Ig - @FIDADIDO5

Friday, 24 April 2020

SPRING TO FALL (BAB 7)



Kasihan aku melihat Sakura” kata Lenard tiba-tiba.
Ada apa memang dengan dirinya?” sahut Noah sambil mengetuk-ngetuk bolpoin ke dagunya.
Keningnya terbentur dinding” jawabnya. Kemudian Noah tertawa pelan “Ada-ada saja yang dibuat anak itu”.
Entahlah, aku juga heran dengannya. Tetapi keadaannya memprihatinkan, ia tidak mau dibawa ke dokter. Ia hanya ingin di kompres saja” ujar Lenard.
Bagaimana mau cepat sembuh kalau ia tidak mau pergi ke dokter, sudah biar aku saja yang membawanya” kata Noah.
Paling juga tidak mau, aku saja sahabatnya tidak di dengar apalagi kau” jawab Lenard kesal.
Lihat saja nanti” katanya menantang.
            Kemudian Noah beranjak dari kursinya dan berjalan ke arah jendela besar yang berada di belakangnya dan berdiri menghadap ke arah jalan raya sembari memasukkan kedua tangan ke saku celananya. Dan Lenard yang berada diruangan Noah hanya duduk di sofa hitam panjang sembari menyilangkan kaki dan membaca koran.
            Tepat pukul tiga lewat tiga puluh sore hari. Waktunya coffee break, para karyawan biasanya beristirahat sebentar sambil memejamkan mata, minum kopi atau teh dan meregangkan otot-otot seluruhnya.
Permisi tuan, apakah anda ingin kopi atau teh?” tanya office boy.
Kopi saja” jawab Lenard, “Kau mau apa?” sambungnya.
Teh” jawabnya singkat.
Baiklah, permisi tuan” kata office boy sambil menutup pintu.
Kemudian Noah berbalik badan dan berjalan kearah Lenard. “Nard, apakah proyek yang berada di Perancis kau akan ikut juga denganku?”
Iya aku juga akan ikut mengurus proyek disana, tetapi tidak seutuhnya. Bos hanya meminta kau untuk turut serta sepenuhnya bukan?” Tanya Lenard sambil menutup koran dan menaruhnya di meja.
Katanya sih begitu, aku pikir selain ku ada lagi yang membantuku mengurus semuanya” ujarnya.
Membantumu hanya sebentar saja” sahutnya.
Sudah lima kali aku selalu di tugaskan diluar negeri dan itu dalam kurun waktu yang cukup lama. Aku baru benar-benar di perusahaan yang berada disini kira-kira dua bulanan” katanya.
Kau harus bersyukur, bos mempercayai kerjamu” ujar Lenard sambil memegang bahu Noah.
Iya, aku tahu itu” sahutnya. “Tetapi aku rindu dengan negaraku” sambungnya melemah.
Ya sudah sabar, ini tuntutan pekerjaan dan kau tidak mungkin menolaknya” kata Lenard.
Kemudian Noah merenung akan hal itu, tiba-tiba ia terpikir oleh Sakura. Bagaimana kalau aku pergi ke Perancis? Bagaimana dengan wanita itu? Aku bingung dengan semua ini. Ia baru saja dekat dengan seorang wanita yang bisa membuatnya nyaman. Tetapi disisi lain ia harus pergi tidak lama lagi meninggalkan negara ini karena urusan pekerjaan. Ia takut untuk memulai suatu hubungan, karena resikonya ia akan berhubungan jarak jauh.
            Tetapi disisi lain, ia sangat menginginkan wanita tersebut. Dan ingin menjaga dirinya. Tapi ia terus berpikir, apakah ia bisa memulainya dan akhirnya meninggalkan wanita tersebut dengan satu alasan pekerjaan? Meninggalkan bukan berarti mengakhiri hubungan tersebut, tetapi memulai suatu hubungan yang baru dengan jarak .


