Ig - @FIDADIDO5

Friday, 17 April 2020

SPRING TO FALL (BAB 5)


            Pelanggan restoran tempat Sakura bekerja tak kunjung sepi. Berlalu lalang keluar masuk melewati pintu restoran. Sakura juga sangat sibuk dalam pekerjaan untuk melayani para pelanggan yang memesan makanan.
“Ramai sekali” gumamnya.
            Banyak sekali pesanan yang masuk ke dalam list, yang tak henti-hentinya para pelayan restoran menempelkan notes pada jajaran list itu. Sakura yang sangat sibuk sampai lupa kalau ia sudah sarapan atau belum pagi tadi, karena sangat buru-buru untuk berangkat supaya tidak terlambat. Hari Sabtu memang tidak khayal baginya kalau restorannya itu dipenuhi pengunjung.
            Tinggg.. bel berbunyi  tanda makanan sudah siap.
            Sakura, untuk gado-gado yang di meja nomor lima tanpa tofu” jelas pelayan.
Baiklah” jawab Sakura singkat.
Tinggg.. bel berbunyi untuk kedua kalinya. Kemudian Sakura terkejut sampai-sampai ia menyenggol piring yang sedang dibawa oleh rekan kerjanya. Kemudian Sakura meminta maaf kepadanya bahwa ia tidak sengaja.
Hai! sedang apa kau disini?” Tanya Sakura pada laki-laki itu sambil mengintip lewat kaca kecil.
Aku hanya mengecek saja bagaimana restoranku pada hari Sabtu, apakah ramai atau biasa-biasa saja” ujarnya. Kemudian lewat salah satu pelayan mengambil makanan tadi “Permisi”.
Kau lihat saja bagaimana, ramai sekali bukan.. aku saja sampai bingung bisa seperti ini” jelasnya.
Ya begitulah, makanan disini berbeda dari resto yang lain dan rasanya mungkin cocok untuk lidah mereka” jawab Noah.
Kau darimana? Olahraga?” tanyanya.
Iya, di taman yang kita kunjungi beberapa waktu lalu” .
Oh. Ya sudah aku kembali bekerja dulu, dah” kata Sakura sambil menutup kaca.
“Sakura sebentar, apakah kau mau menemaniku keluar sehabis kau selesai bekerja? Pulang jam berapa hari ini?” Tanya Noah.
Huh? Kemana lagi? Jam empat..”
Ya sudah nanti aku akan menjemputmu disini, sudah lanjutkan pekerjaanmu jangan mengobrol saja” perintah Noah sambil terkekeh.
Enak saja” kemudian Sakura benar-benar menutup kacanya dan kembali bekerja.


            Ruang kerja yang cukup luas, yang di dalamnya terdapat satu buah komputer beserta satu set dengan meja dan kursi yang sangat nyaman, rak buku, dan sofa. Dengan cat dinding berwarna abu-abu tua di campur dengan abu-abu muda terkesan elegan. Noah sedang duduk di kursi kerjanya sambil bersandar menatap ke arah komputer yang sedang menyala. Sebenarnya ia sedang mengerjakan pekerjaan kantornya tetapi ia hanya melamun, entah apa yang ia pikirkan.
            “Sakura Dayu Yumma” katanya.
            Selama beberapa hari ini ia memang kedapatan sering melamun. Terkadang ia suka tidak fokus pada apa yang ada di depannya, kecuali Sakura. Sepertinya Noah memang benar-benar tertarik dengannya. Kemudian buyar semua lamunan Noah ketika ia melihat jam dinding yang menunjukkan pukul tiga lewat tiga puluh menit. Lalu ia segera mematikan komputernya dan mengambil jaket yang ia letakkan di sandaran kursinya, lalu ia bergegas pergi untuk menjemput Sakura di restoran.
“Tuan, kopinya tidak jadi di minum?” tanya pembantu rumah Noah yang sedang membawa nampan yang diatasnya terdapat secangkir kopi hitam.
“Tidak bi, saya sedang buru-buru. Maaf” ucap Noah sambil berlari-lari kecil menuju ke garasi.
Selama di dalam perjalanan menuju restoran tempat Sakura berkerja, Noah hanya menyetel siaran radio dan membuka kaca mobil dengan tangan kiri yang bersender pada kaca. Jalanan yang lancar membuatnya merasa senang, karena tidak perlu berlama-lama karena macet.
Terjebak dalam lampu merah, kemudian ada seorang wanita yang berteriak memanggil namanya. Awalnya Noah tidak sadar kalau ada yang memanggil namanya, karena suara musik yang di dalam mobil lumayan kencang volumenya. Sampai akhirnya ia sadar kalau ada yang memanggil namanya, kemudian Noah menoleh ke arah suara tersebut.
“Noah!” teriak Charlotte dari dalam mobilnya
“Hai Bel!” jawabnya sambil melambaikan tangan
“Kau mau kemana?”
“Apa?!” teriaknya sambil memegang kuping kirinya
“Kau mau kemana?” tanya Charlotte untuk kedua kalinya
“Oh, mau menjemput Sakura. Lho itu di sebelahmu Lenard? Hai Nard!” teriak Noah sampai mengeluarkan kepalanya keluar kaca.
Kemudian Lenard yang sedang sibuk bermain ponselnya menoleh ke arah Noah “Hai Noah! Kau mau kemana?” .
“Menjemput Sakura” sahut Charlotte pelan sembari menaikan bibir sebelah kanannya.
Belum sempat menjawab, lampu lalu lintas sudah berubah menjadi hijau. Dan Noah hanya bisa membunyikan klakson tanda ia pamit terlebih dulu.


