Jus apel yang tersisa seperempat
gelas itu menjadi teman senja Sakura hari ini. Sakura yang sedang bersantai di
halaman depan rumah sembari ditemani bibi yang sedang menyiram bunga-bunga
tulip di sebelah kiri. Taman depan yang cukup luas memang memberikan kesan
nyaman, tenang dan menyenangkan. Tidak ada rasa menyesal Sakura mengiyakan
tawaran tantenya itu
untuk menempati rumah yang nyaman itu.
“Malam
ini, kau ada
rencana mau kemana?” Tanya Charlotte yang tiba-tiba datang dari dalam rumah.
“Belum terbesit,
sepertinya akan berdiam
diri dirumah seharian” sahutnya ringan.
“Bagaimana kalau kita
pesan makanan saja untuk makan malam ini? Sepertinya
akan tega kalau bibi harus
menyiapkan makan malam untuk
nanti” ujar Charlotte.
“Ide yang bagus! Menu Mexican
food aku pikir akan
menjadi pilihan yang tepat untuk disantap nanti malam” kata Sakura
sambil memegang perut dan membayangkan makanan tersebut.
Kemudian Charlotte masuk ke dalam untuk
mengambil laptop beserta tumpukan berkas yang akan di ketik ulang yang akan ia jadikan
sebagai materi kuis untuk minggu depan. Lalu Charlotte menaruh semua barang di
bangku panjang dan menarik meja yang berada
di depan jendela hingga ke taman dimana Sakura yang berada disampingnya sedang
berbaring. Kemudian Charlotte dengan sibuknya memindahkan semua
berkas-berkasnya ke samping
kiri dan kanan, lalu ia duduk diantara tumpukan berkas-berkas tersebut.
“Selalu terlihat
sibuk jika membawa barang! Berkas sebanyak itu akankah kau jadikan materi untuk
tugas akhir?” ejek Sakura sambil tertawa kecil.
“Yang benar saja.
Minggu depan ada kuis jadi harus di rangkum dari ini semua” sambil
menunjukan berkas-berkasnya.
“Oh
begitu, semangat Abel!”
katanya riang.
“Iya semangat”
ucap Charlotte dengan wajah tidak semangat.
Sakura beranjak dari bangku panjang tersebut dan masuk ke dalam kamar, lalu kembali
membawa speaker untuk memutar lagu
agar pikirannya dan pikirannya Charlotte tidak suntuk.
“Bibi!, aku pikir bibi nanti
malam tidak perlu masak untuk
makan malam kita, nanti akan
Ura pesan antar saja
di restoran” kata Sakura.
“tapi Ra, bibi sudah belanja ke supermarket tadi siang” ujarnya.
“Dimasak
untuk
besok saja bi, aku masih
akan dirumah untuk dua hari ke depan”
“Baiklah kalau
seperti itu” jawab
bibi sembari
kembali menyiram tanaman.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Notes berserakan diatas meja yang
awalnya terlihat sangat rapi dan bersih. Kemudian sekarang terlihat sangat berantakan dan tidak
beraturan bentuknya. Komputer yang sudah banyak ditempel dengan notes
membuatnya semakin memburuk.
“Noah kau terlihat sibuk sekali
hari ini” kata Lenard yang berdiri di sisi pintu ruangan Noah.
“Sepertinya Nard,
aku merasa sampai pusing” ucap Noah dengan nada lelah.
“Bagaimana kalau nanti
malam keluar saja atau bagaimana kita kerumah ku saja sekalian makan malam
bersama Sakura dan satu temanku Charlotte?” ajak Lenard.
“Hmm
boleh, nanti ya sekitar jam tujuh.. Oh iya Nard, hari ini aku
tidak bawa mobil, bisakah
aku ikut dengan mobilmu?” Tanya Noah.
“Oke! tidak
masalah” jawab Lenard.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tingg..tingg suara
bel berbunyi dua kali. Bibi segera membukakan pintu. Noah di persilakan duduk
di ruang tamu dan Lenard pergi ke kamar untuk menaruh tas dan segera mengganti
baju. Kemudian Sakura keluar dari kamar dan hendak pergi ke dapur, sembari membuka mulut hendak
berteriak memanggil bibi.
