjukan pukul sepuluh dan tibanya restoran dibuka. Baru lima menit pertama dibuka, para pengunjung atau sebut saja pecinta kuliner menyerbu restoran Indonesia tersebut. Sakura pun sibuk mempersiapkan satu persatu alat yang digunakan.
Tak lama kemudian orang-orang sudah memilih makanan yang di inginkannya lalu memesannya. Dan Sakura segera memasak apa saja makanan yang dipesan oleh pelanggan restorannya tersebut.
                       
 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
            Sakura langsung turun dari Ducati milik Lenard dan segera membuka helm. Lalu mencoba merapikan rambutnya yang mungkin agak sedikit berantakan karena diterpa angin di perjalanan tadi. Sedangkan Lenard terlihat begitu tampan dengan dadanya yang bidang bertubuh tinggi dan berambut hitam pekat. Sedangkan Sakura dengan sepatu ketnya dengan rambut yang dikuncir asal tetapi menarik penuh gaya. Yang memakai kemeja berlengan panjang yang dilipat seperempat keatas dan celana jeans panjang, terlihat gaya yang kasual. Sakura terlihat sangat menawan!
            Sedangkan Lenard hanya memakai kaos polos yang di timpal dengan jaket jeans dan celana jeans panjangnya itu. Ternyata Lenard yang baru saja pulang dari kantor lebih awal itu ia langsung mengirim pesan kepada Sakura bahwa hari ini ia akan menjemput dan mengantar Sakura ke kampus. Lenard memang pria yang baik dan sangat sayang kepada kedua sahabatnya terutama Sakura, karena Sakura mempunyai sifat yang masih kekanak-kanakan.
            Nanti aku jemput, hubungiku saja kalau kau sudah selesai kelas” kata Lenard. “Lho, memang kau mau kemana setelah ini, tidak biasanya mau jemput aku juga?” tanyanya.
Aku ada acara kantor setelah ini, kebetulan di restoran dekat sini” ujar Lenard.
Oh baiklah, nanti aku telepon, dah!” jawab Sakura.
Lalu Sakura sampai diruang kelasnya. Ruang art berada dilantai dua yang mengkhususkan hanya untuk kelas, sedangkan semua barang-barang atau perlatan tentang art berada di lantai 3.
            Sakura pun memasuki ruang kelasnya dan duduk di kursi yang sudah disediakan. Dan pelajaran pun akan dimulai, ada dua puluh lima anak dalam satu ruangan. Dosen yang mengajar kali ini adalah Meester Luuk van Daan, ya mungkin ini bisa dibilang salah satu dosen paling killer. Dia adalah tipe orang yang sekali bilang A tetap A, tidak akan berubah menjadi B atau C apalagi Z. Sehingga Sakura tidak punya nyali untuk tidak hadir dalam mata kuliahnya, begitupun dengan mahasiswa yang lainnya. Apabila sekali ada yang tidak masuk ke dalam kelasnya akan dihukum seberat-beratnya. Jika ada yang sakit harus ada surat izin dari dokter.
            Pelajaran sudah dimulai, kali ini ada banyak tugas. Dengan seksama Sakura mengerjakan dengan teliti dan tekun agar tidak salah menerapkan. Setelah tugas selesai harus di presentasikan menggunakan bahasa Belanda dengan lancar. Jika tidak harus diulangi terus hingga lancar.
            Dan jika waktu sudah menunjukan bahwa mata kuliah tersebut yang sudah ditentukan telah berakhir. Mahasiswa yang berada di dalamnya tidak diperbolehkan untuk keluar ruangan jika belum selesai atau pembahasan yang dosen ajarkan belum tuntas. Dalam mata kuliah ini, ia sering mengambil jam pulang lebih lama. Sekitar tiga puluh menit yang dibutuhkan. Mahasiswa mana yang tidak bosan dengan semua ini? Pasti bosan dan banyak yang mengeluh di dalam hati.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hai Lenard” teriak Noah sambil melambaikan tangan.