            Sepuluh menit kemudian Noah sampai di restoran. Dan ia tepat waktu, tapi ia belum melihat Sakura keluar dari dapurnya. Kemudian Noah masuk.
“Permisi, apakah kau melihat Sakura? Apakah ia sudah selesai bekerja?” tanyanya pada salah satu pelayan.
“Sepertinya ia belum keluar, ia masih berada di dalam dapur. Mungkin ia akan terlambat keluar untuk hari ini karena ramai sekali” jelasnya.
“Tetapi tadi ia bilang pukul empat sudah selesai”.
“Betul! Jadwal sore memang sampai pukul empat, tetapi kalau tamu yang datang ramai seperti sekarang ini kemungkinan akan agak terlambat satu jam. Silakan duduk” ujar si pelayan.
“Oh begitu, iya terima kasih. Tolong sampaikan padanya kalau saya sudah menunggunya sejak tadi” jawab Noah sambil menarik kursi.
“Baik pak! Kalau begitu saya permisi” sahut si pelayan.
Kemudian pelayan itu menemui Sakura yang sedang berada di dapur.
“Sakura, ada yang mencarimu” kata si pelayan sambil mencondongkan kepala dari balik pintu.
“Noah?” sahutnya santai.
Si pelayan heran melihatnya “Hei! Kau tidak memanggil beliau dengan sebutan bapak? Ia adalah salah satu pemilik saham disini”.
Kemudian Sakura menutup mulut dan berpura-pura kalau ia salah ucap “Hmm, maksudku bapak Noah. Sampaikan saja padanya kalau ia akan menemui anda dua puluh menit lagi”.
“Baiklah” sahut si pelayan sambil menutup pintu.
Lalu si pelayan berjalan ke arah Noah untuk menyampaikan apa yang Sakura katakan.
“Pemisi pak, baru saja Sakura katakan bahwa ia akan menemui anda dua puluh menit lagi” ujarnya.
“Baiklah kalau begitu”.
“Apakah anda ingin minum sesuatu? Nanti biar saya sediakan” si pelayan memberikan tawaran. “Tidak terima kasih” jawabnya.
Sembari menunggu Sakura menyelesaikan pekerjaannya, Noah hanya memainkan ponselnya.
“Noah!” panggil Sakura yang baru saja berdiri disampingnya.
Lho, katanya tadi sekitar dua puluh menit lagi” tanyanya.
Tidak, ternyata waktunya dipercepat. Dikarenakan pekerjaanku ternyata tidak sebanyak yang aku pikirkan, jadi aku katakan saja padanya kalau kau akan menungguku sekitar dua puluh menit” sambil terkekeh.
Lalu kita akan kemana sekarang?” lanjutnya.
Sudah. Ikut saja denganku” jawab Noah.