Namun langkahnya terhenti dan menyadari bahwa ada seseorang
yang sedang duduk di sofa ruang tamu. Karena kamar Sakura tepat berada di
posisi paling depan
perbatasan ruang tamu dan ruang tengah, kamar tersebut adalah kamar
utama dirumah itu.
“Bi!… Eh!” teriak
Sakura yang tertunda.
“Hai Sakura”
sapa Noah sambil tersenyum hangat.
“Hai
Noah, sudah lama disini? Dimana Lenard? Dia tidak bersamamu?” tanya Sakura.
“Tidak, Lenard sedang
pergi ke kamarnya” jawabnya dengan lembut.
“Oh
begitu, yasudah aku tinggal ke dapur sebentar ya” Sakura yang mengangguk samar.
Selangkah ia berjalan ternyata bel berbunyi untuk tamu keduanya.
Kemudian Sakura segera membukakan pintu.
Dan ternyata kurir yang mengantarkan makan malamnya sudah sampai. Noah yang melihat kurir itu membawa banyak
makanan itu segera mengambil
sebagian kantung plastik dan membantu Sakura untuk membawa makanan tersebut ke
ruang makan yang berada di sebelah
ruang tamu.
“Terima
kasih, tolong letakkan
saja di sebelah situ ya” kata Sakura sambil menunjukan senyum manisnya itu.
“Iya
sama-sama” jawab Noah.
“Wah! Makanan
apa ini, kau pesan apa Ra?” Tanya Lenard dengan suara sedikit keras.
“Mexican food” jawab Sakura singkat.
“Ayo cepat kita makan
sekarang! Oh iya Nard, tolong
panggilkan Abel dan
bibi ya. Agar kita bisa
makan sekarang” perintah
Sakura sambil mengatur posisi makanan itu.
“Iya
tuan putri” katanya
sembari memposisikan tangan di dahi bentuk hormat. Dan Noah yang melihatnya hanya
menaikkan satu alisnya, heran.
Sambil mengatur makanan supaya
tertata rapi, Sakura yang dibantu oleh Noah mengatur letak kursi agar pas untuk
lima orang. Tidak lama Lenard, Charlotte dan bibi datang.
“Cepat-cepat
kesini!
kita makan bersama” ajak Sakura.
“Oh
ada tamu juga ya, malam ini kita makan akan menjadi seru aku pikir. Ohiya namaku
Charlotte Isabelle panggil saja Abel, sepertinya aku pernah melihatmu tapi
dimana ya? Sudahlah
lupakan!
Senang bertemu dengan
mu (lagi)” celoteh Charlotte sambil mengulurkan tangan.
“Hai,
aku Noah van Jasper, panggil saja Noah” jawab Noah.
“Baiklah, sekarang
waktunya kita makan malam” seru Lenard.
Banyak makanan yang dipesan oleh
Sakura. Dan ia adalah
salah satu penggemar berat makanan khas Mexico, maka dari itu ia memesan Mexican food yaitu taco, burrito, quesadillas, nachos, dan pasta dengan saus pesto. Ditengah-tengah makan malam, semuanya berbincang hangat
termasuk bibi.
Tiba-tiba Charlotte menceletukkan pertanyaan “Noah kau ini single ya?”
sontak Sakura kaget dan hampir tersedak.
“Hmm
iya, kenapa?” jawab Noah santai.
“Wah kebetulan sekali! Sakura
juga sedang sendiri” ujar Charlotte sambil mengedipkan satu mata kepada Sakura.
“Bel apa-apaan kau
ini! kenapa aku?” Tanya Sakura heran. Dan Noah tersenyum tipis.
“Sudah
Bel,
jangan ganggu Ura terus. Kau tidak lihat sekarang
pipinya sudah memerah
seperti tomat” ejek Lenard sambil terkekeh.
Kemudian semuanya melanjutkan makan
malamnya. Ada
yang menambah dan ada juga yang tidak menghabiskan makan malamnya. Tetapi hampir seluruh makanan yang
dibeli Sakura habis, kecuali makanan sisa yang tidak habis di piring Sakura.