Kemudian Lenard melambaikan tangan ke arah Noah dan berjalan menghampiri meja yang sudah disusun panjang yang berada di pojok sebelah kanan ruangan.
Hai kau sudah lama disini?” Tanyanya kepada Noah.
Tidak, aku baru saja sampai. Aku pikir sudah ramai ternyata ekspektasiku diluar dugaan” katanya sambil memegang kepala.
Ya begitulah, aku langsung saja kesini.. habis mengantar tuan putri” kata Lenard sambil bersandar.
Tuan putri? Siapa?” Tanya Noah penasaran.
“Sakura” jawabnya.
Oh memang dia kemana? Kuliah?”.
“Iya, kuliah. aku tadi menjemputnya di restoran tempat ia bekerja lalu mengantarnya ke kampus” Lenard menjelaskan.
Oh begitu” ucap Lenard.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Satu jam lewat dua puluh menit kemudian.
ddrrtt...ddrrrtt ponsel Sakura bergetar.
Sakura langsung mengeluarkan ponselnya ke bawah meja dengan perlahan agar tidak ketahuan.          
Belum selesai?” Lenard.Belum, aku masih di kelas
Sakura langsung mematikan ponselnya dan memasukan ke saku kemejanya. Dan mulai memperhatikan pelajaran.
Drrrtttt....ddrrtttt ponselnya bergetar untuk kedua kalinya. Lalu Sakura mengeluarkan ponselnya kembali dengan hati-hati dan perlahan.
Ra kalau sudah selesai langsung saja ke restoran di blok F ya, aku tunggu disana.” Lenard
Tiga puluh menit berlalu, dengan cepat mereka semua membereskan alat-alat tulisnya. Dan bersiap-siap untuk pulang dan menghirup udara kebebasan yang ingin para mahasiswa dapatkan saat ini juga. Keluar dari kandang singa itu adalah hal yang menyenangkan.
            Sama halnya dengan Sakura. Pikiran yang penat sejak ia di penjara dalam kesuntukan. Mempunyai dosen yang killer adalah neraka bagi para mahasiswa yang tidak bersalah.
            Sakura menuruni anak tangga yang tidak terlalu luas untuk menuju ke lorong yang tadi ia lewati. Di sepanjang perjalanan menuju restoran yang dikatakan Lenard tadi ia hanya mendengarkan musik melalui headset dengan iPod ditangannya. Semua lagu barat ia sukai tanpa terkecuali.
Lenard menunggu Sakura di depan pintu restoran. Tak lama Sakura datang dan ia melihat Lenard sedang memperhatikan langkahnya. Sesampainya itu mereka berdua masuk dan menuju ke meja tempat dimana Noah duduk sambil menatap keluar jendela.
Ada rekan kerjamu?” Tanya Sakura sambil menyiku tangan Lenard.
Iya, namun yang lain sudah pulang sekitar lima belas menit yang lalu, sudah tidak apa-apa” jawabnya santai.
 Kemudian Sakura duduk persis dihadapan dimana Noah duduk.
Sontak Noah menoleh dan menyapa Sakura “Hai Sakura senang bertemu denganmu lagi” sambil mengulurkan tangan.
Hai” jawabnya singkat.
Jadi kita mau kemana setelah ini?” Tanya Lenard.
Huh? Mau kemana? Aku baru saja tiba, masih pegal-pegal kaki ku jalan kaki dari kampus kesini” sahut Sakura sambil menatap sinis ke arah Lenard.
Benar kata Sakura. Nanti saja, Sakura baru saja sampai.. Apakah kau tidak haus? Mau pesan minum apa?” Tanya Noah.
Ah tidak perlu, aku tidak haus” kata Sakura.
Jangan malu-malu. Kalau kau tidak mau pesan minum, minum saja minuman ku ini” ejek Lenard sambil menyodorkan gelas miliknya.
Terima kasih! Tidak perlu repot-repot” sahut Sakura ketus.
Ya sudah. Lebih baik kita berangkat sekarang saja, lagipula kau juga tidak akan memesan salah satu menu yang ada di restoran ini dan aku rasa kau juga sudah tidak merasa pegal-pegal lagiUjar Lenard sembari memijit-mijit kaki Sakura dengan cepat.