Selama di perjalanan Sakura hanya menyandarkan kepalanya pada kaca mobil dan menatap ke jalan dengan penuh konsentrasi, sedangkan Noah yang berasa disampingnya sedang menyetir mobil dengan santai.
“Sakura? Hari ini kau mau kemana? Biar aku antarkan kemana kau akan pergi" ujar Noah yang sedang konsentrasi menyetir.
"Aku tidak tau. Bukannya tadi kau yang mengajakku pergi? Dan kau bilang kau mengajakku untuk menemanimu" tetap dengan posisi bersandar dan tetap konsentrasi menatap jalanan.
"Ya sudah. Aku akan mengajakmu ke Bloemenmarkt" .
"Sangat menarik!" ujarnya sambil menoleh dan posisi Sakura sudah tidak bersandar lagi.
"Bagus!" jawabnya.
Bloemenmarkt adalah pasar bunga yang terletak di pusat kota Amsterdam adalah pasar bunga apung yang sangat terkenal. Di musim apa pun pasti menemukan bunga favorit di pasar bunga, baik tulip, dafodil, snowdrop, anyelir, violet, peony, maupun anggrek. Selain itu, penjual juga menawarkan tanaman rumah, herbal, bibit, dan umbi.
            Setiap musim semi, saat ladang bunga berubah menjadi deretan warna cerah, bunga tulip di Belanda adalah objek wisata utama. Gantungan kunci, tulip kayu, dan kartu pos juga banyak tersedia di sekitar Pasar Bunga.
Perjalanan yang ditempuh untuk mencapai tempat tersebut hanya memerlukan waktu sekitar sepuluh menit. Tempat yang tidak begitu jauh jaraknya dari restoran tempat Sakura bekerja. Itu ajakan yang tepat bukan?
Tibanya di daerah Bloemenmarkt, Noah memarkirkan kendaraannya yang cukup jauh dari tempat tersebut. Dikarenakan pasar apung tersebut mengkhususkan untuk para pejalan kaki.
Ramai sekali” ujar Sakura
Iya, mungkin karena hari ini hari Sabtu” jawab Noah
Mungkin. “
Mereka bertepatan berada di sebrang pasar apung, untuk mencapainya mereka harus berjalan kaki dan sambil melihat-lihat boat yang berlalu lalang di kanal. Biasanya boat tersebut disewa oleh turis asing maupun turis lokal untuk melihat-lihat daerah tersebut menggunakan jalur air.
Sesampainya, Sakura melihat-lihat bunga-bunga yang sangat cantik. Ditambah lagi sekarang adalah musim semi. Banyak ragam bunga yang memiliki warna yang cerah.
Noah melihat Sakura yang sedang memegang beberapa bunga dengan wajah ceria “Kau suka bunga itu?”
Sakura menoleh “Tidak, aku hanya ingin melihatnya”
Kalau kau suka ambil saja” Noah menawarkan
Tidak, terima kasih” jawabnya
Bu, tolong ikatkan bunga yang ini dan yang ini ya” kata Noah sambil menunjuk dua bunga tersebut yang tadi dipegang-pegang oleh Sakura.
Sakura hanya terdiam melihat Noah membayar bunga tersebut. Kemudian Noah memberikan dua ikat bunga tersebut kepada Sakura “Ini untukmu”.
Terima kasih, seharusnya kau tidak perlu melakukan hal seperti ini” katanya tidak enak.
Sudah tidak apa-apa. Kau ingin membeli apalagi selain ini?” tanya Noah.
Belum tau, aku ingin membeli bibit bunga dafodil dan peony. Karena waktu lalu aku ingin menitip bibit tersebut pada Abel, tetapi ia sedang kehabisan kedua bibit tersebut” jawabnya
Baik, akan aku pesankan lagi padanya. Bu tambah bibit daffodil dan peonynya ya”
Kalau begitu sekarang biar aku saja yang membayarnya” ujar Sakura sambil mengambil dompet dari dalam tasnya.