Lalu semua beranjak dari kursi dan
segera membereskan bekas-bekas makanan yang ada di meja tersebut. Dan semuanya meninggalkan
meja makan setelahnya.
Sakura pergi ke halaman belakang
sambil membawa gitar dari samping
televisi. Sedangkan Charlotte kembali ke kamar untuk mengerjakan
tugas kampusnya.
Lenard dan Noah pergi ke ruang tengah yang
padahal hanya terhalang oleh meja bar saja untuk
menonton televisi.
Sakura duduk di pinggir kolam dengan
kaki bersila sembari
memegang gitar. Kemudian ia memainkan sebuah lagu tapi sesekali ia berhenti
memainkannya,
karena lupa kuncinya. Noah seperti mencari sesuatu dari matanya yang mengawasi
ke sekeliling, kemudian ia mendapatkan apa yang sedang ia cari, Sakura. “Cantik
juga” katanya dalam hati sambil memandangi Sakura dari kejauhan. Tidak lama
Noah menyadari apa yang baru saja ia katakan. Lalu Noah beranjak dari tempatnya
dan ingin menghampiri Sakura.
“Mau
kemana?” Tanya Lenard.
“Ke
taman belakang sebentar” jawab Noah.
Kemudian Lenard melihat ada siapa di halaman belakang, dan sekarang ia
tahu apa maksud Noah. Mencari
Sakura!
Lenard hanya tersenyum dan kembali menonton televisi.
“Sedang
apa disini?” Tanya Noah sambil mencoba duduk bersila disamping Sakura.
“Hanya
bermain gitar saja dan menghirup udara segar, indah bukan langit malam ini?”
Ujar Sakura sambil mendongak menatap langit.
“Iya, indah sekali! Bulan
yang berada ditengah banyak bintang” ucap Noah sambil menatap langit.
Lalu Sakura mencoba memainkan gitarnya sekali lagi dengan nada yang sama, ia
hanya ingin mencoba apakah kali ini kuncinya ia hafal semua atau tidak. Selama
ia memainkan gitar, Noah hanya menatap Sakura sangat dalam. Ditambah dengan
suara Sakura yang merdu, Noah semakin terpanah olehnya.
“Ternyata
kau hebat juga bermain gitar” puji Noah.
“Tidak
perlu meninggikan ku
seperti itu” ucap Sakura sambil tersenyum.
“Aku berkata apa adanya,
kau hebat!”
jawabnya membanggakan “Oh iya Ra, kenapa belum
tidur? Memangnya besok tidak ada kegiatan?” sambungnya.
“Tidak,
aku libur selama dua hari ke
depan” jawab Sakura sambil memetik-metik senar gitar.
“Bisa
kau pergunakan istirahat yang cukup, besok aku juga sedang tidak ada kegiatan
apa-apa.. makanya Lenard mengajakku untuk bermalam disini” jelas Noah.
“Oh
begitu ya, semoga kau suka bermalam disini ya” kata Sakura sambil menatap Noah.
“Aku rasa aku akan senang berada
disini, rumah ini mempunyai orang-orang yang seru di dalamnya” ucap Noah
bangga.
“Apakah
kau mau memainkan sebuah lagu dengan gitar ini?” Tanya Sakura.
“Boleh,
tapi maaf jika aku tak sehebat dirimu” kata Noah. Sakura yang tidak berkata sepatah kata hanya memberikan
gitarnya kepada Noah.
Kemudian
Noah mulai memainkan sebuah lagu yang sangat indah, dan ternyata itu lagu
kesukaannya Sakura yang berjudul Fall For You.
Sakura menikmati lagu yang dimainkan oleh Noah tersebut.
“Ini salah
satu lagu favoritku” katanya.
“Bagus!
Terus nyanyikan lah”
ujar Noah senang.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Harum kopi tercium hingga ke kamar
Sakura. Tepat jam sembilan pagi matahari menunjukkan wujud cantiknya yang
memancarkan sinarnya ke kamar Sakura yang tembus dari jendela kamar Sakura.
