Ig - @FIDADIDO5

Thursday, 23 April 2020

SPRING TO FALL (BAB 6)



            Pintu kamar Sakura terketuk sangat keras dari arah luar Siapa sih pagi-pagi seperti ini sudah mengetuk pintu keras-keras” gumam Sakura.
“Sakura, Ra bangun Ra ada tamu mencarimu sejak tadi” teriak bibi.
Siapa sih bi pagi-pagi sudah bertamu saja” teriak Sakura dari dalam kamar.
Ini sudah pukul tiga sore, kau memangnya tidak melihat jam?” sahut bibi. Kemudian Sakura terdiam setengah sadar dan langsung melihat ke arah jam dinding.
 Ya ampun bi sudah jam segini? Katakan padanya setengah jam lagi aku selesai” teriaknya sedikit panik.
Brukkkk! Terdengar benturan dari dalam kamar Sakura.
“Sakura! apakah kau baik-baik saja?” tanya bibi.
Duh, iya bi aku baik-baik saja” jawabnya sambil memegang keningnya.
Huh! ada-ada saja, kenapa bisa terbentur seperti ini. Ah astaga!” Sakura terkejut saat melihat keningnya didepan cermin. “Ya ampun kenapa jadi memar seperti ini, mana Alex sudah menunggu sejak tadi” gumamnya sambil memegang pelan-pelan keningnya.
Tanpa berlama-lama akhirnya Sakura mandi dengan hati-hati agar keningnya tidak terbentur oleh benda lainnya.


            Tiga puluh menit kemudian Sakura keluar dari kamarnya dan sudah siap untuk pergi, tetapi iya tetap memegang keningnya.
Lho apa yang terjadi dengan keningmu?” Tanya Alexander bingung.
Biasa, hanya terbentur dinding saja” katanya sambil duduk disebelah Alexander.
Ya ampun ada-ada saja, yasudah kalau begitu kita ke dokter saja” kata Alexander.
Tidak perlu, ini tidak separah yang kau pikiran” katanya menenangkan.
Ya sudah kalau begitu di kompres saja ya, biar aku ke belakang minta alat kompres kepada bibi” kata Alexander sambil bangun dari tempat duduknya.
            Kemudian Alexander pergi ke dapur untuk menyiapkan alat kompres untuk Sakura. Ia mengambil es batu dari dalam lemari pendingin dan menaruhnya di sebuah mangkuk besar dan dituangkan air lalu mengambil handuk kecil.
            Kemudian ia menghampiri Sakura yang berada di ruang tamu yang terlihat sedang kesakitan. Lalu Alexander dengan segera menyelupkan handuk kecil ke dalam mangkuk besar yang berisi air dingin tersebut, kemudian ia menaruhkan ke kening Sakura yang memar tersebut.
Apakah kau merasa lebih baik?” Tanyanya.
Ya begitulah” jawabnya sambil duduk bersandar.
Ya sudah kalau begitu kita dirumah saja ya, tidak jadi pergi” kata Alexander sambil memegang handuk kecil.
Tidak, kita tetap harus pergi. Kan kau yang mengajakku pergi, aku tidak enak denganmu, lagi pula ini salahku tidak berhati-hati kalau jalan” kata Sakura merasa tidak enak.
Tapi lihatlah keadaanmu sekarang seperti ini” katanya khawatir.
Aku baik-baik saja Lex”  kata Sakura mencoba menenangkan lagi.
Alexander merapikan handuk dan mangkuk besar itu dan dibawa ke dapur, sementara Sakura mengambil tas dikamar.
“Lex sudah belum?” teriak Sakura dari depan.
Iya, tunggu sebentar” sahutnya sambil berjalan.
Sakura berjalan keluar dengan langkah tidak seperti biasanya “Bibi, Ura pergi dulu ya”.
Iya Ra hati-hati, itu keningnya sudah membaik kan?” Tanya bibi.
Iya, bibi tidak perlu khawatir” jawabnya.
Kemudian Alexander menyalakan mobilnya dan Sakura masuk ke dalam mobil tersebut. Lalu bibi segera membukakan pintu gerbang.