Tidak..tidak ini satu paket dengan dua buket bunga yang tadi” kemudian Noah segera membayarnya sambil tersenyum.
Kau ini kenapa?” Tanya Sakura agak sedikit kesal.
Mari kita jalan-jalan lagi” ajaknya.
Kemudian mereka menelusuri pasar tersebut, dan Noah berhenti di tempat toko cat akrilik. Kemudian ia memilih warna cat tersebut dan Sakura menunggu disebelahnya sembari melihat-lihat.
Untuk apa kau kesini? Kau kan bukan orang art” ujarnya sambil memegang botol-botol cat.
Aku ini suka melukis, aku ingin melukis sepatuku yang sudah lama tidak dipakai. Akan ku perbaharui warna dan gambarnya.” Jawab Noah.
Oh begitu, hebat juga ya. Padahal sekarang banyak orang yang suka membuang barangnya yang sudah tidak terpakai”  kata Sakura sambil menatap Noah.
Aku bukan tipe orang seperti itu, aku lebih suka memperbaharui barang-barang lamaku” jelas Noah.
Kemudian Sakura melihat Noah dengan tampang terkesan padanya. Sakura menyukai laki-laki seperti ini, pintar, baik dan tidak boros. Sakura mengamati Noah dengan penuh arti. Kemudian Noah melihat Sakura sedang mengamati dirinya.
Hei, kenapa kau melihatku seperti itu?” mengagetkan.
Huh? Siapa yang melihatmu.. aku sedang melihat cat yang kau pegang” elak Sakura dengan pipi memerah.
Padahal Noah mengetahuinya kalau Sakura sedang memperhatikan dirinya, tetapi bairlah “Baiklah kalau itu alasanmu, menurutmu yang mana yang lebih bagus? Yang ini atau yang ini?”.
Yang ini lebih bagus” jawabnya mencoba untuk santai.
Baiklah, tolong bungkuskan ini satu ya” kata Noah kepada si penjual.
Sakura melihat ke sekeliling apakah ada tempat duduk didekat sini. Karena lumayan lelah seluruh kakinya berjalan kaki yang lumayan lama. Kemudian ada tempat duduk yang terbuat dari batu yang ditengahnya terdapat pohon besar. Kemudian Sakura mengajak Noah untuk beristirahat sebentar, untuk meluruskan otot-otot kakinya yang mulai sedikit menegang.
            Banyak sekali orang yang berlalu lalang di hadapannya. Kemudian Sakura melihat Charlotte dan Lenard berada di kerumunan orang yang sedang berlalu lalang.
“Abel! Lenard!” teriak Sakura.
Kemudian Lenard menoleh kearah Sakura dan melambaikan tangan. Lenard langsung menyolek Charlotte untuk memberi tau kalau Sakura sedang berada ditempat ini juga. Kemudian mereka berdua menghampiri Sakura.
Hai, disini juga?” tanya Charlotte kepada Sakura tetapi ia tidak sadar kalau disamping Sakura ada Noah. Ia pikir Sakura kesini seorang diri.
Oh bersama Noah, aku pikir orang lain” sambung Charlotte. Noah tersenyum.
Banyak sekali belanjaanmu” kata Charlotte pada Sakura. Sakura hanya tersenyum manis padanya.
Aku rasa ini hadiah dari Noah” ejek Lenard.
Astaga cepat sekali bukan, jadi kau..” ujar Charlotte.
Apa? Sudah-sudah jangan mulai berbicara yang tidak-tidak” selak Sakura.
Noah hanya tersenyum melihat ia dan Sakura digoda oleh Charlotte dan Lenard.
Jadi kalian mau minum apa?” kata Noah mengalihkan.
Air limun saja” jawab Charlotte
Bagaimana, Sakura?” Tanya Noah. Sama seperti Abel”
Ya sudah. Kalian tunggu disini ya, akan kami belikan air limun untuk kalian. Ayo Nard jangan main ponselmu saja, temani aku” kata Noah.
           