Kemudian Sakura terbangun dari tidur nyenyaknya, ia mencium aroma kopi hitam
yang terasa sangat manis. Ia mulai
meregangkan otot-otot badannya menandakan bahwa tidurnya semalam baik. Kemudian
Sakura pergi ke kamar mandi untuk sikat gigi dan cuci muka, kemudian keluar
kamar dan pergi sarapan.
“Selamat pagi Sakura Dayu Yumma” sapa dari salah satu dari ketiga
orang yang berada di meja makan terlebih dahulu.
“Pagi
semuanya” sapa balik dari Sakura yang berjalan menghampiri meja.
“Silakan
duduk”
suruh Noah.
“Iya
terima kasih” kata Sakura sambil tersenyum “Pagi-pagi seperti ini sudah rapi saja Bel” sambung
Sakura.
“Iya
ada kelas tambahan,
tapi diadakan
pagi hari.. sudah dulu ya
semua, aku harus berangkat sekarang” kata Charlotte sambil bergegas.
“Hati-hati
Bel” ucap ketiga kawannya.
Kemudian Sakura melihat ke arah Lenard yang sudah rapi dengan tas
besarnya dan sudah memakai sepatu.
“Kau
juga mau kemana?” Tanya Sakura sambil memerhatikan.
“Mau
ke tempat gym” jawab Lenard sombong.
“Hmm
aku sendirian dong dirumah” katanya datar.
“Ada
aku kok Ra” sahut Noah tiba-tiba.
“Itu kau dengar sendiri. Ada
Noah. Kalau kau bosan pergi saja dengannya” ujar Lenard. Kemudian Sakura diam.
“Sudah
dulu ya aku berangkat sekarang” kata Lenard sembari melambaikan tangan.
“Iya
hati-hati” sahut Noah.
Sakura mengambil telur yang ada didalam
kulkas, lalu menyalakan kompor dan
menaruh pan diatasnya, ia membuat telur mata sapi untuk sarapannya sendiri dan
membuat pancake dengan bahan seadanya.
Kemudian ia teringat bahwa ada orang di meja makan yaitu Noah.
“Noah apakah kau sudah sarapan? Kalau belum sekalian aku buatkan makanan
untukmu” Sakura memberi tawaran padanya.
“Belum,
hanya minum secangkir kopi saja” balas Noah.
“Kalau
begitu kamu mau pancake sama telur
mata sapi atau scramble egg?”
tanyanya.
“Sama
sepertimu saja” jawab Noah dengan tangan dilipat diatas meja.
“Baiklah”
jawab Sakura singkat.
Makanan sudah siap untuk dihidangkan dan mereka makan di meja makan
bersama, kemudian Sakura mengambil susu kesukaannya yaitu almond milk. Ia selalu stok banyak
susu itu. Dalam seminggu ia bisa membelinya hingga lima hingga enam botol
besar. Dan saat ini susu
tersebut hanya sisa satu botol itupun tersisa setengah, padahal baru
saja hari Jumat.
Akhirnya Sakura pergi ke meja makan
sambil bergumam kecil. Lalu Noah menatapnya heran.
“Ada masalah apa?”
Tanya Noah yang mulutnya dipenuhi pancake.
“Lihat
saja ini
tinggal setengah” dengan raut wajah kecewa sambil menunjuk botol susu.
“Lho
memang siapa yang meminumnya?” Tanya Noah.
“Aku,
padahal aku beli lima botol pada hari senin kemarin” jelasnya.
“Lima?
Yang benar saja” Tanya Noah sambil mencondongkan badannya ke arah Sakura.
“Iya
lima, ini susu paling enak.. Jadi
jika aku membelinya tidak pernah
sedikit. Bagaimana ya ini pasti habis dalam sekejap dan aku harus membelinya lagi” ujar Sakura
sambil menatap botolnya.
“Ya sudah
makan dulu sarapanmu nanti keburu dingin, nanti habis sarapan aku antarkan ke
supermarket” menenangkan Sakura.
Bersambung...
No comments:
Post a Comment