Ig - @FIDADIDO5

Thursday, 16 April 2020

SPRING TO FALL (BAB 4)


Taman? Ya taman Vondelpark! Tapi berbeda dengan taman yang Sakura dan Charlotte kunjungi waktu lalu. Kali ini taman yang sangat menunjukan keindahan dan kedamaian pada semua orang yang mengunjunginya. Ada pohon-pohon besar yang mengelilingi taman tersebut, jalan untuk pejalan kaki, ada jalan bebatuan, ada danau yang tidak terlalu besar yang disana terdapat angsa-angsa putih yang cantik.
            Indah sekali walaupun dikunjungi saat bulan telah berada pada posisinya lalu di sambut dengan kerlap-kerlip bintang. Lampu taman yang dikelilingi bunga-bunga bermekaran. Dan di setiap sudut taman memiliki bangku taman yang menghiasi taman dan menyediakan para pengunjung untuk beristirahat. Walaupun sudah memasuki malam hari masih banyak orang-orang yang berkunjung.
            Terdapat penjual yang berada disekitaran area taman yang menjual beraneka ragam makanan khasnya. Seperti roti panggang, fish and chip, coklat panas, ice cream, cookies, dan lainnya. Orang-orang disekitar sangat menikmati suasana taman yang menyejukkan ini.
“Aku selalu suka dengan taman ini” kata Sakura sambil memandang ke sekeliling.
“Taman ini tau semua isi hati kita disaat kita punya masalah yang besar. Sama halnya denganku, selama aku kembali ke Amsterdam. Aku selalu menyempatkan waktu kesini untuk menceritakan masalahku kepada danau yang berada disana. Mungkin ini adalah hal tergila untuk seseorang. Tapi ini tidak gila bagiku, aku hanya ingin bebas seperti bintang-bintang disana” kata Noah sambil berbaring menatapi langit yang mulai menghitam.
            Sakura tidak berkata apa-apa, ia hanya mendengarkan dengan seksama. Sepertinya ini menarik untuk Sakura, taman yang indah dan sangat mengetahui perasaaan orang yang berkunjung kesana.
“Hmm sepertinya aku sudah menceritakan banyak hal, sehingga aku mengeluarkan keluh kesahku” kata Noah dengan pipi yang memerah.
“Tidak masalah” ujar Sakura.
“Baiklah. Kau mau minum apa? Biar nanti aku belikan minum disana” tanya Noah.
“Aku pikir coklat panas, terima kasih sebelumnya” jawab Sakura sambil tersenyum.
Kau tunggu sini dulu” kata Noah.
Sambil menunggu duduk di rerumputan hijau, Sakura hanya melihat sekeliling. Dan sesekali melihat ponselnya, siapa tau ada pesan atau telepon dari rumah. Ternyata tidak ada. Tiba-tiba ada yang menyentuh pundak Sakura sembari memanggil namanya. Sontak Sakura pun menoleh ke belakang.
Alexander? Sedang apa disini?” tanya Sakura kaget.
“Hai Sakura. Berjalan-jalan saja menikmati udara malam dan kebetulan juga aku baru pulang kantor. Dan aku pikir kesini dulu akan lebih baik untuk menghilangkan kesuntukkan pikiran ini. Kalau kau sedang apa disini?” Kata Alexander.
“Oh begitu. Sudah lama ya kita tidak bertemu seperti ini lagi, sudah lama tidak berhubungan  denganmu. Aku sedang jalan-jalan saja bersama temanku, habis pulang dari supermarket kesini ” kata Sakura.
“Oh, kalau boleh aku meminta nomormu, kau tau ponselku yang lama telah hilang dan nomor penting semuanya ada disana termasuk nomor mu. Maka dari itu aku tidak pernah menghubungimu kembali?” jelasnya.
“Astaga pantas saja aku mencoba menghubungimu tidak dapat tersambung. Silakan kau catat nomor ini” kata Sakura sembari menunjukkan nomornya yang terpampang di layar ponselnya.
“Terima kasih. Aku tidak akan berlama-lama, aku pergi sekarang. Bye!” kata Alexander sambil pamit pergi.
“Bye Lex, hati-hati.” ujar Sakura sambil melambaikan tangan kepada Alexander.
Tak lama, Noah datang sambil membawa empat kantung  makanan yang ia beli tadi. Dan menyapa dari jauh kepada Sakura.
“Sakura!” teriak Noah sambil berjalan kearahnya.
“Astaga! kau bawa apa saja? Banyak sekali” kata Sakura sambil mendongak menatap Noah.
“Aku melihat semua ini menggiurkan, jadi aku beli semuanya. Ini coklat panas untukmu dan ini untukku. Aku juga beli snack sama cookies, kelihatannya enak” kata Noah sumringah.
            Mereka pun meminum dan memakan makanan yang Noah beli. Dengan asik bercerita dan bercanda. Sampai larut malam dan tidak tersadar sudah pukul sepuluh malam. Dan besok Sakura harus bekerja pagi. Ia harus sudah berada di restoran pada pukul delapan pagi, karena ada acara penting di restorannya.
“Ya ampun, sudah jam sepuluh lewat. Bisakah kita pulang sekarang? Besok aku harus bekerja pagi karena ada urusan” kata Sakura panik sambil melihat arloji yang melingkar di tangan kirinya.
“Baiklah” jawab Noah.
Lalu mereka bersiap-siap untuk pulang dan menuju ke mobil yang terparkir sejak tadi di pinggir taman. Bergegas masuk dan mengendarai dengan hati-hati.
            Beberapa menit kemudian, sampai di rumah Sakura.
“Terima kasih untuk hari ini” kata Sakura sambil membuka pintu.
“Sama-samajawab Noah sambil menatap Sakura.
“Terima kasih juga, sudah mengajakku ke Vondelpark” ujar Sakura dengan senyum hangatnya.
“Sudah! Masuk kamarmu lalu ganti baju setelah itu tidur. Selamat istirahat” kata Noah sambil membukakan pintu kamar Sakura
“Sampai jumpa besok pagiujar Sakura.
Kemudian Sakura langsung berbaring diatas ranjangnya. Dan mengecek selulernya apakah ada pesan atau telepon. Ya! benar saja ada pesan dan itu hanya nomor.
            Selamat malam Sakura. Maaf mengganggu. Alexander” Alexander.
Hai Lex? Ada apa? Aku baru saja sampai dirumah” Sakura.
Oh maaf, aku mengganggu. Kalau kau lelah tidur saja. Geode nacht” Alexander.
Tidak apa-apa, tapi memang aku lelah sekali hari ini. Maaf ya, aku tidur dulu. Besok kita sambung lagi. Geode nacht” Sakura.
Mimpi indah” Alexander.