Apakah kau mau donat?” tanya Lenard.
Donat?” tanya Noah.
Iya, kalau kau mau biar ku pesankan sekarang. Lumayan buat teman minum teh mu itu” ujar Lenard.
Aku rasa itu pilihan yang tepat” katanya mengiyakan.
Baiklah” sahutnya sambil mengambil ponselnya dan menelepon toko donat.
            Noah melambai-lambaikan tangan dan berbisik “Aku pesan satu box”. “Untuk apa?” kata Lenard berbisik.
“Sakura” jawabnya singkat.


            Jam sudah menunjukkan pukul lima sore. Setibanya di depan rumah Sakura, Lenard membuka pintu rumah dan mempersilakan Noah untuk masuk sembari membawa donat untuk Sakura. Kemudian mereka berdua berjalan menghampiri kamar Sakura dan Lenard mengetuk pintu kamar Sakura izin untuk masuk.
Masuk” teriak dari dalam kamar.
            Kemudian Lenard membuka pintu kamar dan masuk kemudian disusul oleh Noah. Sakura sedang memejamkan matanya dan dengan kompresan handuk yang membalut kepalanya.
Hai Ra” sapa Noah. Sontak Sakura membuka matanya dan melihat ke arah Noah “Hai Noah”. Kemudian Noah duduk di kursi yang berada tepat disebelah ranjang Sakura.
Katanya kau sedang sakit, ini aku bawakan donat untukmu. Kau makan ya donat ini” kata Noah sambil menunjukkan box donat.
Iya terima kasih Noah, maaf kalau merepotkan” jawab Sakura lemah.
Tidak, apakah kau sudah minum obat?” Tanya Noah.
Bagaimana kau ini Noah, sudah ku bilang tadi. Ia saja tidak mau pergi ke dokter” cetus Lenard.
Apa kau?” sahut Sakura agak kesal.
Kenapa kau tidak mau pergi ke dokter? Kau takut ya?” Tanya Noah bercanda.
Iya, ia memang takut sama dokter” sambung Lenard sekali lagi.
Eh tidak” bantahnya.
Ya sudah, kau bangun ya. Makan donat ini, setelah itu kita pergi ke dokter. Aku yang akan mengantarmu” perintah Noah.
Tapikan..” Sakura menyelak.
Tidak ada bantahan ya, lihat saja keningmu semakin memburuk. Sekarang aku suapin kamu donat ini, ayo harus nurut” perintah Noah sekali lagi.
Sudah ikuti saja, demi kebaikanmu juga” ujar Lenard.
Kemudian Noah mengambil satu donat dan menyuapi Sakura dengan pelan-pelan dan Sakura menuruti sembari bersandar di sandaran tempat tidurnya itu. Kemudian Lenard keluar untuk mengambilkan minum untuk Sakura.
            Sakura melihat Noah begitu tulus sekali menyuapininya. Aku tidak ingin terjebak pada dua hati sekaligus. Aku juga tidak boleh berharap lebih pada orang ini. Aku takut hal yang sama seperti Alexander. Jatuh cinta sendirian.
            Sakura kenapa kau begitu damai? Kau mempunyai hati yang tulus dan mata yang benar-benar jujur ujar Noah dalam hati. Apakah aku sanggup untuk membuat hatinya terluka suatu saat nanti? Disisi lain aku juga ingin melupakan masa laluku, yang seenaknya meninggalkan diriku yang sedang mencintai dirinya saat itu dengan alasan tidak bisa berhubungan jarak jauh”.
            Dan suatu saat aku akan meninggalkan Sakura untuk tugas keluar negeri. Tapi aku akan tetap menjaga hubungan ini, karena aku belajar dari masa lalu”.
Tiba-tiba Lenard menjulurkan gelas yang berisi air ke Sakura “Ini minum dulu”. Kemudian Sakura mengambil kemudian meminumnya.
Apakah kau mau donatnya lagi?” Tanya Noah.
Tidak Noah, aku sudah kenyang. Sekarang aku mau mengganti baju kemudian kita pergi ke dokter” kata Sakura sambil menaruh gelas di meja samping ranjangnya.
Baiklah, aku tunggu diruang tamu ya” kata Noah sambil berdiri.
Iya” sahutnya.
            Lenard yang berjalan di depannya menoleh ke arahnya “Kau pakai sihir apa? Bagaimana bisa tiba-tiba is bisa nurut padamu”.
Itulah aku” jawabnya santai.
Sombong sekali kau, ah tapi tidak apa-apa. Akhirnya ia mau pergi ke dokter juga, setelah aku, Charlotte dan Alexander berusaha menyuruhnya tapi ia tidak mau juga” ujar Lenard sambil duduk di sofa.
“Alexander?” Tanyanya penasaran.
Iya, ia teman satu sekolah Sakura di Indonesia dulu” jelas Lenard.
Oh begitu. Apakah mereka sangat dekat?” tanyanya sekali lagi.
Mereka memang bersahabat semenjak sekolah dulu” jelasnya.
Hmm” gumam Noah.
Memangnya kenapa? Kau cemburu ya dengannya? Bertemu saja belum dengan lelaki itu, Sakura juga bukan kekasihmu” ledek Lenard.
Sudah” jawab Noah.
Sudah apa?! Kau sudah mengutarakan isi hatimu? Jadi kau benar-benar suka pada Sakura? Wah tidak menyangka” kata Lenard terheran-heran.
Kau bicara apa? Ada-ada saja” balasnya.
Itu tadi kau bilang sudah, ya sudah apa?” tanyanya penasaran.
Sudahlah lupakan, tidak penting juga” jawabnya menghindar.
Tak lama kemudian Sakura keluar dari kamarnya dan sudah siap untuk pergi. Lalu ia berjalan ke ruang tamu menghampiri Noah, bahwa ia sudah siap untuk ke dokter. Lalu Noah melihatnya dan langsung berdiri.
Hati-hati kalian di jalan, terutama kau Sakura harus pakai sabuk pengaman. Nanti tiba-tiba Noah menginjak pedal rem mendadak kena lagi keningmu itu” kata Lenard sambil terkekeh, begitupun dengan Noah. Sakura hanya melirik kearah Lenard dengan lirikan sinis.
Awas kau!” sahutnya ketus.
Ya sudah kami pergi dulu Nard” kata Noah sambil memegang pinggang Sakura, maksud untuk menuntun Sakura ke dalam mobil tetapi yang ada dalam pikiran Sakura berbeda.