Pertama kita akan kemana dulu? Apakah kau ingin membeli sesuatu?” Tanya Alexander.
Aku lapar, belum sempat makan” jawabnya sambil menatap lurus ke depan.
Baiklah kalau begitu kita pergi makan dulu yang berada di mall saja, aku juga ingin membeli sesuatu” katanya.
Baiklah”
Sakura menatap ke arah Alexander cukup lama. “Oh iya Lex, tumben sekali kau mengajakku jalan seperti ini, memangnya ada apa?” Tanyanya.
Ah tidak apa-apa, sudah lama kita tidak bertemu sejak sekolah di Bali dulu” jawabnya agak sedikit bingung.
Oh begitu ya, kau sekarang semenjak pindah ke Amsterdam sibuk sekali” katanya.
Ya begitulah.. aku selalu dihantui oleh pekerjaan” jawabnya melemah.
Aku saja sempat tidak percaya melihatmu waktu lalu berada ditaman” ujar Sakura.
Ah iya kebetulan sekali waktu itu, aku jadi bisa menghubungimu dan jalan bersamamu seperti sekarang” katanya sambil tersenyum ke arah Sakura.
Iya Lex” sambil menatap ke arah Alexander.
Alexander itu adalah sahabat Sakura sejak sekolah menengah atas waktu mereka masih tinggal di Bali. Ia orang asli negara kincir angin dan orang tua Alexander kebetulan pernah bertugas di Bali sejak Alexander memasuki sekolah menengah atas dan Alexander bersekolah dimana Sakura juga bersekolah di satu sekolah yang sama.
            Dulu mereka memang sempat berniat untuk melanjutkan sekolah di Belanda. Dan kebetulan ayah Alexander ditugaskan hanya dalam kurun waktu tiga setengah tahun. Akhirnya mereka memutuskan untuk melanjutkan sekolah ke Belanda. Sejak itu juga orang tua Sakura memutuskan untuk pindah ke kampung halaman ayah Sakura yaitu Jepang.
            Sakura sempat menaruh hati padanya sejak duduk dibangku sekolah. Mungkin sampai sekarang, entahlah. Lalu Sakura menatap Alexander yang sedang menyetir mobil dengan tatapan sangat dalam dan penuh arti. “Apakah kau masih ingat akan kertas itu Lex?” gumamnya sangat pelan.
“Ra? Kau kenapa melihatku seperti itu? Dan kau bilang apa barusan?” Tanya Alexander sambil melambaikan tangan tepat dihadapan wajah Sakura. Lalu Sakura langsung mengerjapkan mata “Eh, eh tidak aku hanya sedang merasakan sakit sedikit di keningku” mencoba untuk tidak gugup.
Oh kau masih sakit ya, mana sini biar aku lihat” Alexander melihat dan menyentuh dengan hati-hati. “Ya ampun cobaan apalagi untuk hari ini ya Tuhan  gumamnya dalam hati.
Sudah tidak apa-apa makanya kau jangan melamun lagi, agar kau tidak bisa merasakan sakit di keningmu” kata Alexander.
Iya.. iya, sudah singkirkan tanganmu yang besar itu” ujarnya sambil gemetar.
Astaga, iya maaf” jawab Alexander.
Demi Tuhan! Ada apa denganmu Sakura gumamnya sekali lagi dalam hati.