           
Pagi yang cerah seperti hari-hari di musim semi. Sakura sudah berada di dalam bus yang ingin mengantarkannya ke restorannya seperti biasa. Menurutnya pagi ini tidak adil baginya, karena kantuknya masih menyelimuti kelopak mata besarnya itu. Ya Sakura bentuk matanya besar karena mengikuti sang bunda yang keturunan Indonesia. Tidak sempat sarapan jadi Sakura hanya menahan rasa lapar.
“Kau terlihat tidak bersemangat pagi ini” tanya Charlotte.
“Iya, aku masih mengantuk. Semalam aku tidur sudah larut” ujar Sakura sambil menguap lebar.
“Kenapa kau berangkat pagi sekali? Kenapa tidak nanti saja, ada angin apa kau?” tanya Charlotte.
“Aku sedang ada urusan di restoran, ada acara” ujar Sakura miris.
Charlotte yang satu bus dengannya, bukan karena Charlotte ingin mengantarkan Sakura melainkan ia ingin berkunjung ke rumah teman kerjanya yang bertepatan daerahnya melewati restoran Sakura bekerja.
“Sedikit lagi aku sampai, kau hati-hati ya” kata Sakura sambil bersiap-siap turun dan menuju pintu keluar.
“Terima kasih. kau juga hati-hati” ujar Charlotte dengan senyum yang mengembang.
Akhirnya Sakura berjalan menuju ke restoran tempat ia bekerja. Sambil membawa tasnya yang lumayan besar. Karena banyak barang-barang yang harus dibawa. Dengan santainya Sakura berjalan sambil menikmati suasana disekitarnya yang begitu damai. Akhirnya Sakura sampai di depan pintu restoran.
            “Sakura, ayo cepat masuk dan cepat ganti bajumuperintah Nienke.
“Aku telat ya?” tanya Sakura terkejut.
“Tidak juga, tapi kau sekarang harus lebih cepat, soalnya ada tamu besar yang akan datang kesini” kata Nienke.
            Nienke adalah rekan kerja di tempat Sakura bekerja. Tanpa basa-basi Sakura langsung menuju ke loker karyawan untuk mengganti baju yang diberikan oleh Nienke tadi. Dengan celana hitam panjang dan baju cook yang berwarna putih yang sangat bersih.
            Sakura terlihat sangat cantik dengan rambut yang berwarna kecoklatan dan di gerai. Bermodel keriting gantung tetapi tidak terlalu keriting, ya bisa dibilang bergelombang. Rambut yang sering diminati oleh para gadis jaman sekarang. Tapi ini memang benar-benar rambut asli Sakura. Namun rambutnya tidak dibiarkan begitu saja, ia segera mengikat rambut tersebut dan memakai topi cook dan juga memakai safety shoes  Sakura terlihat seperti koki profesional. Lalu Sakura berdiri di ambang pintu menuju ke ruang lainnya yang dipakai sebagai tempat acara berlangsung.
            Semua orang yang berada didalamnya seperti para staf lain seperti pelayan maupun koki-koki dan orang yang mengepalai disana pangling melihat penampilan Sakura yang begitu menawan. Pipi Sakura memerah karena tidak biasa menjadi pusat perhatian seperti itu.
“Maaf semuanya, kenapa kalian melihatku seperti itu?” tanya Sakura penasaran.
“Kau terlihat cantik” ujar salah satu teman Sakura.
“Terima kasih atas pujiannya” kata Sakura dengan pipi yang semakin memerah seperti tomat.
Para karyawan lalu bersiap-siap dengan merapikan baju mereka agar tidak terlihat lusuh untuk menyambut para tamu yang hadir. Begitu pula dengan Sakura, Sakura pun merapikan bajunya dan topinya itu agar rambutnya tidak terurai.
            Tak lama tamu yang ditunggu-tunggu hadir ke acara tersebut. Dan saat itu juga mata Sakura langsung melebar. Lalu Sakura langsung mengawasi laki-laki itu dengan tatapan tidak percaya.