            Kemudian mereka bergegas dan memakai jaket lalu berjalan meninggalkan restoran tersebut.
Kau menumpang di motor Noah ya” kata Lenard.
Lho memangnya kenapa? Memangnya kau tidak ikut? Kenapa aku harus bersama Noah?” Tanya Sakura dengan pupil mata yang sedikit melebar.
Ban motorku bermasalah, aku baru mau service besok siang” jawab Lenard.
Sudah. tidak apa-apa ikut denganku saja, nanti helmnya kau ambil saja dari motor Lenard” jawab Noah lembut.
            Tidak banyak basa basi mereka langsung pergi. Walaupun di dalam hati Sakura agak sedikit kesal ya tapi mau bagaimana lagi ban motor Lenard bermasalah, tidak mungkin juga ia menolak tawaran Noah. Bisa-bisa ia harus jalan kaki mengikuti Lenard dan Noah pergi.
            Setibanya di taman yang kemarin, kemudian Noah dan Lenard memarkirkan motor mereka di tempat parkir motor yang tidak jauh dari taman. Lalu Sakura turun dan menggantungkan helmnya di motor Noah. Kemudian mereka berjalan menuju ke tengah taman yang ada kincir angin dan kolam ikan yang ditengahnya ada air mancur buatan.
Sebentar ya aku mau ke toilet dulu” ucap Lenard sambil memegang perut.
Ada-ada saja manusia satu ini!” decak Sakura sambil menggelengkan kepala “Ya sudah sana, cepat!
Kami tunggu di bangku dekat kolam” teriak Noah.
            Kemudian Sakura dan Noah duduk berdiam dan memperhatikan sekeliling tanpa bersuara satupun. Entah itu gugup atau memang tidak ada bahan obrolan. Kemudian Noah berdeham dan Sakura melihat ke arahnya.
“Ra, Lenard bilang kau juga bekerja? Kalau memang benar, dimana?” Tanya Noah membuka topik pembicaraan.
Hmm aku..aku bekerja di restoran di pusat kota Amsterdam, restoran Indonesia” jawab Sakura gugup.
Oh kapan-kapan aku boleh berkunjung kesana?” Tanyanya.
Tentu saja! Dengan senang hati” jawab Sakura dengan tersenyum paksa.
Dan kau juga seorang mahasiswa ya?” Tanya nya lagi.
Iya, di Vrije Universiteit jurusan art” ujar Sakura.
Wah keren” ucap Noah sambil terkesima.
Ah biasa saja” jawabnya.
Oh iya namaku Noah van Jasper” katanya sambil memperkenalkan diri.
Ya ampun, sampai lupa kita belum pernah berkenalan secara formal, namaku Sakura Dayu Yumma” jawab Sakura hangat.
Nama yang bagus, ngomong-ngomong kau orang Jepang ya? Tetapi mengapa tidak terlihat seperti kebanyakan orang Jepang lainnya dengan mata yang sedikit sipit?” Tanya Noah.
Ayahku Jepang ibuku Indonesia, memang banyak yang mengatakan bahwa namaku saja yang Jepang tetapi tidak dengan wajahku” jawabnya menjelaskan.
Ah tidak apa-apa kau tetap cantik, dengar-dengar memang orang Indonesia punya rupa yang cantik-cantik bagi wanitanya” memuji.
Kau berlebihan, tapi tidak denganku” Sakura mengelak.
Kemudian Lenard datang dan membawa tiga cup coklat panas dan roti keju. Dan ia memberikan cup satu persatu ke Noah dan Sakura dan menaruh kantong plastik yang berisi roti disamping tempat duduk Sakura.
Lama sekali kau Nard” Tanya Sakura.
Aku habis berkeliling taman dan melihat ada café aku mencoba untuk mampir sebentar dan membelikan mu ini” jawab Lenard.
            Tepat pukul sepuluh malam, dan mereka menyesap coklat panas yang Lenard beli di café taman. Bercengkrama dan melihat sekeliling taman memang mengasyikan ditambah dengan adanya suara air yang mengalir dari kolam.




Bersambung...

No comments:

Post a Comment

Bieber'n

Bieber'n