“Aku tidak mau mempunyai perasaan lagi kepadanya” gumamnya dalam lamunan. Sudah cukup waktu sekolah aku mengharapkan ia, tetapi tidak ada balasan sama sekali. Ia baik, tetapi sebagai sahabat. Awalnya aku berpikir bahwa dia menyukaiku, tetapi setelah aku perhatikan baik dan perhatiannya kepadaku tidak melebihi dari sahabat. Semenjak dari itu aku mencoba menahan perasaanku padanya dan aku berusaha untuk mencoba menjadi sahabat yang baik baginya.
Tetapi itu tidak mudah bagiku, setiap hari aku bertemu dengannya,  bercanda dengannya, duduk satu bangku dengannya, bermain dan melakukan banyak hal dengannya. Hampir setiap akhir pekan ia selalu meneleponku dan memainkan gitar untukku lalu bernyanyi bersama.
Dan sekarang aku sudah hampir bisa melupakannya, tetapi ia datang kembali dan perhatiannya itu tidak pernah surut padaku.
“Ra ayo kita turun, kita sudah sampai” kata Alexander.
Oh kita sudah sampai ya” katanya sambil mengerjap-ngerjapkan mata.
            Kemudian mereka turun dari mobil dan berjalan menuju pintu masuk mall. Kemudian tiba-tiba Alexander merangkul bahu Sakura “Awas Ra!! Hei kau gila ya!” teriak Alexander kepada pengemudi mobil tersebut.
Kau harus berhati-hati, jangan melamun kalau menyeberang” ujar Alexander sambil mentapnya dan masih merangkul bahunya. Kemudian Sakura hanya bisa terdiam melihat Alexander dan ia tidak bisa berkata apapun.
Kau mendengarkanku kan?” tanyanya. Kemudian Sakura hanya menganggukan kepalanya dua kali.
“Apa kau mau makan disini saja?” Tanya Noah sambil menunjuk restoran Cina.
Ya sudah kita makan disini saja” jawabnya.
            Lalu mereka masuk dan duduk ditempat khusus untuk dua orang. Dan mereka menerima menu makanan dari si pelayan. “Kau mau makan apa?” Tanya Alexander.
Sepertinya aku hanya memesan bubur saja” jawabnya sambil melihat-lihat menu.
Kau tidak mau dumpling atau sup tofu sebagai tambahan?” Alexander menawarkan.
Ah dumpling boleh lah pesan satu, shrimp dumpling ya” katanya mengiyakan.
Baik kalau begitu” sahutnya. Alexander mengangkat tangan tanda memanggil si pelayan kemudian pelayan datang dan mencatat semua pesanan Sakura dan Alexander.
            Setelah pelayan pergi mereka berbincang-bincang tentang jaman mereka sekolah dulu.
Aku rindu dengan suasana Bali” kata Alexander sambil menatap Sakura.
Aku juga rindu jaman kita sekolah dulu Lex” ujar Sakura.
Iya, aku juga rindu dengan masa-masa itu” sambung Alexander.
Oh iya Lex, kau ingat tidak saat kita pulang sekolah dan kau berjanji akan membelikanku es krim di salah satu toko?” tanyanya.
Ah iya-iya aku ingat akan hal itu, es krim yang tidak kau habiskan dan kau memberikan sisanya padaku” ledek Alexander.
Kau bicara apa? Coba katakan sekali lagi” kata Sakura sambil mencondongkan tubuhnya ke arah Alexander.
Tidak.. tidak aku hanya bercanda” jawabnya sambil terkekeh.
Sejak awal aku menawarkanmu, tapi kau bilang kau makan duluan saja” katanya sambil memanyunkan bibirnya.
Aku hanya bercanda, jangan marah seperti itu” katanya sambil mengusap pipi Sakura. Kemudian Sakura terdiam.
Oh iya keesokan harinya, Evan menanyakan kalau kau dan aku kemarin pergi berdua. Karena ia melihat kita dari belakang” ujarnya.
Ah iya benar. Aku juga awalnya pulang bersama Putu dan Rachel, tetapi aku berhenti sejenak dan menunggu mereka berjalan agak jauh. Lalu aku bersembunyi” ceritanya. Evan, Putu, dan Rachel adalah teman satu kelas mereka di sekolah dulu.
Ada-ada saja, kenapa dulu kita harus mengumpat-umpat seperti itu” ujar Alexander sambil menggaruk-garuk keningnya.
Entahlah, mungkin dulu kita masih kecil sekali jadi malu untuk jalan berdua” jawab Sakura.
Tidak lama kemudian si pelayan datang dan membawa makanan pesanan mereka, dan menaruhnya diatas meja. Lumayan penuh makanan diatas meja mereka, karena mereka memesan tiga makanan dan dua minuman dalam satu meja.
Selamat menikmati” kata si pelayan ramah.
Terima kasih” jawab Sakura.
            Kemudian mereka menikmati makanan yang mereka pesan.