“Huh? Noah? Kenapa dia kesini? Pantas saja aku tidak melihatnya pagi ini dirumah” gumam Sakura pelan tapi masih bisa dijangkau oleh orang-orang disebelahnya.
“Noah? Kau kenal dengan orang itu?” tanya Nienke yang kebetulan berdiri tepat disebelah Sakura.
“Ah.. eh, apa?” kata Sakura sambil mengerjapkan mata beberapa kali.
“Kau kenal dengan salah satu pemilik restoran kita yang baru? Ya, dia hanya menaruh beberapa saham ke restoran kita” kata Nienke.
“Kau tidak sedang bercanda bukan? Noah menaruh saham disini?” ujar Sakura dengan volume suara yang membeludak. Sehingga orang-orang yang disekitarnya melihat Sakura dengan tatapan heran. Maupun Noah yang langsung mencari tau sumber suara itu dan tepat melihat Sakura yang berada disana. Mata Noah langsung membesar dan heran menatap kenapa Sakura ada disini.
Lalu Noah mencoba menghiraukan pandangan tersebut untuk menyapa dan memberi salam kepada semua orang yang sudah hadir di acara tersebut. Dengan memberi pesan atau pelajaran kepada semua staf untuk bekerja yang baik. Dan memperkenalkan diri disini, bahwa ia sebagai salah satu pemilik baru di restoran ini.
            Lalu beberapa menit kemudian ia turun dari panggung kecil untuk menghampiri Sakura yang berada di ujung sana. Dengan santainya berjalan, Noah pun berdiri tepat didepan Sakura.
“Hai” sapa Noah lembut.
Tapi Sakura tidak langsung menjawab karena ia kaget melihat Noah yang tiba-tiba berdiri tegak dihadapannya. Yang setau Sakura tadi Noah masih mengoceh panjang lebar diatas panggung.
“Hai Noah” sapa Sakura.
“Ternyata kau bekerja disini, restoran yang waktu lalu kau ceritakan itu?” tanya Noah.
“Iya. Wah selamat ya jadi pemilik baru kami disini. Selamat bekerja” kata Sakura memberi selamat kepada Noah dengan menjulurkan tangan.
“Terima kasih. Tapi aku tidak bekerja disini, aku hanya menaruh beberapa saham saja. Aku masih bekerja dikantor” kata Noah.
“Hebat! Kau masih muda sudah mempunyai dua pekerjaan. Aku salut padamu” kata Sakura memuji ditimpal dengan pipi yang mengembang.
“Sekali lagi terima kasih. Tapi aku tidak sehebat yang kamu kira” terkekeh.
            Disana Sakura dan Noah berbincang-bincang sambil meminum minuman yang telah disediakan. Dan memakan makanan ringan seperti canape, slice cake  dan buah potong. Dan tak terasa sudah pukul dua belas, saatnya acara selesai dan Noah diminta untuk menutup acara tersebut.
“Aku tinggal dulu ya sebentar” kata Noah sambil menaruh gelas yang ada di genggamannya itu.
“Baiklah” sahut Sakura.
Sakura melihat Noah yang jalan dengan terburu-buru menuju ke atas panggung untuk mengakhiri acara hari ini. Lalu disana Noah memberi salam dan memberi ucapan terima kasih atas apa yang sudah para staf kerjakan selama ini.
            Kemudian Noah turun dari panggung dan menghampiri Sakura lagi dengan senyumannya yang khas. Dengan dada yang bidang, tinggi, berambut ash blonde. Memakai kemeja cokelat muda yang terlihat gagah dan tampan sekali.
“Setelah ini kau ada acara lagi tidak?” tanya Noah gugup.
“Sepertinya tidak. Kenapa?” tanya Sakura.
“Kau mau menemaniku tidak?” tanya Noah.
“Kemana? Tapi tidak mungkin pakaianku seperti ini. Lagipula baju yang aku pakai tadi untuk kesini tidak memungkinkan” ujar Sakura menunduk.
“Tidak perlu khawatir, aku saja nanti hanya memakai kaos polos dan celana jeans pendek” kata Noah.
“Memang mau kemana?” tanya Sakura.
“Jalan-jalan saja ke mall, taman, pantai, atau apapun itu. Mau kan?” tanya Noah.
“Terserah kau saja” jawab Sakura mengiyakan.