            Kemudian Noah dan Lenard pergi, tinggal Sakura dan Charlotte yang duduk disana. Kemudian Charlotte menyolek-nyolek dagu Sakura tanda ia menggodanya.
Hentikan Bel, jangan menggangguku seperti ini” katanya malu-malu.
Kau sudah jadian dengannya?” Tanya Charlotte bersemangat.
Tidak, aku tidak terpikir hal itu, bahwa kami akan menjadi sepasang kekasih” jawabnya.
Oh, ya mungkin tidak sekarang. Suatu saat pasti” kata Charlotte. Tetapi Sakura hanya tersenyum.
Oh iya, aku tadi beli bibit bunga daffodil dan peony” kata Sakura sambil menunjukan padanya.
Kau sudah membelinya, aku baru akan membawakanmu besok. Yasudah kalau begitu” .
“Iya, tadi aku melihatnya, jadi aku beli saja” ujarnya.
Kemudian Sakura mengajak Charlotte untuk mencari Noah dan Lenard. Sakura membawa belanjaannya dan membawa belanjaan Noah dengan susah payah. Tetapi Charlotte dengan segera menolongnya dan membawakan sebagian belanjaan Sakura.
            Sambil mencari toko yang menjual limun. Sakura mencoba menghubungi Lenard, tetapi ponselnya tidak aktif. Dan ia berinisiatif untuk menghubungi Noah, tetapi ia tersadar bahwa ia tidak mempunyai nomor telepon Noah.
            “Lenard aku hubungi tetapi ponselnya tidak aktif, bagaimana ini?” ujar Sakura.
Kenapa kau tidak menghubungi Noah?” Tanya Charlotte.
Masalahnya aku tidak mempunyai nomornya” jawabnya sambil memijit keningnya.
Sudah kenal lama, sudah sering jalan bareng.. tetapi belum bertukar nomor telepon, bagaimana kau ini” melirik Sakura sinis.
Aku saja setiap bertemu dengannya selalu dengan keadaan tidak sengaja. Terkadang dia menemuiku di restoran” .
Demi Tuhan!” kata Charlotte sambil menggeleng-gelengkan kepala.
Kemudian Sakura melihat ada orang yang membawa segelas limun dari arah kiri jalan. Lalu Sakura berinisiatif untuk belok kearah kiri. “Apakah kau yakin belok kesini” Tanya Charlotte.
Sudah ikuti saja” kata Sakura sambil memperhatikan setiap toko. Dan ternyata benar ada sebuah antrian panjang dan di antrian ketiga ada Noah dan Lenard. Sakura langsung menunjuk kearah Noah dan Lenard “Itu mereka disana”.
            Sakura dan Charlotte mempercepat langkah kakinya menuju ke arah dua lelaki tersebut. “Hei” colek Sakura ke Noah.
Kalian kenapa menghampiri kami kesini?” Tanya Noah.
Tidak apa-apa, kami sudah tidak ingin duduk lagi. Dari sini lebih baik kita jalan-jalan dan melihat-lihat saja, siapa tau Abel dan Lenard ingin membeli sesuatu” jelas Sakura.
Oh baiklah, tunggu sebentar” jawab Noah.