            Sekitar tiga puluh menit berlalu, mereka telah selesai menghabiskan makanannya. Kemudian mereka bergegas bangun dan meninggalkan restoran tersebut. Lalu mereka berjalan sembari melihat-lihat toko baju.
Tunggu sebentar, aku mau mencari kemeja lengan panjang disana” kata Alexander sambil menunjuk salah satu toko di seberang sana.
Baiklah kalau begitu aku akan menemanimu mencari kemeja” jawab Sakura. Lalu mereka masuk ke dalam toko tersebut dan langsung pergi ke tempat kemeja. Sakura juga terlihat sibuk memilih kemeja untuk Alexander, dan Alexander pun melakukan hal yang sama.
“Lex apakah kau suka dengan kemeja ini” Tanyanya sambil mengangkat kemeja tersebut.
Ah iya benar! Kemeja yang seperti ini yang sedang aku cari. Warna yang bagus! Memiliki dasar warna putih dan dipunggung ada campuran warna abu-abu” ujarnya sambil memegang kemeja tersebut.
Syukurlah! Aku cepat menemukannya” jawabnya lega.
Kau memang tau segalanya apa yang aku mau, Sakura” katanya sembari menatap Sakura dalam.
Bisa saja kau ini” jawabnya tersipu malu.
Ya sudah aku akan mencoba ini di kamar pas, dan kau harus ikut dan menungguku didepannya agar kau dapat melihatnya” ajaknya sambil menggandeng tangan Sakura menuju kamar pas. Dan Sakura hanya mengikuti langkah kaki Alexander tanpa satu kata yang keluar dari mulutnya.
Kemudian Alexander masuk ke dalam kamar pas dan Sakura hanya menunggu didepannya. Dan tak lama kemudian Alexander keluar dengan mengenakan kemeja pilihan Sakura.
Bagaimana menurutmu?” sambil merentangkan tangan. Sakura tidak berkata apapun, ia hanya terdiam melihat penampilan Alexander yang tepat berada di hadapannya dan Sakura hanya mengamatinya dari ujung kaki sampai ujung kepala. “Kau terlihat tampan” gumamnya tidak sadar. Kemudian Alexander melambaikan tangan kearah wajah Sakura “Hei! Kau bilang apa barusan?”
Apa? Iya.. iya bagus kemeja itu untukmu” katanya gugup.
Sudah ku duga kau akan bilang seperti itu” katanya sambil terkekeh. Tapi Sakura kembali melihatnya dan memperhatikan Alexander yang sekarang sedang bercermin.
Ya sudah aku akan mengganti baju sebentar” katanya langsung menutup pintu. Kemudian Sakura mengerjap-ngerjapkan mata “Sudah sana cepat!”.


            Setelah membayar, mereka langsung pergi meninggalkan mall tersebut dan menuju café yang berada di pusat kota. Selama di perjalanan hanya berdiam diri tanpa ada yang membuka obrolan, hanya menikmati sejuknya angin musim semi.
            Lima menit kemudian, akhirnya mereka sampai di café tersebut. Dan memilih meja yang berada diluar, karena pemandangan dan dekorasinya lebih indah dibandingkan di bagian dalam café tersebut. Dan seperti biasa ada pelayan yang mengantarkan list menu kepada mereka lalu mereka tanpa menunggu lama langsung memesan dua caramel machiatto.
           
Ada seseorang yang sedang mengawasi Sakura di meja yang berada disudut café tersebut, tetapi Sakura tidak menyadarinya. Dan ternyata orang tersebut adalah Noah. Ia sedang mengopi sembari mengerjakan tugas kantornya di café tersebut dengan seorang diri.
Siapa laki-laki itu yang bersama Sakura?” tanyanya pada diri sendiri. “Sudahlah hiraukan, lagipula memang Sakura siapaku?” gumamnya sekali lagi.
            Kemudian ia mencoba melanjutkan tugasnya tetapi tidak pernah fokus, salah lagi dan salah lagi. “Duh kenapa salah terus seperti ini” katanya sambil menekan tombol backspace dengan kesal. Lalu Noah melihat ke arah Sakura dan Alexander sekali lagi dan tiba-tiba tidak tau kenapa Noah merasa sangat kesal sekali jika ia melihat ke arah kedua orang tersebut. Kemudian ia langsung beranjak dari tempat duduknya dan mengambil semua barang yang ada diatas meja tersebut dan pergi meninggalkan café itu.