            Drrtt...drrrtt...drrrtt ponsel Sakura bergetar. Sepertinya itu telepon karena memiliki banyak getaran. Lalu Sakura mengeluarkan ponsel dari saku celana jeansnya yang panjangnya tepat dibawah lulut. Ternyata itu pesan dari seseorang.
Lalu Sakura membuka ponselnya dan melihat isi dari pesan itu.
            Hai Sakura” Alexander.
Sedang sibuk?”
“Sakura?” pesan untuk ketiga kalinya.
Hai Lex, ada apa?” Sakura.
Noah yang memperhatikannya
“Pesan dari siapa?” tanya Noah tiba-tiba.
“Dari teman” kata Sakura Gugup.
“Oh, aku pikir dari kekasihmu” ledek Noah.
“Aku tidak punya kekasih” ujar Sakura.
“Ternyata benar yang dikatakan Abel waktu lalu” ujar Noah.
Abel cerewet” kata Sakura malu.
“Kau yang cerewet” jawab Noah mengalihkan.
“Abaikan saja” kata Sakura sambil mengibaskan tangan.
Cuaca yang panas di daerah pantai memang membuat beberapa orang enggan untuk berkunjung terlalu lama pada siang hari. Apalagi jika hanya duduk dipasir putih atau hanya makan di sebuah resto terbuka. Tapi angin lah yang bisa menyejukan itu semua. Sakura dengan cepat melahap makanan yang ada dihadapannya itu. Dan Noah hanya menatapnya dengan senyum manisnya.
“Pelan-pelan saja, tidak usah terburu-buru” ujarnya Noah sambil mengambil makanan yang tertinggal di pinggir bibir mungil Sakura.
            Sakura hanya terdiam melihat reaksi Noah terhadapnya. Terjebak dalam apa? Tatapan Noah? Atau perlakuan Noah terhadapnya?,
            Tiba-tiba Sakura dengan sigap mengambil tisu didalam tasnya dan mengelapnya dengan cepat.
“Maaf, aku lancang” ujar Noah.
“Eh... tidak..tidak.. apa-apa kok” jawab Sakura gugup ditambah dengan malu.
            Drrttt..drrrtt ponsel Sakura bergetar lagi untuk kedua kalinya. Tapi Sakura tidak menyadari jika ponselnya bergetar karena sedang asyik memikirkan kejadian yang baru saja terjadi.