            Setelah diperiksa oleh dokter, Sakura dan Noah keluar dari ruangan tersebut. Mereka berjalan menuju apotek yang berada di lantai dasar. Kemudian Sakura duduk di bangku ruang tunggu sedangkan Noah mengambil semua obat Sakura di apotek.
Kau tunggu disini saja, biar aku yang mengambil obatmu” katanya sambil mendudukkan Sakura. Dan Sakura hanya menganggukan kepala.
Selagi Noah mengambil obatnya, Sakura hanya duduk terdiam sembari menyandarkan kepalanya. Dan matanya hanya melihat orang-orang berjalan di depannya. Dengan keadaan lesu ia tak dapat berbuat banyak.
            Tak lama kemudian Noah datang dengan membawa obatnya, kemudian ia duduk disebelah Sakura.
Apakah kau mau makan diluar?” Tanyanya.
Mau makan dimana?” Tanya Sakura.
Apakah kau ingin roti isi di restoran dekat sini?” menatap Sakura dekat.
Baiklah, kita pergi kesana saja” ujarnya.
Kemarikan tanganmu, biar ku gandeng agar kau tidak jatuh” melihat keadaan Sakura yang  diperban bagian kepalanya, Noah merangkul bahu Sakura agar tidak hilang keseimbangan. Kemudian mereka berjalan menuju pintu keluar ke arah parkiran.
            Sesampainya di depan mobil, Noah membukakan pintu untuk Sakura dan mendudukkannya.
Kemudian Noah menutup dan berjalan kearah pintu sebelahnya,  kemudian masuk ke dalam mobil tersebut.