            Lima menit berlalu, Charlotte sedang memilih-milih buku. Memang niat awal Charlotte kesini untuk membeli sebuah buku, untuk referensi tugas kuliahnya. Kemudian Lenard juga tertarik untuk melihat-lihat buku, karena Lenard salah satu penggemar buku, salah satunya tentang sejarah dunia. Sedangkan Sakura dan Noah sedang asyik mengobrol dan sesekali menyesap limunnya.
Kemarikan tasmu, biar aku bawakan” kata Noah memberikan tawaran kepada Sakura.
Tidak perlu, aku bisa membawanya sendiri. Kau sudah membawakan belanjaanku” Sakura menolaknya.
Ayolah berikan padaku” mencoba melepaskan dari bahu Sakura.
Maaf ya aku selalu merepotkanmu” katanya menunduk.
Tidak perlu minta maaf” ujar Noah dengan menunjukkan senyum hangatnya.
Tiba-tiba Charlotte memanggil Sakura “Sakura! Kemari sebentar”, kemudian Sakura menghampiri Charlotte “Ada apa?”.
Buku ini yang kau cari bukan?” tanyanya sambil menunjukkan buku tersebut.
Benar, tetapi aku sudah menemukannya di perpustakaan kampus” jawabnya
Ah berarti aku terlambat ya”. Dan Sakura hanya tertawa kecil. Kemudian Sakura kembali menemani Noah.
Ada apa dengannya?” Tanya Noah
“Abel hanya menunjukkan buku yang sedang aku cari, tetapi aku sudah menemukannya” jawab Sakura.
Oh begitu. Oh iya, aku lupa aku harus mencari buku resep untuk ibuku, minggu lalu ibuku meneleponku untuk mencarikan buku resep untuknya. Kebetulan kau ini seorang koki, bantu aku mencarinya ya” kata Noah seperti memohon.
Baiklah” jawabnya.
Sakura dan Noah sibuk mencari buku resep. Kemudian Sakura menemukannya dengan lumayan cepat “Aku menemukan buku resepnya”. Lalu Noah menengok ke arahnya “Cepat sekali. Apakah ini lengkap?”.
Aku pikir ini lengkap. Coba aku lihat sebentar” sambil membacanya. “Ya ini lengkap, ada masakan kontinental dan oriental. Aku pikir ibumu akan menyukainya” sambungnya.
Pasti ibuku menyukainya, karena yang menemukannya adalah seorang ahli masak” ucap Noah menggoda.
Kau ini bisa saja. Ya sudah kali ini aku yang membayarnya, sebagai gantinya” kata Sakura.
Kau tidak perlu membayarnya, biar aku saja” kata Noah sambil menahan buku yang ada ditangan Sakura.
Kenapa kau selalu menghalangiku untuk membayarnya?” tanyanya heran.
Karena yang mengajak kesini adalah aku, jadi aku bertanggung jawab atas semuanya” jawabnya tersenyum. Lalu Sakura hanya bisa tersenyum merasa tidak enak.
Kalian sudah selesai belum” colek Sakura pada Charlotte.
Aku sudah, sepertinya Lenard sedang membayar bukunya” sahut Charlotte.
Baguslah, setelah ini kalian mau kemana?” Tanya Sakura.
Bagaimana kalau kita makan malam? Di dekat sini ada street food  yang enak” kata Noah.
Boleh” jawab Charlotte
Baiklah, Lenard ayo cepat” teriak Sakura
Sebentar” sahutnya
Charlotte dan Lenard berjalan di depan, sedangkan Sakura dan Noah berjalan di belakangnya. Kemudian Noah tiba-tiba menggandeng tangan Sakura dengan erat untuk menyebrang ke arah tempat yang banyak jajanan. Sontak Sakura melihat tangannya digenggam oleh Noah, ingin berusaha melepasnya namun Noah tetap menggenggam tangannya. Sakura hanya melihat ke arah Noah, tetapi sayangnya Noah menghiraukannya.
Sesampainya di depan yang banyak jajanan pinggir jalan “Kau mau roti isi? Di sebelah sana ada yang mejual roti yang sangat lezat”. Sembari melepas genggamannya Noah, Sakura hanya mengangguk terhadap ajakan Noah. Kenapa aku gugup seperti ini? tanya Sakura dalam hati.
Kemudian Noah menawarkan apakah Lenard dan Charlotte juga mau roti isi atau tidak. Ternyata Lenard dan Charlotte menolaknya, mereka lebih memilih untuk membeli fish and chips saja. Lenard dan Charlotte berpisah dengan Noah dan Sakura. Tetapi Lenard dan Charlotte mengatakan bahwa jika sudah selesai membeli makan segera tunggu di taman dekat sini.
Sesampainya di tempat roti isi “Sakura, kau mau yang mana?”
Terserah kau saja” jawab Sakura masih sedikit gugup. Kemudian Noah memesan untuk dua porsi “Roti isi dagingnya dua porsi”.
Kau mau minum apa? Kali ini jangan katakan terserah lagi” katanya.
Aku mau air mineral saja” jawab Sakura.
Baiklah”. Tak lama kemudian makanan mereka sudah siap.
Kau mau apalagi?” Tanya Noah.
Tidak, ini saja sudah cukup membuatku kenyang” jawabnya sambil menunjukkan miliknya.
Kau tidak mau kentang goreng?” .
Tidak, terima kasih” kata Sakura menolak.
Kau tidak sedang sakit bukan? Kau berbeda sekali dari sebelumnya” Tanya Noah sambil menatap Sakura.
Huh? Tidak apa-apa aku baik-baik saja. Tidak perlu khawatir” jawabnya membuat Noah merasa tenang.
Syukurlah, ayo kita ke taman. Mungkin mereka sudah menunggu kita” ajak Noah.
Kemudian mereka berjalan ke arah taman, selama berjalan menuju ke taman Sakura hanya menatap ke arah depan, ia tidak berani menoleh ke hadap Noah. Ia berjalan sambil membawa kantung plastik buku dan kantung roti isi di dekapannya. Ia takut kalau Noah akan menggandeng tangannya lagi.
            Sesampainya ditaman, mereka mencari Lenard dan Charlotte. Ternyata mereka belum selesai membeli makanan. Lalu Sakura dan Noah memutuskan untuk mencari tempat duduk. Tetapi tempat duduk semua sudah terisi penuh. Lalu mereka memutuskan untuk duduk di rerumputan saja.
Drrtt..drrttt ponsel Sakura bergetar, kemudian ia mengambilnya dari dalam tas dan menjawab telepon tersebut “hallo Bel, kau masih lama?”
Maaf Ra, sepertinya kami tidak jadi ke taman. Dikarenakan sekarang kami sedang menuju ke arah parkiran” kata Charlotte diseberang sana. Sakura mendecakan lidah Kau ini bagaimana?” Sakura mengharapkan kawannya supaya cepat datang, agar ia tidak canggung hanya berdua bersama Noah.
Maaf. Aku harus pulang,  kepalaku tadi tiba-tiba sakit” jawab Charlotte.
Ya sudah tidak apa-apa, bye” kemudian raut wajah Sakura tambah canggung dikala ia harus berdua dengan Noah.
Mereka tidak jadi kesini?” tanyanya dalam keadaan mulut yang penuh dengan roti isi.
Iya, Abel tiba-tiba tidak enak badan” jelas Sakura.
“Oh begitu. Ya sudah cepat makan makananmu itu nanti keburu dingin” perintah Noah sambil menunjuk roti isi.