            Tersadar Sakura melihat ke arah Noah, karena ia menabrak seorang pelayang yang sedang membawa tray sampai terjatuh ke lantai. Kemudian Sakura melihat Noah, tapi ia tidak percaya kalau itu Noah.
Apakah itu Noah? Kenapa dia terburu-buru seperti itu? Ah tidak mungkin juga” gumamnya pelan.
Ada apa Ra?” Tanya Alexander penasaran.
Oh, itu baru saja ada seorang laki-laki menabrak si pelayan yang sedang membawa tray sampai jatuh ke lantai” jelasnya.
Bodoh sekali orang itu!” sahutnya sambil mengabaikan.
Sepertinya aku kenal dengan laki-laki itu” kata Sakura tetap menatap si pelayan yang sedang membereskan sendok yang berhamburan.
Hanya perasaanmu saja kali, sudahlah teruskan minum kopimu” perintah Alexander. Dan Sakura hanya mengikuti perintah Alexander.
            Tetapi kalau benar itu Noah kenapa ia harus menghindar begitu saat aku berada disini? Kenapa dia tidak menyapaku? Atau memang ia sedang buru-buru ya? Tanya nya dalam hati. Sakura hanya diam memikirkan kejadian  yang baru saja terjadi.
            Sakura merasa keningnya mulai sakit lagi dan ia memegang kepalanya dengan hati-hati.
Apakah kau baik-baik saja?” Tanya Alexander sambil memegang tangan Sakura.
Kepalaku terasa sakit lagi” jawabnya.
Ya sudah kalau begitu akan ku antar kau pulang sekarang” katanya sambil membangunkan Sakura.
            Lalu mereka berjalan keluar dan Alexander merangkul Sakura yang sedang kesakitan ke arah mobilnya. Dan membuka pintu mobil, kemudian mendudukan Sakura. Dengan cepat Alexander masuk ke dalam mobil dan mengendarai mobil tersebut ke arah rumah Sakura. Sakura hanya bersandar pada sandaran kursi tersebut sambil memejamkan matanya karena menahan sakit.


Bi..bi tolong bukakan pintu bi” teriak Alexander sambil menekan tombol bel. Tak lama kemudian Charlotte segera membukakan pintu dan melihat Sakura yang sangat lemas.
Astaga, Ura kenapa? Ayo cepat duduk disini” Terlihat sangat khawatir.
Tolong ambilkan handuk kecil, air dingin dan es batu ya” perintah Alexander kepada Charlotte.
Baiklah” kemudian Charlotte ke dapur menyiapkan semua apa yang diperintahkan Alexander.
            Tak lama kemudian Lenard turun dari tangga dan melihat Sakura terbaring lemas di sofa ruang tamu, lalu Lenard mempercepat langkah kakinya ke arah Sakura dan memegang Sakura “Ra kau kenapa? Kenapa dia?” Tanya nya bingung.
Tadi siang, pas ia bangun tidur kepalanya terbentur dinding dan sekarang jadi memar dan sakit kepalanya” jelas Alexander.
Ya ampun Sakura, ada-ada saja” ujar Lenard sambil menggeleng-gelengkan kepala.
            Lalu Charlotte datang membawa semua peralatan tersebut dan langsung mengkompres kening Sakura dengan air dingin. Sakura sedikit merintih kesakitan.
Tahan, sebentar lagi keningmu merasa lebih baik” kata Charlotte.
Kepalaku sakit sekali” ujar Sakura sampai mengeluarkan air mata.
Iya kau harus tahan” kata Alexander sambil memegang tangan Sakura memberi semangat.
Kau harus ke dokter” kata Lenard.
Tidak perlu Nard, aku di kompres saja” jawabnya pelan.
Tapi kau kesakitan seperti ini” katanya sekali lagi.
Aku tidak apa-apa kok” sambil mengernyit kesakitan.
Ya sudah kalau itu maumu” jawabnya pasrah.
Sakura di gendong oleh Lenard menuju ke kamarnya untuk istirahat.
Biar aku saja yang menjaga Sakura” ujar Alexander.
Apakah kau yakin?” Tanya Charlotte.
“Iya apakah kau tidak keberatan?” Tanya Lenard.
Tidak, aku tidak keberatan menjaganya disini” jawab Alexander.
Baiklah kalau begitu jaga dia baik-baik ya, kami tinggal dulu” kata Lenard kemudian jalan keluar dan menutup pintu.
            Sakura sedang tertidur dan Alexander mengusap-usap kepala Sakura dengan lembut. Kemudian Sakura terbangun “Kau sedang apa Lex? Kok belum pulang?” tanyanya.
Aku akan menemanimu dan menjagamu disini” jawabnya.
Tidak perlu aku akan baik-baik saja, lagipula sekarang sudah malam lebih baik kau pulang saja” perintahnya.
Tidak, aku akan menjagamu” elaknya.
Tidak perlu Alexander, aku tidak apa-apa lebih baik kau pulang saja sekarang” perintahnya sekali lagi.
Baiklah kalau begitu, kau jaga diri ya” ujar Alexander. Kemudian Alexander pergi meninggalkan Sakura.



Bersambung...

No comments:

Post a Comment

Bieber'n

Bieber'n