            Sepuluh menit kemudian sampai di toko yang menjual roti isi tersebut.
“Noah.. sepertinya dibawa pulang saja roti isinya. Kasihan juga Lenard, Abel sama bibi pasti belum makan malam” kata Sakura.
Baiklah..” jawab Noah. “Kau mau pesan apa saja?” tanya Noah.
Apa ya? Aku bingung” katanya sambil melihat menu yang terpampang pada layar dinding.
Hmm.. bagaimana kalau roti isi daging sapi lima porsi, kentang goreng 5 porsi yang besar, sama krim sup?” Tanya Noah.
Boleh” jawab Sakura singkat. “Oh iya kali ini aku yang bayar semuanya ya” sambungnya.
Lho kenapa begitu? Kan aku yang mengajakmu kesini” kata Noah sambil melihat kearah Sakura.
Tapi kan kau sering sekali membelikanku sesuatu, seperti kemarin yang di Bloemnmarket, kau membelikan semua yang aku butuhkan” celotehnya tanpa menatap Noah.
Sudah tidak apa-apa, biar aku saja yang bertanggung jawab membayar semua ini” jelasnya sambil membayar ke kasir.   
            Kemudian mereka berjalan menuju pintu keluar.
“Kenapa kau begitu baik padaku?” Tanya Sakura heran. Tetapi Noah tidak langsung menjawab apa yang Sakura tanyakan. Ia hanya sibuk membawa kantung yang berisi makanan dan berjalan cepat dengan tatapan lurus kedepan.
“Noah pelan-pelan.. kepalaku masih terasa sakit” kata Sakura yang berjalan cepat karena mengikuti langkah kaki Noah.
Kemudian Noah menoleh kearahnya “Maaf Ra.. terlalu cepat ya langkah kaki ku?”
Jawabnya dengan sedikit mengelak pertanyaan.
“Kau belum jawab pertanyaanku” kata Sakura sedikit kesal.
“Pertanyaan yang mana?” Tanya Noah pura-pura tidak tau.
“Kau ini memang tidak tau apa pura-pura tidak dengar?” Katanya tambah kesal.
“Aku benar-benar tidak tau, mungkin memang tidak dengar karena aku jalan terlalu cepat dan angin yang begitu kencang” elaknya.
“Pertanyaanku, kenapa kau begitu baik padaku?” tanyanya mencoba dengan nada pelan.
“Hmm.. karena” jawabnya ragu.
“Karena apa?!” Sakura Penasaran.
“Ya.. karena kau sahabatnya Lenard” jawab Noah.
“Oh” jawabnya singkat. Apakah iya, dia baik padaku dengan alasan aku teman baiknya Lenard? Apa mungkin alasan seperti itu masuk di akal? Sepertinya ia menyembunyikan sesuatu hal. Lho tapi apa urusannya denganku kalau ia mau berbohong atau tidak? Peduli sekali aku padanya” sembari melirik ke arah Noah dengan seksama.
Harus bagaimana aku ini? Terlihat gugup sekali berkata di depannya. Noah kenapa kau jadi seperti ini gumamnya dalam hati. Kalau kau memang tidak ada perasaan seharusnya jantung ini tidak berdegup sehebat ini katanya pada diri sendiri. Ah apakah aku memang ada rasa dengannya? Kenapa aku selalu menanyakan hal ini? Selalu berulang-ulang pertanyaan ku. Tetapi belum ada jawaban yang pas. Sudahlah Noah jangan pikirkan itu sekarang, kau sedang bersamanya, jangan sampai kau membuatnya curiga dengan tingkah lakumu yang aneh” kata Noah dalam hati.
“Hei kenapa kau melamun seperti itu?” Tanya Sakura yang sudah berada depan pintu mobil sejak tadi.
Apakah iya aku melamun? Oh iya sampai lupa buka pintunya” katanya sambil mecoba mengambil kunci mobil yang berada di saku celananya.
“Ya ampun kau masih melamun ternyata” ujarnya sambil mengamati.“Ah tidak” sahut Noah. “Ya sudah kau masuk duluan saja, biar aku taruh makanan ini di kursi belakang” sambungnya.




Bersambung...

No comments:

Post a Comment

Bieber'n

Bieber'n