            Pantai sebagian orang menyukainya dan sebagian membencinya bahkan ada yang trauma dengan yang namanya pantai. Tidak sama halnya dengan Sakura, bahkan Sakura senang sekali dengan pantai. Menurutnya pantai adalah bagian dari hidupnya untuk melepaskan sesak di dadanya selama ini. Waktu sudah menunjukan pukul empat sore.
            Tuhan! senjamu begitu indah” teriak Sakura dalam hati.
            Noah hanya duduk di pasir putih yang begitu bersih dan menatap penuh arti kepada lautan. Keluasan alam yang ia dapatkan di bola matanya. Sedangkan dihati Sakura, lautan itu adalah kebebasan alam yang terbentang sejagad alam raya.
“Sakura”
“Apa?” jawab Sakura sambil duduk bersila disampingnya.
“Laut menurutmu seperti apa?
“Laut? Laut adalah teman sejatiku yang selalu mendengarkan apa saja yang aku utarakan. Laut itu bebas! Tidak ada satupun orang melihat laut itu penuh kebencian, mungkin memang ada beberapa” oceh Sakura panjang lebar.
“Apakah kau sering kesini?” tanyanya.
“Tidak juga. Tapi aku mencintai pantai, apakah kau suka pantai?” ujar Sakura sambil memandang langit senja.
“Biasa saja, bahkan jarang sekali aku ke pantai” jawab Noah sambil mengetuk-ngetuk ponselnya.
Noah merasa bosan berlama-lama berada di pantai. Entah apa yang membuat ia merasa bosan. Apa terlalu ramai disaat sore hari? Atau memang ia tidak begitu menyukai pantai? Apa ada kenangan yang membuat ia menjadi terpuruk. Melihat seperti itu, Sakura langsung menatap Noah dengan tatapan penasaran. Dan ingin menanyakan sesuatu hal tapi takut mengganggu pikirannya.
            Dan akhirnya Sakura memberanikan diri untuk menanyakan hal apa yang ia ingin tanyakan padanya.
“Noah, kau tidak apa-apa?”
“Aku merasa sangat baik-baik saja”
“Kalau kau merasa baik-baik saja, kenapa murung seperti itu? Kau tidak nyaman berada disini?” tanya Sakura
“Tidak. Aku berani bersumpah”
“Kalau begitu tunggu lebih lama dulu, aku rindu untuk melihat matahari terbenam. Setelah itu baru kita pulang” hiburnya.