            Satu jam yang lalu Sakura sampai dirumah, kemudian Sakura langsung masuk kamar dan hanya terdiam. Ia masih memikirkan kejadian tadi, dimana tangannya digenggam dan digandeng oleh Noah. Mengapa Noah bisa-bisanya melakukan hal seperti itu padanya? Ya walaupun memang tadi itu hanya kejadian ketika menyeberang jalan. Tetapi kenapa harus menggandeng dan menggenggam tangannya? Apa benar yang dikatakan waktu lalu oleh Lenard, bahwa Noah menyukai dirinya? Tapikan Noah tidak mengatakan apa-apa padanya.
            Bunyi dering ponsel Sakura tiba-tiba membuyarkan lamunannya, kemudian ada nama yang muncul dilayar ponsel Sakura “Alex? Kenapa telepon malam-malam seperti ini” gumamnya. Lalu ia mengangkat telepon Alexander dalam deringan kedua.
Hallo!” sapa Alexander.
Hai, ada apa telepon malam-malam begini?” Tanya Sakura.
Tidak apa-apa, sudah lama tidak mengobrol denganmu” sahutnya.
Oh begitu” jawabnya singkat.
Kau sedang apa?” Tanya Alexander.
Baru saja pulang” lagi-lagi jawabnya singkat.
Darimana? Sama siapa?” .
Memangnya kenapa?” Sakura mengerutkan keningnya heran.
Tidak apa-apa hanya penasaran, oh iya besok kau sibuk tidak?” .
Tidak, sepertinya aku akan dirumah saja” jawabnya.
Kalau begitu mau tidak kita pergi makan?” ajak Alexander.
Pergi makan? Kemana?” tanyanya.
Iya pergi makan, terserah kau mau makan dimana”.
Tetapi Sakura tidak langsung menjawab, ia hanya berdiam dan mengetuk-ngetukkan jarinya di pinggir ranjang. “Sakura?” panggil Alexander.
Heh. Iya apa?” kata Sakura tidak menyimak.
Kau ini sedang melamun ya?” Tanya Alexander.
Tidak, aku tidak melamun” Sakura mengelak.
Jadi besok kau mau kan menerima tawaranku untuk pergi makan? Tapi tempatnya terserah kau dimana” katanya sekali lagi.
Ya sudah, kita ke café pusat kota saja ya” ujar Sakura.
Baiklah kalau begitu, kau mau ku jemput jam berapa?”.
Sore saja, sekitar pukul empat” kata Sakura.
Baiklah, sampai besok! Cepat tidur sudah malam” perintah Alexander.
Selamat malam sampai bertemu besok” kemudian Alexander belum sempat menjawab, Sakura keburu mematikan ponselnya.
Sehabis itu, Sakura mendengarkan musik di iPodnya sembari memejamkan mata entah apa yang sekarang ia pikirkan, apakah sama dengan yang tadi atau pikiran baru yang muncul setelah ia di telepon dengan Alexander?
            “Kenapa Alex tiba-tiba mengajakku makan dengannya?” gumamnya pelan dengan mata terus tertutup. 



Bersmbung...

No comments:

Post a Comment

Bieber'n

Bieber'n