            Kamarku! Hari yang melelahkan tetapi juga menyenangkan. Teriak-teriak diatas ranjang dan lompat-lompat sehingga ranjang kecilnya berantakan. Kamar yang luas menjadi sempit gara-gara Sakura memiliki barang yang begitu banyak dan tidak tertata rapi. Walaupun ada pembantu rumah tidak semuanya dibereskan sendiri. Kasihan menurut Sakura.
“Ura! Kapan kau tiba dirumah?” tanya Charlotte yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar Sakura.
“Sedari tadi, melelahkan sekali hari ini.
“Melelahkan?” .
“Benar sekali”.
“Bohong!”.
“Untuk apa” sambil mengangkat dua tangan.
“Kalau memangnya lelah, kenapa kau lompat-lompat seperti itu sampai-sampai kamarmu seperti kapal pecah yang ditiup oleh angin tornado?” tanyanya melirik. Sakura tertawa.


            Duduk diruang tengah yang berada di lantai dua sambil memakan makanan ringan dan menonton televisi bersama Charlotte. Sakura mengambil ponsel dan mengecek ponselnya. Ternyata ada pesan yang masuk sedari tadi ia berada di pantai bersama Noah. Dan ia lupa kalau sedang berkirim pesan dengan Alexander.
Kau sedang apa?” Alenxander.        
Lalu Sakura membalasnya tanpa basa-basi. Dan mengetik layar dengan cepat.
Maaf Lex, aku baru pulang. Tadi aku sedang tidak dirumah” Sakura.
Sakura menuruni anak tangga untuk menuju ke ruang tengah di lantai satu. Dengan membawa ponsel dan laptopnya. Dengan jalan yang sedikit tidak seimbang. Lalu mendapati meja yang dipenuhi berbagai macam cemilan.         
 Kemudian disisihkan semua barang yang diatas meja tersebut untuk menaruh laptopnya. Kemudian ia mulai mengerjakan proposal yang harus dikumpulkan tiga hari lagi. Proposal tersebut adalah tugas dari dosen paling killer yaitu Meester Luuk van Daan.
Selang beberapa jam Lenard pulang kerumah dan menuju ke kamarnya yang berada dilantai dua, tetapi langkahnya terhenti saat melihat Sakura berada diruang tengah yang sedang asyik dengan laptopnya. Kemudian Lenard manghampirinya dan menggagalkan niat awalnya.
Kemarin kau pergi bersama Noah?” .
Darimana kau mengetahuinya?” sambil menoleh kearah Lenard yang duduk di sofa.
“Noah cerita padaku, katanya dia juga menaruh saham direstoran tempatmu bekerja”.
Iya benar, aku juga tadi sempat tidak percaya melihat Noah berada disana” ujar Sakura sembari mengetik.
Lalu kau pergi ke pantai dengannya bukan?” .
Iya, astaga  Lenard kenapa kau ini suka menggangguku saja, bisa tidak kau mengintrogasiku nanti saja.. aku sedang sibuk” celoteh Sakura.
Oke maaf.. tapi kelihatannya Noah tertarik padamu” kata Noah sambil mencodongkan tubuhnya kearah Sakura dan mengedipkan sebelah matanya.
Kau lebih baik bersihkan seluruh badanmu itu, daripada kau mengatakan yang tidak terbukti apa-apa!” jawab Sakura jengkel.
Baiklah tuan putri” sahut Lenard tersenyum menggoda.
Kemudian Sakura berhenti mengetik dan berpikir apakah iya Noah suka padanya? “Tapi kita hanya sebatas teman biasa, lagipula ia juga rekan kerja Lenard. Aku juga biasa saja padanya, tapi kenapa aku kesal tadi melihat Lenard menggoda ku seperti itu? Terlihat seperti aku menutupi sesuatu pada Lenard, terutama pada diriku sendiri. Masa iya aku juga suka padanya? Ah tidak mungkin kami saja baru kenal, masa iya secepat itu? Sudahlah hiraukan, mungkin saja ia hanya ingin bercerita pada Lenard” gumam Sakura pada diri sendiri.




Bersambung...

No comments:

Post a Comment

Bieber'n

Bieber'n